Newsblessing.com, BITUNG - Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov Sulut) terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Langkah nyata ini ditunjukkan dengan diresmikannya Unit Pelayanan Hemodialisis di UPTD Rumah Sakit Manembo-Nembo (RSMN) Tipe C, Kota Bitung.
Peresmian fasilitas cuci darah tersebut dilakukan langsung oleh Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, didampingi Ketua TP-PKK Provinsi Sulut, Ny. Anik Yulius Selvanus. Kehadiran unit baru ini diharapkan menjadi solusi konkret bagi pasien gagal ginjal di Kota Bitung dan sekitarnya yang selama ini harus mengantre panjang untuk mendapatkan tindakan medis.
Respons Cepat Atasi Antrean Pasien
Kebutuhan akan layanan terapi pengganti ginjal di wilayah Bitung terbilang cukup tinggi. Berdasarkan data terkini, tercatat ada sekitar 180 pasien yang masuk dalam daftar tunggu (waiting list) di RSMN Bitung.
Untuk memangkas waktu tunggu yang berisiko bagi keselamatan pasien, Gubernur Yulius menyerahkan sekaligus meresmikan 4 unit alat hemodialisis baru. Fasilitas ini melengkapi dukungan operasional sebelumnya, di mana Pemprov Sulut telah menyerahkan bantuan dua unit mobil ambulans untuk menunjang kedaruratan medis.
Dalam arahannya, Gubernur Yulius menekankan pentingnya tiga prinsip utama dalam pelayanan kesehatan publik di Sulawesi Utara, yaitu cepat, dekat, dan bermutu.
"Kita ingin pelayanan kesehatan memiliki tiga prinsip utama. Cepat supaya masyarakat tidak menunggu terlalu lama. Dekat agar mudah dijangkau dan menghemat biaya transportasi warga. Serta bermutu, sehingga seluruh lapisan masyarakat mendapatkan standar layanan medis terbaik tanpa terkecuali," tegas Yulius.
Dorong Peningkatan Status RSUD Bitung ke Tipe C
Selain meresmikan unit hemodialisis, Gubernur Yulius merespons cepat aspirasi Pemerintah Kota Bitung terkait keterbatasan daya tampung fasilitas kesehatan setempat. Ia menegaskan kesiapan Pemprov Sulut untuk mengawal peningkatan status RSUD Kota Bitung dari Tipe D naik kelas menjadi Tipe C.
Langkah ini akan diakselerasi melalui koordinasi intensif dengan Kementerian Kesehatan RI. Dengan jumlah penduduk Kota Bitung yang kini menembus angka 217 ribu jiwa serta posisinya yang strategis, peningkatan kapasitas rumah sakit daerah dinilai sudah sangat mendesak.
Pemprov Sulut juga berkomitmen untuk memeratakan infrastruktur kesehatan. Selain mengoptimalkan fasilitas di perkotaan, pemerintah daerah tengah merencanakan pembangunan rumah sakit daerah baru di sejumlah kabupaten, meliputi:
- Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel)
- Bolaang Mongondow Utara (Bolmut)
- Minahasa Tenggara (Mitra)
- Bolaang Mongondow Timur (Boltim)
IPM Naik dan Angka Harapan Hidup Tertinggi di Sulawesi
Upaya masif di sektor kesehatan ini berjalan selaras dengan capaian makro pembangunan manusia di Sulawesi Utara. Saat ini, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sulut berada di angka 76.
Salah satu parameter keberhasilan tersebut ditopang oleh Angka Harapan Hidup (AHH) masyarakat Sulawesi Utara yang kini mencapai 74,44 tahun. Angka ini sekaligus menempatkan Sulut sebagai provinsi dengan Angka Harapan Hidup tertinggi di seluruh Pulau Sulawesi. Atas prestasi ini, Pemerintah Pusat memberikan apresiasi berupa dana insentif fiskal senilai Rp3 miliar kepada Pemprov Sulut.
Menutup rangkaian agenda kerja, Gubernur Yulius mengingatkan jajarannya untuk tidak melupakan tantangan geografis Sulut yang memiliki 382 pulau, di mana 18 persen populasinya bermukim di wilayah kepulauan.
Untuk itu, Pemprov Sulut berkomitmen terus mengoptimalkan inovasi Mobile Health Service (Layanan Kesehatan Bergerak) guna menjamin akses pelayanan medis yang adil, merata, dan menyentuh masyarakat hingga ke wilayah terluar.
(Advetorial Pemprov Sulut)







Tidak ada komentar:
Posting Komentar