-->

Terkini Lainnya

Tampilkan postingan dengan label Pemprov Sulut. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemprov Sulut. Tampilkan semua postingan

03 Agustus 2026

Peringati Hari Anak Nasional ke-42, Sekwan Sulut Niklas Silangen Tegaskan Komitmen Perlindungan Generasi Muda

Newsblessing.com, SULUT– Sekretaris DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sekwan Sulut), Weliam Niklas Silangen, menghadiri upacara peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026 yang berlangsung di Lapangan Kantor Gubernur Sulawesi Utara, Manado, Senin (3/8/2026).


​Upacara dipimpin langsung oleh Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, serta dihadiri jajaran pejabat teras Eselon II di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulut.


​Sekwan Niklas Silangen tampak khidmat mengikuti jalannya rangkaian prosesi upacara hingga selesai.


​Mengusung tema utama "Sayang Anak, Lindungi, dan Bangun Masa Depan", peringatan HAN ke-42 ini dinilai sebagai pengingat penting bagi seluruh elemen jajaran pemerintahan dan masyarakat untuk memperkuat pemenuhan hak serta perlindungan anak secara menyeluruh.


​Di ranah legislatif, kehadiran jajaran Sekretariat DPRD Sulut dalam momentum ini menegaskan komitmen untuk terus mendukung terciptanya kebijakan serta lingkungan yang aman, inklusif, dan ramah bagi tumbuh kembang anak di Sulawesi Utara.

(*/Olvie)

Pemprov Sulut Raih Penghargaan LKPP Usai Catat Transaksi e-Katalog Tertinggi, DPRD Beri Apresiasi

Newsblessing.comJAKARTA – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov Sulut) meraih penghargaan berskala nasional dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) Republik Indonesia atas capaian penggunaan E-Purchasing Katalog Elektronik tertinggi di tingkat provinsi pada Semester I Tahun 2026.


​Penghargaan tersebut diserahkan langsung kepada Gubernur Sulut, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, dalam pembukaan Indonesia Catalogue Expo and Forum (ICEF) 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (30/7/2026).


​Pencapaian ini mendapat apresiasi positif dari kalangan legislatif. Anggota DPRD Sulawesi Utara, Braien Waworuntu, menilai penghargaan tersebut menegaskan komitmen kuat Pemprov Sulut dalam mengelola keuangan daerah secara bersih dan efisien.


​"Penghargaan ini menjadi bukti nyata komitmen Pemprov Sulut di bawah kepemimpinan Gubernur Yulius Selvanus untuk mendorong transparansi, akuntabilitas, serta efisiensi anggaran melalui modernisasi sistem pengadaan digital," ujar Braien.


Dorong Pertumbuhan UMKM Lokal


​Selain meningkatkan efisiensi dan transparansi anggaran publik, Braien menggarisbawahi bahwa efektivitas penggunaan e-Katalog turut memberi dampak positif langsung bagi perekonomian daerah.


​Sistem pengadaan elektronik ini memperluas akses bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta penyedia jasa lokal di Sulawesi Utara untuk terlibat dalam proyek-proyek pembangunan pemerintah.


​Capaian ini diharapkan terus dipertahankan guna memperkuat kualitas pelayanan publik yang transparan, modern, dan berfokus pada kemajuan Sulawesi Utara.

(*/Olvie)

Peringati HAN 2026, Gubernur Yulius Selvanus Serukan Gerakan "BERLIAN" untuk Perlindungan Anak di Sulut

Newsblessing.com, SULUT – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov Sulut) menegaskan komitmennya dalam memperkuat perlindungan anak, termasuk menjaga keselamatan generasi muda di dunia maya.


​Pesan tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, saat memimpin upacara peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 di Lapangan Kantor Gubernur Sulut, Manado, Senin (3/8/2026).


​Membacakan amanat Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauziyah, Gubernur Yulius menekankan bahwa setiap anak berhak atas jaminan keselamatan, tumbuh kembang yang optimal, serta ruang untuk menyuarakan aspirasi mereka tanpa rasa takut dari ancaman diskriminasi maupun kekerasan.


​Gubernur menggarisbawahi bahwa peran perlindungan anak tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah semata.


​"Perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama. Keluarga, sekolah, dan seluruh lapisan masyarakat harus saling berkolaborasi guna menciptakan ekosistem yang aman serta kondusif bagi anak-anak kita," tegas Yulius.


Fokus pada Keamanan Ruang Digital


​Menjawab tantangan zaman, Pemprov Sulut turut menaruh perhatian khusus pada aktivitas anak di platform digital. Seiring meningkatnya penggunaan internet oleh anak-anak, potensi bahaya di dunia maya menjadi ancaman nyata yang harus diantisipasi bersama.


​Gema peringatan HAN 2026 yang mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi, dan Bangun Masa Depan” ini turut ditandai dengan seruan Gerakan BERLIAN (Bersama Lindungi Anak).


​Gerakan ini diluncurkan sebagai momentum kolaborasi masif untuk:


  • Mencegah segala bentuk kekerasan fisik maupun verbal terhadap anak.
  • Memenuhi hak-hak mendasar anak dalam bidang pendidikan dan kesehatan.
  • Menguatkan fondasi pengawasan keluarga di rumah.
  • Mewujudkan ruang digital yang sehat, aman, dan ramah anak.
(*/Olvie)

30 Juli 2026

Gubernur Yulius Ajak Wisatawan Domestik dan Asing Meriahkan TIFF 2026 di Tomohon

Newsblessing.comTOMOHON – Kota Tomohon kembali bersiap menyapa dunia lewat gelaran tahunan Tomohon International Flower Festival (TIFF) 2026. Perhelatan parade bunga bergengsi ini dijadwalkan berlangsung pada 7 hingga 12 Agustus 2026 mendatang.


​Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, mengajak seluruh masyarakat Indonesia hingga wisatawan mancanegara untuk hadir dan merasakan langsung kemeriahan festival yang menjadi ikon pariwisata Sulawesi Utara tersebut.


​Menurut Yulius, TIFF bukan sekadar pesta visual parade kendaraan hias berbasis bunga dan pertunjukan seni. Agenda ini merupakan etalase utama yang menampilkan kekayaan alam, budaya, serta kehangatan masyarakat Tomohon ke panggung internasional.


​"Saya mengajak masyarakat dari seluruh Indonesia dan berbagai belahan dunia untuk datang ke Kota Tomohon. Saksikan langsung keindahan alam, kekayaan budaya, dan kemeriahan TIFF 2026," ujar Yulius dalam keterangannya.


​Mengusung tema "Collaboration of Spirit", festival tahun ini menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, pelaku UMKM, komunitas kreatif, hingga masyarakat lokal. Sinergi ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor perhotelan, kuliner, dan ekonomi kreatif.


​Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara berharap momentum TIFF 2026 tak hanya sukses secara penyelenggaraan, tetapi juga memberikan efek berganda (multiplier effect) bagi kesejahteraan warga Tomohon dan sekitarnya.


​Dengan udara sejuk khas pegunungan dan panorama alam yang memikat, Tomohon siap menyambut para pelancong dari berbagai belahan dunia.

(*/Olvie)

HUT ke-67 BKOW Sulut, Gubernur Yulius Minta Perempuan Adaptif Menuju Indonesia Emas 2045

Newsblessing.com, SULUT - Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, menghadiri perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-67 Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Sulawesi Utara di Wisma Negara Bumi Beringin, Manado, Senin (20/7/2026).

Dalam sambutannya, Yulius menegaskan bahwa keberadaan organisasi perempuan seperti BKOW bukan sebatas mitra formal pemerintah. Lebih dari itu, BKOW dinilainya sebagai pilar vital yang menggerakkan pembangunan dari unit terkecil, yakni keluarga.

"BKOW mampu merangkul berbagai organisasi perempuan dan terus beradaptasi sesuai perkembangan zaman. Pembangunan daerah tidak bisa ditangani pemerintah sendirian, dan jejaring perempuan hingga ke tingkat rumah tangga ini memegang peran yang sangat krusial," ujar Yulius.

Ia menambahkan, kontribusi nyata wanita Sulut terlihat dari berbagai aksi sosial, peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, serta penguatan ekonomi kerakyatan dan karakter generasi muda. Yulius mendorong agar peran strategis ini terus diperkuat dan tidak hanya dianggap sebagai pelengkap.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara pun berkomitmen mempererat kolaborasi guna mencetak lebih banyak pemimpin perempuan dan wirausahawan tangguh di daerah.

Menghadapi era digital dan pergerakan ekonomi yang dinamis, Yulius berpesan agar BKOW semakin adaptif dan fokus pada program terukur yang menyasar kesejahteraan perempuan, anak, serta kelompok rentan.

"Usia 67 tahun ini harus jadi pijakan untuk melangkah lebih jauh menuju Sulawesi Utara yang maju, sejahtera, dan siap mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045," pungkasnya.

(*/Olvie)

Sekprov Sulut Resmi Tutup Orientasi 2.500 PPPK, Tahlis Gallang Tekankan Pelayanan Ikhlas

Newsblessing.com, SULUT  — Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Tahlis Gallang, resmi menutup Orientasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Pemprov Sulut Tahun 2026 di Lapangan Kantor Gubernur Sulut, Kamis (30/7/2026).


​Sebanyak 2.500 peserta tercatat telah menyelesaikan seluruh rangkaian tahapan pembekalan mengenai pengenalan nilai, tugas, serta fungsi Aparatur Sipil Negara (ASN). Para peserta sebelumnya telah mengikuti program pembelajaran jarak jauh (distance learning) selama tiga bulan.


​Dalam kesempatan tersebut, Sekprov Tahlis Gallang membacakan amanat tertulis dari Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus.


​Ia berpesan agar seluruh ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama masa orientasi dijadikan modal utama untuk meningkatkan rasa percaya diri, tanggung jawab, dan semangat dalam melayani masyarakat Bumi Nyiur Melambai.


​Tahlis juga mengajak seluruh jajaran PPPK yang baru dilantik untuk mencurahkan segenap potensi dan kemampuan mereka dalam menjalankan tugas sehari-hari.


​“Mari bekerja secara profesional, menjaga integritas, memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, serta terus memperkuat kolaborasi dalam setiap pelaksanaan tugas,” ujar Tahlis.


​Ia menambahkan bahwa semangat kebersamaan dan kerja keras seluruh elemen ASN menjadi kunci utama dalam membawa Sulawesi Utara menuju daerah yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan. (*/Olvie)

29 Juli 2026

Buka PSR GMIM 2026, Gubernur Yulius Selvanus Ingatkan Remaja Jauhi Judol hingga Narkoba

Newsblessing.com, SULUT  — Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, menegaskan bahwa kemajuan daerah tidak hanya bergantung pada pembangunan fisik, tetapi juga pengembangan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang tangguh dan taat beragama.


​Pernyataan tersebut disampaikan Yulius saat membuka Opening Ceremony Pesta Seni Remaja (PSR) Sinode GMIM 2026 di Aula Mapalus, Kantor Gubernur Sulawesi Utara, Manado, Selasa (28/7/2026).


​Di depan ribuan remaja GMIM yang hadir dari berbagai wilayah pelayanan, Gubernur mengapresiasi kolaborasi erat antara gereja dan pemerintah daerah dalam mencetak generasi muda berintegritas. Menurutnya, pemerintah memandang lembaga keagamaan sebagai mitra strategis untuk membina mental dan karakter anak muda.


​“Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara percaya bahwa gereja dan pemerintah adalah mitra strategis dalam membina generasi muda,” kata Yulius.


​Menyoroti tema ajang tahun ini, “Reach Beyond The Stage”, Yulius mengingatkan para peserta bahwa arena perlombaan hanyalah awal. Tantangan sesungguhnya berada di luar panggung kompetisi, di mana para remaja harus mampu menyinari lingkungan sekitar, mulai dari lingkup keluarga, sekolah, hingga masyarakat luas.


​Di tengah pesatnya era digital, ia mengimbau generasi muda Sulawesi Utara untuk membentengi diri dari berbagai ancaman sosial yang kian marak, seperti judi online (judol), jeratan narkoba, hingga tindakan bullying atau perundungan.


​“Jadilah generasi yang takut akan Tuhan, berintegritas, cerdas, kreatif, dan memiliki kepribadian yang luhur. Kalian adalah calon-calon pemimpin Sulawesi Utara dan Indonesia di masa depan,” ujanya menekankan.


​Gubernur mengimbau seluruh kontestan untuk menjaga sportivitas dan nilai kejujuran sepanjang rangkaian kegiatan PSR 2026. Ajang tahunan ini diharapkan bukan sekadar tempat berburu gelar juara, melainkan wadah mempererat rasa persaudaraan sesama kader muda GMIM.

(*/Olvie)

27 Juli 2026

Dukung Ketahanan Pangan, Pemprov Sulut Salurkan Alsintan dan 43 Ton Benih Jagung di Minahasa


Newsblessing.comMINAHASA — Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov Sulut) terus memperkuat sektor pertanian guna menjaga ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan para petani daerah.


​Langkah konkrit tersebut ditunjukkan melalui penyerahan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) serta benih jagung secara langsung oleh Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn.) Yulius Selvanus, di Kabupaten Minahasa.


​Dalam kesempatan tersebut, Pemprov Sulut menyerahkan lima unit alsintan dan bantuan benih jagung sebanyak 43 ton yang ditujukan untuk pengelolaan lahan seluas 2.910 hektare.


​Gubernur Yulius menjelaskan bahwa penyerahan bantuan di Kecamatan Kakas didasarkan pada perhitungan kebutuhan riil di lapangan, mengingat kawasan tersebut merupakan salah satu pemilik hamparan sawah terluas di Minahasa.


​"Kakas memiliki areal persawahan yang luas. Potensi besar ini harus didukung dengan sarana yang memadai agar produktivitas pertanian terus meningkat," ujar Yulius dalam keterangan tertulisnya.


Dorong Inovasi dan Usulan Petani


​Yulius menegaskan, setiap wilayah memiliki karakteristik tanah dan dinamika pertanian yang berbeda-beda. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan serta teknologi inovatif yang tepat sasaran.


​Pihaknya berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat guna menghadirkan peralatan modern yang sesuai dengan tantangan lokal.


​Ia juga meminta jajaran dinas pertanian daerah dan kelompok tani untuk tidak ragu menyampaikan aspirasi maupun gagasan inovatif demi kemajuan sektor pangan.


​"Jangan ragu menyampaikan kebutuhan di lapangan. Pemerintah akan terus memperjuangkannya hingga ke tingkat kementerian agar petani mendapat dukungan yang presisi," tegasnya.


​Sebagai contoh, Yulius membeberkan fenomena berkurangnya tenaga pemanjat kelapa yang kini mulai berdampak pada produksi perkebunan. Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah pusat saat ini tengah merancang teknologi mesin panen kelapa khusus. Menurutnya, adaptasi teknologi seperti inilah yang menjadi kunci modernisasi pertanian masa depan.


Tekan Inflasi Lewat Ketahanan Pangan


​Tak hanya berfokus pada hasil panen, Yulius menyoroti pentingnya stabilitas harga pangan dalam mengendalikan laju inflasi daerah. Ketersediaan komoditas utama—seperti jagung, beras, telur, hingga bawang—menjadi fondasi penting bagi stabilitas ekonomi masyarakat.


​Guna mengimbangi hal tersebut, Pemprov Sulut turut memfasilitasi program Gerakan Pangan Murah (GPM). Khusus wilayah Minahasa, pemerintah telah menyiapkan 25 titik lokasi GPM untuk memastikan masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau.


​Di akhir penyampaiannya, Gubernur mengingatkan pentingnya peran aktif kelompok tani sebagai garda terdepan pembangunan sektor pangan. Ia berpesan agar bantuan alsintan dan benih yang diberikan dapat dirawat serta dimanfaatkan secara maksimal.


​"Kelompok tani adalah motor penggerak. Bantuan ini harus dijaga dan dipelihara. Dengan kebersamaan, saya optimistis Sulawesi Utara mampu mencapai swasembada pangan yang berkelanjutan," pungkas Yulius.

(*/Olvie)

Puncak Musim Kemarau, Gubernur Sulut Yulius Selvanus Aktifkan Komando Siaga Karhutla

26 Juli 2026

Gubernur dan Wagub Sulut Hadiri Pengucapan Syukur di Tondano, Tegaskan Pesan Kerukunan

Newsblessing.comTONDANO — Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus bersama Wakil Gubernur J. Victor Mailangkay menghadiri tradisi Pengucapan Syukur yang dipusatkan di Lapangan Sam Ratulangi, Taman God Bless, Tondano, Kabupaten Minahasa, Minggu (26/7/2026).


​Kehadiran jajaran pimpinan daerah ini menjadi simbol kebersamaan antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut dengan masyarakat dalam merawat kebudayaan dan nilai spiritual yang telah mengakar di Minahasa.


​Dalam perayaan tersebut, Gubernur Yulius mengimbau seluruh lapisan masyarakat menjadikan Pengucapan Syukur sebagai ajang memperkuat kerukunan antarumat beragama dan mempererat tali silaturahmi.


​"Pengucapan Syukur bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan momentum memperkuat iman, menjaga persatuan, dan menumbuhkan kepedulian sosial. Mari kita jaga Sulawesi Utara agar tetap aman, rukun, dan kondusif," ujar Yulius di Tondano


​Ia menambahkan, rasa syukur hendaknya diwujudkan melalui aksi nyata berupa kolaborasi dan semangat gotong royong demi mendorong pembangunan daerah yang lebih maju dan berkelanjutan.


​Agenda keagamaan dan budaya ini turut dihadiri Ketua TP PKK Provinsi Sulut Anik Yulius Selvanus, Wakil Ketua TP PKK Sulut Merry E. Kalalo, jajaran Forkopimda Kabupaten Minahasa, serta jajaran pejabat Pemprov Sulut dan Pemkab Minahasa.


​Melalui momen perayaan ini, Pemprov Sulut berharap sinergi antara pemerintah, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat semakin solid untuk mendukung terwujudnya Sulawesi Utara yang sejahtera dan inklusif.

(*/Olvie)

Puncak Musim Kemarau, Gubernur Sulut Yulius Selvanus Aktifkan Komando Siaga Karhutla



Newsblessing.com, SULUT  — Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara memperketat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seiring masuknya puncak musim kemarau.


​Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus S.E., mengaktifkan "Sistem Satu Komando" guna mengantisipasi bahaya karhutla di wilayah-wilayah yang tergolong rawan. Kebijakan ini diambil sebagai langkah responsif terhadap maraknya insiden karhutla di berbagai daerah Indonesia.


​Melalui instruksi tersebut, masyarakat diimbau untuk mematuhi protokol pencegahan secara ketat demi keselamatan bersama dan kelestarian lingkungan.


​"Kami meminta seluruh warga Sulawesi Utara untuk tidak memicu potensi kebakaran sekecil apa pun," ujar Gubernur Yulius dalam keterangannya.


​Guna menekan risiko bencana, Pemprov Sulut menyampaikan lima langkah krusial yang wajib dipatuhi oleh masyarakat:


  • Stop Pembakaran Lahan: Dilarang keras menggunakan metode pembakaran api untuk membuka atau membersihkan lahan pertanian dan perkebunan.
  • Jangan Buang Puntung Rokok Sembarangan: Hindari membuang sisa rokok yang masih menyala di area rumput, vegetasi kering, maupun kawasan hutan.
  • Awasi Pembakaran Sampah: Jangan pernah meninggalkan sisa pembakaran sampah rumah tangga tanpa pengawasan. Angin kencang di musim kemarau dapat menyebarkan bara api dengan cepat.
  • Pastikan Api Padam Total: Hindari meninggalkan bekas perkemahan atau sumber api di kawasan hutan, serta terus perbarui informasi perkembangan cuaca terkini.
  • Prinsip Cepat Lapor: Segera laporkan ke pihak berwenang seperti Pemadam Kebakaran (Damkar) atau BPBD setempat jika melihat titik api atau kemunculan asap agar dapat ditangani sejak dini.

Pemerintah daerah berharap kolaborasi aktif antara aparat dan warga dapat meminimalkan potensi bencana karhutla di wilayah Sulawesi Utara sepanjang musim kemarau ini.

(*/Olvie)

24 Juli 2026

Gubernur Sulut Yulius Selvanus Tuntut Lulusan Vokasi Siap Pakai, Janji Lobi Pusat untuk Perbaiki BLK Bitung

Newsblessing.com, BITUNG  – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov Sulut) terus memacu peningkatan mutu sumber daya manusia (SDM) lokal lewat jalur pendidikan dan pelatihan vokasi. Gubernur Sulut, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, menegaskan pentingnya mencetak SDM yang terampil, inovatif, serta mampu menjawab tantangan industri modern.

Pernyataan tersebut disampaikan Yulius saat meninjau Balai Latihan Kerja (BLK) Bitung pada Kamis (23/7/2026). Ia menilai, penguatan sektor vokasi merupakan langkah krusial untuk mencetak generasi muda yang berdaya saing tinggi di pasar kerja.





​“Di tengah kompetisi global yang makin ketat, modal utamanya adalah keahlian dan keterampilan. Saya minta para alumni vokasi tak berhenti mengasah diri dan terus berinovasi agar bisa menjadi tenaga kerja yang diandalkan,” kata Yulius, Kamis.


Siap Pasang Badan Lobi Pemerintah Pusat

Guna mengoptimalkan daya tampung dan kualitas pelatihan, Yulius berjanji akan turun tangan langsung menjalin komunikasi dengan pemerintah pusat demi mendorong revitalisasi sarana dan prasarana BLK Bitung.


​Menurut Yulius, kelengkapan fasilitas BLK sangat menentukan efektivitas pelatihan. Kelayakan sarana latihan berbanding lurus dengan kualitas lulusan yang dihasilkan.


​“Pemprov Sulut siap melobi pusat agar proyek revitalisasi BLK Bitung ini bisa segera terealisasi. Jika fasilitasnya modern dan representatif, tentu lulusan yang dicetak juga makin kompeten,” tegas Yulius.


Strategi Genjot Investasi Daerah


​Penguatan lembaga vokasi, lanjut Yulius, menjadi bagian dari strategi mendasar Pemprov Sulut dalam meningkatkan iklim investasi dan pertumbuhan ekonomi kawasan. SDM yang cakap teknologi dan relevan dengan pasar industri akan menjadi daya tarik utama bagi para investor.


​Ke depan, Pemprov Sulut berkomitmen memperluas jejaring kemitraan yang melibatkan pemerintah pusat, pelaku usaha, hingga lembaga pendidikan. Langkah kolaboratif ini diharapkan tidak hanya mencetak pekerja siap pakai, tetapi juga merangsang lahirnya wirausahawan baru dan inovator lokal yang mampu menggerakkan roda ekonomi Sulawesi Utara.

(*/Olvie)

21 Juli 2026

130 Pasangan di Sulut Kawin Massal Gratis, Gubernur Yulius: Jaminan Hak Legal dan Akses Layanan Publik

Newsblessing.com, SULUT  — Sebanyak 130 pasangan suami istri di Sulawesi Utara kini resmi mengantongi dokumen pernikahan sah secara hukum usai mengikuti program pencatatan perkawinan massal yang digelar Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara di Aula Mapalus Kantor Gubernur, Manado, Selasa (21/7/2026).

Kegiatan sosial ini diselenggarakan dalam rangka menyambut Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 sekaligus Hari Kependudukan Sedunia 2026.


​Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, menegaskan bahwa kepemilikan akta nikah resmi bukan sekadar urusan legalitas di atas kertas. Lebih dari itu, dokumen tersebut merupakan kunci utama agar masyarakat dapat mengurus berbagai kebutuhan administrasi dasar negara.


​"Pencatatan ini adalah wujud hadirnya negara untuk menjamin hak hukum warga. Ketika pernikahan sudah terdata resmi, akses ke berbagai layanan publik seperti fasilitas kesehatan, pendidikan anak, hingga bantuan sosial menjadi jauh lebih mudah," ujar Yulius dalam sambutannya.


​Fondasi Keluarga dan Data Kependudukan


​Menurut Gubernur Yulius, ketertiban administrasi dari tingkat keluarga berperan besar dalam mendukung program pembangunan daerah. Data kependudukan yang presisi—mulai dari catatan pernikahan, kelahiran, hingga perpindahan warga—menjadi acuan pemerintah dalam merumuskan kebijakan yang tepat sasaran.


​Selain menggelar nikah massal, Pemprov Sulut juga menyerahkan penghargaan Lomba Inovasi Pelayanan Publik Bidang Administrasi Kependudukan kepada sejumlah pemerintah kabupaten dan kota di Sulawesi Utara.


​Yulius meminta seluruh jajaran Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) di wilayah Sulut untuk terus memanfaatkan teknologi digital guna menyederhanakan birokrasi bagi warga.


​"Inovasi pelayanan publik jangan berhenti di ajang perlombaan saja, tetapi wajib menjadi standar kerja sehari-hari. Pelayanan kedepan harus makin cepat, transparan, dan memudahkan masyarakat," pungkasnya.


​Program ini terlaksana atas kerja sama lintas instansi, melibatkan Pemprov Sulut, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, Kementerian Agama, serta pemerintah daerah setempat.

(*/Olvie)

20 Juli 2026

Gubernur Sulut Tetapkan Target Zero Bullying dan Anak Putus Sekolah


Newsblessing.comSULUT — Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, menegaskan komitmen Pemprov Sulut dalam menerapkan kebijakan Zero Bullying (nol perundungan) dan Zero Drop-Out (nol anak putus sekolah) di seluruh satuan pendidikan.


​Pesan tegas tersebut disampaikan Yulius saat memberikan pengarahan kepada seluruh Kepala SMA, SMK, dan SLB se-Sulawesi Utara di Manado.


​Ia meminta para kepala sekolah bertindak sebagai garda terdepan dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan inklusif demi menyiapkan generasi unggul menyongsong Indonesia Emas 2045.


​"Kita tidak boleh membiarkan satu pun anak kehilangan rasa aman di sekolah. Pendidikan harus menjadi ruang yang melindungi, bukan tempat yang menimbulkan ketakutan," ujar Yulius.


​Poin-Poin Utama Instruksi Gubernur Sulut


  • Sanksi dan Transparansi Kasus: Seluruh kepala sekolah diwajibkan mengaktifkan Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK). Yulius melarang keras praktik menutup-nutupi kasus kekerasan demi menjaga nama baik sekolah.
  • Tata Kelola Anggaran: Pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan BOSDA dituntut transparan, profesional, dan akuntabel.
  • Pengawalan Program Nasional: Sekolah diminta mengawal pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar berjalan higienis, tepat sasaran, dan membangun budaya hidup sehat.
  • Pencegahan Kejahatan Digital: Guru Bimbingan Konseling (BK) diinstruksikan memperkuat pendidikan karakter untuk benteng siswa dari ancaman judi online, pinjaman online ilegal, hingga penyalahgunaan narkoba.
  • Revitalisasi SMK dan SLB: Mendorong penguatan program link and match industri bagi SMK serta modernisasi fasilitas inklusif bagi SLB.

Apresiasi MPLS dan Prinsip Satu Komando


​Dalam kesempatan tersebut, Yulius turut memberikan apresiasi atas suksesnya pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) 2026 yang berlangsung tertib, ramah anak, dan bebas dari tindakan perundungan.


​Menutup arahannya, Yulius menekankan prinsip 'Satu Komando' bagi seluruh kepala sekolah di Sulut. Ia meminta jajaran pendidik bekerja dengan loyalitas, integritas, dan mentalitas pantang menyerah.


​Ia juga mengajak seluruh insan pendidikan mengamalkan nilai budaya lokal seperti Sitou Timou Tumou Tou dan Torang Samua Basudara sebagai fondasi moral peserta didik.

(*/Olvie)

18 Juli 2026

Gubernur Yulius Selvanus di Hadapan Dubes Uni Eropa: Laut Sulut Adalah Urat Nadi Masa Depan

 

Newsblessing.com, SULUT - Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) terus memperkuat posisinya di kancah internasional dalam hal pelestarian kelautan dan pengembangan ekonomi berkelanjutan.


​Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, menerima kunjungan kehormatan dari Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, H.E. Denis Chaibi, beserta rombongan delegasi negara anggota Uni Eropa di Wisma Negara Bumi Beringin, Manado, Jumat (17/7/2026).


​Pertemuan strategis ini juga dihadiri oleh perwakilan pemerintah pusat, KfW Development Bank, dan WCS Indonesia Program, sebagai bentuk apresiasi dunia internasional terhadap komitmen hijau (ekonomi biru) yang dijalankan oleh Bumi Nyiur Melambaikan.


Laut Sebagai Urat Nadi dan Visi Ekonomi Biru


​Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Yulius Selvanus memaparkan potret geografis dan capaian makroekonomi Sulawesi Utara. Dengan populasi 2,77 juta jiwa dan pertumbuhan ekonomi yang menyentuh angka 5,66 persen pada tahun 2025, Sulut memiliki karakteristik unik di mana 73 persen wilayahnya merupakan lautan.


​"Bagi kami, laut bukanlah pemisah, melainkan urat nadi kehidupan dan masa depan. Inilah alasan visi pembangunan kami sepenuhnya selaras dengan kebijakan Ekonomi Biru nasional," ujar Yulius.


​Sebagai bentuk konkret komitmen tersebut, Pemprov Sulut sejauh ini telah menetapkan kawasan konservasi perairan seluas 239.373,79 hektare. Kebijakan ini diambil guna melindungi ekosistem terumbu karang dan keanekaragaman hayati tanpa menutup ruang bagi pemanfaatan ekonomi yang ramah lingkungan.


Kesejahteraan Nelayan dan Ekspor Senilai 140 Juta USD


​Salah satu poin yang menarik perhatian delegasi Uni Eropa adalah konsistensi nelayan lokal dalam menerapkan metode tangkap tradisional yang berkelanjutan, seperti teknik Hutate (tali tangan, tali tarik, dan tali panjang).


​Metode ramah lingkungan ini terbukti mampu menghasilkan komoditas tuna, cakalang, dan skipjack berkualitas premium yang diakui pasar global tanpa merusak ekosistem laut. Keseimbangan ini berdampak langsung pada sektor perekonomian daerah:


  • Nilai Ekspor Perikanan (2025): Menembus angka 140 juta USD.
  • Nilai Tukar Nelayan (NTN): Mencapai indeks 112, yang mengindikasikan tingkat kesejahteraan pelaku usaha perikanan di Sulut berada dalam kategori sangat baik.

Dampak Nyata Kolaborasi Global Sejak 2020


​Gubernur Yulius juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada pihak Uni Eropa, KfW, WCS, serta jajaran pemerintah pusat yang telah mendampingi program pemberdayaan pesisir di Sulut sejak tahun 2020.


​Kerja sama multilateral ini tercatat telah menyentuh 29 desa pantai dan memberikan pelatihan bagi 37 kelompok masyarakat pesisir untuk beralih ke mata pencaharian alternatif yang lebih ramah lingkungan. Salah satu keberhasilan nyata dari program ini adalah melejitnya Desa Budo sebagai salah satu Desa Wisata Terbaik Nasional.


​Ditambah dengan status Kota Manado sebagai markas Sekretariat Regional Coral Triangle Initiative on Coral Reefs, Fisheries, and Food Security (CTI-CFF), posisi Sulawesi Utara kian strategis sebagai episentrum perlindungan maritim di kawasan Asia-Pasifik.


​Gubernur berharap kemitraan erat ini dapat terus diperluas demi menghadapi tantangan perubahan iklim global.


​"Semoga kerja sama yang telah terjalin erat dapat terus berlanjut dan meluas. Bersama kita jaga ketahanan ekosistem laut, mitigasi dampak perubahan iklim, serta wujudkan kesejahteraan inklusif bagi seluruh masyarakat pesisir Sulawesi Utara," pungkasnya.

(*/Olvie)

17 Juli 2026

​Genjot Kualitas Pelayanan Publik, Gubernur Sulut Siapkan Beasiswa untuk ASN Berprestasi


Newsblessing.com, SULUT — Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) berkomitmen penuh dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Aparatur Sipil Negara (ASN) demi mempercepat pembangunan daerah.


​Hal ini ditegaskan langsung oleh Gubernur Sulut, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, saat memberikan pengarahan kepada Pejabat Administrator (Eselon III) dan Pejabat Fungsional Ahli Madya di Aula Mapalus, Kantor Gubernur Sulut, Jumat (17/7/2026).


​Dalam agenda yang turut didampingi oleh Sekretaris Provinsi Tahlis Gallang tersebut, Gubernur Yulius menjelaskan bahwa pertemuan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat komunikasi dan sinergi roda pemerintahan, setelah dirinya genap 18 bulan memimpin Sulawesi Utara.


​"Pertemuan tatap muka ini akan dilakukan secara bertahap. Dimulai dari Eselon III, nantinya dilanjutkan ke Eselon IV, hingga menjangkau para camat di seluruh wilayah Sulawesi Utara agar koordinasi terjalin kuat sampai ke tingkat bawah," ujar Yulius.


​Ujung Tombak Kebijakan di Tengah Tantangan Fiskal


​Gubernur mengingatkan bahwa pejabat administrator memiliki posisi yang sangat strategis sebagai ujung tombak eksekusi kebijakan publik. Oleh karena itu, ia menuntut para aparatur untuk bekerja dengan cepat, inovatif, serta selalu mengutamakan kepentingan masyarakat.


​Terlebih lagi, kondisi fiskal pada tahun 2026 ini dinilai cukup menantang akibat adanya pemangkasan dana transfer dari pemerintah pusat. Terkait hal tersebut, Yulius meminta jajarannya untuk tidak patah arang dan aktif mencari solusi kreatif.


​"Maksimalkan seluruh sumber daya yang ada agar program-program prioritas yang menyentuh masyarakat tetap berjalan optimal," tegasnya.


​Investasi SDM: "Sekolahkan, Kursuskan, atau Latih"


​Sebagai bentuk komitmen nyata dalam investasi jangka panjang, Pemprov Sulut telah menyiapkan program beasiswa bagi ASN berprestasi yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Tidak hanya itu, berbagai program peningkatan kapasitas seperti pelatihan formal dan kursus juga akan diintensifkan.


​"Kalau dia Eselon III, sekolahkan. Kalau tidak bisa disekolahkan, kursuskan. Kalau tidak bisa, latih. Kalau tidak bisa lagi, beri pembekalan," ucap Gubernur Yulius yang langsung disambut tepuk tangan riuh dari para peserta yang hadir.


​Etos Kerja dan Satu Komando


​Di akhir arahannya, mantan perwira tinggi TNI ini menggarisbawahi pentingnya menjaga integritas, kedisiplinan, dan kerja sama tim. Ia berpesan agar para ASN fokus bekerja dengan tulus tanpa perlu sibuk mencari pujian.


​Bagi Yulius, keberhasilan sebuah pemerintahan tidak diukur dari seberapa banyak program yang dibuat, melainkan dari seberapa besar kualitas pelayanan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas.


​"Sulawesi Utara satu komando, petarung. Biarkan pimpinan atau Tuhan yang menilai kinerja terbaik kita," pungkasnya.


​Melalui penguatan kompetensi ASN dan efisiensi anggaran, Pemprov Sulut optimistis mampu melewati tantangan ekonomi serta mewujudkan tata kelola pemerintahan yang profesional, adaptif, dan berorientasi penuh pada pelayanan publik.

(*/Olvie)

16 Juli 2026

Ketua TP-PKK Sulut Anik Yulius Selvanus di SMAN 1 Manado: Jangan Cuma Melarang Anak Main Medsos, Dampingi!

Newsblessing.com, SULUT– Era transformasi digital yang kian masif membawa tantangan ganda bagi generasi muda. Menanggapi fenomena ini, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Ny. Anik Yulius Selvanus, mengingatkan pentingnya pergeseran pola asuh orang tua di zaman sekarang.

Menurut Anik, membentengi anak dari dampak negatif dunia maya tidak bisa lagi dilakukan hanya dengan memberikan larangan keras atau sekadar membatasi akses gawai. Sebaliknya, pendekatan yang adaptif melalui komunikasi dua arah dan keteladanan jauh lebih efektif.


​Pesan edukatif tersebut disampaikannya saat memberikan pembinaan dalam agenda Pola Asuh Anak dan Remaja di Era Digital (PAAREDI) yang berlangsung di SMA Negeri 1 Manado, Kamis (16/7/2026).


​"Hari ini kita hidup di era digital, di mana dunia berada dalam genggaman tangan. Teknologi internet dan media sosial telah membuka pintu ilmu pengetahuan yang tidak terbatas. Namun di balik kemudahan tersebut, terdapat tantangan besar yang harus kita hadapi bersama," ujar Anik di hadapan ratusan siswa dan guru.


​Ia tidak menampik bahwa internet memberikan ruang belajar yang luas. Namun di sisi lain, ancaman seperti perundungan siber (cyberbullying), kecanduan gawai, paparan konten negatif, hingga sebaran hoaks mengintai anak-anak setiap saat.


​Sebab itu, istri Gubernur Sulut Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus ini menekankan bahwa keluarga harus memposisikan diri sebagai benteng pertahanan utama. Orang tua dan tenaga pendidik dituntut hadir sebagai kompas moral yang mengarahkan anak secara bijak.


​"Kita tidak bisa lagi hanya melarang. Orang tua dan pendidik harus hadir mendampingi, membangun dialog yang baik, serta menjadi kompas moral bagi anak-anak di dunia digital," tegasnya.


​Melalui program PAAREDI, TP-PKK Sulut berkomitmen terus mengampanyekan budaya keluarga yang melek digital agar anak-anak dapat memanfaatkan teknologi untuk hal-hal yang sehat dan produktif. Anik juga mendorong para pelajar untuk mengasah literasi digital mereka, terutama kemampuan menyaring informasi sebelum membagikannya (saring sebelum sharing).


Dengar Aspirasi Siswa: Dari Kenyamanan Belajar hingga Beasiswa Atlet


​Tak sekadar memberikan pemaparan, kegiatan ini juga diwarnai dengan sesi dialog interaktif. Sejumlah siswa memanfaatkan momen ini untuk menyampaikan aspirasi langsung kepada istri orang nomor satu di Bumi Nyiur Melambai tersebut.


​Menjawab pertanyaan salah satu siswi mengenai kenyamanan interaksi di sekolah, Anik menjelaskan bahwa iklim pendidikan yang sehat berakar pada rasa saling menghormati antara guru dan murid.


​"Kita semua ingin menciptakan suasana belajar yang nyaman. Anak-anak harus menghormati guru, dan guru juga terus memberikan pendampingan serta pembelajaran yang baik kepada siswa," katanya.


​Selain itu, menyangkut wadah kreativitas, Anik mengungkapkan bahwa TP-PKK Sulut tengah merancang serangkaian program pelatihan keterampilan guna memfasilitasi minat dan bakat para pelajar di luar bidang akademik.


​Perhatian khusus juga diberikan kepada siswa yang aktif sebagai atlet bulutangkis lokal yang mengharapkan dukungan fasilitas olahraga serta beasiswa. Anik memastikan pemerintah daerah selalu menaruh perhatian pada putra-putri daerah yang membawa nama baik daerah.


​"Jika kalian berprestasi, baik di bidang olahraga maupun bidang lainnya, tentu akan ada perhatian dan apresiasi. Yang terpenting adalah terus berlatih, belajar, dan menunjukkan prestasi terbaik," tutur Anik memotivasi.


​Menutup rangkaian acara, ia berpesan agar generasi muda di Sulawesi Utara menjauhi perilaku negatif demi mencari perhatian di media sosial. Ia menantang para siswa untuk viral dan dikenal lewat jalur prestasi serta inovasi.

(*/Olvie)

15 Juli 2026

Sinergi TNI dan Pemprov Sulut, Gubernur Yulius Selvanus Buka Karya Bakti Skala Besar di Perbatasan

 



Newsblesblessing.comTALAUD – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) berkomitmen penuh mempercepat pembangunan di wilayah perbatasan Indonesia-Filipina. Hal ini ditegaskan oleh Gubernur Sulut, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, saat memimpin upacara pembukaan Karya Bakti Skala Besar Tahun 2026 di Lapangan Rumah Dinas Bupati Kepulauan Talaud, Rabu (15/7/2026).


​Program yang diinisiasi oleh Kodam XIII/Merdeka bersama Korem 131/Santiago ini difokuskan di dua kabupaten kepulauan terluar, yakni Kepulauan Talaud dan Kepulauan Sangihe. Sinergi ini terasa istimewa karena turut melibatkan akademisi, dosen, serta mahasiswa dari Universitas Sam Ratulangi (Unsrat).


​Dalam amanatnya, Gubernur Yulius menyatakan bahwa wilayah kepulauan terdepan tidak boleh lagi dipandang sebelah mata atau sekadar menjadi pelengkap pembangunan nasional. Sebaliknya, wilayah ini harus diletakkan sebagai prioritas utama demi menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).


​"Karya bakti ini adalah bukti nyata kolaborasi antara pemerintah, jajaran TNI, perguruan tinggi, dan masyarakat. Talaud dan Sangihe merupakan beranda terdepan bangsa yang wajib terus kita perkuat dengan pembangunan berkelanjutan," ujar Yulius.


​Gubernur juga memberikan apresiasi khusus atas kehadiran civitas akademika Unsrat yang dinilai memberi warna baru lewat gotong royong dan inovasi dalam proses pembangunan daerah.


​Fokus Pembangunan Infrastruktur dan Pemberdayaan Ekonomi


​Program Karya Bakti 2026 ini mencakup berbagai proyek fisik dan non-fisik yang berdampak langsung pada kesejahteraan warga perbatasan. Sejumlah agenda pembangunan strategis yang akan dikerjakan di antaranya:


  • Akses Transportasi: Pembangunan jembatan dan jalan produksi untuk memperlancar mobilitas warga.
  • Fasilitas Dasar: Pembuatan sumur bor, MCK, rehabilitasi sekolah, serta rumah ibadah.
  • Energi & Air: Perbaikan rumah pompa dan penyediaan pembangkit listrik mikrohidro.
  • Sosial & Lingkungan: Pembagian paket sembako, aksi penghijauan, serta penyuluhan bagi masyarakat.

Selain pembangunan fisik, program ini juga menonjolkan inovasi teknologi lokal berupa pemanfaatan sabut kelapa untuk diolah menjadi genteng komposit. Langkah kreatif ini diharapkan mampu meningkatkan nilai ekonomi komoditas lokal sekaligus menyediakan material bangunan yang ramah lingkungan dan tangguh.


​"Pembangunan yang sesungguhnya tidak hanya fokus pada beton dan infrastruktur, melainkan juga bagaimana kita mampu melahirkan peluang ekonomi baru dari potensi lokal yang dimiliki masyarakat," pungkas Yulius.


​Melalui program terpadu ini, Pemprov Sulut optimistis Kepulauan Talaud dan Sangihe akan bertransformasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru, sekaligus menjadi etalase kemajuan Indonesia di perbatasan utara.

(*/Olvie)

Gali Inspirasi di Yogyakarta, Ketua TP PKK Sulut Ny. Anik Yulius Dorong Inovasi Kerajinan Lokal Sulawesi Utara

Newsblessing.comYOGYAKARTA — Upaya untuk mendongkrak potensi industri kreatif dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus digalakkan oleh Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).


​Ketua TP PKK Sulut, Ny. Anik Yulius Selvanus, memimpin langsung kunjungan kerja ke MuseumKu Gerabah Timbul Raharjo yang terletak di sentra kerajinan Kasongan, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Senin (13/7/2026).


​Dalam studi banding ini, Ny. Anik didampingi oleh Wakil Ketua TP PKK Sulut, Ny. Dr. Merry Elisabeth Kalalo, SE., MH., bersama jajaran pengurus lainnya. Kunjungan strategis ini membidik sektor kerajinan lokal sebagai instrumen penting penggerak ekonomi warga.


​Mengadopsi Paduan Budaya dan Inovasi modern


​MuseumKu Gerabah Timbul Raharjo dipilih karena reputasinya yang sukses mengawinkan nilai luhur budaya, kreativitas tanpa batas, serta sentuhan inovasi modern. Kombinasi inilah yang berhasil melahirkan produk gerabah bernilai estetika sekaligus bernilai ekonomis tinggi.


​Selama berada di lokasi, rombongan pengurus TP PKK Sulut melihat langsung:


  • ​Koleksi mahakarya gerabah yang artistik.
  • ​Proses produksi secara runut, mulai dari pembentukan tanah liat hingga tahap pembakaran akhir.
  • ​Ruang diskusi interaktif bersama pengelola terkait strategi pemberdayaan perajin, manajemen mutu produk, hingga trik pemasaran digital agar mampu menembus pasar yang lebih luas.

Komitmen Pengembangan UMKM di Sulawesi Utara

Ny. Anik Yulius Selvanus memberikan apresiasi tinggi terhadap komitmen para seniman dan perajin lokal di Kasongan yang konsisten melestarikan warisan leluhur. Menurutnya, keberhasilan tata kelola di MuseumKu Gerabah Timbul Raharjo merupakan referensi konkret yang sangat bisa diadaptasi di Bumi Nyiur Melambai.


​"Kami mendapatkan banyak sudut pandang baru untuk memajukan kerajinan lokal lewat pemberdayaan masyarakat. Sulawesi Utara punya potensi seni dan budaya yang sangat besar. Tugas kita sekarang adalah mendukungnya lewat inovasi, menjaga kualitas produk, serta memperkuat promosi yang konsisten," ujar Ny. Anik Yulius Selvanus.


​Melalui kunjungan kerja ini, TP PKK Provinsi Sulawesi Utara berkomitmen untuk mempererat sinergi dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif. Harapannya, program ini mampu memicu lahirnya produk-produk lokal unggulan asal Sulut yang tidak hanya berjaya di kancah nasional, tetapi juga siap bersaing di pasar internasional.

(*/Olvie)

14 Juli 2026

Gubernur Yulius Selvanus Tegaskan Komitmen Keuangan Transparan di Rapat Paripurna DPRD Sulut



Newsblessing.com, SULUT – Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, menghadiri Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara di Kantor DPRD Sulut, Selasa (14/7/2026).

​Dalam rapat tersebut, Gubernur Yulius menegaskan komitmen penuh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut dalam menghadirkan tata kelola keuangan daerah yang transparan, akuntabel, dan berkelanjutan.

​Rapat paripurna ini membahas tiga agenda penting: pengambilan keputusan Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD TA 2025, penyampaian KUA-PPAS TA 2027, serta penyampaian Ranperda Penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB) dan Wabah Penyakit Menular.

​Gubernur Yulius menyampaikan bahwa persetujuan Ranperda APBD 2025 bukan sekadar formalitas hukum, melainkan bentuk tanggung jawab moral kepada masyarakat Bumi Nyiur Melambai.

​"Setiap kebijakan dan setiap rupiah anggaran harus dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka," ujar Yulius dalam sambutannya, Selasa.

​Ia juga mengapresiasi fungsi checks and balances yang dijalankan oleh DPRD Sulut melalui berbagai rekomendasi dan catatan kritis, termasuk hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), yang akan menjadi evaluasi serius pemprov ke depan.

​Arah Kebijakan Fiksal dan Target Ekonomi 2027

​Pada kesempatan yang sama, Yulius memaparkan dokumen Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2027. Tahun tersebut menjadi fase krusial karena memasuki tahun ketiga pelaksanaan RPJMD Sulut 2025–2029.

​Mengusung tema "Percepatan Peletakan Fondasi Transformasi Sulawesi Utara yang Maju, Sejahtera, dan Berkelanjutan", Pemprov Sulut menetapkan delapan prioritas pembangunan. Di antaranya adalah penguatan tata kelola pemerintahan, peningkatan SDM, ketahanan pangan, energi, air, hingga optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD).

​Menghadapi tantangan ketidakpastian dana Transfer ke Daerah (TKD) dari pusat, Yulius memastikan pemprov mengambil langkah yang hati-hati (prudent) dan adaptif.

​"Pemerintah daerah tetap berkomitmen menjaga keseimbangan fiskal tanpa mengurangi pelayanan dasar kepada masyarakat," jelasnya.

​Pemprov Sulut juga memasang target makro ekonomi yang cukup optimis untuk tahun 2027, meliputi:

  • Pertumbuhan Ekonomi: 5,7 – 6,7 persen
  • Tingkat Inflasi: 2,3 – 3,7 persen
  • Tingkat Kemiskinan: 5,82 – 6,32 persen
  • Tingkat Pengangguran Terbuka: 4,68 – 5,26 persen
  • Indeks Pembangunan Manusia (IPM): 77,74

​Adapun pasca-perancangan KUA-PPAS 2027, pendapatan daerah diproyeksikan mencapai Rp3,24 triliun, sementara belanja daerah dianggarkan sebesar Rp3,03 triliun.

​Regulasi Baru Antisipasi Wabah dan KLB

​Selain persoalan anggaran, agenda sidang paripurna ini juga menyoroti sektor kesehatan lewat penyampaian Ranperda tentang Penanggulangan KLB dan Wabah Penyakit Menular.

​Gubernur Yulius menilai regulasi ini sangat mendesak demi memberikan kepastian hukum yang kuat bagi pemprov dalam melindungi warga dari ancaman krisis kesehatan di masa depan.

​Nantinya, regulasi ini akan mengatur detail hak dan kewajiban masyarakat, mitigasi dari tahap kewaspadaan hingga pemulihan, hingga payung hukum pembatasan sosial jika situasi darurat terjadi.

​"Saya berharap Ranperda ini dapat dibahas secara komprehensif hingga ditetapkan menjadi Peraturan Daerah, sehingga menjadi pedoman untuk bertindak cepat, tepat, dan terkoordinasi," kata Yulius mengakhiri sambutannya.

Page View 1392