Atasi Antrean BBM di Manado, Gubernur Sulut Instruksikan Langkah Cepat dan Terpadu

​Newsblessing.com, SULUT — Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov Sulut) bergerak cepat merespons fenomena antrean panjang kendaraan serta laporan kekosongan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Manado dan wilayah sekitarnya.


​Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn.) Yulius Selvanus, menginstruksikan seluruh jajaran Pemprov Sulut untuk menguatkan sinergi dan koordinasi lintas sektor bersama Pertamina, BPH Migas, pemerintah daerah setempat, hingga aparat penegak hukum. Langkah tegas ini diambil demi memastikan ketersediaan BBM aman dan roda perekonomian masyarakat tidak terganggu.


​Ketegasan Pemerintah Hadir untuk Masyarakat


​Melalui instruksi resminya, Gubernur Yulius menegaskan pentingnya komitmen serta kehadiran pemerintah dalam menjamin ketersediaan fasilitas dan pelayanan publik yang optimal.


​"Penanganan ini harus berjalan secara tepat, cepat, terukur, dan terpadu. Kita ingin memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi dengan baik sehingga stabilitas aktivitas perekonomian daerah tidak bergejolak," ujar Yulius dalam keterangan tertulisnya, Kamis (15/10/2026).

 


​Langkah penanganan darurat ini dipicu oleh temuan kondisi di lapangan pada Rabu (14/10/2026), di mana deretan kendaraan pengantre BBM melular di beberapa titik SPBU Kota Manado, bahkan hingga memakan sebagian badan jalan utama. Kendati demikian, Pemprov Sulut mengimbau publik untuk tidak panik. Fenomena antrean tersebut merupakan dinamika distribusi lokal dan bukan menandakan kelangkaan BBM secara menyeluruh di seluruh penjuru wilayah Sulawesi Utara.


​Pertamina Tambah Pasokan 3.000 Kiloliter Pertalite


​Menindaklanjuti arahan Gubernur, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi langsung mengambil tindakan konkret untuk menstabilkan kondisi pasar. Pihak Pertamina mengonfirmasi telah menambah guyuran pasokan Pertalite sebesar 3.000 kiloliter yang disalurkan langsung dari Integrated Terminal Bitung.


​Selain memperbesar volume pasokan, Pertamina juga memperketat sistem pemantauan ketersediaan stok hingga tingkat SPBU. Langkah akelerasi pengiriman difokuskan pada SPBU yang mengalami penurunan persediaan secara signifikan. Di samping itu, petugas tambahan turut dikerahkan ke lapangan untuk membantu mengatur ketertiban antrean kendaraan bersama aparat terkait.


​Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Provinsi Sulut, Jemmy Ringkuangan, mengungkapkan bahwa pihak pemerintah daerah terus mendorong distribusi pasokan secara adil dan merata.


​"Fokus utama saat ini adalah menyalurkan tambahan BBM ke SPBU yang status stoknya sudah kritis. Kami juga meminta laporan perkembangan stok, penyaluran, serta dinamika kebutuhan masyarakat disampaikan secara berkala agar evaluasi dan penyesuaian strategi bisa dilakukan secara real-time," jelas Jemmy.

 


​Pengawasan Ketat dan Pengaturan Lalu Lintas


​Dalam skema penanganan terpadu ini, pemerintah kabupaten dan kota di sekitar Manado diimbau untuk berperan aktif. Pemda bersama jajaran kepolisian bertugas menjaga kelancaran arus lalu lintas di sekitar area SPBU agar tidak menimbulkan kemacetan parah yang merugikan pengguna jalan lainnya.


​Di sisi lain, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) terus menjalankan peran sentralnya dalam mengawasi penyediaan serta rantai distribusi BBM subsidi agar tepat sasaran. Aparat penegak hukum juga bersiap menindak tegas setiap bentuk dugaan penyimpangan atau penimbunan BBM sesuai dengan regulasi yang berlaku.


​Imbauan Panic Buying dan Kanal Aduan Official


​Guna menjaga situasi tetap kondusif, Pemprov Sulut bersama Pertamina meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan (panic buying). Warga diharapkan membeli BBM sesuai dengan kebutuhan harian secara bijak dan tertib saat berada di area SPBU.


​Pemerintah juga membuka ruang partisipasi publik dalam hal pengawasan. Jika masyarakat menemukan adanya dugaan penyelewengan, kecurangan, atau informasi terkini terkait kekosongan stok di wilayahnya, warga diimbau melapor melalui kanal aduan resmi pemerintah atau Pertamina agar dapat segera diverifikasi dan ditindaklanjuti oleh petugas di lapangan.


​Pemprov Sulawesi Utara memastikan akan terus mengawal dan mengawasi proses penyaluran BBM ini hingga kondisi di seluruh SPBU kembali normal dan kondusif.

(*/Olvie)


View:1128

Lebih baru Lebih lama