Pesan ini disampaikan oleh Wakil Gubernur Sulut, Johannes Victor Mailangkay, saat membacakan sambutan tertulis Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, pada pembukaan North Sulawesi Investment Forum (NSIF) 2026 di Manado, Jumat (7/8/2026).
Dalam sambutan yang dibacakan Wagub, Gubernur Yulius Selvanus mengapresiasi kolaborasi Bank Indonesia, Kementerian Investasi/BKPM, serta pemerintah kabupaten/kota yang telah menyelenggarakan forum strategis ini.
"NSIF memiliki peran yang sangat strategis dalam mempromosikan dan memperkenalkan berbagai peluang investasi bernilai tinggi di Sulawesi Utara. Melalui forum ini, para investor dapat melihat langsung potensi besar daerah kita yang didukung penuh oleh komitmen pemerintah," ujar Johannes saat membacakan amanat Gubernur.
Investasi Jadi Tumpuan Pertumbuhan Ekonomi
Langkah Pemprov Sulut dalam mendorong masuknya modal sejalan dengan catatan Bank Indonesia. Kepala Perwakilan BI Sulut, Joko Supratikto, mengungkapkan bahwa arus investasi menjadi motor utama pendongkrak perekonomian daerah.
Secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara pada Triwulan II-2026 tercatat berada di angka 5,42 persen. Meski mengalami sedikit moderasi, capaian ini masih melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional.
Pertumbuhan tersebut didukung kuat oleh peningkatkan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi yang naik hingga 7,12 persen, serta sektor Konstruksi yang tumbuh 7,63 persen.
Untuk memastikan para investor mendapatkan kemudahan, Pemprov Sulut bersama BI dan instansi terkait terus mengoptimalkan peran Regional Investment Relations Unit (RIRU). Wadah ini bertugas menyajikan proyek-proyek bernilai tambah tinggi yang siap ditawarkan (clean and clear), sekaligus mengawal koordinasi lintas sektor secara berkelanjutan.
Forum NSIF 2026 ini turut dihadiri oleh jajaran pejabat nasional dan internasional, di antaranya perwakilan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, jajaran korps diplomatik dari negara sahabat seperti Selandia Baru dan Filipina, pengurus KADIN Pusat, otoritas keuangan (OJK dan BPS), para kepala daerah, serta para calon investor.
(Olvie)

