-->

Sinergi TNI dan Pemprov Sulut, Gubernur Yulius Selvanus Buka Karya Bakti Skala Besar di Perbatasan

15 Juli 2026, 23:08 WIB Last Updated 2026-07-15T22:08:53Z

 



Newsblesblessing.comTALAUD – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) berkomitmen penuh mempercepat pembangunan di wilayah perbatasan Indonesia-Filipina. Hal ini ditegaskan oleh Gubernur Sulut, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, saat memimpin upacara pembukaan Karya Bakti Skala Besar Tahun 2026 di Lapangan Rumah Dinas Bupati Kepulauan Talaud, Rabu (15/7/2026).


​Program yang diinisiasi oleh Kodam XIII/Merdeka bersama Korem 131/Santiago ini difokuskan di dua kabupaten kepulauan terluar, yakni Kepulauan Talaud dan Kepulauan Sangihe. Sinergi ini terasa istimewa karena turut melibatkan akademisi, dosen, serta mahasiswa dari Universitas Sam Ratulangi (Unsrat).


​Dalam amanatnya, Gubernur Yulius menyatakan bahwa wilayah kepulauan terdepan tidak boleh lagi dipandang sebelah mata atau sekadar menjadi pelengkap pembangunan nasional. Sebaliknya, wilayah ini harus diletakkan sebagai prioritas utama demi menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).


​"Karya bakti ini adalah bukti nyata kolaborasi antara pemerintah, jajaran TNI, perguruan tinggi, dan masyarakat. Talaud dan Sangihe merupakan beranda terdepan bangsa yang wajib terus kita perkuat dengan pembangunan berkelanjutan," ujar Yulius.


​Gubernur juga memberikan apresiasi khusus atas kehadiran civitas akademika Unsrat yang dinilai memberi warna baru lewat gotong royong dan inovasi dalam proses pembangunan daerah.


​Fokus Pembangunan Infrastruktur dan Pemberdayaan Ekonomi


​Program Karya Bakti 2026 ini mencakup berbagai proyek fisik dan non-fisik yang berdampak langsung pada kesejahteraan warga perbatasan. Sejumlah agenda pembangunan strategis yang akan dikerjakan di antaranya:


  • Akses Transportasi: Pembangunan jembatan dan jalan produksi untuk memperlancar mobilitas warga.
  • Fasilitas Dasar: Pembuatan sumur bor, MCK, rehabilitasi sekolah, serta rumah ibadah.
  • Energi & Air: Perbaikan rumah pompa dan penyediaan pembangkit listrik mikrohidro.
  • Sosial & Lingkungan: Pembagian paket sembako, aksi penghijauan, serta penyuluhan bagi masyarakat.

Selain pembangunan fisik, program ini juga menonjolkan inovasi teknologi lokal berupa pemanfaatan sabut kelapa untuk diolah menjadi genteng komposit. Langkah kreatif ini diharapkan mampu meningkatkan nilai ekonomi komoditas lokal sekaligus menyediakan material bangunan yang ramah lingkungan dan tangguh.


​"Pembangunan yang sesungguhnya tidak hanya fokus pada beton dan infrastruktur, melainkan juga bagaimana kita mampu melahirkan peluang ekonomi baru dari potensi lokal yang dimiliki masyarakat," pungkas Yulius.


​Melalui program terpadu ini, Pemprov Sulut optimistis Kepulauan Talaud dan Sangihe akan bertransformasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru, sekaligus menjadi etalase kemajuan Indonesia di perbatasan utara.

(*/Olvie)

Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar