Newsblessing.com, SULUT — Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, menegaskan komitmen Pemprov Sulut dalam menerapkan kebijakan Zero Bullying (nol perundungan) dan Zero Drop-Out (nol anak putus sekolah) di seluruh satuan pendidikan.
Pesan tegas tersebut disampaikan Yulius saat memberikan pengarahan kepada seluruh Kepala SMA, SMK, dan SLB se-Sulawesi Utara di Manado.
Ia meminta para kepala sekolah bertindak sebagai garda terdepan dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan inklusif demi menyiapkan generasi unggul menyongsong Indonesia Emas 2045.
"Kita tidak boleh membiarkan satu pun anak kehilangan rasa aman di sekolah. Pendidikan harus menjadi ruang yang melindungi, bukan tempat yang menimbulkan ketakutan," ujar Yulius.
Poin-Poin Utama Instruksi Gubernur Sulut
- Sanksi dan Transparansi Kasus: Seluruh kepala sekolah diwajibkan mengaktifkan Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK). Yulius melarang keras praktik menutup-nutupi kasus kekerasan demi menjaga nama baik sekolah.
- Tata Kelola Anggaran: Pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan BOSDA dituntut transparan, profesional, dan akuntabel.
- Pengawalan Program Nasional: Sekolah diminta mengawal pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar berjalan higienis, tepat sasaran, dan membangun budaya hidup sehat.
- Pencegahan Kejahatan Digital: Guru Bimbingan Konseling (BK) diinstruksikan memperkuat pendidikan karakter untuk benteng siswa dari ancaman judi online, pinjaman online ilegal, hingga penyalahgunaan narkoba.
- Revitalisasi SMK dan SLB: Mendorong penguatan program link and match industri bagi SMK serta modernisasi fasilitas inklusif bagi SLB.
Apresiasi MPLS dan Prinsip Satu Komando
Dalam kesempatan tersebut, Yulius turut memberikan apresiasi atas suksesnya pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) 2026 yang berlangsung tertib, ramah anak, dan bebas dari tindakan perundungan.
Menutup arahannya, Yulius menekankan prinsip 'Satu Komando' bagi seluruh kepala sekolah di Sulut. Ia meminta jajaran pendidik bekerja dengan loyalitas, integritas, dan mentalitas pantang menyerah.
Ia juga mengajak seluruh insan pendidikan mengamalkan nilai budaya lokal seperti Sitou Timou Tumou Tou dan Torang Samua Basudara sebagai fondasi moral peserta didik.
(*/Olvie)
