-->

Pemanfaatan Energi Listrik Berbuah Manis: UMK Pangi Farm Tomohon Raih Omset Jutaan Rupiah Berkat Bantuan TJSL PLN

30 Maret 2026, 19:50 WIB Last Updated 2026-03-30T11:50:13Z

Newsblessing.com, TOMOHON – Komitmen PT PLN (Persero) dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui digitalisasi dan elektrifikasi sektor peternakan mulai membuahkan hasil nyata. Salah satu kelompok binaan, Pangi Farm yang berlokasi di Tomohon, Sulawesi Utara, sukses mencatatkan lonjakan produktivitas dan omset hingga jutaan rupiah per bulan setelah tersentuh program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN.


Melalui bantuan fasilitas budidaya ayam lokal dan persilangan berbasis listrik, Kelompok Pangi Farm kini mampu mengoptimalkan siklus produksi mereka. Bantuan yang disalurkan oleh PLN Unit Induk Distribusi Sulawesi Utara, Tengah, dan Gorontalo (UID Suluttenggo) melalui PLN UP3 Manado ini mencakup modernisasi kandang, sistem pemanas induksi elektrik (electric brooder), pencahayaan otomatis, hingga alat tetas telur berbasis listrik.


General Manager PLN UID Suluttenggo, Usman Bangun, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari strategi Creating Shared Value (CSV) PLN, di mana keberadaan listrik harus mampu menciptakan nilai tambah ekonomi bagi pelanggan, khususnya pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK).


"Kami di PLN tidak hanya fokus pada keandalan pasokan listrik ke rumah-rumah, tetapi juga mendorong electrifying agriculture. Keberhasilan Kelompok Pangi Farm di Tomohon adalah bukti nyata bahwa listrik adalah mesin penggerak ekonomi. Dengan beralih dari metode tradisional ke peralatan berbasis listrik, peternak dapat menekan angka kematian bibit ayam dan mempercepat masa panen," ungkap Usman.


Usman menambahkan bahwa efisiensi adalah kunci utama pertumbuhan UMK. Penggunaan lampu pemanas listrik jauh lebih stabil dan aman dibandingkan pemanas konvensional, sehingga kualitas ayam persilangan yang dihasilkan lebih unggul dan memiliki nilai jual tinggi di pasar Sulawesi Utara.


Sebelum mendapatkan bantuan TJSL dari PLN, Kelompok Pangi Farm menghadapi tantangan pada tingginya biaya pakan dan rentannya kesehatan bibit ayam akibat suhu kandang yang tidak stabil. Namun, sejak implementasi teknologi berbasis listrik pada tahun 2025, kapasitas produksi meningkat signifikan.


Manager PLN UP3 Manado, Revi Aldrian menjelaskan bahwa pendampingan yang diberikan tidak berhenti pada pemberian alat semata. PLN juga memberikan edukasi mengenai manajemen usaha dan pemeliharaan instalasi listrik yang aman untuk mendukung keberlanjutan usaha.


"Kami melihat potensi besar di Tomohon sebagai sentra peternakan. Melalui sistem pencahayaan dan pengatur suhu yang stabil, Kelompok Pangi Farm kini mampu menjaga produksi tetap konsisten meski di cuaca ekstrim sekalipun. Inilah yang kami sebut sebagai pemanfaatan listrik secara produktif," ungkapnya.


Keberhasilan Pangi Farm diharapkan menjadi role model bagi kelompok tani dan ternak lainnya di Sulawesi Utara untuk mulai mengadopsi teknologi digital dan elektrik dalam proses bisnis mereka.


Hingga Maret 2026, PLN UID Suluttenggo terus memperluas jangkauan program TJSL yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi lokal. Dengan omset yang kini menembus jutaan rupiah, Pangi Farm membuktikan bahwa kolaborasi antara sektor industri dan masyarakat dapat menciptakan ketahanan pangan sekaligus kesejahteraan ekonomi yang berkelanjutan di Bumi Nyiur Melambai.


*Narahubung*

Noven N. Koropit

Manager Komunikasi & TJSL

PLN UID Suluttenggo

Tlp 0816239962


*Sekilas Tentang PLN*

_PT PLN (Persero) adalah BUMN kelistrikan yang terus berkomitmen dan berinovasi dalam memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggan. PLN mengusung agenda Transformasi 2.0 dengan visi menjadi Top 500 Global Company dan pilihan nomor satu pelanggan untuk solusi energi terintegrasi, melalui upaya pertumbuhan usaha, digitalisasi end-to-end, serta transisi energi menuju Net Zero Emissions (NZE) 2060._ (*/Olvie)

Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar