Refleksi Hari Kesaktian Pancasila, Anggota DPRD Sulut Hendry Walukow Tekankan Pentingnya Merawat Persatuan

Newsblessing.com, SULUT – Peringatan Hari Kesaktian Pancasila setiap tanggal 1 Oktober merupakan momentum krusial bagi seluruh masyarakat Indonesia untuk merefleksikan kembali nilai-nilai luhur Pancasila sebagai fondasi utama negara sekaligus pengikat persatuan di tengah dinamika perubahan zaman.


​Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Hendry Walukow, mengingatkan agar peringatan sejarah ini tidak sekadar menjadi kegiatan seremoni yang berulang tiap tahun. Menurutnya, momen ini harus dijadikan sarana memperkokoh komitmen kebangsaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.


​"Pancasila memegang peranan yang sangat mendalam dalam merawat keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), khususnya di tengah keberagaman suku, agama, tradisi, serta sudut pandang masyarakat," ujar Hendry.


​Anggota Komisi I DPRD Sulut tersebut menambahkan, seluruh elemen sila Pancasila—mulai dari ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, hingga keadilan sosial—wajib diterapkan secara konkrit dalam aktivitas sehari-hari.


​Bagi warga Sulawesi Utara yang selama ini dikenal memegang teguh tradisi toleransi dan hidup rukun, nilai-nilai Pancasila menjadi benteng utama dalam menjaga keharmonisan, mempererat kepedulian sosial, serta meminimalkan potensi konflik akibat intoleransi.


​Legislator dari daerah pemilihan Minahasa Utara dan Bitung ini juga menyoroti pentingnya peran generasi muda agar tidak hanya menghafal Pancasila sebagai ideologi resmi, tetapi juga menjiwai dan mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari.


​Ia menambahkan, manifestasi Pancasila dalam sistem demokrasi dapat ditunjukkan lewat sikap saling menghargai perbedaan pandangan, mengedepankan budaya gotong royong, serta mengutamakan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi.


​Sebagai perwakilan rakyat di tingkat daerah, Henry menegaskan komitmennya bersama lembaga legislatif untuk terus mengawal dan memperjuangkan aspirasi masyarakat melalui mekanisme demokrasi yang adil, konsisten, dan berlandaskan konstitusi.

(*/Olvie)


View:782

Lebih baru Lebih lama