-->

Warga Sulut Menjerit Gas Melon Langka, Royke Anter Desak Pertamina Evaluasi Distribusi

18 Maret 2026, 20:57 WIB Last Updated 2026-03-18T14:01:43Z

Newsblessing.com, SULUT – Kelangkaan Liquified Petroleum Gas (LPG) subsidi ukuran 3 kilogram kembali melanda wilayah Sulawesi Utara (Sulut). Kondisi ini memicu keresahan warga yang kesulitan mendapatkan "Gas Melon" untuk kebutuhan rumah tangga.

​Merespons jeritan masyarakat tersebut, Wakil Ketua DPRD Sulawesi Utara, Royke Anter, melayangkan kritik tajam dan mendesak pihak terkait untuk segera membedah akar permasalahan yang terus berulang.

Masalah Klasik yang Tak Kunjung Usai

​Royke Anter menyayangkan fenomena kelangkaan ini seolah telah menjadi "ritual" tahunan di Sulawesi Utara, terutama saat mendekati momen hari besar keagamaan atau hari libur nasional. Legislator dapil Manado ini menegaskan bahwa rantai masalah ini harus segera diputus.

​"Ini masalah klasik yang terus berulang. Setiap kali ada perayaan hari besar, stok LPG di pasaran mendadak sulit ditemukan. Saya meminta Pertamina Patra Niaga tidak tinggal diam dan memperketat pengawasan penyaluran," ujar Royke saat memberikan keterangan, sebagaimana dikutip pada Rabu (18/3/2026).

Dua Instruksi Tegas untuk Pertamina

​Politisi Partai Demokrat ini menyoroti dua poin utama yang menurutnya menjadi kunci penyelesaian krisis energi di tingkat akar rumput:

  1. Kepastian Kuota: Pertamina wajib menjamin bahwa stok LPG 3 kg untuk wilayah Sulut mencukupi kebutuhan harian masyarakat tanpa ada kendala di jalur distribusi.
  2. Validasi Penerima: Pengawasan lapangan harus diperketat guna memastikan subsidi pemerintah tepat sasaran, yakni bagi warga kurang mampu, dan bukan disalahgunakan oleh pihak yang tidak berhak.

Ajak Komisi II Awasi Agen Nakal

​Selain menekan pihak eksekutif dan Pertamina, Royke juga mendorong rekan sejawatnya di DPRD Sulut, khususnya Komisi II, untuk lebih proaktif melakukan inspeksi mendadak (sidak).

​"Saya berharap teman-teman di Komisi II, baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, segera turun ke lapangan. Pantau langsung agen-agen penyalur. Jangan sampai ada praktik permainan harga atau penimbunan di tingkat bawah yang akhirnya mencekik rakyat kecil," pungkasnya.

​Hingga berita ini diturunkan, warga di beberapa titik di Manado dilaporkan masih harus mengantre atau mencari hingga ke pinggiran kota demi mendapatkan satu tabung gas melon dengan harga yang kerap melampaui HET (Harga Eceran Tertinggi).

Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar