-->

Terkini Lainnya

Tampilkan postingan dengan label Nusa Utara.. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nusa Utara.. Tampilkan semua postingan

05 Januari 2021

Talaud Berduka, Istri Elly Lasut Meninggal Dunia.

 

Foto ist: Elly bersama Istri T2

Newsblessing.com, Talaud - Ketua TP PKK Kabupaten Kepulauan Talaud Telly Tjanggulung yang juga adalah Istri tercinta dari Bupati Kabupaten Kepulauan Talaud Elly Engelbert Lasut (E2L), dikabarkan meninggal dunia.

Mendapat kabar tersebut newsblessing.com mencoba mencari kebenaran berita tersebut, setelah melakukan penelusuran di media social ternyata benar ada berita duka tersebut.

Pasalnya seperti yang di story IG Hillarybrigita bertuliskan ucapan selamat jalan untuk ibunya.

"Selamat Jalan Mama Sampai Bertemu di Jerusalem Baru" tulis Hillery di story IG nya pada selasa (05/01/21) jam 05:15 WITA

Story IG Hillaribrigita

Ucapan belasungkawa pun berdatangan di media social dari kerabat dan sahabat T2 sapaan akrab Telly Tjanggulung.

"Atas nama Pribadi dan Keluarga Mangole-Bawiling mengucapkan turut berdukacita atas meninggalnya Ibu Telly Lasut Tjanggulung, Ketua Tim Penggerak PKK Kab. Kepl. Talaud. Semoga keluarga yg di tinggalkan senantiasa di beri kekuatan dan penghiburan dari Tuhan Yesus,” tulis Jakop Mangole, Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Talaud.

“Turut berdukacita atas meninggalnya Ibu Telly Lasut Tjangkulung. Semoga ia bahagia abadi di rumah Bapa di surga dan keluarga yang ditinggalkan, Bp Elly Lasut dan Hillary dihibur oleh iman akan Kristus. AVA. Keluarga Besar Yayasan Pendidikan Katolik Keuskupan Manado,” tulis Pastor Revi Tanod Pr., Ketua YPK Keuskupan Manado.

“Selamat Jalan Ibu Telly Tjanggulung. Bupati Mitra 2008-2013. Rumah Ibu sudah jadi, tugas Ibu sudah selesai, penderitaan Ibu sudah berakhir, mahkota Ibu sudah tersedia. Ibu sudah senang bersama Tuhan Yesus dalam kemuliaan. Doa kami bagi keluarga yg ditinggalkan. Anak Hillary Lasut dan Suami Dr Elly Lasut Bupati Talaud,” tulis hamba Tuhan Gilbert Lumoindong.

Diketahui memang ibu T2 memang sedang sakit dan dirawat di Rumah Sakit.


(Enzo)

18 Desember 2020

Himbauan KSOP Manado : Hindari Tanggal 18, 21 dan 23.

Kepala KSOP Manado, Capt Mosez

Newsblessing.com, Manado – Kepala kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Manado Capt Mosez Imanuel Karaeng berharap tidak ada lonjakan penumpang di mudik tahun ini karena mengingat pandemi covid-19.

Semenjak bulan November 2020 hingga saat ini KSOP Manado selalu mengingatkan masyarakat agar dapat mengatur jadwal perjalanan, seperti yang dikatakan Capt Mosez pada awak media Kamis (17/12/20) di kantor KSOP Manado.

“jadi dari awal November kami sudah membuat himbauan kepada masyarakat supaya mereka mengatur jadwal perjalanan dan setiap hari itu disampaikan baik lewat pos-pos di depan maupun di atas kapal dan itu selalu disampaikan,” ucap Capt Mosez

Mosez juga menambahkan, “kalua boleh hindari tanggal 18, 21, dan 23 desember 2020, karena kami perkirakan disitu akan terjadi kepadatan, untuk menghindari itu kami menghimbau supaya diatur, kalua bisa lebih awal ya lebih awal, itu harapan kami dan kami sudah menyampaikan itu sejak awal November kepada masyarakat. Disamping itu karena ada pandemic Covid-19 supaya kepadatan tidak terjadi pada satu momentum,” tambahnya

Selanjutnya Capt Mosez mengungkapkan soal kesiapan armada laut yang akan beroperasi di bulan desember ini, dia menilai sudah cukup karena jika dibandingkan dengan tahun sebelumya tahun ini ada ketambahan armada.

“mengenai kesiapan armada, sekarang sesuai dengan rute-rute sudah cukup dibandingkan tahun lalu karena ada ketambahan, untuk Manado-Talaud ada ketambahan satu armada baru Barcelona 3, kemudian untuk Manado-Tahuna ada ketambahan satu armada baru KM. Merry Teratai, dan kami berharap kapal-kapal ini tidak mengalami lonjakan sebab kita harus mencegah kerumunan di kapal.” Tegas Mosez

Kalua kesiapan armada untuk Manado-Tahuna ada 7 armada, Manado-Talaud ada 4 armada, Manado-Siau dan Tagulandang ada 5 armada, Manado-Ternate ada 6 armada, dan Manado-Biaro ada 3 armada.

(Enzo)

04 November 2020

Tarif Masuk Pelabuhan Kapal Manado Naik, ini Penjelasan Pelindo 4 Manado.

General Manager PT. Pelindo 4 Manado, Rudi Hartono.


Manado, NB- demi meningkatkan pelayanan dan kenyamanan calon penumpang maupun pengantar dan pengungjung pelabuhan kapal Manado, maka General Manager menaikkan tarif masuk pelabuhan untuk meningkatkan pendapatan.


Pemberlakuan tarif masuk pelabuhan yang baru sudah berlaku semenjak 1 November 2020.


Tarif masuk pelabuhan kapal manado

"Tarif masuk ke kawasan pelabuhan Manado mengalami perubahan. Artinya telah diberlakukan tarif baru, masuk ke kawasan pelabuhan per 1 November 2020". Ungkap GM Rudi Hartono


Melalui kenaikan tarif ini Rudi Hartono Optimis dapat meningkatkan pendapatan dan mengimbangi pelayanan dan fasilitas di pelabuhan Manado.


Hartono juga menjelaskan bahwa sebelum diberlakukan tarif baru ini, pihak Pelindo 4 Manado sudah menyurat ke Pemerintah Pusat dan membicarakannya dengan regulator terkait.


"Jika dalam 30 hari tidak ada tanggapan dari kementerian terkait surat yang kami kirim, maka direksi akan memberlakukan tarif baru tersebut. Maka dengan itu Pelindo 4 Manado mensosialisasikan tarif baru, masuk ke kawasan pelabuhan". Jelas GM PT. Pelindo 4 Manado ke awak media saat diwawancarai di ruangan kerjanya.


Lanjutnya, sebelum pemberlakuan tarif baru, Pelindo Manado telah melakukan tahapan-tahapan yang sesuai prosedur, dan sudah melakukan pembicaraan dengan regulator sejak bulan Desember 2019, lalu kemudian maret 2019.


Mengenai aturan kenaikan tarif, Hartono pun tidak menutup diri untuk menjawab keluhan dari masyarakat.


"Terkait dengan keluhan di pelabuhan, saya orangnya tidak mau lari, maksudnya siapapun yang mau datang mengeluh, baik perorangan, lembaga-lembaga, organisasi langsung datang kepada saya". Tegas Hartono. (Enzo)



Petani Kelapa, Cengkeh, Pala Di Sulut Mendapat Angin Segar.

 

Dirut Manu dan Fanny legoh


Sulut, NB- Komoditi hasil bumi Kelapa, Cengkeh, dan Pala akhirnya mendapatkan jawaban dari permasalahan harga hasil bumi selama ini masih menjadi polemik di kalangan petani di Sulut.


Melalui Anggota parlemen RI Mindo Sianipar dari komisi VI, memberikan solusi terbaik ke petani dengan membawa Investor dari negara India ke Sulawesi Utara yang nantinya akan membeli hasil bumi dari sulut, terutama Kopra, Cengkeh dan Pala.


Mindo menjelaskan bahwa ini adalah tugas saya sebagai wakil rakyat, jadi harus mensejahterakan rakyat.


"Harus ingat bahwa tugas dan tanggung jawab anggota DPR RI bukan di dapil masing-masing, melainkan untuk seluruh rakyat Indonesia. Untuk itu kedepanya semoga ini menjadi jalan keluar dan solusi terbaik untuk masyarakat petani yang berada di sulut". Ucap Mindo dihadapan perwakilan petani Kelapa, Cengkeh, dan Pala, saat dalam pertemuan di gedung serbaguna DPRD Sulut, Selasa (2/11/20)


Turut hadir juga Manu Mercandani selaku Direktur Utama (dirut) PT. Sarana Alam Indonesia dan Fanny Legoh anggota Komisi VI DPRD Sulut.


Dirut mengatakan akan membuat plan of action karena ada beberapa produk yang akan di pasarkan ke india, jika memenuhi standard permintaan pasar india baru kita mulai.


"Nanti akan di dihadirkan semacam plan of action karena ada beberapa produk di sulut yang akan kita pasarkan ke india. Nanti kita buatkan rencana kerja misalnya Cengkeh, kalau memenuhi standard keinginan pasar india baru kita laksanakan". Ungkap manu.


Lanjutnya, kalau secara gamblang kualitas itu bisa diterima pembeli dari india. Tetapi semua harus mengikuti sesuai kualitas permintaan pasar. Misalnya ada beberapa hal yang harus kita ikuti seperti kadar airnya, atau pun packagingnya.


Fanny Legoh pun mengatakan bahwa hal ini adalah Anugerah Tuhan untuk petani di Sulut.


"Ini anugerah Tuhan bagi sulut terutama petani sulut, karena selama ini tidak ada investor yang mampu membawa pembaruan bagi hasil bumi sulut tersebut". Ujar anggota komisi VI DPRD Sulut itu. (Enzo)



"Hanya satu kunci bagi petani, adalah disiplin petani dalam menghasilkan produk berkualitas. Kita mau ekspor harus punya kualitas, jangan sampai hanya euforia tapi menurunkan kualitas". Tutup Legoh seusai dari pertemuan dengan perwakilan Petani di sulut. (Enzo)

27 Oktober 2020

Pjs Gubernur Sulut, Apresiasi Totalitas Andrei Angouw

 


Sulut, NB- Setelah dipastikan tidak melanjutkan masa jabatan sebagai ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Andrei Angouw serahkan tongkat Estafet ke dr. Fransiskus Andy Silangen Sp.B-KBD.

Sesuai dengan SK Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI nomor: 161.71-3806/2020 tentang Peresmian Pemberhentian Ketua DPRD Sulut yang tertanggal 23 oktober 2020.

Dalam rapat paripurna yang dilaksanakan di kantor DPRD Sulut Andrei Angouw mendapat Apresiasi dari Pjs Gubernur Sulut Dr. Drs. Agus Fatoni, M,Si dan Ketua DPRD Sulut, dr. Fransiskus Andy Silangen. Sp,B-KBD.

"Kami Pemerintah Provinsi dan Masyarakat mengucapkan terimakasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada bapak Andrei Angouw atas totalitas Pengabdian yang telah ditunjukkan. Juga goresan tinta emas selama kurang lebih empat tahun memimpin DPRD Provinsi Sulawesi Utara". Ujar Pjs Gubernur Sulut 

Tambah Fatoni, dalam konteks otonomi daerah, eksistensi kinerja DPRD dan Pemerintah daerah diharapkan mampu menyelenggarakan pemerintahan yang baik. Serta kinerja yang optimal sesuai Visi dan Misi Pembangunan daerah. Karena itu, keberadaan dan aktualisasi peran pimpinan DPRD menjadi sangat penting dan strategis. Pimpinan DPRD merupakan jembatan penghubung antara Masyarakat dan Pemerintah, melalui mekanisme konsultasi".

Ketua DPRD Sulut yang baru menjabat pun memberikan apresiasi dan termotivasi oleh kinerja Andrei Angouw selama ketua DPRD Sulut.

"Saya hendak mengucapkan terimakasih dan memberikan penghargaan, kepada sahabat saya bapak Andrei Angouw beserta ibu, yang telah merangkai banyak keberhasilan dalam memimpin DPRD Sulut, selama kepemimpinannya, saya berharap kerja-kerja 'hebat' bapak Andrei Angouw selama memimpin lembaga yang terhormat ini dapat saya lanjutkan". Ujar dr. Andy dihadapan Pjs Gubernur Sulut, Forkopimda Sulut, dan seluruh hadirin yang secara visik ada diruangan sidang paripurna kantor DPRD Sulut dan secara virtual dimana saja.

Setelah momentum Andrei Angouw menyerahkan Memori jabatan kepada dr. Andy sebagai simbol perpindahan tongkat kepemimpinan di DPRD Sulut. Andrei Angouw juga menyatakan dukungannya kepada ketua dewan yang baru.

"dr. Andy Selamat bertugas, saya mensupport kerja politik di DPRD Sulut, karena lembaga ini menjadi jembatan aspirasi masyarakat Sulut termasuk warga Kota Manado. Silahkan ketua yang baru untuk melaksanakan tanggungjawabnya". Tutup AA sapaan akrabnya.

Page View 1392