-->

Terkini Lainnya

Tampilkan postingan dengan label BP2MI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BP2MI. Tampilkan semua postingan

15 Agustus 2023

Cegah Penempatan nonprosedural BP2MI kembali Selamatkan 18 Anak Bangsa




Newablessing.com, SULUT - BP2MI memberikan keterangan pers terkait pencegahan 18 (delapan belas) orang Calon Pekerja Migran Indonesia yang akan ditempatkan secara nonprocedural yang dilakukan diwilayah Tanggerang Selatan, Banten, Senin (14/8/2023).


Konferensi pers yang digelar di kantor BP2MI tersebut disampaikan langsung oleh Kepala BP2MI, Benny Rhamdani, dengan didampingi oleh oleh beberapa Pejabat Tinggi Pratama dan Pejabat Tinggi Madya di lingkungan BP2MI, bahkan juga diikuti Kepala BP2MI di seluruh wilayah Indonesia yang hadir melalui virtual dan disiarkan secara live di media sosial BP2MI.


Pada Konferensi Pers tersebut, Benny Rhamdani menyampaikan terkait kronologis pencegahan yang dilakukan oleh BP2MI tersebut.


"Berawal dari informasi masyarakat terkait adanya perekrutan illegal, pada Senin 14 Agustus 2023 sekitar pukul 03.12 WIB, BP2MI berkoordinasi dengan Polres Tanggerang Selatan untuk bersama-sama melakukan pencegahan dengan hasil ditemukan 18 orang Calon Pekerja Migran Indonesia yang ditampung di Cluster Victoria River Park Kecamatan Serpong Utara Kota Tanggerang Selatan Provinsi Banten", ungkapnya. 


Lebih lanjut Benny menyebutkan ”Pada pencegahan tersebut terdapat 2 (dua) orang yang sudah siap diberangkatkan menuju Provinsi Kepulauan Riau dengan penerbangan pukul 05.55 WIB dengan salah satu maskapai tujuan Bandara Hang Nadim Batam, dan 16 orang lainnya sedang menunggu jadwal keberangkatan dan dari hasil wawancara singkat diketahui bahwa korban sudah berada di penampungan dalam kurun waktu 7 sampai 60 hari. Dari 18 orang yang dilakukan pencegahan tersebut semuanya adalah perempuan dimana 15 (Lima belas) orang berasal dari Sulawesi Utara, 2 (dua) orang berasal dari Jawa Barat dan 1 (satu) orang berasal dari Nusa Tenggara Barat”.


Kepala BP2MI kemudian menyampaikan modus bahkan inisial para pelaku yang ditemukan di penampungan tersebut agar menjadi perhatian bersama.

"Saat BP2MI melakukan pendalaman kepada para korban diketahui bahwa para korban dijanjikan untuk bekerja sebagai Asisten Rumah Tangga di Singapura dengan mendapatkan gaji sebesar 640-750 Dollar Singapura atau 7 – 9 juta Rupiah per bulan dan para korban telah menerima uang saku sebesar 5 – 6 juta Rupiah. Adapun turut diamankan sebagai pelaku yaitu laki-laki bernama Mei yang berperan sebagai perekrut dan penyalur, perempuan HK bereperan sebagai pengelola penampungan dan pengajar Bahasa, laki-laki MM berperan sebagai driver antar jemput ke bandara dan belanja kebutuhan di penampungan dimana ketiga orang diduga pelaku sudah dibawa ke Polres Tanggerang Selatan guna dilakukan penyelidikan dan pendalaman lebih lanjut, sementara para korban langsung diarahkan ke Shelter BP3MI DKI Jakarta untuk diproses kepulangannya", kata Benny.


Benny juga menyampaikan himbauan kepada seluruh masyarakat Indonesia agar mematuhi aturan-aturan yang berlaku.


"Dalam kesempatan ini saya menyampaikan kepada seluruh masyarakat Indonesia yang ingin bekerja ke luar negeri agar mematuhi prosedur bekerja sesuai dengan aturan-aturan yang ada, melalui jalur-jalur resmi yang sudah disediakan sebagaimana diatur oleh Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia" imbuhnya.


Dipenutup penyampaiannya, Benny memberikan apresiasi kepada semua pihak yang sudah ikut membantu BP2MI dalam melakukan tugas-tugas mulia.


“Pada kesempatan ini, saya selaku Kepala BP2MI menyampaikan Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak khususnya jajaran Kepolisian Republik Indonesia yang telah mendukung pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang yang melibatkan Calon Pekerja Migran Indonesia sebagai korban, semoga pelaku segera terungkap dan proses hukum bisa segera berjalan. Saya juga akan menegaskan bahwa BP2MI tidak akan pernah berhenti untuk memerangi Tindak Pidana Perdagangan Orang yang adalah kejahatan kemanusiaan, kejahatan terhadap hukum positif kita dan negara tidak boleh kalah, negara akan hadir dan hukum harus tertap ditegakkan” tutupnya. (*Olvie) 

03 April 2023

BP2MI Sulut Sosialisasi Penempatan dan Pelindungan PMI Di GMIM Getsemani Sumompo




Newablessing.com, MANADO - Kepala BP2MI Sulawesi Utara (Sulut), Hendra Makalalag, mewakili Kepala BP2MI, Benny Rhamdani, menyelenggarakan Sosialisasi Penempatan dan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) dihadapan lebih dari 200 orang yang terdiri dari Siswa/i SMK Negeri 8 Manado, Pemuda/i dan Badan Pekerja Majelis Jemaat GMIM Getsemani Sumompo, Tokoh Masyarakat bahkan  Tokoh Agama yang diprakarsai oleh Gereja GMIM Getsemani Sumompo, Senin tanggal 3 April 2023,


Dalam pemaparannya, Hendra menyampaikan terkait Penempatan PMI dan jaminan Pelindungan oleh negara bagi PMI yang bekerja di luar negeri secara prosedural.


“Bekerja di luar negeri adalah suatu jalan keluar bagi pengentasan pengangguran dan perbaikan ekonomi keluarga namun tentunya harus dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku agar pelindungan bagi PMI dan keluarganya terjamin oleh negara baik dari sisi pelindungan secara hukum, ekonomi maupun sosial” kata Hendra,




Pada kesempatan tersebut, Ketua Jemaat GMIM Getsemani Sumompo, Pendeta Margaretha Sikopong, S.Th, sangat mengapresiasi Balai BP2MI Sulawesi Utara sebagai lembaga pemerintah yang bertugas melindungi PMI.


“Sosialisasi ini merupakan salah satu bentuk kepedulian negara melalui BP2MI dalam melindungi warga negara Indonesia yang ingin maupun sedang bekerja di luar negeri sehingga kami sangat mengapresiasi kegiatan ini, disamping itu kami juga berkomitmen untuk mendukung setiap program BP2MI dalam mensosialisasikan peluang kerja di luar negeri yang dapat dimanfaatkan oleh kaum muda di Sulawesi Utara maupun upaya pelindungan kepada PMI agar mendapatkan pelindungan yang optimal dari negara”, jelasnya.


Dalam Sosialiasi tersebut, Hendra juga membahas mengenai pentingnya peran masyarakat dalam memberikan informasi yang benar terkait bekerja di luar negeri.


“Peran serta masyarakat dari segala kalangan sangat dibutuhkan dalam penyampaian informasi yang benar terkait bekerja di luar negeri mengingat belakangan ini marak terjadi perdagangan orang bermodus kerja di luar negeri yang tentunya sangat merugikan masyarakat yang berminta bekerja di luar negeri serta membangun opini buruk terkait PMI di tengah masyarakat” ucap Hendra.


Di penghujung acara, Hendra menyampaikan apresiasi kepada Badan Pekerja Majelis Jemaat GMIM Getsemani Sumompo yang sudah memfasilitasi kegaitan tersebut.


“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Badan Pekerja Majelis Jemaat GMIM Getsemani Sumompo yang sudah memberikan kesempatan kepada Balai BP2MI Sulawesi Utara untuk melakukan Sosialisasi sehingga informasi terkait Penempatan dan Pelindungan PMI dapat tersampaikan kepada masyarakat melalui Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat serta dunia pendidikan. Kami juga menyampaikan salam hormat dari Kepala BP2MI, Bapak Benny Rhamdani, atas fasilitasi yang sudah diberikan oleh Jemaat GMIM Getsemani Sumompo” tutupnya. (*/Olvie)

06 November 2022

BP2MI Sulut Gelar Sosialisasi Peluang Kerja Ke Luar Negeri Di Hadapan 150 Mahasiswa lPMII



Newsblessing.com, MANADO – Badan Perlindungan Pekerja  Migran Indonesia (BP2MI) Sulawesi Utara (Sulut) mensosialisasikan peluang kerja ke luar negeri dihadapan 150 orang anggota Perhimpunan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sulut, Jumat (5/11/2022)


Dalam sambutannya Kepala BP2MI Sulawesi Utara Hendra Makalalag menyambut baik kesempatan sosialisasi ini.


“Kesempatan sosialisasi ini merupakan kesempatan yang sangat baik bagi kami selaku pemerintah untuk menginformasikan peluang kerja ke luar negeri secara prosedural. Selama ini mungkin masyarakat hanya mendengar sekilas mengenai kerja keluar negeri sehingga informasi yang didapat hanya sedikit. Di kesempatan sosialisasi kali ini kami ingin menjabarkan secara jelas mengenai prosedur kerja ke luar negeri agar masyarakat Sulawesi Utara bisa tertarik dan berminat kerja ke luar negeri,” ungkap Hendra.




Lebih lanjut Hendra menyebutkan bahwa peluang kerja ke luar negeri adalah salah satu cara yang efektif untuk membantu pemerintah daerah mengurangi pengangguran.


“Saat ini angka pengangguran Sulawesi Utara sangat tinggi. Kurang lebih 70 ribuan jiwa kini tidak memiliki pekerjaan. Untuk itu peluang kerja ke luar negeri ini adalah peluang yang sangat baik untuk dimanfaatkan. Ada beberapa negara yang saat ini membuka lowongan pekerjaan bagi pekerja asal Indonesia antara lain di Jepang, Korea, Jerman, Polandia, Taiwan, Malaysia dan masih banyak lagi” kata Hendra.


Hendra juga menambahkan bahwa gaji yang akan didapat ketika bekerja sebagai pekerja migran juga sangat menggiurkan.


“Contohnya saja kerja sebagai Careworker di Jepang gajinya mulai dari 20 jutaan perbulan. Dengan penghasilan sebesar itu, kami harapkan para pekerja migran asal Sulawesi Utara dapat mensejahterakan keluarganya di Indonesia, membantu pemerintah daerah mengurangi pengangguran, serta dapat membangun daerahnya masing-masing lewat remitansi yang dikirimkan setiap bulannya,” tutup Hendra. (Olvie)

03 November 2022

BP2MI SuLut Fasilitasi Pemulangan PMI, Hendra Makalalag : Sebagai Bentuk Negara Melindungi Masyarakat




Newsblessing.com, SULUT - Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Sulawesi Utara (Sulut) pada Kamis (3/11-2022) kembali memfasilitasi pemulangan satu Pekerja Migran Indonesia (PMI) terkendala ke daerah asal di Kabupaten Minahasa. Pemulangan dilakukan berdasarkan surat serah terima PMI dari BP2MI Kalimantan Utara. Kepala Balai BP2MI Kalimantan Utara KomPol. F.J. Ginting mendampingi PMI terkendala, dan setibanya di Bandara Samratulangi langsung menyerahkan tanggungjawab kepada Balai BP2MI Sulawesi Utara.


Kepala Balai BP2MI Sulawesi Utara Hendra Makalalag, mengatakan, berdasarkan keterangan yang didapatkan dari PMI, beliau masuk ke Malaysia secara nonprosedural.




“Si PMI ini mengakui bahwa dirinya berangkat ke Malaysia secara non-prosedural. Setibanya disana, beliau kemudian ditempatkan untuk bekerja. Namun, majikan yang bersangkutan tidak memberikan kontrak kerja sehingga pada akhirnya beliau mengalami masalah dengan majikannya” jelas Hendra.


Lebih lanjut, Hendra mengatakan bahwa PMI kemudian lari ke KJRI Malaysia untuk mendapatkan perlindungan.


“Menurut keterangan PMI, karena tidak tahan akhirnya beliau melarikan diri ke KJRI yang ada di Malaysia untuk meminta perlindungan, dan akhirnya dipulangkan ke daerah asal hari ini” kata Hendra.



“Kami langsung menjemput PMI dan langsung memulangkan yang bersangkutan ke daerah asal beliau di Desa Sasaran Tondano Kabupaten Minahasa serta sudah diterima dengan baik oleh keluarga yang bersangkutan, didampingi oleh pemerintah daerah setempat” tukas Hendra.


Menurut Hendra, fasilitasi pemulangan ini merupakan bentuk kehadiran negara untuk

melindungi seluruh masyarakat dan juga bagian dari pelayanan BP2MI untuk melindungi PMI dan seluruh keluarganya. “Fasilitasi pemulangan PMI merupakan bentuk komitmen BP2MI untuk memberikan pelayanan VVIP kepada PMI dan keluarganya. Untuk itu, BP2MI Sulawesi Utara akan melaksanakan tugas ini dengan semaksimal mungkin tanpa memandang waktu,"tandas Putra asli Bolmong ini. (*/Olvie)


16 Agustus 2022

BP2MI Sulut tandatangani PKS dengan Politeknik Kelautan dan Perikanan Bitung



Newsblessing.com, SULUT - Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menandatangani Perjanjian Kerjasama dengan Politeknik Kelautan dan Perikanan Bitung, Senin (15/8/2022).


Penandatanganan dilaksanakan di Aula Politeknik Kelautan dan Perikanan Bitung  dan dilakukan antara Kepala BP2MI Sulut Hendra Makalalag (mewakili Kepala BP2MI Benny Rhamdani) dengan Direktur Politeknik Kelautan dan Perikanan Bitung Daniel H. Ndahawali disaksikan oleh Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Kementrian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Laksamada Muda TNI Adin Nurawaluddin. 


Ditemui di tempat penyelenggaraan acara, kepala BP2MI Sulut Hendra Makalalag menyebutkan bahwa kerjasama yang dilakukan ini terkait dengan Penyiapan Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) asal Sulut.



“Penandatanganan kerjasama hari ini berkaitan dengan penyiapan CPMI melalui institusi pendidikan dan berpatokan pada tri dharma perguruan tinggi. Agar nantinya calon-calon pekerja yang akan dikirimkan untuk bekerja ke luar negeri benar-benar sesuai dengan kualifikasi setiap negara penempatan” kata Hendra.


Hendra menambahkan bahwa potensi peluang kerja ke luar negeri di bidang kelautan dan perikanan masih terbuka lebar.


“Hari ini kami melakukan kerjasama dengan Politeknik Kelautan dan Perikanan Bitung karena peluang kerja di bidang ini masih banyak. Ada melalui program G to G Korea, atau melalui program P to P ke Taiwan, SSW Jepang dan beberapa program lainnya. Jadi PKS hari ini bertujuan agar para siswa lulusan Politeknik Kelautan dan Perikanan bisa mengisi jabatan-jabatan pada negara-negara yang membuka lowongan di bidang yang sama” jelas Hendra.


“Gaji yang ditawarkan pun lumayan besar ya jadi kami sangat berharap, dengan adanya PKS ini BP2MI bisa mendapatkan calon-calon pekerja yang mumpuni untuk ditempatkan di negara-negara yang membutuhkan” tutup Hendra. 


31 Mei 2022

BP2MI Buka Peluang Kerja Di Jerman Bagi Putera Putri Daerah

 



Newsblessing.com, SULUT - BP2MI melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) SulutGo membuka peluang kerja di Jerman sebagai tenaga perawat lewat program Government to Government (G to G).

Hendra Makalalag selaku kepala UPT BP2MI SulutGo menyebutkan bahwa Jerman membutuhkan sekitar 300 perawat untuk ditempatkan pada 8 posisi yang kini kekurangan tenaga medis.

“Ada sekitar 300 perawat yang dibutuhkan untuk ditempatkan di 8 posisi yang kekurangan tenaga medis yaitu pada Unit Perawatan Intensif, Perawatan Geriatri/ Panti Asuhan/ Perawatan lansia, Bangsal Umum, Bangsal Medis dan Bedah, Ruang Operasi, Neurologi, Ortopedi dan bidang terkait, Psikiatri, Bangsal Anak dan Neonatal” jelas Hendra.

Hendra menambahkan bahwa gaji yang akan ditawarkan oleh pemerintah Jerman untuk posisi perawat di negara mereka sangat besar.

“Gajinya sangat menggiurkan yaitu sebesar  € 2.300 atau Rp. 38.865.566,31 (kotor/ nilai kurs 1 Euro x Rp.16.898,07). Kemudian nanti kalau mereka lulus uji penyetaraan, gaji yang diberikan sebesar €2.800 atau Rp.47.314.602,47 (kotor/nilai kurs 1 Euro x Rp.16898,07) dengan pajak penghasilan sebesar 30%.” Kata Hendra.

Lebih lanjut Hendra menambahkan bahwa pendaftaran telah dibuka mulai dari tanggal 12 Mei 2022 hingga 9 Juni 2022.

“Sudah dibuka pendaftarannya mulai dari tanggal 12 Mei yang lalu sampai nanti tanggal 9 Juni 2022. Pendaftaran semua dilakukan secara online. Bagi yang tertarik ingin mendaftar silakan akses https://siskop2mi.bp2mi.go.id/ dan mengunggah semua dokumen yang dibutuhkan disitu” kata Hendra.

“Bagi masyarakat yang ingin tahu lebih lanjut mengenai program ini seperti persyaratannya apa, bagaimana cara menggunggah dokumen, seperti apa gambaran pekerjaannya nanti, bagaimana kondisi kerja di Jerman, serta tips dan trik lulus wawancara dengan calon pengguna di Jerman, BP2MI akan mengadakan webinar Q and A lewat Zoom Meeting yang terbuka untuk umum pada hari Sabtu tanggal 28 Mei 2022 pukul 09.30 WIB dengan narasumber Ibu Dyah Rejekiningrum selaku Direktur Penempatan Pemerintah Kawasan Eropa dan Timur Tengah BP2MI. Buat yang ingin ikut bisa langsung akses di aplikasi Zoom Meeting dengan Meeting ID 383 214 1847, passcode Jerman2022” tutup Hendra.

07 Juli 2021

UPT BP2MI Manado Fasilitasi Calon PMI Untuk divaksin



Newsblessing.com - MANADO -  Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Kota Manado fasilitasi 11 Calon Pekerja Migran Indonesia(CPMI) asal Sulawesi Utara (Sulut) untuk divaksin  dikantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Manado.


Adapun ke 11 CPMI tersebut, 1 CPMI adalah merupakan calon pekerja yang telah berhasil lulus seleksi dalam program penempatan pemerintah atau G to G dengan tujuan korea selatan sedangkan 10 CPMI lainnya merupakan CPMI yang akan bekerja disektor domestik Singapura dan Hongkong yang sedang dalam tahapan persiapan untuk keberangkatan dinegara tujuan penempatan.


Pelaksanaan program vaksinasi bagi CPMI ini merupakan suatu upaya dari BP2MI untuk turut menyukseskan program vaksinasi nasional yang digalangkan oleh pemerintah.


Kepala UPT BP2MI Manado Hendra Makalalag turut mengawal pelaksanaan Vaksinasi ini. Ditemui ditempat pelaksanaan hendra menyebutkan masih ada beberapa CPMI lagi yang akan melaksanakan vaksin.


Sebelumnya kami sudah berkordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Manado untuk penyelenggaraan Vaksin bagi CPMI agar penyelenggaraan berjalan dengan lancar, selain itu kami juga berkordinasi dengan seluruh perusahaan penempatan pekerja migran, serta beberapa lembaga pelatihan untuk program penyelenggara vaksinasi ini. 


" Beberapa memang sudah melakukan vaksin didaerah masing-masing namun bagi yang belum mereka sudah mendaftarkan diri dikami untuk bisa difasilitasi untuk divaksin. Jadi selain 11 yang sudah divaksin hari ini, ada sekitar 8 CPMI yang barusan mendaftar dikami." Jelas Hendra.


Lebih lanjut Hendra menyebutkan bahwa pihaknya juga sudah menyebarkan spanduk di titik strategis di Kabupaten/kota disulut terkait program vaksinasi Covid 19 Bagi CPMI.


"Kami juga sudah menyebarkan spanduk untuk diletakkan dibeberapa titik strategis dikabupaten/kota yang ada di Sulawesi Utara sebagai bentuk penyebaran informasi bagi CPMI sesuai instruksi kepala BP2MI, kami juga menyebar informasi di media sosial agar menjangkau lebih banyak CPMI sehingga mereka dapat ikut vaksinasi nasional." Tutup Hendra. (Olvie)

25 Juni 2021

Silaturahmi dengan Pemda Mitra, UPT BP2MI Manado Jelaskan Peluang Kerja ke Luar Negeri


Newsblessing.com, MITRA
-  Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Manado melakukan kunjungan ke Pemerintah Daerah (Pemda) Minahasa Tenggara (Mitra) dalam rangka memaparkan peluang kerja ke luar negeri (LN), Jumat (25/6/2021).

Rombongan dipimpin langsung Kepala UPT BP2MI Manado, Hendra Makalalag disambut antusias oleh Asisten II Bupati Minahasa Tenggara Frits Mokorimban.


Dalam pemaparannya, Hendra menyampaikan tentang beberapa lowongan pekerjaan di negara-negara di Eropa dan Asia Timur, khususnya peluang kerja ke Jepang sebagai perawat dan perawat lansia melalui program G to G dan Specified Skilled Worker (SSW) yang bisa dimanfaatkan oleh putra-putri dari Minahasa Tenggara.“


Jepang saat ini sedang membuka peluang kerja sebagai Nurse dan perawat lansia atau Care Worker bagi warga Indonesia lewat program SSW dan G to G. Dengan gaji mulai dari Rp 20 jutaan/bulan. Maka sebaiknya putra daerah Minahasa Tenggara memanfaatkan peluang ini karena bisa mensejahterakan keluarga dan daerah," ujar Hendra melalui rilisnya.


Hendra juga memaparkan, persyaratan utama untuk bekerja ke Jepang melalui program SSW cukup mudah, yaitu minimal berusia 18 tahun, pendidikan minimal SMA/SMK, wajib memiliki kemampuan berbahasa Jepang setara N4, dan memiliki sertifikat skill sesuai dengan sektor yang dilamar.


“Persyaratan usia dan pendidikan sudah pasti bisa dipenuhi oleh pemuda Minahasa Tenggara. Namun terkait kemampuan berbahasa Jepang dan skill jabatan yang dilamar akan menjadi tantangan bagi mereka karena rata-rata kemampuan berbahasa Jepang orang Indonesia masih minim. Sedangkan biaya pendidikan dan pelatihan bahasa Jepang terbilang cukup tinggi.” jelas Hendra.


Untuk itu, lanjut Hendra, UPT BP2MI Manado mengadakan silaturahmi dengan Pemda Minahasa Tenggara agar dapat melaksanakan amanat UU nomor 18 tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia.


Dimana sesuai amanat UU, pelatihan dan pendidikan bagi calon pekerja merupakan tugas dan tanggung jawab dari pemerintah dalam hal ini pemerintah kabupaten/kota, tambahnya.


Sementara itu, Asisten II Bupati Minahasa Tenggara Frits Mokorimban mengatakan akan memfasilitasi pendidikan dan pelatihan bahasa Jepang bagi pemuda asal daerahnya.


“Program SSW sangat bagus untuk dimanfaatkan oleh putra daerah Minahasa Tenggara untuk itu kami akan menindaklanjuti kunjungan hari ini dengan melakukan penandatanganan MoU dengan BP2MI segera setelah pembahasan draf MoU kami laksanakan," pungkas Frits. (Olvie)

23 Januari 2021

Antar Langsung PMI ABK Pulang ke Rumahnya, Kepala BP2MI: Saya Nyatakan Perang dan Akan Pasang Badan


Foto ist

Kotamobagu, BP2MI (22/1) - Kepala BP2MI Benny Rhamdani, mengantar langsung salah satu Pekerja Migran Indonesia (PMI) Awak Kapal Perikanan (ABK), Tri Septianto, ke rumahnya di Poyoa Kecil, Kotamobagu, Sulawesi Utara, Jumat (22/1/2021) malam setelah sebelumnya ia bersama belasan kawan lainnya telah mengadukan kasus tidak dibayar ke kantor BP2MI Pusat, Rabu (20/1/2021).

Saat itu Tri melaporkan bahwa ia direkrut oleh PT Maritim Samudera Indonesia yang berkantor di Bekasi, dan dipekerjakan di perusahaan perikanan asal China yang melakukan pelayaran ke Peru.

"Kontrak saya selama 2 tahun di sana. Dari pihak PT mengatakan telah mengirimkan gaji setiap bulan kepada keluarga saya, namun ternyata hanya 3 kali keluarga mendapatkan kiriman tersebut. Selebihnya mereka belum membayarkan gaji saya senilai total sekitar Rp 70 juta," ungkap Tri kepada Kepala BP2MI.

Tri yang berasal dari Kotamobagu, akhirnya sampai di kampung halaman setelah menempuh perjalanan udara dari Jakarta ke Manado dan dilanjutkan perjalanan darat ke Kotamobagu selama sekitar 4 jam. Ia diantar oleh Kepala Seksi Perlindungan dan Pemberdayaan UPT BP2MI Manado, Sutrisno, dan disambut langsung oleh Kepala BP2MI untuk selanjutnya diantar pulang ke rumahnya bertemu kedua orangtuanya.

"Malam ini saya akan antarkan langsung Tri Septianto ke rumahnya sebagai bentuk penghormatan saya. Kemarin saat Tri dan teman-temannya tiba di kantor pusat BP2MI, saya langsung melakukan video call untuk menanyakan kabar dan memastikan kondisi mereka," tutur Benny.

BP2MI tidak akan membiarkan kasus ini, lanjut Benny, Manning Agency yang terlibat akan dipanggil dan diproses sesuai hukum yang berlaku.

"Tidak ada kompromi, tidak ada negosiasi, tidak ada tawar menawar, terhadap apapun bentuk kejahatan perusahaan, siapa pun di belakang mereka, mau orang berpangkat ataupun memiliki bintang di bahunya, saya akan pasang badan dan perang terhadap perusahaan, sindikat yang melakukan eksploitasi dengan tidak membayar gaji sesuai kontrak, saya akan kejar di manapun perusahaan itu berada," ungkap Benny.

Selanjutnya BP2MI akan melaporkan kasus ini ke Bareskrim Polri sebagai tindak lanjut proses hukumnya.

"Saya akan buktikan bahwa negara hadir memberi perlindungan kepada setiap warga negaranya, dan negara tidak boleh kalah oleh satu pun perusahaan di negeri ini yang seolah-olah bisa mengatur negara ini," tegas Benny.

Benny juga mengingatkan kembali kepada Tri agar melaporkan diri kepada BP2MI jika ingin berangkat lagi menjadi ABK ke luar negeri.

"Di sini ada UPT BP2MI Manado yang mencakup seluruh wilayah Sulawesi Utara, jangan lupa laporkan diri agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Bersyukur saat ini bisa pulang ke rumah dengan selamat, baik fisik maupun mental, karena tidak sedikit pula ABK lainnya yang kurang beruntung sehingga belum bisa pulang dengan selamat," tutup Benny. ** (Humas/MIT/Aff)