Soal Pelatihan ASN Kepulauan, DPRD Sulut Minta BPSDMD Pertimbangkan Kendala Cuaca dan Akses

 

Newsblessing.com, SULUT  — Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut) mendesak Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Sulut agar memberikan akses pelatihan yang setara bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di daerah kepulauan.

​Langkah ini dinilai mendesak mengingat kendala letak geografis, kondisi cuaca, hingga biaya transportasi kerap menghambat ASN di daerah terluar untuk meningkatkan kapasitas diri.

​Hal tersebut ditegaskan oleh Anggota DPRD Sulut Daerah Pemilihan (Dapil) Nusa Utara, Vionita Kuera (ditulis pula Violeta Kuareh), dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama mitra kerja di Ruang Komisi IV DPRD Sulut, Manado, Senin (2/11/2026).

​Vionita menyoroti keterbatasan yang dihadapi para abdi negara di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sitaro, hingga Talaud saat harus menghadiri diklat tatap muka di ibu kota provinsi.

​"Persoalan aksesibilitas, akomodasi, hingga cuaca ekstrem kerap menjadi benteng pembatas. Jangan sampai ketika jadwal pelatihan sudah ditetapkan, mereka gagal ikut hanya karena kendala gelombang atau transportasi," ujar Vionita.

​Ia mendorong BPSDMD Sulut untuk lebih fleksibel dengan menghadirkan program pelatihan yang menyasar langsung wilayah pulau atau memanfaatkan sistem pembelajaran jarak jauh secara optimal.

​Respons BPSDMD dan Inovasi Pembelajaran Digital

​Menanggapi hal tersebut, Kepala BPSDMD Provinsi Sulut, Franky Alexander Tintingon, menjelaskan bahwa pemenuhan kompetensi ASN kini dilakukan melalui dua skema, yakni sistem klasikal (tatap muka langsung) dan non-klasikal (pembelajaran digital).

​Guna mengatasi kendala geografis, pihak BPSDMD telah meluncurkan platform pembelajaran digital bernama Baku Pande YSK-Victory.

​"Aplikasi ini menyediakan 36 modul pembelajaran digital yang dapat diakses dari mana saja. Ini menjadi jawaban atas amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 yang mewajibkan setiap ASN mendapatkan pembaruan kompetensi minimal 20 jam pelajaran per tahun," kata Franky.

​Franky memastikan bahwa ASN di wilayah kepulauan Nusa Utara tetap bisa mengasah kemampuan tanpa harus selalu datang ke Kota Manado. BPSDMD juga terus berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) di tingkat kabupaten untuk menjamin keberlanjutan program pelatihan tersebut.

(*/Olvie)


View:1065

Lebih baru Lebih lama