-->

Menyeka Trauma di Bibir Pantai: Kisah Haru Oma dan Opa Panti Werdha Damai Mencari Kedamaian di Pantai Ratu

17 Februari 2026, 16:23 WIB Last Updated 2026-02-18T08:27:54Z




Newsblessing.com, ​MINAHASA UTARA – Di bawah langit cerah Pantai Ratu (Makalisung), Selasa (17/2/2026), deburan ombak seolah menjadi melodi penyembuh bagi puluhan lansia dari Panti Werdha Damai. Bertepatan dengan momen Hari Raya Imlek, pengurus panti sengaja mengajak para penghuni untuk sejenak meninggalkan rutinitas dan dinding panti demi menghirup udara laut yang segar.


​Namun, tamasya kali ini bukan sekadar perjalanan wisata biasa. Ada misi besar di balik senyum tipis yang tersungging di wajah para oma dan opa: mereka sedang berusaha berdamai dengan trauma hebat akibat musibah kebakaran yang menghanguskan tempat tinggal mereka pada 28 Desember 2025 silam.






​Meninggalkan Bayang-Bayang Tragedi

​Masih segar di ingatan bagaimana kepanikan melanda pada malam naas di penghujung tahun lalu. Sejak kejadian itu, rasa takut dan kehilangan rasa percaya diri kerap menyelimuti hari-hari para lansia ini.

​"Setiap hari mereka hanya melihat dinding dan televisi. Hari ini, kami ingin mereka melihat luasnya ciptaan Tuhan, melihat pantai. Tujuannya agar rasa takut dan trauma akibat kebakaran kemarin perlahan hilang," ujar pihak pengurus panti.


​Suasana haru menyelimuti saat para lansia ini duduk di pinggir pantai. Ada yang hanya menatap kosong ke arah laut, ada pula yang saling menggenggam tangan, seolah menguatkan satu sama lain bahwa mereka telah berhasil melewati masa sulit tersebut.


​"Perahu Tidak Bisa Tenggelam"

​Dalam momen penguatan iman tersebut, Pdt. Kres Tamara dari Tim Sulut Bersinar membawakan pesan rohani yang sangat menyentuh. Mengambil rujukan dari Lukas 2:22-25, ia menyampaikan pesan tentang ketenangan di tengah badai dengan tema "Perahu Tidak Bisa Tenggelam".


​Pesan ini menjadi pengingat bagi para oma dan opa bahwa meski "perahu" kehidupan mereka sempat dihantam badai api, Tuhan tidak membiarkan mereka tenggelam. Firman ini menjadi obat penawar bagi jiwa-jiwa yang sedang merasa rapuh dan tidak berdaya.


​Sinergi dan Kepedulian Pengurus


​Kegiatan ini terlaksana berkat komitmen penuh dari jajaran pengurus Panti Werdha Damai. Hadir langsung mengawal kegiatan ini adalah Ketua Panti Olva Sumual, Sekretaris Novi Mamentu, dan Bendahara Etha Mowilos. Mereka tampak telaten melayani kebutuhan para lansia, mulai dari mendampingi berjalan di pasir pantai hingga menyiapkan jamuan makan bersama pasca-ibadah.


​Kegiatan makan bersama di bawah pohon peneduh menjadi penutup yang manis. Tawa kecil mulai terdengar, dan sorot mata yang semula redup perlahan kembali bersinar. Bagi mereka, pantai ini bukan sekadar tempat wisata, melainkan ruang untuk memulai lembaran baru tanpa bayang-bayang ketakutan masa lalu.

 (Olvie)


Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar