Puncak Musim Kemarau, Gubernur Sulut Yulius Selvanus Aktifkan Komando Siaga Karhutla


Newsblessing.com, SULUT  — Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara memperketat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seiring masuknya puncak musim kemarau.


​Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus S.E., mengaktifkan "Sistem Satu Komando" guna mengantisipasi bahaya karhutla di wilayah-wilayah yang tergolong rawan. Kebijakan ini diambil sebagai langkah responsif terhadap maraknya insiden karhutla di berbagai daerah Indonesia.


​Melalui instruksi tersebut, masyarakat diimbau untuk mematuhi protokol pencegahan secara ketat demi keselamatan bersama dan kelestarian lingkungan.


​"Kami meminta seluruh warga Sulawesi Utara untuk tidak memicu potensi kebakaran sekecil apa pun," ujar Gubernur Yulius dalam keterangannya.


​Guna menekan risiko bencana, Pemprov Sulut menyampaikan lima langkah krusial yang wajib dipatuhi oleh masyarakat:


  • ​Stop Pembakaran Lahan: Dilarang keras menggunakan metode pembakaran api untuk membuka atau membersihkan lahan pertanian dan perkebunan.
  • ​Jangan Buang Puntung Rokok Sembarangan: Hindari membuang sisa rokok yang masih menyala di area rumput, vegetasi kering, maupun kawasan hutan.
  • ​Awasi Pembakaran Sampah: Jangan pernah meninggalkan sisa pembakaran sampah rumah tangga tanpa pengawasan. Angin kencang di musim kemarau dapat menyebarkan bara api dengan cepat.
  • ​Pastikan Api Padam Total: Hindari meninggalkan bekas perkemahan atau sumber api di kawasan hutan, serta terus perbarui informasi perkembangan cuaca terkini.
  • ​Prinsip Cepat Lapor: Segera laporkan ke pihak berwenang seperti Pemadam Kebakaran (Damkar) atau BPBD setempat jika melihat titik api atau kemunculan asap agar dapat ditangani sejak dini.

​

Pemerintah daerah berharap kolaborasi aktif antara aparat dan warga dapat meminimalkan potensi bencana karhutla di wilayah Sulawesi Utara sepanjang musim kemarau ini.

(*/Olvie)


View:973

Lebih baru Lebih lama