API yang Menyala di tengah Bangsa: PEWARNA Indonesia Gelar Doa dan Budaya di Tanah Air

Newsblessing.com, JAKARYA - Gedung Nusantara V, Senayan — Menyusuri Tujuh Kota, Menyemai Harapan Seluruh Negeri, API yang Dikobarkan di Hari Pahlawan  pada Selasa, 10 November 2026 — tepat di Hari Pahlawan, ketika seluruh bangsa mengenang pengorbanan para pendahulu, akan ada api baru yang dinyalakan bukan dengan kobaran api perang, melainkan dengan semangat persatuan. Di Gedung Nusantara V, Kompleks DPR/MPR/DPD RI, Senayan Jakarta, Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (PEWARNA Indonesia) menggelar Apresiasi Pewarna Indonesia (API) — sebuah pesta budaya, doa, dan penghargaan yang memadukan pengakuan atas jasa tokoh-tokoh bangsa dengan harapan yang dipanjatkan bersama.

 

Bukan sekadar upacara pemberian penghargaan. API adalah pernyataan: warna-warni yang melekat pada bangsa ini bukan pemisah, melainkan kekayaan yang menyatukan. Di ruang yang menjadi pusat perwakilan rakyat itu, tokoh-tokoh dari berbagai latar akan dihormati — bukan karena jabatan, melainkan karena jejak kebaikan yang mereka tinggalkan. Dan di sana pula, rombongan besar PEWARNA Indonesia akan dilepas secara resmi: oleh Pejabat Negara dan Pimpinan Gereja, sebagai tanda bahwa perjalanan ini bukan sekadar milik satu kelompok, melainkan doa yang diutus oleh seluruh bangsa.


 

Tujuh Kota Satu Doa: Menyusuri Pulau Jawa Hingga Bali

 

Setelah api dinyalakan di ibu kota, ia tidak akan padam. Sebaliknya, akan dibawa berkelana, menyambungkan hati dari satu kota ke kota berikutnya, dalam perjalanan yang akan mengukuhkan persaudaraan lintas pulau dan lintas iman:

 

Hari Tanggal Kota Makna Perhentian 


Rabu 11 November Banten Pintu gerbang budaya barat — kerukunan sejak silam 


Kamis 12 November Bandung Kota kreativitas dan persahabatan — doa untuk kemajuan 


Jumat 13 November Semarang Pertemuan budaya utara dan selatan — persatuan di tengah perbedaan 


Sabtu 14 November Yogyakarta Pusat kebudayaan — menghormati warisan leluhur, membangun masa depan 


Minggu 15 November Surabaya Kota pahlawan — meneguhkan kembali semangat pengabdian 


Senin 16 November Bali Pulau damai — doa bagi keindahan dan ketenteraman seluruh nusantara 


Selasa 17 November Rakernas di Bali Menyusun langkah bersama — merencanakan karya untuk tahun mendatang 


Rabu 18 November Pulang ke Jakarta Membawa berkah dari seluruh penjuru kembali ke ibu kota 


 

Di setiap kota itu, tidak hanya sekadar singgah. Akan digelar Doa Lintas Agama dan Pagelaran Budaya — dua hal yang menjadi nadi kehidupan bangsa: doa yang mempertemukan hati dengan Yang Di Atas, dan budaya yang mempertemukan sesama anak bangsa dalam keindahan yang diciptakan.

 

"Kami tidak datang membawa tuntutan. Kami datang membawa doa. Kami tidak datang memisahkan. Kami datang menampilkan keindahan yang sudah ada, namun seringkali terlupakan." — semangat yang diusung rombongan PEWARNA Indonesia.

 

Panggilan untuk Bergerak Bersama 

 

Perjalanan besar ini tidak dapat dijalankan sendirian. Oleh karena itu, Ketua Panitia Pelaksana sekaligus Ketua Umum PEWARNA Indonesia memanggil seluruh jajaran Pengurus Pusat dan Pengurus Daerah untuk segera bergerak:

 

Segera lakukan audiensi kepada Pemerintah Provinsi di daerah masing-masing — sampaikan maksud kedatangan, ajak bermitra, bangun kesepahaman bahwa kegiatan ini demi kemaslahatan bersama;


Persiapkan Doa Lintas Agama dan Pagelaran Budaya secara baik dan meriah — libatkan tokoh masyarakat, tokoh agama, seniman, pemuda, hingga warga biasa. Biarkan mereka yang menjadi pelaku utama;


Jaga semangatnya. API yang dinyalakan di Jakarta harus tetap menyala di Banten, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, hingga Bali. Setiap perhentian adalah kesempatan untuk menumbuhkan harapan baru.

 

Makna Perjalanan Ini

 

Mengapa tujuh kota? Mengapa doa lintas agama? Mengapa pagelaran budaya?

 

Karena Indonesia bukan satu wajah. Indonesia adalah ribuan pulau, ratusan suku, beragam keyakinan yang hidup berdampingan. Kekuatan kita bukan pada keseragaman, melainkan pada kemampuan berdiri berdampingan, saling menghormati, dan melangkah bersama.

 

PEWARNAA Indonesia hadir bukan untuk mengajarkan apa yang harus dipercayai. Ia hadir untuk mengingatkan: apa pun yang kita percayai, kita sama-sama diperintahkan untuk mengasihi sesama. Dan keindahan budaya yang Tuhan titipkan kepada bangsa ini bukan untuk dipersembahkan sendiri-sendiri, melainkan untuk dipersembahkan bersama-sama, sebagai satu lagu syukur yang megah.

 

API Tetap Menyala 

 

Hari Pahlawan 10 November 2026 bukan sekadar tanggal di kalender. Itu adalah hari di mana kita diingatkan kembali: pahlawan tidak selalu jatuh di medan perang. Pahlawan masa kini adalah mereka yang berani menjaga persatuan, yang berani berdoa bersama, yang berani menampilkan keindahan di tengah perbedaan.

 

Perjalanan tujuh kota ini adalah bukti: masih ada yang peduli. Masih ada yang percaya bahwa Indonesia bisa lebih baik. Masih ada yang berani bergerak, bukan dengan senjata, melainkan dengan doa, budaya, dan persaudaraan.

 

Maka mari bergerak. Siapkan tempatnya, sampaikan maksudnya, undang warganya. Biarkan api yang dinyalakan di Jakarta menyala makin terang di setiap kota yang dikunjungi — sampai ke pelosok negeri, sampai ke hati setiap anak bangsa.

 

"Satu perjalanan, tujuh kota, ribuan doa, satu bangsa."


Oleh: Ketua Panitia Dr Antonius Natan, S.H., ., M.Th.


 (*/Olvie)


View:652



Lebih baru Lebih lama