-->

Jaga Kondusivitas Menjelang Hari Raya, Anggota DPRD Sulut Louis Schramm Ajak Warga Perkuat Toleransi

19 Februari 2026, 10:05 WIB Last Updated 2026-02-19T02:05:24Z


Newsblessing.com, SULUT — Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Louis Lucky Schramm, mengajak seluruh elemen masyarakat di Kota Manado untuk berperan aktif dalam menjaga stabilitas Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas).


​Imbauan ini disampaikan menyusul rentetan perayaan besar keagamaan yang akan berlangsung secara berurutan dalam waktu dekat.


​Politisi dari Partai Gerindra tersebut menilai, meski saat ini kondisi keamanan di wilayah ibu kota provinsi tergolong stabil, kewaspadaan kolektif tetap menjadi kunci utama dalam menjaga kedamaian di tengah kemajemukan.


​"Kondusivitas lingkungan sangatlah vital, terlebih saat saudara-saudara kita umat Konghucu merayakan Imlek, umat Kristiani menyambut Paskah, dan umat Muslim melaksanakan ibadah puasa. Kita semua memikul tanggung jawab menjaga keamanan dan semangat toleransi agar suasana tetap damai," ujar Louis saat ditemui di Gedung DPRD Sulut, Rabu (18/2/2026).



Apresiasi Sinergi Aparat dan Warga


​Legislator dari daerah pemilihan (Dapil) Kota Manado ini juga memberikan apresiasi kepada pihak kepolisian dan TNI yang konsisten menjaga stabilitas wilayah. Namun, ia menekankan bahwa kinerja aparat akan jauh lebih efektif jika didukung oleh partisipasi publik yang responsif.


​Louis menyarankan agar masyarakat tidak ragu melaporkan potensi gangguan keamanan sejak dini kepada pihak berwajib. Selain keamanan fisik, ia juga menyoroti pentingnya menjaga aset publik serta saling menghargai antarpemeluk agama yang menjalankan ibadah dalam waktu berdekatan.


Memperkokoh Identitas Sulawesi Utara


​Di akhir pernyataannya, Louis menegaskan bahwa kolaborasi antara penegak hukum dan warga adalah fondasi utama untuk memperkokoh citra Sulawesi Utara sebagai daerah dengan tingkat toleransi tertinggi di Indonesia.


​"Partisipasi aktif warga dalam menjaga ketertiban umum bukan hanya mencegah konflik sosial, tetapi juga memperkuat jati diri daerah kita sebagai laboratorium kerukunan antarumat beragama," pungkasnya. (*/Olvie)

Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar