Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, bertindak langsung sebagai inspektur upacara dalam kegiatan yang berlangsung secara khidmat tersebut.
Dalam amanatnya, Gubernur Yulius membacakan pidato tertulis dari Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI. Pesan utama yang disampaikan adalah pentingnya menjaga api semangat Sumpah Pemuda dengan membentuk karakter pemuda yang tangguh, patriotik, serta memiliki rasa empati tinggi.
Gubernur mengingatkan kembali momentum sejarah 98 tahun silam, ketika para pemuda dari pelbagai latar belakang bersatu padu mengikrarkan janji suci demi berdirinya bangsa Indonesia.
"Kemajuan Indonesia tidak sekadar diukur dari megahnya pembangunan fisik, canggihnya teknologi, atau kekayaan semata. Yang terpenting adalah kualitas sumber daya manusia, kecintaan pada tanah air, dan rasa kepedulian antar sesama," ujar Yulius saat membacakan sambutan Menpora, Rabu.
Ia mengimbau generasi muda di Sulawesi Utara dan seluruh Indonesia untuk tidak mudah putus asa dalam menghadapi tantangan zaman. Selain itu, pemuda juga diminta aktif mengulurkan tangan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Lebih lanjut, pidato Menpora tersebut menggarisbawahi bahwa sikap patriotisme akan kehilangan makna jika tidak diimbangi dengan kepedulian sosial. Begitu pula dengan kegigihan, akan kehilangan arah apabila melupakan nilai-nilai hati nurani.
Memasuki usia Sumpah Pemuda yang ke-98, para pemuda diharapkan mampu membuktikan rasa cinta tanah air melalui karya nyata, penguasaan ilmu pengetahuan, dan pengabdian bagi masyarakat.
Peringatan ini menjadi dorongan kuat bahwa masa depan bangsa Indonesia harus dirancang dan dibangun bersama melalui persatuan yang kokoh.
(*/Olvie)
View:1018
