-->

Bursa Ketua Golkar Sulut Memanas: MEP Muncul Sebagai Sosok Pemersatu Antar-Faksi

14 Maret 2026, 20:55 WIB Last Updated 2026-03-26T16:59:27Z

Newsblessing.com, SULUT – Menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Sulawesi Utara, tensi politik internal mulai mengerucut pada satu nama kuat. Sosok dr. Michaela Elsiana Paruntu, MARS (MEP), kini dipandang sebagai kandidat terdepan untuk memimpin partai berlambang beringin tersebut di Bumi Nyiur Melambai.


​Dukungan yang terus mengalir luas menempatkan MEP sebagai figur sentral yang dinilai mampu menjembatani berbagai kepentingan di internal partai.


Figur "Jembatan" di Tengah Dinamika Partai


​Pengamat Politik dan Pemerintahan Sulawesi Utara, Taufik M. Tumbelaka, memberikan analisis tajam terkait menguatnya nama MEP. Menurutnya, keberadaan faksi-faksi dalam partai politik adalah dinamika demokrasi yang lumrah, namun partai membutuhkan satu sosok yang bisa diterima oleh semua pihak.


​"Dalam situasi seperti ini, biasanya muncul figur yang memiliki resistensi paling rendah. Sosok tersebut menjadi titik temu atau jembatan kompromi bagi kepentingan antar-faksi," ujar lulusan Fisipol UGM Yogyakarta tersebut.


​Tumbelaka bahkan menyandingkan peran strategis Christiany Eugenia Paruntu (CEP) di Golkar dengan Olly Dondokambey di PDI Perjuangan Sulut dalam hal kapasitas sebagai pemersatu. Dalam konteks Musda kali ini, MEP dinilai memiliki karakteristik yang paling identik untuk meneruskan peran tersebut.


Tiga Keunggulan Utama MEP


​Ada tiga poin krusial yang dinilai menjadi modal kuat MEP dalam bursa pencalonan kali ini:

  1. Kapasitas Legislatif: Sebagai Wakil Ketua DPRD Sulut, MEP memiliki daya tawar politik yang kuat baik di tingkat internal kader maupun di mata publik.
  2. Kekuatan Akar Rumput: MEP dinilai memiliki basis massa yang nyata dan terukur, sebuah aset vital bagi mesin partai dalam memenangkan kontestasi politik ke depan.
  3. Kader Ideologis: Tumbelaka menekankan bahwa MEP bukanlah "kader karbitan" atau kutu loncat. Ia merupakan produk asli kaderisasi internal Partai Golkar.
  4.  

    ​"MEP adalah kader hasil tempaan internal. Di masa depan, partai butuh pemimpin dengan rekam jejak ideologi yang jelas. Ia dipandang sebagai solusi jitu di tengah perbedaan faksi yang ada," pungkas Tumbelaka.


    Langkah Menuju Kursi DPD I


    ​Dengan dukungan struktur yang semakin solid dan latar belakang ideologis yang mumpuni, posisi MEP menuju kursi Ketua DPD I Golkar Sulut diprediksi akan berjalan mulus. Musda mendatang akan menjadi penentu bagi stabilitas dan arah politik Partai Golkar di Sulawesi Utara untuk periode selanjutnya. (*/Olvie)

Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar