Bencana yang dipicu oleh cuaca ekstrem tersebut mengakibatkan kerusakan parah pada infrastruktur dan rumah warga. Data sementara mencatat 14 orang meninggal dunia dan 2 lainnya masih dalam pencarian.
Empati bagi Para Korban
Dalam keterangannya, Fransiscus Silangen menegaskan bahwa penderitaan warga Sitaro merupakan kesedihan bagi seluruh masyarakat Sulawesi Utara.
"Atas nama pimpinan dan seluruh anggota DPRD Sulut, kami menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya. Kami mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi ujian berat ini," ujar Fransiscus.
Percepat Penanganan dan Logistik
Politisi tersebut mengapresiasi kerja cepat tim gabungan dari BPBD, TNI/Polri, serta relawan yang sigap melakukan evakuasi di lapangan. Ia menekankan pentingnya efisiensi birokrasi dalam penyaluran bantuan.
- Prioritas Utama: Penyaluran logistik, obat-obatan, dan kebutuhan pokok secara cepat dan tepat sasaran.
- Koordinasi Lintas Sektor: DPRD Sulut berkomitmen terus mengawal Pemerintah Provinsi agar bantuan sampai ke lokasi tanpa hambatan administratif.
- Mitigasi Jangka Panjang: Mendorong evaluasi sistem drainase dan penguatan mitigasi bencana, khususnya di wilayah kepulauan yang rentan cuaca ekstrem.
Himbauan bagi Masyarakat
Mengingat kondisi cuaca di awal tahun 2026 yang masih tidak menentu, Fransiscus menghimbau warga di area rawan bencana untuk meningkatkan kewaspadaan.
"Keselamatan jiwa adalah prioritas nomor satu. Kami meminta warga di bantaran sungai dan lereng perbukitan tetap waspada dan mengikuti arahan pihak berwenang. Kami di DPRD akan memastikan proses pemulihan berjalan hingga aktivitas warga kembali normal," pungkasnya. (Olvie)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar