Langsung ke konten utama

Anggota Banggar Vonny Paat Pertanyakan Alokasi Gaji Nakes RSUD ODSK,Ini Penjelasan Sekdaprov Sulut

 


Newsblessing.com, SULUT - Anggota Badan Anggaran (Banggar) sekaligus Ketua Komisi IV DPRD Sulawesi Utara, Vonny Paat, menyuarakan keprihatinannya terkait pengelolaan operasional Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) ODSK milik Pemerintah Provinsi Sulut.


​Dalam rapat Banggar yang dipimpin oleh Ketua DPRD Sulut Fransiscus Andi Silangen, Vonny mengungkapkan adanya laporan mengenai penganggaran gaji para tenaga kesehatan (nakes) dan dokter yang hanya dialokasikan hingga pertengahan tahun 2026.


​Vonny mempertanyakan alasan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) yang seolah membiarkan pemenuhan hak para nakes ini harus menanti pembahasan APBD Perubahan. Menurutnya, kondisi ini berisiko tinggi mengganggu stabilitas pelayanan publik di rumah sakit.



​"Mengapa anggaran gaji nakes hanya ditanggung untuk enam bulan? Ini risiko besar. Jika pelayanan terganggu dan tenaga medis sampai mogok kerja, pelayanan publik akan berdampak sistemik. Siapa yang mau bertanggung jawab?" tegas Vonny.

 


​Selain masalah gaji, Vonny menduga sebagian dana alokasi hak nakes sempat dialihkan untuk pemenuhan logistik medis dan obat-obatan. Ia juga menolak keras munculnya wacana pengalihan pengelolaan RSUD ODSK kepada pihak swasta, dan mengingatkan bahwa rumah sakit tersebut merupakan aset penting daerah yang pengelolaannya harus ditangani secara serius oleh pemerintah.


Tanggapan Pemprov Sulut


​Menanggapi cecaran pertanyaan legislatif, Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sulut, Tahlis Gallang, memberikan klarifikasi. Tahlis menjelaskan bahwa dalam rancangan APBD 2026, alokasi anggaran operasional RSUD ODSK sebenarnya disiapkan secara menyeluruh (full coverage) melalui mekanisme skema gelondongan.


​Namun, sebagai entitas Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), operasional dan perincian anggaran diatur secara mandiri oleh pihak manajemen rumah sakit.


​"Status BLUD memberikan fleksibilitas bagi RSUD ODSK untuk mengelola anggaran secara internal, baik untuk honorarium maupun pengadaan logistik obat. Dalam perjalanannya, kemungkinan ada skema perhitungan operasional yang belum optimal," ujar Tahlis.


​Ia menambahkan bahwa Pemprov Sulut bersama manajemen RSUD ODSK telah menginventarisasi kebutuhan obat-obatan yang kini disokong oleh Dinas Kesehatan. Tahlis juga memastikan, jika kapasitas anggaran rumah sakit tidak mencukupi, Pemprov siap mengucurkan subsidi tambahan melalui APBD Perubahan untuk menjamin operasional dan hak para nakes.

(*/Olvie)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cetak Rekor! Pemprov Sulut Raih Opini WTP 12 Kali Berturut-turut dari BPK RI

Newsblessing.com , SULUT    — Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov Sulut) kembali menorehkan prestasi gemilang dalam tata kelola keuangan daerah. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia secara resmi menganugerahkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025. ​Pencapaian ini menjadi catatan sejarah tersendiri karena Pemprov Sulut berhasil mempertahankan predikat WTP selama 12 tahun berturut-turut sejak tahun 2014. Rekor ini mengukuhkan posisi Sulawesi Utara sebagai salah satu provinsi dengan konsistensi pengelolaan anggaran terbaik di tanah air. ​Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Badan Pembinaan dan Pengembangan Hukum BPK RI, Achmad Anang Hernady, dalam Rapat Paripurna DPRD Sulut yang digelar pada Selasa (2/6/2026). ​Sinergi Eksekutif-Legislatif Jadi Kunci Utama ​Rapat paripurna istimewa ini dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Sulut, dr. Fransiscus Andi Silange...

Amir Liputo Membacakan Hasil Reses Dapil Manado, Masalah Infrastruktur Jalan,Sekolah dan Normalisasi Sungai Jadi Keluhan Warga

Newsblessing.com , SULUT - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) MengadakanRapat Paripurna Dalam Rangka Masing-Masing Anggota Dari Daerah Pemilihan (Dapil) Membacakan Laporan Aspirasi Dari Reses,Selasa (9/9/2025) Diruang Rapat Paripurna. Laporan Reses  Khusus Dapil Kota Manado dibacakan oleh legislator PKS Amir Liputo. Dalam laporan reses Anggota DPRD Sulut  Amir Liputo menjelaskan bahwa hasil reses terbagi dalam tiga kategori sesuai kewenangan: pemerintah pusat, provinsi, dan pemerintah kota. Laporan ini langsung disampaikan pada Gubernur Yulius Selvanus dan Wakil Gubernur Victor Mailangkay, "Kami tidak bisa membacakan semua aspirasi karena keterbatasan waktu. Namun, seluruh masukan telah kami dokumentasikan dan menjadi bagian tak terpisahkan dari laporan resmi Dapil Kota Manado,” ujar Liputo. Adapun, beberapa poin penting yang menjadi perhatian masyarakat Kota Manado antara lain pembangunan Ring Road 3, Warga berharap agar pembangunan jalan l...

Komisi III DPRD Sulut Gelar RDP Bersama Mitra Kerja Bahas Program Dan Anggaran KUA-PPAS Tahun 2026

Newsblessing.com , SULUT – Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Melaksanakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) Bersama Mitra Kerja Guna Membahas Program Dan Anggaran  Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD Provinsi Sulawesi Utara Tahun Anggaran 2026 Pada Tanggal 28 Sampai Dengan 30 Oktober 2028 Di Ruang Rapat Komisi III DPRD Sulut Ketua Komisi III DPRD Sulut, Berty Kapojos Rapat dipimpin langsung Ketua Komisi III DPRD Sulut, Drs.Berty Kapojos, didampingi Wakil Ketua Nick Adicipta Lomban, SE dan Sekretaris, Youngkie Limen, SE di hadiri juga Koordinator Komisi III Ketua DPRD Sulut, dr.Fransiscus Andi Silangen, SpB.KBD, Wakil Ketua Royke Anter, SE.ME serta Anggota Komisi III, Royke Roring, Haslinda Rotinsulu, Tony Supit, Roger Mamesah, Remly Kandoli, Amir Liputo, Ronal Sampel dan Gracia Oroh. Wakil Ketua DPRD Sulut. Royke Anter Bersama Komisi III Dalam pembahasan program Dan anggaran  kebijakan umum a...