Newsblessing.com, SULUT - Gelombang aspirasi mahasiswa kembali memadati halaman Kantor DPRD Provinsi Sulawesi Utara pada Selasa (5/5/2026). Sejumlah massa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Sulawesi Utara (Sulut) menggelar aksi unjuk rasa guna menuntut tindak lanjut nyata atas berbagai isu daerah dan nasional.
Kedatangan para aktivis kampus ini disambut langsung oleh Sekretaris DPRD Sulut, Niklas Silangen, didampingi sejumlah legislator di antaranya Raski Mokodompit, Piere J. Makisanti, dan Hillary Julia Tuwo.
Suarakan Isu Pendidikan hingga Kesejahteraan
Dalam orasinya, massa aksi menekankan bahwa kehadiran mereka bukan sekadar seremoni demokrasi, melainkan membawa beban amanah masyarakat. Sedikitnya terdapat enam poin krusial yang didesak untuk segera disikapi oleh Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Pusat.
Beberapa poin utama yang menjadi sorotan antara lain:
- Transparansi Program: Mendesak penghapusan program MBG serta menuntut pertanggungjawaban hukum bagi penyelenggara secara adil.
- Keadilan Ekonomi: Meminta penghentian aktivitas Koperasi Merah Putih yang dinilai merugikan masyarakat serta penegakan hukum bagi oknum yang terlibat.
- Kesejahteraan Pendidik: Menuntut kejelasan status dan jaminan kesejahteraan bagi guru honorer di Sulawesi Utara.
- Kebebasan Akademik: Mengecam segala bentuk represi terhadap dosen dan mahasiswa, menolak militerisasi di lingkungan kampus, serta mendesak penanganan serius kasus kekerasan seksual di perguruan tinggi.
"Kami meminta DPRD tidak hanya sekadar mendengar atau menerima lembaran kertas aspirasi ini. Kami butuh langkah konkret dan pengawalan hingga tuntutan kami terealisasi," tegas salah satu orator aksi.
Respon DPRD Sulawesi Utara
Menanggapi tekanan massa, Sekretaris DPRD Sulut Niklas Silangen memberikan apresiasi atas sikap mahasiswa yang tetap menjaga ketertiban selama menyampaikan pendapat di muka umum.
"Kami menerima dengan terbuka setiap poin yang disampaikan. Ini adalah bagian penting dari proses demokrasi yang harus kita rawat bersama," ujar Niklas di hadapan massa.
Senada dengan hal tersebut, legislator Raski Mokodompit menegaskan komitmennya untuk membawa aspirasi ini ke meja diskusi internal dewan.
"Setiap poin tuntutan akan kami diskusikan sesuai mekanisme yang berlaku di DPRD. Komitmen kami jelas, yakni memperjuangkan kepentingan rakyat Sulawesi Utara," kata Raski.
Berakhir Kondusif
Pertemuan yang berlangsung hangat tersebut ditutup dengan kesepakatan kedua belah pihak untuk menjaga jalur komunikasi tetap terbuka. Mahasiswa berjanji akan terus mengawal janji para wakil rakyat tersebut hingga ada perubahan signifikan di lapangan.
Aksi yang berlangsung sejak siang hari ini berakhir dengan tertib dan kondusif, di bawah pengawalan aparat keamanan yang berjaga di sekitar lokasi.
(*/Olvie)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar