Falsafah Mapalus Minahasa Gaung di Senayan, Budayawan hingga Warga Beri Apresiasi

Newsblessing.com, JAKARTA – Falsafah kearifan lokal masyarakat Minahasa, Mapalus, menjadi sorotan nasional usai digaungkan dalam Pidato Kenegaraan Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI 2026 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

​Penyebutan budaya tersebut oleh Ketua DPD RI, Sultan B. Najamudin, memicu gelombang apresiasi dan rasa bangga dari warga Sulawesi Utara. Mapalus dinilai bukan sekadar tradisi lokal, melainkan etika kerja komunal yang relevan dalam menjawab tantangan kebangsaan saat ini.

​Budayawan Minahasa, Prof. Dr. Kamajaya Al Katuuk, MS, menyambut hangat pengakuan tersebut di panggung tertinggi kenegaraan. Menurutnya, pemaknaan Mapalus di tingkat nasional merupakan bentuk penghormatan nyata terhadap warisan leluhur Minahasa.

  • Etika Kerja Komunal: Mapalus menyatukan daya, pikiran, dan waktu masyarakat demi kemaslahatan bersama tanpa memandang sekat sosial.
  • Pilar Kebangsaan: Prinsip gotong royong, kemitraan setara, dan kesetiakawanan sosial dalam Mapalus menjadi modal penting memperkuat persatuan serta kemandirian bangsa.
  • Warisan Lintas Generasi: Momentum ini diharapkan memicu generasi muda untuk terus melestarikan nilai-nilai luhur daerah di ruang publik.

​Pengakuan di tingkat pusat ini diharapkan tak berhenti sebagai kutipan pidato belaka, melainkan menjadi stimulus bagi pemajuan budaya lokal sebagai kekuatan sosial-kultural dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).  (*/Olvie)



View:763

Lebih baru Lebih lama