Dukung Ekonomi Biru, Sekwan DPRD Sulut Hadiri Talk Show Integrasi Data Kelautan di Manado

Newsblessing.com, SULUT – Sekretaris DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Weliam Niklas Silangen, S.Sos., M.Si., menghadiri agenda talk show strategis bertajuk “Kolaborasi dan Integrasi Data Kelautan dan Perikanan Berbasis Digital Untuk Mendukung Ekonomi Biru di Sulawesi Utara”. Acara tersebut berlangsung di Hotel The Sentra Manado pada Senin (2/10/2026).

​Pertemuan ini digelar sebagai langkah konkrit untuk menghimpun dan menyatukan basis data sektor kelautan serta perikanan di Sulawesi Utara. Selama ini, data penting perikanan kerap terfragmentasi di berbagai instansi pemerintah, lembaga riset, hingga perguruan tinggi. Melalui digitalisasi dan integrasi terpadu, pemerintah daerah berharap perumusan kebijakan di masa mendatang tidak lagi bersandar pada asumsi semata, melainkan berpijak pada data riil yang akurat dan terverifikasi.

​Dalam forum tersebut, Sekretaris Daerah Provinsi Sulut, Tahlis Gallang, hadir bertindak sebagai salah satu pemateri utama. Tahlis memaparkan sejumlah poin krusial terkait arah kebijakan kawasan pesisir, termasuk harapan besar Pemprov Sulut terhadap pengelolaan kawasan konservasi perairan dan praktik perikanan tangkap yang berkelanjutan.

​Menurut Tahlis, transparansi tata kelola yang didukung oleh sistem digital akan menjadi kunci utama dalam mendorong perekonomian berbasis hijau dan biru di wilayah nyiur melambai. Penguatan tata kelola ini ditargetkan mampu memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan para nelayan lokal, pembudidaya ikan, serta seluruh lapisan masyarakat pesisir di Sulawesi Utara.

​Dorong Kebijakan Berbasis Data Riil (Data-Driven Policy)

​Sektor kelautan dan perikanan merupakan salah satu tulang punggung perekonomian di Sulawesi Utara yang memiliki garis pantai panjang serta potensi maritim melimpah. Namun, tantangan utama yang sering dihadapi dalam pengambil keputusan adalah belum terintegrasinya data secara lintas sektor.

​Melalui integrasi data berbasis digital ini, setiap pemangku kepentingan (stakeholder) dari tingkat daerah hingga pusat dapat mengakses informasi yang menyeluruh. Hal ini mencakup data jumlah nelayan, zona penangkapan ikan, status konservasi laut, hingga potensi budidaya daerah. Kebijakan yang dirancang atas dasar data presisi dipastikan akan lebih tepat sasaran dan berdaya guna tinggi bagi masyarakat bawah.

​Sekretaris DPRD Sulut, Weliam Niklas Silangen, menyambut positif inisiatif tersebut. Kehadiran pihak sekretariat dewan menjadi bentuk dukungan lembaga legislatif terhadap upaya pemerintah daerah dalam mempercepat transformasi digital di sektor-sektor unggulan.

​Langkah ini dinilai mampu menjembatani kebutuhan data antara pihak eksekutif dan legislatif, khususnya saat melakukan pengawasan maupun penyusunan peraturan daerah (perda) yang berkaitan dengan pengelolaan sumber daya alam maritim.

​Poin Penting Penguatan Ekonomi Biru Sulawesi Utara

​Dalam sesi pemaparannya, Sekdaprov Tahlis Gallang juga menyoroti beberapa strategi penting untuk mengoptimalkan potensi maritim daerah:

  1. ​Penguatan Kawasan Konservasi Perairan Perluasan dan efektivitas pengelolaan zona konservasi laut terus diperketat guna menjaga ekosistem terumbu karang serta habitat biota laut dari ancaman eksploitasi berlebihan.
  2. ​Praktik Perikanan Tangkap Berkelanjutan Mendorong para nelayan untuk menggunakan alat tangkap yang ramah lingkungan dan mematuhi regulasi kuota penangkapan agar ketersediaan stok ikan tetap terjaga bagi generasi mendatang.
  3. ​Transparansi Tata Kelola dan Digitalisasi Memanfaatkan platform digital untuk mempermudah pencatatan hasil tangkapan, pendataan bantuan pemerintah, hingga alur distribusi hasil perikanan secara terbuka.
  4. ​Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Pesisir Menjadikan kesejahteraan nelayan tradisional dan pembudidaya ikan sebagai muara dari seluruh kebijakan maritim, baik melalui kemudahan akses modal, perlindungan jaminan sosial, maupun pelatihan teknologi perikanan.

​Integrasi data berbasis digital ini diharapkan dapat segera diimplementasikan secara penuh oleh seluruh pemangku kepentingan di Sulawesi Utara. Kolaborasi lintas instansi dan dukungan perguruan tinggi menjadi fondasi utama agar program Ekonomi Biru dapat terwujud secara konsisten dan berkelanjutan.

(*/Olvie


View:843

Lebih baru Lebih lama