-->

Turun ke Atoga Timur, Angelia Wenas Jemput Aspirasi Warga Boltim: Dari Perbaikan Rumah Ibadah hingga Alat Pertanian

01 April 2026, 21:06 WIB Last Updated 2026-04-06T08:11:56Z



Newsblessing.com
BOLTIM – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Angelia Wenas, kembali menjalankan fungsinya sebagai penyambung lidah rakyat. Srikandi dari Fraksi Demokrat ini menggelar kegiatan Reses I Tahun Sidang 2026 di Desa Atoga Timur, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Rabu (01/04/2026).

​Kegiatan yang berlangsung secara inklusif ini menjadi wadah dialog dua arah. Meski dilaksanakan dalam suasana sederhana dan penuh kehangatan, antusiasme masyarakat tetap tinggi untuk menyampaikan berbagai persoalan riil yang mereka hadapi di lapangan.


Fokus pada Dampak Bencana dan Infrastruktur


​Dalam sesi tanya jawab, sejumlah warga memanfaatkan momentum ini untuk mengeluhkan kondisi infrastruktur yang mendesak. Aspirasi yang mencuat di antaranya adalah penanggulangan pasca-bencana, khususnya perbaikan rumah ibadah yang mengalami kerusakan akibat terjangan banjir beberapa waktu lalu.

​Selain itu, warga juga menyoroti kondisi ruas jalan yang membutuhkan perhatian serius dari pemerintah provinsi, persoalan kejelasan tapal batas wilayah, hingga dukungan pengadaan alat-alat pertanian untuk menunjang ekonomi lokal.


Mendengar dengan Jujur


​Menanggapi hal tersebut, Angelia Wenas menegaskan bahwa kehadirannya di tengah masyarakat Boltim bukan sekadar formalitas menjalankan tugas konstitusi.

​"Setiap agenda reses, saya selalu meyakini bahwa kehadiran kami bukan sekadar menjalankan kewajiban, tetapi menjadi ruang mendengar yang jujur dari masyarakat. Begitu banyak hal yang disampaikan dengan penuh harap," ujar legislator dapil Bolmong Raya tersebut.


​Ia menambahkan bahwa seluruh keluhan dan masukan yang diterima akan dicatat secara mendetail untuk diperjuangkan dalam rapat-rapat paripurna maupun koordinasi dengan pemerintah daerah.

Aspirasi Sebagai Amanah


​Bagi Angelia, reses kali ini merupakan pengingat bahwa kebijakan publik haruslah berbasis pada realitas yang dirasakan langsung oleh rakyat di tingkat akar rumput.


​"Bagi saya, setiap aspirasi adalah amanah yang harus dijaga dan diperjuangkan sebaik mungkin. Kerja-kerja perwakilan rakyat memang harus selalu berangkat dari apa yang benar-benar dirasakan oleh masyarakat," pungkasnya.


​Hadir dalam kegiatan tersebut, unsur pemerintah desa, tokoh adat, tokoh agama, serta puluhan warga Atoga Timur yang berharap usulan mereka segera mendapat tindak lanjut dari pemerintah provinsi.

(Olvie)

Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar