-->

Terkini Lainnya

Tampilkan postingan dengan label Bawaslu RI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bawaslu RI. Tampilkan semua postingan

21 Desember 2024

Anggota Bawaslu RI Herwyn Malonda Buka Rakor Evaluasi Organisasi Pengawas Pemilu Bersama Stakholder



Newsblessing.com, SULUT – Rapat Koordinasi Evaluasi Organisasi Pengawas Pemilu dengan Stakholder dibuka secara langsung oleh Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Republik Indonesia (RI), Dr. Herwyn J.H. Malonda, M.Pd., M.H. Rapat ini digelar di Ballroom lt.3, Star Squere Manado, 20-22 Desember 2024.


 

Dalam sambutannya, Koordinator Divisi SDM, Organisasi dan Diklat Bawaslu RI ini mengatakan bahwa kegiatan rakor ini sebagai suatu rangkaian kegiatan Bawaslu dalam mendapatkan informasi, terkait pengawasan pemilu.



“Sekarang ini sudah selesai Pemilu dan Pemilihan, dan sekarang kotekanya evaluasi dengan memberikan masukan, kritikan, dan saran untuk dilakukan Bawaslu RI terlebih khusus Bawaslu Sulut untuk kedepannya,” ujar mantan Ketua Bawaslu Sulut ini, Sabtu (21/12/2024).


Selain itu, Malonda mejelaskan sejarah bagaimana terbentuknya Bawaslu. Dimana Pengawasan demokrasi di Indonesia tidak lepas dari sumbangsih Bawaslu yang dulu dikenal Panitia Pengawas Pelaksanaan (Panwaslak) Pemilu.


Awal berdirinya Bawaslu dilatarbelakangi adanya krisis kepercayaan pelaksanaan pemilu.


Krisis kepercayaan inilah yang mulai dikooptasi kekuatan rezim penguasa sejak 1971.


Mulai muncul protes-protes dari masyarakat karena diduga banyaknya manipulasi yang dilakukan  oleh petugas pemilu saat itu hal itu yang menjadi cikal bakal kehadiran Bawaslu.


Krisis kepercayaan terhadap pelaksanaan pemilu ini berlanjut hingga Pemilu 1977 dengan adanya kecurangan dan pelanggaran yang lebih masif.


Kritik datang dari politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan PDI meminta kepada pemerintah untuk meningkatkan kualitas pemilu pada 1982 dengan memperbaiki UU.


Barulah pada 1982, pengawas pemilu dibentuk dengan nama Panitia Pengawas Pelaksanaan Pemilu (Panwaslak Pemilu).

(*/Olvie)

19 Juni 2023

Rumagit Meraih Penghargaan Terbaik Se-Indonesia Dalam Pelatihan Adjudikator Bawaslu RI





Newsblessing.com, JAKARTA - Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), meraih meraih penghargaan dalam pelatihan adjudikator, kerja sama Bawaslu Republik Indonesia dan Justitia Training Center di Jakarta 15-18 Juni.


Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia Organisasi dan Diklat (SDM-OD) Bawaslu Sulut ini, mendapatkan penghargaan sebagai peserta terbaik dalam, 'In House Training Pelatihan Adjudikator Angkatan I'.


Rumagit yang juga Anggota Tim Pemeriksa Daerah (TPD), Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Sulut ini, mampu meraih nilai tertinggi dari para peserta pelatihan lainnya, yang berasal dari Bawaslu Provinsi se-Indonesia.


"Pelatihan ini merupakan bagian dari pengembangan sumber daya manusia yang dilakukan Bawaslu dalam menghadapi pelaksanaan Pemilu," kata Rumagit.


Ia menambahkan, pelatihan tersebut juga untuk penguatan personil pengawas pemilu, khususnya dalam pelaksanaan tugas, wewenang, dan kewajiban sebagai anggota Bawaslu.


"Ini untuk mewujudkan Pemilu yang berintegritas. Apalagi setiap personil Bawaslu harus diperhadapkan pada pelaksanaan sidang adjudikasi, sehingga perlu pelatihan dan peningkatan sumber daya manusia," jelasnya.


Lebih lanjut ia menjelaskan, menjadi adjudikator sebagai penyelenggara pemilu, dituntut untuk mengendapkan kejujuran, tidak berpihak, dan profesionalisme dalam melaksanakan tugas.


"Prinsip utama yang dituntut sebagai adjudikator dalam penyelesaian sengketa. Ini dimaksudkan untuk menjaga kepercayaan dan kepentingan publik, legitimasi pemilu,  independensi, netralitas, serta transparansi penegakan hukum," jelas mantan pimpinan Bawaslu Kabupaten Minahasa ini.


Ia juga memberikan apresiasi kepada Pusat Penelitian Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan (Puslitbangdiklat) Bawaslu RI, yang menggelar pelatihan tersebut.


"Dari pelatihan ini, tentunya akan menambah ilmu bagi kami penyelenggara pemilu di daerah, dalam menjaga dan mewujudkan pemilu yang berintegritas, dan berkualitas," tandasnya. (*/Olvie)