Aksi tanggap darurat ini terwujud berkat sinergi lintas instansi yang melibatkan Pemprov Sulut, Pemerintah Kota Manado, PDAM, serta Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Untuk menembus kendala geografis, moda transportasi laut milik KKP seperti KM Matthew 3 dan KP Hiu dikerahkan khusus memuat dan mendistribusikan pasokan air ke lokasi.
Sekretaris Daerah Provinsi Sulut, Tahlis Gallang, menindaklanjuti arahan Gubernur dengan mengoordinasikan perangkat daerah terkait agar langkah konkrit di lapangan dapat langsung dirasakan warga.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekdaprov Sulut, Jemmy Ringkuangan, menegaskan bahwa letak geografis wilayah pulau tak boleh menjadi halangan bagi masyarakat untuk mendapatkan pelayanan dasar.
"Bapak Gubernur memberikan instruksi agar kebutuhan masyarakat segera ditangani. Jarak geografis tidak boleh menjadi jarak pelayanan. Masyarakat di pulau harus merasakan kehadiran pemerintah," ujar Jemmy di Manado, Senin.
Ia menambahkan, keterlibatan armada kapal KKP menjadi kunci utama agar bantuan air bersih sampai tepat waktu. Menurutnya, pemenuhan hak dasar warga adalah prioritas bersama yang mengesampingkan batasan sekat sektoral antarlembaga.
Penyaluran puluhan ribu liter air bersih ini menjadi langkah awal penyelesaian jangka pendek. Ke depan, Pemprov Sulut bersama Pemkot Manado akan terus memantau kondisi di lapangan sekaligus merumuskan solusi jangka panjang yang berkelanjutan demi menjamin ketersediaan pasokan air bersih bagi warga Manado Tua.
(*/Olvie)
View:532
