-->

Gelar RDP dengan DPRD, PLN Targetkan "Dedieselisasi" Total di Kepulauan Sulut

02 Juli 2026, 11:14 WIB Last Updated 2026-07-02T03:14:23Z

 

Newsblessing.com, SULUT – Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut) menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Suluttenggo. Pertemuan ini secara khusus membahas penguatan program pelayanan, pemerataan jaringan kelistrikan, hingga target penghapusan pembangkit berbahan bakar solar (dedieselisasi) di wilayah kepulauan.


​Rapat yang berlangsung di Ruang Rapat Komisi III Kantor DPRD Sulut, Jalan Raya Manado-Bitung pada Rabu (2/7/2026) ini dipimpin langsung oleh Ketua Komisi III Berty Kapojos. Turut mendampingi Sekretaris Komisi Yongki Limen serta jajaran anggota komisi, yakni Amir Liputo dan Roy Roring.


​Sementara dari pihak PLN, hadir jajaran manajemen yang dipimpin oleh Manager Perencanaan Sistem Kelistrikan Decky Leo, Assistan Manager Perencanaan UP-3 Roland Sibueya, serta Manager Senior Perencanaan Sistem Kelistrikan.


​Fokus pada Rasio Elektrifikasi dan Wilayah Terluar


​Salah satu poin krusial yang menjadi sorotan dalam RDP tersebut adalah upaya peningkatan rasio elektrifikasi bagi masyarakat, terutama yang bermukim di wilayah pelosok dan kepulauan.


​Komisi III DPRD Sulut mendesak PLN untuk memberikan atensi lebih terhadap pulau-pulau terluar di bumi nyiur melambai agar segera menikmati akses listrik penuh selama 24 jam.


​"Kami meminta perhatian khusus untuk pulau-pulau terluar. Pasokan listrik yang stabil selama 24 jam penuh sangat dinantikan warga untuk menunjang pergerakan ekonomi lokal di sana," ujar pihak Komisi III dalam rapat tersebut.


​Target Dedieselisasi Total dan Transisi Energi


​Merespons hal tersebut, pihak PT PLN memaparkan komitmennya untuk segera merampungkan program dedieselisasi kelistrikan di wilayah Sulut.


​Program strategis ini berfokus pada pengalihan atau konversi Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) yang selama ini berbasis bahan bakar fosil menuju Energi Baru Terbarukan (EBT). Langkah ini dinilai tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga menghasilkan pasokan energi yang jauh lebih bersih dan ramah lingkungan.


​Secara umum, manajemen PLN memastikan bahwa kondisi pasokan listrik di wilayah kerja Suluttenggo saat ini dalam status aman. Pihak PLN menyatakan siap mendukung penuh perluasan dan penambahan jaringan ke area-area terpencil yang selama ini belum teraliri listrik secara optimal.

(Olvie)

Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar