-->

Kasus Kematian dr. Adrian Rantung, Stella Runtuwene Desak Usut Tuntas, Komisi IV Gelar RDP Hari Ini

14 Juli 2026, 09:02 WIB Last Updated 2026-07-14T01:31:24Z

Newsblessing.com, SULUT — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara mendesak pengusutan tuntas atas kasus kematian seorang calon dokter spesialis anestesiologi di Manado, dr. Adrian Rantung.


​Langkah cepat langsung diambil oleh legislatif. Komisi IV DPRD Sulut menjadwalkan Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada hari ini, Selasa (14/7/2026), untuk menggali kejelasan seputar insiden tragis yang menimpa peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) tersebut.


​Wakil Ketua DPRD Sulut, Stella Marliana Runtuwene, menegaskan bahwa kasus ini harus dibuka secara transparan kepada publik tanpa ada hal yang disembunyikan. Pihaknya menilai ada sejumlah kejanggalan yang menyelimuti wafatnya calon dokter spesialis tersebut.


​"Hari ini Komisi IV DPRD Sulut menggelar Rapat Dengar Pendapat terkait kematian Dokter Spesialis asal Daerah Nyiur Melambai. Kami akan menggali mendalam mengapa sampai ada korban jiwa," ujar Stella Runtuwene di ruang kerjanya, Senin (13/7/2026).


​Pihak Kampus dan Rumah Sakit Dipanggil


​Politikus Partai NasDem ini turut menyayangkan berulangnya insiden kelam di ranah pendidikan kedokteran spesialis. Menurutnya, Sulawesi Utara sangat membutuhkan kehadiran para dokter spesialis, namun perjuangan almarhum justru harus terhenti secara memilukan.


​Guna mencari titik terang, Komisi IV DPRD Sulut yang dikoordinasikan langsung oleh Stella telah melayangkan surat pemanggilan resmi kepada sejumlah pihak terkait. Pihak-pihak yang dipanggil dalam RDP hari ini meliputi:


  • Rektor Universitas Sam Ratulangi (Unsrat)
  • Direktur Utama RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado
  • Pengelola Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS)

Melalui forum RDP ini, DPRD Sulut berkomitmen membongkar akar persoalan agar kasus serupa tidak kembali terulang di kemudian hari, sekaligus memberikan jawaban yang jujur dan adil bagi keluarga korban serta masyarakat luas.

(*/Olvie)

Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar