Newsblessing.com, SULUT – Stadion Klabat kembali membiru. Kesebelasan legendaris Persma 1960 Manado resmi menyandang gelar juara Piala Gubernur Sulawesi Utara 2026 setelah menaklukkan PS Bolsel FC dengan skor akhir 2-0 pada laga final yang digelar Minggu (19/4/2026).
Kemenangan ini sekaligus mengunci tiket promosi bagi tim berjuluk "Badai Biru" tersebut untuk berkompetisi di Divisi IV Liga Indonesia musim mendatang.
Jalannya Pertandingan: Dominasi Badai Biru
Sejak menit awal, Persma 1960 tampil menekan di hadapan ribuan pendukung fanatiknya. Koordinasi lini tengah yang solid membuat PS Bolsel FC kesulitan mengembangkan permainan.
Dua gol tanpa balas menjadi penentu kemenangan Persma. Efektivitas serangan dan disiplin lini belakang menjadi kunci utama skuat asuhan pelatih Persma dalam meredam perlawanan tim asal Bolaang Mongondow Selatan tersebut.
Janji Gubernur YSK: Tim Naik Pesawat, Suporter Naik Kapal
Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus (YSK), yang hadir langsung menyerahkan trofi, memberikan apresiasi tinggi atas sportivitas kedua tim. Dalam pidatonya, YSK menegaskan komitmen pemerintah provinsi untuk mengawal prestasi sepak bola Sulut ke tingkat nasional.
Ada hal menarik yang disampaikan Gubernur terkait dukungan akomodasi bagi tim yang akan bertanding di luar daerah:
- Pemain & Ofisial: Akan difasilitasi menggunakan pesawat terbang untuk menjaga kebugaran atlet saat melakoni laga tandang nasional.
- Suporter: Pemerintah akan mengupayakan fasilitas kapal laut guna memastikan dukungan langsung bagi tim saat berlaga di luar pulau.
"Hari ini adalah momentum kebangkitan sepak bola kita! Kepada Persma Manado, selamat. Dan untuk PS Bolsel FC, jangan berkecil hati, kalian tetap yang terbaik," ujar Gubernur YSK di tengah gemuruh sorakan penonton di Stadion Klabat.
Angin Segar Sepak Bola Bumi Nyiur Melambai
Keberhasilan penyelenggaraan Piala Gubernur 2026 ini dinilai sebagai bukti kesiapan Sulawesi Utara dalam mengelola ajang olahraga skala besar.
Selain faktor teknis di lapangan, poin utama yang disoroti adalah aspek keamanan dan sikap dewasa para suporter yang tetap menjaga kondusivitas selama turnamen berlangsung. Kini, Persma 1960 memikul harapan besar masyarakat Manado untuk kembali mengukir kejayaan di kancah sepak bola profesional Indonesia.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar