-->

Resmi Dilantik Akhmad Munir, Sintya Bojoh Pimpin PWI Sulut Periode 2026–2031, Ini Pesan Gubernur Yulius

13 Mei 2026, 22:45 WIB Last Updated 2026-05-13T14:45:19Z

 

Newsblessing.com, MANADO – Kepengurusan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Sulawesi Utara masa bakti 2026–2031 resmi dikukuhkan dalam acara pelantikan yang berlangsung khidmat di Hotel Sintesa Peninsula, Manado, Rabu (13/5/2026). 


Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, memimpin langsung prosesi ini, yang menjadi momen bersejarah karena untuk pertama kalinya organisasi profesi wartawan tertua di Indonesia wilayah ini dipimpin oleh seorang perempuan, Sintya Bojoh. Bersamaan dengan itu, Satrin Lasama juga resmi dilantik sebagai Ketua Dewan Kehormatan PWI Sulut.

 

Akhmad Munir dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi terhadap dinamika yang terjadi selama proses konferensi pemilihan pengurus. Menurutnya, semangat dan perdebatan yang terjadi menjadi bukti kekuatan serta kebesaran organisasi ini. Ia berpesan agar kepemimpinan baru mampu menjaga marwah dan kehormatan PWI, terutama menghadapi tantangan besar di era disrupsi media saat ini.

 

“Dinamika saat konferensi menunjukkan gairah nyata untuk membesarkan nama baik PWI yang memiliki jaringan luas. Kita harus menjaga kehormatan organisasi, apalagi kali ini sejarah terukir dengan terpilihnya seorang perempuan sebagai pemimpin,” ujar Munir.

 

Ia juga menekankan soal profesionalisme. Di tengah arus keterbukaan informasi yang membuat siapa saja bisa mengaku sebagai wartawan, Munir mengingatkan seluruh anggota agar memegang teguh Kode Etik Jurnalistik. Hal ini penting supaya setiap informasi yang disampaikan ke publik terjamin kebenarannya, akurat, dan membawa manfaat bagi masyarakat luas.

 

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, yang hadir menyaksikan pelantikan menyatakan dukungan penuhnya terhadap keberadaan pers yang berkualitas. Namun, ia juga memberikan catatan kritis terkait akurasi berita serta penerapan etika dalam peliputan.

 

Yulius menegaskan pemerintah daerah tidak alergi terhadap kritik, selama kritik tersebut disampaikan berbasis data yang jelas dan memahami konteks kebijakan yang dijalankan.

 

“Koreksi boleh dan kami butuhkan, tapi jangan sampai berlebihan hingga menghina. Kami juga punya keluarga dan martabat yang harus dijaga. Gunakan etika jurnalistik dan jaga keseimbangan berita. Jangan hanya berita negatif yang diangkat, berita positif dan kemajuan daerah pun harus disampaikan seimbang agar masyarakat dapat informasi utuh,” tegas Yulius.

 

Lebih jauh, Gubernur meminta para wartawan memahami dokumen perencanaan seperti RPJMD dan APBD, agar pemberitaan terkait kebijakan pemerintah tepat sasaran dan mendidik. Ia juga mencatat saat ini ada sekitar 200 media yang bermitra dengan Dinas Kominfo Sulut, dan berharap seluruh media tersebut memenuhi kualifikasi sesuai standar nasional.

 

“Tujuan kami adalah mendidik dan menyiapkan wartawan yang berkompeten dan berkualitas,” tambah Yulius, seraya berharap Sintya Bojoh dan jajaran baru dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab dan integritas.

 

Acara pelantikan ditutup dengan pengambilan sumpah jabatan dan pengesahan Dewan Kehormatan. Di hadapan bendera pataka organisasi, seluruh pengurus berjanji akan mengabdi, taat pada anggaran dasar dan rumah tangga organisasi, serta berjuang demi kemerdekaan pers nasional. (Olvie)

Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar