-->

Satu Abad Opa Ventje Tumarar: Syukur Lima Generasi dalam Balutan Firman Tuhan

12 Maret 2026, 18:33 WIB Last Updated 2026-03-12T10:33:31Z

Newsblessing.com, MINAHASA – Sebuah momen langka dan penuh haru terjadi di Desa Eris, Kecamatan Eris, Kabupaten Minahasa, pada Kamis (12/3/2026). Opa Ventje Tumarar, salah satu putra tertua di desa tersebut, merayakan hari ulang tahunnya yang ke-100 atau tepat satu abad.


​Lahir pada 12 Maret 1926, Opa Ventje merayakan tonggak sejarah hidupnya tidak dengan kemewahan duniawi, melainkan melalui ibadah syukur yang khidmat bersama lima generasi keturunannya.


Pesan Penguatan: 'Sampai Masa Putih Rambutmu'




​Ibadah syukur tersebut dipimpin oleh Pendeta Benny Ole, S.Th. Dalam khotbahnya, sang pendeta mengambil kutipan mendalam dari Kitab Suci, Yesaya 46 ayat 4, yang berbunyi:


"Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu. Aku telah melakukannya dan mau menanggung kamu terus; Aku mau memikul kamu dan menyelamatkan kamu."


​Ayat tersebut seolah merangkum perjalanan panjang Opa Ventje yang telah melewati berbagai zaman, mulai dari era kolonial hingga digital, dengan tetap dalam penyertaan Sang Pencipta.


Warisan Lima Generasi


​Kebahagiaan terpancar jelas dari wajah Opa Ventje saat dikelilingi oleh keluarga besarnya. Menikah dengan almarhumah Oma Yohana Sumanti, Opa Ventje kini menjadi sosok "pilar" bagi keluarga besar yang sangat luas.


​Hingga usianya yang ke-100, Opa Ventje tercatat memiliki:

  • 9 Anak
  • 38 Cucu
  • 31 Cece
  • 1 Cicit

Perwakilan keluarga menyampaikan rasa syukur yang tak terhingga atas kesehatan dan kekuatan yang masih dimiliki Opa Ventje. Baginya, keberadaan Opa hingga usia satu abad adalah mukjizat sekaligus berkat yang menjadi teladan bagi anak cucu dalam menjalani hidup.


Inspirasi dari Desa Eris


​Kehadiran lima generasi dalam satu perjamuan syukur ini menjadi pemandangan indah yang memperlihatkan kuatnya ikatan kekeluargaan di tanah Minahasa. Meski rambut telah memutih sepenuhnya, semangat dan kehadiran Opa Ventje tetap menjadi "magnet" pemersatu bagi seluruh keturunannya.


​Perayaan ini ditutup dengan doa bersama untuk kesehatan Opa Ventje agar terus menjadi saksi sejarah dan sumber kebijaksanaan bagi generasi-generasi berikutnya. (OLVIE)

Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar