Newsblessing.com, SULUT– Era transformasi digital yang kian masif membawa tantangan ganda bagi generasi muda. Menanggapi fenomena ini, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Ny. Anik Yulius Selvanus, mengingatkan pentingnya pergeseran pola asuh orang tua di zaman sekarang.
Menurut Anik, membentengi anak dari dampak negatif dunia maya tidak bisa lagi dilakukan hanya dengan memberikan larangan keras atau sekadar membatasi akses gawai. Sebaliknya, pendekatan yang adaptif melalui komunikasi dua arah dan keteladanan jauh lebih efektif.
Pesan edukatif tersebut disampaikannya saat memberikan pembinaan dalam agenda Pola Asuh Anak dan Remaja di Era Digital (PAAREDI) yang berlangsung di SMA Negeri 1 Manado, Kamis (16/7/2026).
"Hari ini kita hidup di era digital, di mana dunia berada dalam genggaman tangan. Teknologi internet dan media sosial telah membuka pintu ilmu pengetahuan yang tidak terbatas. Namun di balik kemudahan tersebut, terdapat tantangan besar yang harus kita hadapi bersama," ujar Anik di hadapan ratusan siswa dan guru.
Ia tidak menampik bahwa internet memberikan ruang belajar yang luas. Namun di sisi lain, ancaman seperti perundungan siber (cyberbullying), kecanduan gawai, paparan konten negatif, hingga sebaran hoaks mengintai anak-anak setiap saat.
Sebab itu, istri Gubernur Sulut Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus ini menekankan bahwa keluarga harus memposisikan diri sebagai benteng pertahanan utama. Orang tua dan tenaga pendidik dituntut hadir sebagai kompas moral yang mengarahkan anak secara bijak.
"Kita tidak bisa lagi hanya melarang. Orang tua dan pendidik harus hadir mendampingi, membangun dialog yang baik, serta menjadi kompas moral bagi anak-anak di dunia digital," tegasnya.
Melalui program PAAREDI, TP-PKK Sulut berkomitmen terus mengampanyekan budaya keluarga yang melek digital agar anak-anak dapat memanfaatkan teknologi untuk hal-hal yang sehat dan produktif. Anik juga mendorong para pelajar untuk mengasah literasi digital mereka, terutama kemampuan menyaring informasi sebelum membagikannya (saring sebelum sharing).
Dengar Aspirasi Siswa: Dari Kenyamanan Belajar hingga Beasiswa Atlet
Tak sekadar memberikan pemaparan, kegiatan ini juga diwarnai dengan sesi dialog interaktif. Sejumlah siswa memanfaatkan momen ini untuk menyampaikan aspirasi langsung kepada istri orang nomor satu di Bumi Nyiur Melambai tersebut.
Menjawab pertanyaan salah satu siswi mengenai kenyamanan interaksi di sekolah, Anik menjelaskan bahwa iklim pendidikan yang sehat berakar pada rasa saling menghormati antara guru dan murid.
"Kita semua ingin menciptakan suasana belajar yang nyaman. Anak-anak harus menghormati guru, dan guru juga terus memberikan pendampingan serta pembelajaran yang baik kepada siswa," katanya.
Selain itu, menyangkut wadah kreativitas, Anik mengungkapkan bahwa TP-PKK Sulut tengah merancang serangkaian program pelatihan keterampilan guna memfasilitasi minat dan bakat para pelajar di luar bidang akademik.
Perhatian khusus juga diberikan kepada siswa yang aktif sebagai atlet bulutangkis lokal yang mengharapkan dukungan fasilitas olahraga serta beasiswa. Anik memastikan pemerintah daerah selalu menaruh perhatian pada putra-putri daerah yang membawa nama baik daerah.
"Jika kalian berprestasi, baik di bidang olahraga maupun bidang lainnya, tentu akan ada perhatian dan apresiasi. Yang terpenting adalah terus berlatih, belajar, dan menunjukkan prestasi terbaik," tutur Anik memotivasi.
Menutup rangkaian acara, ia berpesan agar generasi muda di Sulawesi Utara menjauhi perilaku negatif demi mencari perhatian di media sosial. Ia menantang para siswa untuk viral dan dikenal lewat jalur prestasi serta inovasi.
(*/Olvie)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar