-->

Terkini Lainnya

Tampilkan postingan dengan label Politik dan Pemerintahan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Politik dan Pemerintahan. Tampilkan semua postingan

DPRD Silut Gelar Rapat Paripurna Dalam Rangka Laporan Pertanggungjawaban Gubernur Tahun Anggaran 2025


Newsblessing.com, SULUT – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara menggelar Rapat Paripurna dalam rangka Penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 pada Rabu (25/3/2026).

​Dalam rapat yang berlangsung di Gedung Cengkih tersebut, Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus Komaling, memberikan penekanan keras terkait integritas dan performa aparatur sipil negara di lingkup Pemerintah Provinsi.

Bukan Sekadar Seremonial, Gubernur Tekankan Disiplin

​Rapat dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Sulut, dr. Fransiscus Andi Silangen, didampingi jajaran Wakil Ketua yakni Michaela Paruntu, Royke Anter, dan Stella Runtuwene. Hadir pula Wakil Gubernur Sulut, Dr. Victor Mailangkay, serta unsur Forkopimda.

​Dalam pidatonya, Gubernur Yulius menegaskan bahwa LKPJ 2025 bukan sekadar rutinitas pelaporan angka dan pencapaian, melainkan cermin dari kualitas kerja birokrasi. Ia mengingatkan jajarannya agar tidak cepat berpuas diri dengan capaian pembangunan di Bumi Nyiur Melambai.

​"LKPJ ini adalah cermin kerja kita bersama. Apa yang kita capai adalah hasil gotong royong, namun yang belum tercapai adalah tanggung jawab yang harus segera dituntaskan. Disiplin birokrasi adalah harga mati yang tidak bisa ditawar!" tegas purnawirawan jenderal bintang dua tersebut dengan nada bicara yang lugas.


Menolak Alasan Klasik Stagnasi Pembangunan

​Gubernur secara terbuka menyoroti tantangan fiskal dan tekanan ekonomi global yang sering dijadikan alasan melambatnya kinerja pemerintahan. Baginya, tantangan tersebut harus dijawab dengan inovasi dan sikap adaptif, bukan pasrah pada keadaan.

​Ia memperingatkan bahwa lemahnya birokrasi akan berdampak langsung pada kepercayaan publik. "Kita tidak sedang sekadar membangun proyek fisik, kita sedang membangun peradaban. Jika birokrasi lemah, maka harapan masyarakat akan runtuh," tambahnya di hadapan anggota legislatif.

Apresiasi Stabilitas Daerah

​Meski memberikan teguran keras bagi internal pemerintahan, Gubernur tetap memberikan apresiasi tinggi kepada pihak legislatif, instansi vertikal, dan unsur keamanan yang berhasil menjaga stabilitas Sulawesi Utara sepanjang tahun 2025.

​Menurutnya, kerukunan yang terjaga adalah fondasi utama agar roda pembangunan tetap berjalan meski di tengah dinamika politik dan ekonomi.

Investasi untuk Masa Depan

​Menutup penyampaiannya, Yulius Selvanus mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk melihat kerja saat ini sebagai warisan bagi generasi mendatang. Ia berharap setiap program yang dijalankan tidak meninggalkan beban utang atau kegagalan bagi anak cucu di masa depan.

​"Kerja keras hari ini adalah investasi. Jangan sampai kita meninggalkan beban, tapi tinggalkanlah warisan yang membanggakan bagi Sulawesi Utara," pungkasnya.

​Rapat ini turut dihadiri oleh Plt. Sekretaris DPRD Sulut Niklas Silangen, Plt. Sekprov Denny Mangala, serta para pejabat eselon di lingkungan Pemprov Sulut. (*/Olvie)

DPRD Sulut Agendakan Paripurna LKPJ Gubernur 2025 dan Penghormatan Terakhir Mantan Anggota Dewan



Newsblessing.com, SULUT – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dijadwalkan menggelar serangkaian agenda krusial pada hari ini, Rabu (25/3/2026). Agenda tersebut mencakup penyampaian laporan pertanggungjawaban pemerintah daerah hingga penghormatan terakhir bagi mantan legislator.


​Berdasarkan rilis resmi Sekretariat DPRD Sulut, terdapat tiga kegiatan utama yang akan berlangsung di Gedung Cengkih, Kairagi, Manado.


Transparansi Anggaran: Paripurna LKPJ Gubernur


​Kegiatan akan diawali pada pukul 10.00 WITA dengan agenda Rapat Paripurna Penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Sulawesi Utara Tahun Anggaran 2025.


​Rapat ini menjadi momentum penting dalam menjalankan fungsi pengawasan legislatif. Melalui LKPJ ini, Pemerintah Provinsi Sulut akan memaparkan realisasi program kerja serta capaian kinerja yang telah dilaksanakan sepanjang tahun 2025 sebagai bentuk akuntabilitas publik.


Penguatan Internal melalui Pansus Tatib


​Memasuki siang hari, fokus beralih ke ranah legislasi internal. Pada pukul 13.00 WITA, Panitia Khusus (Pansus) Tata Tertib (Tatib) dijadwalkan menggelar rapat perdana.


​Rapat ini bertujuan untuk menggodok Peraturan DPRD tentang Tata Tertib yang baru. Aturan ini nantinya akan menjadi kompas atau acuan bagi seluruh anggota dewan dalam menjalankan tugas dan fungsi mereka ke depan agar lebih terukur dan sistematis.


Penghormatan Terakhir untuk Alm. Ir. Lexi Solang


​Di saat yang bersamaan, suasana khidmat diprediksi akan menyelimuti Ruang Rapat Paripurna. DPRD Sulut akan melaksanakan Upacara Persemayaman sebagai penghormatan terakhir bagi Alm. Ir. Lexi Solang.


​Mendiang merupakan sosok yang pernah mengabdikan diri sebagai Anggota DPRD Sulut periode 2009-2014 dari Fraksi Partai Gerindra. Upacara ini direncanakan dihadiri oleh pimpinan dan anggota dewan sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi serta jasa-jasa beliau selama menjabat di lembaga legislatif tersebut.

(*/Olvie)

Warga Sulut Menjerit Gas Melon Langka, Royke Anter Desak Pertamina Evaluasi Distribusi

Newsblessing.com, SULUT – Kelangkaan Liquified Petroleum Gas (LPG) subsidi ukuran 3 kilogram kembali melanda wilayah Sulawesi Utara (Sulut). Kondisi ini memicu keresahan warga yang kesulitan mendapatkan "Gas Melon" untuk kebutuhan rumah tangga.


​Merespons jeritan masyarakat tersebut, Wakil Ketua DPRD Sulawesi Utara, Royke Anter, melayangkan kritik tajam dan mendesak pihak terkait untuk segera membedah akar permasalahan yang terus berulang.


Masalah Klasik yang Tak Kunjung Usai


​Royke Anter menyayangkan fenomena kelangkaan ini seolah telah menjadi "ritual" tahunan di Sulawesi Utara, terutama saat mendekati momen hari besar keagamaan atau hari libur nasional. Legislator dapil Manado ini menegaskan bahwa rantai masalah ini harus segera diputus.


​"Ini masalah klasik yang terus berulang. Setiap kali ada perayaan hari besar, stok LPG di pasaran mendadak sulit ditemukan. Saya meminta Pertamina Patra Niaga tidak tinggal diam dan memperketat pengawasan penyaluran," ujar Royke saat memberikan keterangan, sebagaimana dikutip pada Rabu (18/3/2026).


Dua Instruksi Tegas untuk Pertamina


​Politisi Partai Demokrat ini menyoroti dua poin utama yang menurutnya menjadi kunci penyelesaian krisis energi di tingkat akar rumput:


  1. Kepastian Kuota: Pertamina wajib menjamin bahwa stok LPG 3 kg untuk wilayah Sulut mencukupi kebutuhan harian masyarakat tanpa ada kendala di jalur distribusi.
  2. Validasi Penerima: Pengawasan lapangan harus diperketat guna memastikan subsidi pemerintah tepat sasaran, yakni bagi warga kurang mampu, dan bukan disalahgunakan oleh pihak yang tidak berhak.

Ajak Komisi II Awasi Agen Nakal


​Selain menekan pihak eksekutif dan Pertamina, Royke juga mendorong rekan sejawatnya di DPRD Sulut, khususnya Komisi II, untuk lebih proaktif melakukan inspeksi mendadak (sidak).


​"Saya berharap teman-teman di Komisi II, baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, segera turun ke lapangan. Pantau langsung agen-agen penyalur. Jangan sampai ada praktik permainan harga atau penimbunan di tingkat bawah yang akhirnya mencekik rakyat kecil," pungkasnya.


​Hingga berita ini diturunkan, warga di beberapa titik di Manado dilaporkan masih harus mengantre atau mencari hingga ke pinggiran kota demi mendapatkan satu tabung gas melon dengan harga yang kerap melampaui HET (Harga Eceran Tertinggi).

(*/Olvie)

Lebaran 2026: Setwan Sulut Terapkan Skema Libur 9 Hari, Kombinasi Cuti Bersama dan WFA



Newsblessing.com, SULUT – Sekretariat DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) resmi menetapkan jadwal operasional selama periode Idulfitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026. Guna memastikan keseimbangan antara pelayanan publik dan hak ibadah pegawai, pihak Sekretariat menerapkan skema libur dan kerja fleksibel selama sembilan hari.


​Kebijakan ini merupakan gabungan dari cuti bersama nasional serta penerapan sistem Work From Anywhere (WFA) bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) dan staf di lingkungan DPRD Sulut.


Rincian Jadwal Operasional


​Sekretaris DPRD Sulut, Niklas Silangen, menjelaskan bahwa pengaturan jadwal ini telah disusun secara terstruktur agar tidak menghambat fungsi kesekretariatan dalam mendukung kerja legislatif.


​Berikut adalah rincian jadwal yang ditetapkan:


  • 16–17 Maret: Work From Anywhere (WFA)
  • 18–19 Maret: Cuti Bersama Idulfitri
  • 23–24 Maret: Cuti Bersama Idulfitri
  • 25, 26, 27 Maret: Kembali ke skema Work From Anywhere (WFA)

"Penerapan pola ini bertujuan agar aktivitas pemerintahan tetap berjalan meskipun dalam suasana libur panjang. Kami ingin memberikan fleksibilitas bagi pegawai untuk merayakan Lebaran bersama keluarga tanpa mengabaikan produktivitas," ujar Niklas Silangen pada Selasa (17/3/2026).

Menjaga Produktivitas dan Mobilitas


​Niklas menambahkan bahwa meskipun staf bekerja dari luar kantor (WFA), pemantauan terhadap tugas-tugas administratif tetap dilakukan secara daring. Skema ini juga diharapkan mampu membantu menekan kepadatan mobilitas masyarakat di puncak arus mudik dan balik Lebaran.


​Penerapan WFA di lingkungan pemerintahan daerah Sulawesi Utara ini sejalan dengan upaya digitalisasi birokrasi, di mana pelayanan publik tetap bisa diakses meski tidak dilakukan secara tatap muka langsung di gedung cengkih.


​"Keseimbangan antara pelayanan publik dan kebutuhan hari besar keagamaan adalah prioritas kami. Kami memastikan bahwa koordinasi internal tetap terjaga selama periode ini," pungkasnya.


​Dengan pengaturan ini, diharapkan para ASN di lingkungan Sekretariat DPRD Sulut dapat merayakan Idulfitri dengan khidmat dan kembali bekerja dengan semangat baru setelah masa libur usai.

(*/Olvie)

THR dan Gaji Pegawai DPRD Sulut Cair, Sekwan: Tindak Lanjut Instruksi Gubernur Yulius Selvanus


Newsblessing.com, SULUT – Kabar gembira menyambangi lingkungan Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara. Seluruh jajaran pegawai resmi menerima penyaluran Gaji dan Tunjangan Hari Raya (THR) tahun 2026 sebagai bentuk percepatan kesejahteraan menjelang hari raya.


​Langkah ini diambil sebagai respons cepat (gercep) atas instruksi langsung Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, guna memastikan pemenuhan hak-hak pegawai dilakukan secara tepat waktu.


Penyaluran Dilakukan Tepat Waktu


​Sekretaris DPRD Sulut (Sekwan), Niklas Silangen, mengonfirmasi bahwa seluruh administrasi dan proses transfer dana telah rampung. Pihaknya memastikan tidak ada hambatan dalam penyaluran dana tersebut kepada para penerima manfaat di lingkup Sekretariat Dewan.


​"Gaji dan THR untuk seluruh pegawai Sekretariat DPRD Sulut sudah resmi diterima sejak hari Jumat pekan lalu," ujar Niklas Silangen saat memberikan keterangan resmi di Manado, Selasa (17/3/2026).


Pesan Gubernur: Hindari Perilaku Konsumtif Berlebihan


​Penyaluran THR tahun ini dibarengi dengan imbauan tegas dari Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus. Gubernur menekankan agar dana yang diterima digunakan secara bijaksana dan mengutamakan kebutuhan pokok keluarga di atas kepentingan gaya hidup.


​"Gunakan THR dengan baik, utamakan kebutuhan yang mendasar. Saya berpesan agar menghindari perilaku flexing (pamer kekayaan) atau sekadar hura-hura," tegas Gubernur Yulius dalam pesan yang disampaikan sebelumnya.


​Gubernur berharap, setiap rupiah belanja daerah yang disalurkan melalui gaji dan tunjangan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi ekonomi rumah tangga pegawai serta mampu menggerakkan roda ekonomi lokal secara positif.


Disiplin Anggaran Menjelang Hari Raya


​Realisasi pembayaran THR yang lebih awal ini juga menjadi cerminan disiplin administrasi di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara. Dengan cairnya dana tersebut, diharapkan produktivitas pegawai tetap terjaga dan persiapan menghadapi hari raya dapat dilakukan dengan lebih matang tanpa kendala finansial.


​Hingga berita ini diturunkan, suasana di Gedung Cengkih (DPRD Sulut) tampak kondusif, di mana para pegawai menyambut baik kecepatan birokrasi dalam memproses hak-hak keuangan mereka di tengah persiapan menyambut hari besar keagamaan. (*/Olvie)


Wujudkan Transparansi, Setwan Sulut Perketat Verifikasi Berkas Kerjasama Media


Newsblessing.com, SULUT – Sekretariat DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Setwan Sulut) mengambil langkah tegas dalam membenahi tata kelola administrasi kemitraan. Selama sepekan terakhir, tim sekretariat melakukan proses verifikasi faktual terhadap berkas perusahaan pers yang mengajukan kerjasama untuk tahun anggaran 2026.


​Langkah "skrining" ketat ini berlangsung selama lima hari, terhitung sejak Senin (9/3) hingga berakhir pada Jumat (13/3/2026). Upaya ini dilakukan guna memastikan seluruh mitra media sejalan dengan koridor hukum dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.


Standar Kompetensi Jadi Syarat Mutlak


​Proses verifikasi yang berlangsung di Kantor DPRD Sulut ini dipimpin langsung oleh Kepala Sub Bagian Analis Kebijakan Muda, Justman Entjaurau. Ia menegaskan bahwa profesionalisme jurnalis menjadi poin utama dalam penilaian kriteria kerjasama tahun ini.


​Beberapa syarat kompetensi yang menjadi sorotan utama dalam proses verifikasi meliputi:


  • Pemimpin Redaksi: Wajib mengantongi sertifikat Wartawan Utama.
  • Redaktur: Minimal memiliki sertifikat Wartawan Madya.
  • Reporter/Wartawan: Melampirkan sertifikat Wartawan Muda.
  • Legalitas Perusahaan: Dokumen badan hukum pers harus tervalidasi dan sesuai dengan regulasi Dewan Pers.

Menuju Tata Kelola yang Akuntabel

Justman Entjaurau menjelaskan bahwa transparansi dalam proses kontrak ini bertujuan agar sinergi antara legislatif dan media massa dapat dipertanggungjawabkan secara publik.


​"Kami ingin memastikan bahwa kerjasama ini dibangun di atas pondasi yang profesional dan akuntabel. Dengan verifikasi yang terbuka, kita mendorong terciptanya tata kelola pemerintahan yang baik (good governance)," ujar Justman di sela-sela proses pemeriksaan berkas.


​Penerapan standar tinggi ini diharapkan tidak hanya tertib secara administrasi, tetapi juga mampu meningkatkan kualitas informasi yang disampaikan kepada masyarakat terkait kinerja 45 anggota DPRD Sulawesi Utara.


​Dengan berakhirnya masa verifikasi pada Jumat ini, tim Sekretariat DPRD Sulut akan segera melakukan evaluasi akhir sebelum menetapkan media mana saja yang dinyatakan memenuhi syarat untuk ±menjalin kontrak kerjasama resmi. (*/Olvie)

Optimalkan Serap Aspirasi, Setwan Sulut Gembleng Staf Pendamping Reses Legislator




Newsblessing.com, SULUT – Sekretariat DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) bergerak cepat mematangkan persiapan teknis jelang agenda reses pimpinan dan anggota dewan. Pada Kamis (12/3/2026), jajaran Sekretariat menggelar pembekalan khusus bagi staf pendamping guna memastikan pendokumentasian aspirasi rakyat berjalan maksimal.


​Rapat koordinasi dan pembekalan ini dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris DPRD Sulut, Niklas Silangen, didampingi Kabag Persidangan, Yahya Rondonuwu, serta diikuti oleh pejabat fungsional dan pengadaan di lingkungan Setwan Sulut.

Fokus pada Ketertiban Administrasi

Pembekalan ini bertujuan menyamakan persepsi dan pemahaman teknis bagi para staf yang akan terjun langsung ke lapangan. Hal ini dilakukan agar pelaksanaan reses tidak hanya berjalan efektif secara seremoni, tetapi juga tertib secara administrasi sesuai aturan yang berlaku.


​Niklas Silangen dalam arahannya menekankan bahwa staf pendamping adalah ujung tombak dalam memastikan setiap keluhan dan masukan masyarakat di daerah pemilihan (dapil) terjaring secara optimal.


​"Reses adalah agenda vital bagi pimpinan dan anggota DPRD untuk menyapa konstituen. Para staf pendamping memegang peranan kunci; mereka harus paham tanggung jawabnya agar seluruh proses, dari lapangan hingga pelaporan, berjalan baik dan tertib," tegas Silangen.

 


Profesionalisme dalam Pelaporan


​Senada dengan hal tersebut, Kabag Persidangan Yahya Rondonuwu mengingatkan bahwa keberhasilan reses juga diukur dari kualitas dokumentasi dan pelaporan. Ia meminta seluruh tim pendamping bekerja secara profesional dan menjaga koordinasi yang solid.


​"Kesiapan administrasi dan teknis adalah faktor utama. Kami berharap tim bekerja maksimal agar aspirasi masyarakat dapat terdokumentasi dengan baik, sehingga menjadi bahan masukan yang valid untuk kebijakan pemerintah daerah ke depan," ujar Rondonuwu.


​Melalui persiapan yang matang ini, Sekretariat DPRD Sulut berkomitmen memberikan dukungan penuh (supporting system) bagi para legislator agar kegiatan turun lapangan tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi pembangunan di seluruh wilayah Sulawesi Utara. */Olvie)

Wakil Ketua DPRD Sulut Janji Kawal Isu Mafia Tanah hingga Korupsi


Newsblessing.com, SULUT— Wakil Ketua DPRD Sulawesi Utara (Sulut), Michaela Elsiana Paruntu (MEP), menegaskan komitmen lembaga legislatif untuk mengawal sederet aspirasi krusial yang disuarakan Gerakan Masyarakat Sulut Sejahtera (Gemass). Isu mulai dari praktik korupsi, mafia tanah, hingga tata kelola pariwisata menjadi poin utama dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) lintas komisi yang digelar di Ruang Serbaguna DPRD Sulut, Selasa (10/3).


​Dalam rapat tersebut, Michaela didampingi oleh sejumlah anggota DPRD lintas komisi, di antaranya Louis Schramm, Ruslan Gani, dan Rhesa Waworuntu.


​"Masalah korupsi maupun mafia tanah seringkali menjadi aspirasi yang kami terima. Ini akan menjadi perhatian serius (concern) bagi kami untuk didalami dan dikonsultasikan lebih lanjut dengan pemerintah daerah," ujar Michaela dalam keterangannya.


Soroti Perda Adat dan Infrastruktur

Selain isu hukum, politisi Partai Golkar ini merespons positif usulan pembentukan Peraturan Daerah (Perda) Adat. Menurutnya, DPRD akan melakukan kajian mendalam untuk menjadikan regulasi tersebut sebagai inisiatif lembaga demi memperkuat pelestarian budaya lokal.


​Terkait masalah infrastruktur, DPRD Sulut mendesak pemerintah provinsi dan pusat untuk memperketat pengawasan pembangunan jalan. Salah satu poin spesifik yang ditekankan adalah pengaturan jam operasional kendaraan kontainer yang diwajibkan melintasi jalan tol guna mengurangi beban jalan nasional.


Rekomendasi Kebijakan dan Sosial

Berdasarkan hasil RDP, DPRD Sulut merumuskan sejumlah rekomendasi strategis kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, antara lain:


  • Pengawasan Penyakit Masyarakat: Mendesak pengetatan jam operasional tempat hiburan malam melalui Surat Edaran Gubernur, serta pemberantasan judi online dan prostitusi.
  • Kesejahteraan Sosial: Mengawal realisasi program bantuan 15.000 unit rumah agar tepat sasaran dan meninjau kembali kebijakan insentif bagi rohaniwan serta kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.
  • Tata Kelola Pariwisata: Mendorong optimalisasi destinasi unggulan seperti Bunaken agar memiliki daya saing nasional yang lebih kuat.
  • Etika Publik: Mengimbau penggunaan bahasa publik yang bijaksana terkait pelabelan halal dan non-halal demi menjaga kerukunan antarumat beragama.

Sikap Humanis Hadapi Kritik


​Meski jalannya diskusi sempat memanas dengan kritik tajam dari perwakilan masyarakat, Michaela menanggapi hal tersebut dengan tenang. Ia menyatakan tidak merasa tersinggung dan justru menganggap kritik sebagai masukan konstruktif untuk memperbaiki kinerja legislatif.


​"Di balik peran kami, kami juga manusia yang penuh kekurangan. Bersama masyarakatlah kami diperlengkapi. Data dan fakta yang dibawa masyarakat menjadi dasar bagi kami untuk memperjuangkan hak rakyat di tingkat pemerintahan," pungkasnya.


​Rapat tersebut ditutup dengan komitmen bersama untuk mendorong tata kelola pemerintahan yang bersih (good governance), transparan, dan akuntabel di Sulawesi Utara.

(*/Olvie)

Louis Schramm Ungkap Alasan Mandeknya Insentif Tokoh Agama: Terganjal Kekuatan Fiskal


Newsblessing.com, SULUT — Anggota DPRD Sulawesi Utara, Louis Schramm, membeberkan alasan di balik terhentinya pemberian insentif bagi tokoh agama di sejumlah wilayah. Schramm menegaskan bahwa keberlanjutan program tersebut sepenuhnya bergantung pada kesehatan anggaran atau kekuatan fiskal masing-masing daerah.


​Hal ini disampaikan Louis dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) lintas komisi bersama Gerakan Masyarakat Sulut Sejahtera (Gemass) di Gedung DPRD Sulawesi Utara, Selasa (10/3/2026).


​Louis menjelaskan, skema pemberian insentif bagi pemuka agama sebelumnya sudah sempat diimplementasikan di tiga wilayah, yakni Kota Manado, Kabupaten Minahasa Utara, dan Kabupaten Minahasa Tenggara. Namun, ia mengingatkan bahwa kebijakan tersebut tidak bisa dipukul rata atau dipaksakan tanpa melihat kondisi kas daerah.


​"Program ini memang pernah dilaksanakan di tiga daerah tersebut. Namun, eksekusinya harus tetap berpijak pada kemampuan fiskal daerah masing-masing," ujar Louis dalam forum diskusi tersebut.


Dilema Anggaran dan Skala Prioritas

​Pernyataan Louis tersebut merespons aspirasi warga yang mempertanyakan keberlanjutan dukungan finansial bagi tokoh lintas agama sebagai bentuk apresiasi atas peran sosial mereka.


​Dalam RDP yang juga dihadiri oleh Wakil Ketua DPRD Sulut, Michaela Paruntu, terungkap bahwa meski program ini memiliki dampak sosial yang positif, pemerintah daerah seringkali terbentur pada realokasi anggaran untuk kebutuhan infrastruktur dan pelayanan publik dasar lainnya.


​Louis menekankan bahwa koordinasi antara legislatif dan eksekutif terus dilakukan untuk mencari titik temu agar kesejahteraan tokoh agama tetap diperhatikan tanpa mengganggu stabilitas APBD.


Tuntutan Masyarakat Sejahtera


​Di sisi lain, massa yang tergabung dalam Gemass mendesak agar DPRD Sulut tetap mengawal kebijakan yang pro-rakyat dan transparan dalam pengalokasian dana hibah maupun insentif.


​Pertemuan tersebut berakhir dengan komitmen DPRD untuk mengkaji kembali formula anggaran yang memungkinkan pemberian insentif tanpa membebani keuangan daerah secara berlebihan. (*/Olvie)

Sinergi Antarlembaga, Setwan Sulut Sambut Kunjungan Kerja DPRD Minahasa Tenggara



Newsblessing.com, SULUT – Sekretariat DPRD (Setwan) Provinsi Sulawesi Utara menerima kunjungan kerja (kunker) dari jajaran DPRD Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) pada Selasa (9/3/2026). Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat koordinasi administratif antarlembaga legislatif di bumi Nyiur Melambai.


​Rombongan dari Kabupaten Mitra diterima langsung oleh Kasubag Perisalah Legislatif Setwan Sulut, Fabiola Sumampouw, didampingi jajaran staf Humas dan Protokol di kantor DPRD Sulut, Kairagi.


Fokus pada Optimalisasi Administrasi


​Kunjungan ini tidak sekadar seremoni, melainkan wadah teknis untuk membedah tantangan kesekretariatan. Beberapa poin krusial yang menjadi bahan diskusi hangat meliputi:


  • Pengelolaan Administrasi Persidangan: Efisiensi alur surat-menyurat dan pendokumentasian keputusan.
  • Penyusunan Risalah Rapat: Teknik pencatatan yang akurat dan akuntabel sebagai produk hukum.
  • Mekanisme Kerja Internal: Penataan staf dalam mendukung mobilitas anggota dewan.

Berbagi Praktik Terbaik


​Fabiola Sumampouw menekankan bahwa pertukaran pengalaman (sharing session) ini sangat vital untuk menjaga standar pelayanan publik di lingkungan sekretariat.


​"Kami sangat mengapresiasi kehadiran rekan-rekan dari DPRD Mitra. Kegiatan ini adalah langkah nyata untuk memperkuat sinergi. Kita saling belajar mengenai praktik kerja terbaik yang bisa diadaptasi di daerah masing-masing," ujar Fabiola.

 


​Ia juga menambahkan bahwa komunikasi yang intens antar-Setwan akan berdampak langsung pada profesionalitas dan efektivitas pelayanan terhadap pimpinan maupun anggota DPRD, yang pada akhirnya menunjang kinerja legislasi secara keseluruhan.


​Pertemuan yang berlangsung interaktif ini diharapkan mampu melahirkan inovasi baru dalam sistem pendukung (supporting system) bagi tugas-tugas kedewanan, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten.

(*/Olvie)

Rocky Wowor Apresiasi Setahun Kepemimpinan Yulius-Victor : Dari Listrik 24 Jam hingga Kepastian Hukum Penambang Rakyat



Newsblessing.com, SULUT – Tepat satu tahun silan, pada 5 Maret 2025, pasangan Gubernur Yulius Selvanus dan Wakil Gubernur Victor Mailangkay memulai langkah perdana mereka memimpin Sulawesi Utara. Kini, memasuki 365 hari masa kerja, duet kepemimpinan ini dinilai berhasil menghadirkan "revolusi pembangunan" yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat di Bumi Nyiur Melambai.


​Apresiasi datang dari parlemen. Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sulut, Rocky Wowor, menyebut kinerja Yulius-Victor sebagai torehan prestasi yang sangat populis.


​Transformasi Digital dan Ekonomi Gemilang


​Di bawah komando Yulius Selvanus, Sulawesi Utara mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang impresif sebesar 5,66% sepanjang tahun 2025. Kebijakan pro-rakyat juga tercermin dari penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) yang kini bertengger di posisi ke-6 tertinggi secara nasional.


​Di sektor pendidikan, Sulut bertransformasi menjadi role model nasional dalam pengelolaan data pendidikan kolaboratif.


​"Penghargaan dari Kemendikdasmen membuktikan bahwa Sulut mampu melahirkan kebijakan pendidikan yang adil dan berdampak langsung pada peningkatan mutu SDM," ujar Rocky Wowor di Manado, Kamis (5/3/2026).


​Keadilan bagi Wilayah Kepulauan dan Penambang


​Salah satu pencapaian yang paling dirasakan manfaatnya adalah program "Sulut Terang". Ribuan kepala keluarga di wilayah kepulauan, mulai dari Pulau Gangga, Talise, hingga wilayah perbatasan di Talaud, kini dapat menikmati aliran listrik penuh selama 24 jam.


​Tak hanya infrastruktur, kepastian hukum juga menjadi fokus utama. Melalui penetapan Perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) 2025-2044, nasib sekitar 12.000 penambang rakyat di Sulut kini mendapatkan jaminan legalitas.


Capaian Strategis 1 Tahun Yulius-Victor:


Sektor

Prestasi Utama

Ekonomi

Pertumbuhan 5,66% & UMP Peringkat 6 Nasional.

Energi

Listrik 24 Jam di Pulau Gangga, Talise, hingga Kakorotan.

Hukum

Pengesahan Perda RTRW 2025-2044 (Legalitas Tambang Rakyat).

Pendidikan

Penghargaan Kinerja Unggul dari Kemendikdasmen.



Ketegasan dalam Aturan


​Gubernur Yulius Selvanus menegaskan bahwa Perda RTRW yang baru disahkan bukan sekadar dokumen, melainkan kompas investasi yang wajib ditaati oleh pengusaha maupun masyarakat.


​"Saya berharap ini kita taati bersama. Jika melanggar, tentu akan berhadapan dengan hukum," tegas Gubernur Yulius.


​Bagi Rocky Wowor, keberanian Gubernur melegalkan lokasi pertambangan rakyat adalah tonggak sejarah baru yang akan menghidupkan nadi ekonomi kerakyatan tanpa rasa cemas akan jeratan hukum.

(*/Olvie)

Baru 4 Persen UMKM Sulut Punya NIB, Sekretaris Komisi II DPRD Sulut Desak Pemerintah 'Jemput Bola'



Newsblessing.com, SULUT– Realisasi kepemilikan Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Sulawesi Utara masih menjadi rapor merah. Hingga Maret 2026, tercatat baru 4 persen dari total 400 ribu lebih pelaku usaha di Bumi Nyiur Melambai yang mengantongi legalitas tersebut.


​Fakta ini terungkap dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi II DPRD Provinsi Sulut bersama Dinas Koperasi dan UMKM daerah setempat, Senin (2/3/2026).


​Hambatan Akses Digital dan Kredit


​Sekretaris Komisi II DPRD Sulut, Dhea E. Lumenta, SE, menyoroti rendahnya angka tersebut sebagai penghambat kesejahteraan masyarakat. Menurut politisi Partai Gerindra ini, tanpa NIB, para pelaku UMKM mustahil bisa mengakses Kredit Usaha Rakyat (KUR) maupun sertifikasi halal.


​"Di lapangan, masih banyak yang belum memiliki izin karena keterbatasan akses digital. Kami mendorong Dinas Koperasi UMKM untuk melakukan langkah konkret, seperti 'jemput bola' langsung ke pasar atau desa-desa untuk pendaftaran di tempat," tegas Dhea.


​Strategi Intervensi Pemerintah


​Menanggapi desakan tersebut, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sulut, Tahlis Gallang, menjelaskan bahwa kendala utama bukan pada kerumitan sistem Online Single Submission (OSS), melainkan pada pola pikir masyarakat yang menganggap pengurusan izin masih bersifat birokratis.


​Tahlis memastikan pihaknya kini menerapkan prinsip pendampingan humanis. Setiap ada pelatihan atau penyuluhan, petugas akan langsung memfasilitasi pembuatan NIB di lokasi.


​"Kami tidak akan mencoret pelaku usaha penerima bantuan hanya karena belum punya NIB. Itu tidak bijak. Justru kami fasilitasi dan selesaikan di tempat saat itu juga agar mereka pulang sudah mengantongi izin," ujar Tahlis.

 

Data Realisasi UMKM Sulut (Per Maret 2026)



Indikator

Data Statistik


Total Populasi UMKM

± 400.000 Pelaku Usaha


Realisasi NIB (OSS) 

17.610 (Sekitar 4%)

Target Utama


Akses KUR & Sertifikasi Halal

 

 

Pemerintah Provinsi kini berharap adanya sinergi dari DPRD dan pemerintah kabupaten/kota untuk terus mengedukasi masyarakat bahwa pengurusan NIB kini jauh lebih mudah, hanya bermodalkan KTP dan NPWP melalui ponsel pintar.

(*/Olvie)

​Perkuat Pengawasan Pangan dan UMKM, DPRD Gorontalo Sambangi Kantor DPRD Sulawesi Utara



Newsblessing.com, SULUT – Sekretariat DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menerima kunjungan kerja (Kunker) dari delegasi DPRD Provinsi Gorontalo pada Rabu (4/3/2026). Pertemuan ini fokus pada penguatan fungsi pengawasan legislatif di sektor ekonomi kerakyatan dan stabilitas harga bahan pokok.


​Kedatangan para wakil rakyat dari provinsi tetangga tersebut disambut langsung oleh Kepala Bagian Persidangan Sekretariat DPRD Sulut, Yahya Rondonuwu, didampingi Perisalah Legislatif Ahli Muda, Dormina Takaendengan.


​Sinergi Pengawasan Sektor Strategis


​Kunjungan ini menjadi ajang koordinasi antarlembaga legislatif di Sulawesi untuk membedah tantangan di sektor perdagangan, pemberdayaan UMKM, serta fluktuasi harga pangan yang berdampak langsung pada daya beli masyarakat kecil.


​Yahya Rondonuwu mengapresiasi inisiatif DPRD Gorontalo dalam memilih Sulawesi Utara sebagai mitra diskusi. Menurutnya, isu pangan dan UMKM memerlukan sinergi lintas daerah agar kebijakan yang dihasilkan lebih tepat sasaran.


​"Kami menyambut baik kunjungan ini sebagai wadah berbagi informasi. Masalah harga pangan dan pemberdayaan UMKM adalah isu prioritas yang membutuhkan sinergi antarlembaga legislatif di daerah," ujar Yahya.

 


​Implementasi Kebijakan Daerah


​Melalui diskusi intensif ini, diharapkan kedua belah pihak mendapatkan referensi kebijakan baru yang bisa diadaptasi di daerah masing-masing. Terutama dalam hal:


  • Stabilisasi harga pangan di pasar tradisional.
  • Pemberdayaan pelaku UMKM agar lebih berdaya saing.
  • Optimalisasi fungsi pengawasan legislatif terhadap kebijakan eksekutif di bidang ekonomi.

​Pertemuan yang berlangsung hangat di Gedung Cengkih ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk terus menjalin komunikasi demi kesejahteraan masyarakat di wilayah Sulawesi. (*/Olvie)

Tingkatkan Kenyamanan Pelayanan, Sekretariat DPRD Sulut Gelar Aksi Bersih Lingkungan


Newsblessing.com, SULUT – Guna menciptakan suasana kerja yang lebih asri dan meningkatkan kualitas pelayanan publik, jajaran Sekretariat DPRD Provinsi Sulawesi Utara menggelar aksi kerja bakti massal atau korve di lingkungan kantor pada Selasa, (3/3/2026) pagi.

Kegiatan yang melibatkan seluruh staf dan pegawai, dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris DPRD Sulut, Niklas Silangen. Pantauan di lokasi menunjukkan antusiasme pegawai yang bahu-membahu membersihkan area halaman, menata taman, hingga memangkas rumput liar di sekitar gedung rakyat tersebut.


​Komitmen Kebersihan Bersama


​Niklas Silangen menjelaskan bahwa agenda korve ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bentuk nyata komitmen korps Sekretariat DPRD dalam menjaga estetika dan kenyamanan area kerja. Menurutnya, lingkungan yang bersih akan berdampak langsung pada produktivitas pegawai.


​"Kebersihan kantor adalah tanggung jawab kolektif, bukan hanya tugas petugas kebersihan. Melalui korve ini, kita memupuk rasa memiliki dan kedisiplinan antar aparatur," ujar Niklas di sela-sela kegiatan.

 


​Fokus Pelayanan Masyarakat


​Selain aspek estetika, penataan lingkungan ini bertujuan untuk memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang datang berkunjung ke Kantor DPRD Sulut. Pihak Sekretariat berharap suasana kantor yang representatif dapat mendukung optimalisasi pelayanan di "Bumi Nyiur Melambai."

Dengan lingkungan yang lebih tertata, Sekretariat DPRD Sulut optimis mampu menciptakan iklim kerja yang lebih kondusif bagi para wakil rakyat maupun masyarakat umum yang menyampaikan aspirasinya.

(*/Olvie)

Jaring Aspirasi Rakyat, 45 Legislator DPRD Sulut Siap Turun ke Dapil Akhir Maret





Newsblessing.com, SULUTSebanyak 45 anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) bersiap menanggalkan kursi empuk di "Gedung Cengkih" untuk sementara waktu. Mereka dijadwalkan turun langsung menemui konstituen di daerah pemilihan (Dapil) masing-masing dalam agenda Reses I Tahun 2026.


​Agenda penting ini dipastikan akan berlangsung selama empat hari, mulai tanggal 28 hingga 31 Maret 2026.


Keputusan Badan Musyawarah


​Kepastian jadwal reses ini disampaikan langsung oleh Sekretaris DPRD (Sekwan) Sulut, Niklas Silangen, usai mengikuti Rapat Paripurna internal pada Selasa (2/3/2026) kemarin. Menurutnya, jadwal tersebut merupakan hasil kesepakatan dalam rapat Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Sulut.


​"Sesuai putusan Banmus, reses diagendakan tanggal 28 hingga 31 Maret. Selama empat hari penuh, para wakil rakyat akan fokus menyerap aspirasi dan keluhan masyarakat di dapil mereka masing-masing," ujar Niklas Silangen kepada awak media.


Persiapan LKPJ Gubernur


​Selain mematangkan jadwal reses, rapat Banmus juga membahas agenda krusial lainnya, yakni Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Sulawesi Utara. Niklas menjelaskan bahwa tahapan ini sedang menunggu kelengkapan administrasi dari pihak eksekutif.


​"Untuk paripurna LKPJ, kami masih menunggu surat dari pihak eksekutif, paling lambat tanggal 30 Maret. Rencananya, awal April mendatang akan segera dilaksanakan paripurna LKPJ sekaligus pembentukan Panitia Khusus (Pansus) untuk membedah laporan tersebut," tambahnya.


Momen reses ini menjadi kesempatan emas bagi warga Sulawesi Utara untuk menyampaikan langsung permasalahan di lapangan, mulai dari infrastruktur, pendidikan, hingga kesehatan. Aspirasi yang terjaring nantinya akan dihimpun menjadi pokok-pokok pikiran (Pokpir) DPRD untuk diperjuangkan dalam penganggaran daerah mendatang. (*/Olvie)


Resmi Terbentuk! DPRD Sulut Tetapkan Personel Pansus Tata Tertib


Newsblessing.com, SULUT  – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) bergerak cepat dalam memperkuat fondasi kelembagaan. Melalui Rapat Paripurna yang digelar Senin (2/3/2026), DPRD Sulut secara resmi menetapkan personel Panitia Khusus (Pansus) yang akan bertugas membahas Peraturan Tata Tertib (Tatib) Dewan.


​Penetapan ini menjadi tonggak penting bagi para legislator "Gedung Cengkih" untuk menyesuaikan regulasi internal dengan dinamika perundang-undangan terbaru.


Daftar Personel Pansus: Koalisi Lintas Fraksi


​Ketua DPRD Sulut, dr. Fransiscus Andi Silangen, membacakan langsung daftar nama anggota Pansus di hadapan peserta rapat. Menariknya, Pansus kali ini diperkuat langsung oleh seluruh unsur pimpinan DPRD Sulut sebagai bentuk komitmen terhadap urgensi aturan internal tersebut.


​Berikut adalah komposisi personel Pansus Tatib DPRD Sulut:

1. Unsur Pimpinan DPRD (Masuk dalam Pansus):


  • Ketua: dr. Fransiscus Andi Silangen (PDI-P)
  • Wakil Ketua: Royke Anter (Demokrat), Michaela Paruntu (Golkar), dan Stela Runtuwene (NasDem).

2. Perwakilan Fraksi-Fraksi:


  • Fraksi PDI-P: Royke Roring, Abdul Gani, Amir Liputo, Eugenie Mantiri, Irene Pinontoan, Feramitha Mokodompit, dan Piere Makisanti.
  • Fraksi Golkar: Vionita Kuera dan Yongki Limen.
  • Fraksi Demokrat: Roger Mamesah dan Angel Wenas.
  • Fraksi NasDem: Seska Budiman dan Braien Waworuntu.
  • Fraksi Gerindra: Gracia Oroh dan Normans Luntungan.

Langsung Bekerja Hari Ini


​Ketua DPRD Sulut menegaskan bahwa dengan disahkannya susunan tersebut, maka Pansus dinyatakan legal dan wajib segera menjalankan fungsinya. Keputusan ini akan dituangkan dalam Keputusan DPRD untuk memperkuat landasan hukum kerja tim.

​"Pansus pembahasan Peraturan DPRD ditetapkan dalam rapat paripurna hari ini, dinyatakan sah, dan akan dituangkan dalam keputusan dewan. Selanjutnya, petugas Pansus mulai bekerja hari ini," tegas Andi Silangen. 


Urgensi Tata Tertib Baru


​Pembentukan Pansus ini dipandang krusial karena Tatib merupakan "kitab suci" bagi para anggota dewan dalam menjalankan tiga fungsi utamanya: legislasi, anggaran, dan pengawasan. Dengan personel yang berasal dari berbagai latar belakang fraksi, diharapkan Tatib yang dihasilkan nantinya mampu menciptakan iklim kerja yang lebih dinamis, transparan, dan berpihak pada kepentingan publik di Sulawesi Utara.

(*/Olvie)

Optimalkan Kinerja Legislator, DPRD Sulut Gelar Paripurna Peraturan Tata Tertib Hari Ini




Newsblessing.com, SULUT – Guna memperkuat fungsi pengawasan dan transparansi di lembaga legislatif, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dijadwalkan menggelar Rapat Paripurna krusial pada hari ini, Senin (2/3/2026).


​Agenda utama dalam pertemuan ini adalah penyampaian serta penjelasan pimpinan DPRD terkait Rancangan Peraturan DPRD Provinsi Sulut tentang Tata Tertib (Tatib). Langkah ini diambil untuk memastikan mekanisme kerja internal dewan berjalan lebih efisien dan akuntabel.


Menuju Parlemen yang Transparan dan Efisien


​Penyusunan peraturan tata tertib ini bukan sekadar rutinitas birokrasi, melainkan instrumen vital dalam mengatur hak, kewajiban, serta kode etik seluruh anggota dewan. Dengan adanya aturan yang diperbarui, diharapkan performa legislator dalam mengawal aspirasi rakyat Sulut semakin tajam dan terukur.


​Rapat Paripurna tersebut dilaksanakan di Gedung Cengkih, Kantor DPRD Provinsi Sulut, Manado.


​"Peraturan internal ini sangat penting untuk memastikan jalannya fungsi dewan yang transparan. Kita ingin setiap proses legislasi, anggaran, dan pengawasan dilakukan dengan standar etika yang tinggi," ujar perwakilan pimpinan DPRD dalam keterangannya.



Berpedoman pada Regulasi Pusat


​Penyusunan Tatib DPRD Sulut ini dilakukan dengan merujuk pada payung hukum yang lebih tinggi, yakni Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 12 Tahun 2018. Regulasi ini mencakup poin-poin strategis, antara lain:


  • Pembentukan Alat Kelengkapan Dewan (AKD): Memastikan distribusi peran anggota dewan tepat sasaran.
  • Fungsi Anggaran: Penajaman pengawasan terhadap APBD Sulut.
  • Fungsi Legislasi: Percepatan pembahasan produk hukum daerah.
  • Fungsi Pengawasan: Memperkuat kontrol terhadap kinerja eksekutif.


Dampak Bagi Masyarakat


​Dengan ditetapkannya tata tertib yang baru, publik berharap kinerja DPRD Sulut periode ini dapat lebih disiplin dan responsif terhadap isu-isu kerakyatan. Efisiensi di level internal diharapkan berbanding lurus dengan kualitas pelayanan publik dan pembangunan di Bumi Nyiur Melambai.


​Sidang Paripurna hari ini akan dihadiri oleh seluruh pimpinan dan anggota fraksi, serta jajaran sekretariat dewan untuk mendengarkan poin-poin perubahan dalam draf peraturan tersebut sebelum disahkan secara kolektif.

(*/Olvie)

Padat Agenda, DPRD Sulut Awali Maret 2026 dengan Ibadah hingga Rapat Paripurna Tatib


Newsblessing.com, SULUT – Memasuki awal pekan di bulan Maret 2026, aktivitas di Gedung Cengkih, Kantor DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), dipastikan berjalan padat. Sekretariat DPRD Sulut secara resmi merilis rangkaian agenda kedewanan yang dijadwalkan berlangsung maraton pada Senin (2/3/2026).


​Rangkaian kegiatan akan dimulai sejak pagi hari dengan menitikberatkan pada penguatan spiritual, fungsi pengawasan, hingga pembenahan regulasi internal lembaga legislatif tersebut.


Awali Tugas dengan Ibadah Bersama


​Menjaga tradisi positif di lingkungan kerja, Pimpinan dan Anggota DPRD Sulut bersama jajaran Sekretariat serta Forum Wartawan DPRD (Forward) akan melaksanakan Ibadah Rutin pada pukul 09.00 WITA. Kegiatan yang dipusatkan di Ruang Rapat Paripurna ini bertujuan memohon penyertaan Tuhan dalam menjalankan amanah rakyat selama sepekan ke depan.


Komisi II Fokus pada Program Strategis 2026


​Usai agenda spiritual, kerja-kerja pengawasan langsung digeber melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang dimotori oleh Komisi II pada pukul 10.00 WITA.


​RDP ini bersifat krusial karena melibatkan sejumlah mitra kerja strategis Pemerintah Provinsi Sulut, di antaranya:


  • ​Dinas Pertanian dan Peternakan
  • ​Dinas Perindustrian dan Perdagangan
  • ​Dinas Koperasi dan UMKM Daerah Sulut

​Fokus utama pertemuan ini adalah sinkronisasi serta evaluasi program kerja tahun anggaran 2026 guna memastikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat di Bumi Nyiur Melambai.


Pembenahan Internal Lewat Paripurna Tata Tertib


​Setelah jeda Rapat Pimpinan (Rapim) dan Rapat Badan Musyawarah (Banmus) pada siang hari, puncak agenda akan ditutup dengan Rapat Paripurna yang dijadwalkan pukul 14.00 WITA.


​Paripurna kali ini diagendakan khusus untuk mendengarkan penjelasan pimpinan mengenai Peraturan DPRD Provinsi Sulut tentang Tata Tertib (Tatib). Langkah ini diambil sebagai upaya memperkuat profesionalisme dan integritas para anggota dewan dalam mengawal setiap aspirasi masyarakat secara lebih sistematis dan transparan. (*/Olvie)

Maraton Agenda Legislatif, DPRD Sulut Jadwalkan Rapim hingga Paripurna Internal Senin Depan


Newsblessing.com, SULUT – Gedung Cengkih DPRD Provinsi Sulawesi Utara dipastikan akan menghadapi jadwal padat pada awal pekan mendatang. Pihak Sekretariat DPRD telah merampungkan persiapan untuk menggelar rangkaian rapat krusial yang dijadwalkan berlangsung pada Senin, 2 Maret 2026.


​Serangkaian agenda tersebut meliputi Rapat Pimpinan (Rapim), rapat Badan Musyawarah (Banmus), hingga puncaknya yakni Rapat Paripurna Internal.


​Persiapan Administrasi Rampung


​Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris DPRD Sulut, Niklas Silangen, menyatakan bahwa seluruh perangkat pendukung, baik dari sisi administrasi maupun pengaturan jadwal, telah disiapkan secara matang. Hal ini dilakukan demi menjamin kelancaran alur koordinasi antaranggota dewan.


​"Untuk agenda hari Senin nanti, rangkaian kegiatan akan dimulai dengan Rapat Pimpinan. Setelah itu, akan langsung disambung dengan rapat Badan Musyawarah untuk menentukan arah jadwal kedewanan," ujar Niklas saat ditemui di Gedung DPRD Sulut, Jumat (27/2/2026).


​Fokus pada Penguatan Internal

Rangkaian kegiatan ini merupakan bagian dari mekanisme kerja lembaga legislatif dalam menyelaraskan langkah dan menetapkan skala prioritas program kerja. Rapat Paripurna Internal yang menjadi agenda penutup di hari tersebut diharapkan dapat memantapkan koordinasi antar-fraksi dan alat kelengkapan dewan.


​"Puncaknya adalah Rapat Paripurna Internal. Kami memastikan semua tahapan berjalan sesuai prosedur yang ada agar fungsi representasi rakyat dapat berjalan optimal," tambah Niklas.



​Menata Agenda Kerja Kedewanan


​Rapat Badan Musyawarah (Banmus) sendiri menjadi poin penting dalam agenda Senin mendatang. Dalam rapat ini, para legislator akan menyusun jadwal kerja, mulai dari pembahasan Ranperda, agenda kunjungan lapangan, hingga jadwal serap aspirasi masyarakat (Reses).


​Dengan persiapan yang dilakukan sejak akhir pekan ini, diharapkan kinerja DPRD Sulawesi Utara dalam mengawal kebijakan daerah pada bulan Maret 2026 dapat berjalan efektif dan transparan. (*/Olvie)


Pastikan Aspirasi Rakyat Tersampaikan, Royke Anter Bakal Kawal Isu Kesehatan dan Pendidikan di Rapim


Newsblessing.com, SULUT  – Estafet agenda penting di Gedung Cengkih DPRD Sulawesi Utara (Sulut) terus bergulir. Wakil Ketua DPRD Sulut, Royke R. Anter, menegaskan komitmennya untuk membawa sejumlah persoalan mendesak masyarakat ke dalam meja Rapat Pimpinan (Rapim) yang dijadwalkan dalam waktu dekat.


​Royke Anter menyebut, Rapim tersebut akan menjadi ruang krusial untuk menyaring aspirasi warga yang belum sempat tersampaikan guna dijadikan skala prioritas kerja lembaga legislatif.


​Soroti Layanan Dasar : Kesehatan dan Pendidikan


​Dalam keterangannya, politisi senior ini mengungkapkan bahwa sektor pelayanan publik masih menjadi keluhan utama yang diterima oleh para wakil rakyat. Ia menyoroti performa instansi terkait yang dinilai perlu dievaluasi demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat.


​"Aspirasi yang kami terima dari masyarakat akan menjadi skala prioritas. Masalah pelayanan kesehatan dan pendidikan adalah hal utama yang harus dibahas secara mendalam di Rapim nanti," tegas Royke Anter.


​Polemik Transportasi Masuk Skala Prioritas


​Selain kebutuhan dasar, Anter juga menyinggung ketegangan yang terjadi di sektor transportasi. Ia merespons aksi protes para sopir angkutan kota (angkot) terkait operasional bus baru-baru ini.


​"Kami juga akan membahas persoalan transportasi bus yang belakangan didebatkan dan didemo oleh para sopir angkot. Ini butuh solusi agar tidak terjadi gesekan berkepanjangan di lapangan," tambahnya.


​Agenda Maraton Mulai Senin Depan

Di sisi lain, Sekretariat DPRD Sulawesi Utara memastikan kesiapan administratif untuk mendukung rangkaian kegiatan pimpinan. Sekretaris DPRD Sulut, Niklas Silangen, menjelaskan bahwa jadwal telah disusun secara matang agar seluruh agenda berjalan tanpa hambatan.


​Silangen memaparkan bahwa pekan depan akan menjadi jadwal yang cukup padat bagi para legislator.


​"Hari Senin akan diawali dengan kegiatan pimpinan, kemudian langsung dilanjutkan dengan rapat Badan Musyawarah (Banmus). Setelah itu, rangkaian akan ditutup dengan Rapat Paripurna," pungkas Silangen.


​Sinergi antara pimpinan dewan dan sekretariat ini diharapkan mampu mempercepat penyelesaian regulasi serta solusi atas permasalahan yang dihadapi warga Sulawesi Utara saat ini.

(*/Olvie)

Page View 1392