Newsblessing.com, MANADO – Di balik dinamika politik yang mulai memanas di Kota Manado, sebuah momen menyentuh menunjukkan sisi lain dari sosok Adolfien Wangania. Anggota DPRD Kota Manado sekaligus Ketua Fraksi Partai Golkar ini membuktikan bahwa loyalitas konstituen tidak lahir dari sekadar janji politik, melainkan dari ketulusan dan kepedulian.
Hubungan emosional yang kuat ini terpancar dari salah satu pendukung setianya, Arifin Djailani, atau yang akrab disapa Om Arifin. Warga Lorong Potlot, Singkil Dua ini tengah berjuang melawan sakit, namun kondisi fisiknya tidak melunturkan militansinya terhadap sang wakil rakyat.
Kesetiaan di Tengah Sakit
Dalam sebuah momen yang terekam, Om Arifin tampak tetap mengenakan kaos bergambar wajah Adolfien Wangania meskipun sedang dalam masa perawatan. Hal ini menjadi simbol bahwa dukungan yang ia berikan bukan sekadar formalitas saat Pemilu, melainkan sebuah bentuk kepercayaan mendalam.
Merespons loyalitas tersebut, Adolfien Wangania menunjukkan kepeduliannya secara langsung. Di sela-sela kesibukannya sebagai legislator, ia menyempatkan diri menghubungi Om Arifin melalui sambungan video call (VC) untuk memberikan penguatan dan dukungan moral.
"Tanpa Mereka, Saya Bukan Siapa-siapa"
Aksi spontan Adolfien tersebut menunjukkan bahwa komunikasi antara wakil rakyat dan warga tidak harus selalu dilakukan dalam forum formal di gedung parlemen. Baginya, menjaga hubungan baik dengan masyarakat adalah prioritas utama.
"Tanpa mereka, saya tidak bisa sampai di titik ini. Keberhasilan saya adalah titipan dan amanah dari dukungan masyarakat yang tulus," ungkap Adolfien Wangania kepada tim liputan.
Kepedulian yang Menjadi Teladan
Fenomena ini memicu simpati di kalangan warga Manado. Kedekatan tanpa sekat yang ditunjukkan Adolfien dinilai sebagai potret ideal hubungan antara pemimpin dan rakyatnya. Hubungan tersebut tidak lagi dipandang sebagai transaksi politik, melainkan ikatan kekeluargaan yang saling menguatkan.
Hingga saat ini, Adolfien Wangania terus dikenal sebagai salah satu figur politik di Manado yang sangat menjaga basis akar rumputnya dengan pendekatan yang humanis dan penuh empati. (Olvie)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar