Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus Minta Lulusan BMR Tak Hanya Cari Kerja, Tapi Buka Field Usaha Mandiri

Newsblessing.comKOTAMOBAGU – Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, S.E., menghadiri Sidang Senat Terbuka Wisuda Gabungan Institut Agama Islam Kotamobagu (IAIK) dan Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STIMIK) Multicom Kotamobagu. Agenda akademik tahunan yang dirangkaikan dengan penyampaian kuliah umum tersebut diselenggarakan secara khidmat di Ballroom Hotel Sutan Raja, Kotamobagu, pada Jumat (4/9/2026).

​Di hadapan 258 wisudawan beserta segenap civitas akademika dan tamu undangan yang hadir, Gubernur Yulius menggarisbawahi bahwa momen pelantikan sarjana bukanlah titik akhir perjalanan intelektual seseorang. Sebaliknya, gelar akademik dan lembaran ijazah yang diraih merupakan gerbang awal untuk memasuki babak baru yang penuh tantangan di tengah masyarakat, dunia industri, maupun pemerintahan.

​Yulius secara terbuka memberikan tantangan kepada seluruh alumni baru di wilayah Bolaang Mongondow Raya (BMR) agar tidak melandaskan orientasi pascakuliah semata-mata untuk mencari lowongan pekerjaan. Generasi muda terdidik dituntut memiliki keberanian, kepekaan sosial, serta kreativitas dalam membaca potensi daerah guna membuka peluang usaha baru yang mampu menyerap tenaga kerja lokal.

​"Gelar akademik yang diperoleh hari ini harus dijadikan sebagai modal dasar untuk melangkah ke dunia kerja, membangun kemandirian ekonomi, serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah. Karena itu, upaya penciptaan lapangan kerja baru tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi harus menjadi perhatian dan kesadaran bersama para sarjana," tegas Yulius dalam orasi ilmiahnya.

​Menurut Gubernur, tantangan paling nyata yang dihadapi para lulusan perguruan tinggi saat ini adalah bagaimana mengubah modal kompetensi keilmuan menjadi sebuah gagasan produktif yang bernilai ekonomi. Lembar ijazah tidak akan memberikan dampak signifikan apabila tidak diimbangi dengan sikap adaptif, jiwa kewirausahaan, dan ketangguhan mental dalam merespons dinamika perubahan zaman yang begitu cepat.

​Ia menilai, perguruan tinggi dan pemerintah daerah memiliki tanggung jawab moral yang saling bertautan dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul. Lembaga pendidikan tinggi tidak boleh sekadar berfungsi sebagai pabrik pencetak lulusan berskala masif, melainkan wajib mentransformasi peserta didiknya menjadi pribadi yang inovatif, berintegritas, serta berani mengambil keputusan strategis demi kemajuan daerah.

Pentingnya Investasi Pendidikan dan Penguatan IPM BMR

​Dalam pemaparannya, Yulius menekankan bahwa sektor pendidikan memegang peranan kunci sebagai investasi jangka panjang bagi masa depan wilayah Bolaang Mongondow Raya. Penguatan kualitas pendidikan secara konsisten akan berbanding lurus dengan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), produktivitas tenaga kerja, serta kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.

​Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara berkomitmen penuh untuk terus menyokong penguatan fasilitas dan mutu pendidikan di kawasan BMR. Namun, Yulius mengingatkan bahwa indikator keberhasilan sektor pendidikan tidak boleh diukur hanya dari seberapa banyak jumlah lulusan yang dihasilkan setiap tahunnya. Hal yang jauh lebih fundamental adalah memastikan setiap alumni memiliki kapasitas unggul untuk bersaing, beradaptasi dengan kebutuhan era digital, serta memberi nilai tambah nyata bagi lingkungan sekitar.

​"Momentum kelulusan ini adalah titik awal perjalanan baru. Jangan pernah berhenti belajar hanya karena sudah memegang gelar sarjana. Terus perluas keterampilan, tingkatkan literasi digital, dan beranilah mengambil peran strategis di tengah masyarakat," tambah Yulius.

​Acara wisuda gabungan ini menjadi momen bersejarah bagi 258 mahasiswa IAIK dan STIMIK Multicom Kotamobagu. Selepas prosesi pemindahan tali toga, mereka resmi melangkah ke fase kehidupan berikutnya, baik untuk meniti karier profesional, melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi, mendirikan wirausaha mandiri, maupun mengabdi langsung di tengah masyarakat.

Pemaparan Indikator Makro Pembangunan Sulut Triwulan II-2026

​Selain memberikan dorongan motivasi kepemimpinan, Gubernur Yulius memanfaat momentum kuliah umum bertema “Peran Generasi Muda BMR Dalam Mewujudkan Sulawesi Utara Maju, Sejahtera, dan Berkelanjutan” tersebut untuk membeberkan capaian indikator makro pembangunan Sulawesi Utara hingga Triwulan II-2026.

​Sulawesi Utara dengan populasi sebanyak 2.645.291 jiwa (berdasarkan data SIAK 2024) serta wilayah seluas 64.965,48 kilometer persegi—yang didominasi wilayah lautan sebesar 77,69 persen—memiliki posisi yang sangat strategis. Berbatasan langsung dengan negara tetangga Filipina, Laut Sulawesi, dan Samudera Pasifik, daerah ini diproyeksikan menjadi super-hub serta pintu gerbang utama Indonesia menuju kawasan Asia Timur dan Pasifik.

​Sejalan dengan Visi Pembangunan Sulut 2025–2045 (“Sulawesi Utara Sebagai Pintu Gerbang Indonesia Ke Asia dan Pasifik yang Mandiri, Maju dan Berkelanjutan”) serta Visi RPJMD 2025–2029 (“Menuju Sulut Maju, Sejahtera, dan Berkelanjutan”), Yulius memaparkan sejumah indikator ekonomi makro daerah terkini:

  • Pertumbuhan Ekonomi: Ekonomi Sulawesi Utara tumbuh solid sebesar 5,42 persen pada Triwulan II-2026.
  • Indeks Pembangunan Manusia (IPM): IPM Sulut berada pada angka 76,32, melampaui capaian rata-rata nasional yang berada di angka 75,90.
  • Tingkat Kemiskinan: Angka kemiskinan berhasil ditekan hingga 6,32 persen, berada jauh di bawah rata-rata nasional sebesar 8,47 persen.
  • Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT): TPT Sulut tercatat sebesar 5,85 persen, masih berada di atas rata-rata nasional (4,85 persen). Angka ini ditegaskan Gubernur sebagai PR bersama yang mendesak untuk diselesaikan melalui penyediaan lapangan kerja baru.
  • Gini Ratio: Pemerataan pendapatan di Sulut mencatatkan rasio 0,344, lebih merata dibandingkan angka nasional sebesar 0,368.
  • Laju Inflasi: Inflasi daerah terjaga stabil pada tingkat 2,53 persen, lebih rendah dibandingkan angka inflasi nasional sebesar 2,92 persen.

Sembilan Sektor Prioritas dan Pesan Utama Gubernur

​Guna mengakselerasi pemerataan pembangunan dan mengatasi tantangan pengangguran, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara memfokuskan pengerjaan program pada sembilan sektor strategis. Sektor tersebut mencakup pendirian SMA Taruna Nusantara di Langowan serta revitalisasi 50 sekolah di bidang pendidikan, penanganan stunting dan pemerataan tenaga medis di bidang kesehatan, hingga upskilling ribuan tenaga kerja lokal di Balai Latihan Kerja (BLK).

​Di bidang infrastruktur dan konektivitas, Pemprov Sulut menggenjot penanganan sembilan ruas jalan sepanjang 30 kilometer di wilayah strategis BMR, membuka rute penerbangan internasional Manado–Korea dan Manado–China, menjamin pasokan listrik 24 jam di pulau-pulau terluar, membenahi fasilitas olahraga nasional, serta merevitalisasi destinasi wisata unggulan daerah.

​Menutup arahannya di Kotamobagu, Gubernur Yulius menyampaikan lima pesan kunci kepada seluruh wisudawan sebagai bekal mengarungi masa depan:

  1. Aplikasikan Ilmu: Jajaki setiap persoalan di tengah masyarakat dan jadikan ilmu pengetahuan sebagai solusi nyata.
  2. Bangun Karier Mandiri: Jangan pasif menunggu peluang kerja, melainkan ciptakan kesempatan dan rintis usaha secara mandiri.
  3. Bahagiakan Orang Tua: Niatkan setiap ikhtiar pencapaian karier sebagai bentuk bakti dan rasa syukur kepada orang tua.
  4. Belajar Sepanjang Hayat: Terus tingkatkan kapasitas diri, bentuk mental yang tangguh, serta adaptif terhadap perubahan teknologi.
  5. Jaga Integritas: Pastikan setiap kecerdasan akademik senantiasa dibarengi dengan etika, moralitas, dan disiplin tinggi.

​"Jangan pernah berhenti hanya pada pencapaian gelar sarjana. Jadilah generasi terdidik yang terus bekerja, berkarya, menjaga integritas, berani menciptakan peluang baru, dan memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat dan daerah Sulawesi Utara," pungkas Yulius.

(*/Olvie)


View:717

Lebih baru Lebih lama