-->

Terkini Lainnya

Tampilkan postingan dengan label Hedro Satrio. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hedro Satrio. Tampilkan semua postingan

15 Maret 2023

BPJN Sulut Melakukan Pengerjaan Pecing Jalan Wori-Likupang Minut





Newsblessing.com, SULUT - Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Utara (Sulut) sementara melakukan pengerjaan pecing untuk jalan nasional Wori – Likupang Kabupaten Minahasa Utara (Minut).


Hal ini disampaikan Kepala Balai BPJN Sulut Hendro Satrio saat di temui diruang kerjanya, Selasa (14/03/2023).


“Untuk pekerjaan paket jalan nasional Wori – Likupang sementara pengerjaan penutupan lubang atau pecing. Sesudah itu langsung melakukan pengaspalan sepanjang 40 KM dari Wori – Likupang – Girian. 40 persen jalan mengalami kerusakan dan akan dilakukan overlay. Jika memungkinkan bahu-bahu jalan akan di cor agar lebih lebar,” kata Hendro.


Sementara, untuk lokasi yang perlu dibuat saluran, akan dibuat saluran dan jembatan minaesa yang sempat jatuh (amblas red) untuk box cover akan segera di ganti dan di samping jembatan akan di buatkan bronjong.


“Jadi kami sudah turun lapangan, kami lihat untuk pekerjaan pecing sudah melewati jembatan tersebut, selanjutnya akan dilakukan pengaspalan dan juga pecing. Selanjutnya kami akan melakukan overlay,” jelas Hendro.


Lebih lanjut Hendro menyampaikan jika pecing sudah banyak akan dilakukan overlay, karena jalannya sudah tua jadi perlu pengaspalan lagi.


“Jika pecingnya masih jaraknya agak jauh, itu tidak akan di overlay lagi. Yang perlu di overlay apabila pecingnya sudah banyak, maka itu kami akan melakukan overlay,” tandasnya.

(*/Olvie)

07 Februari 2023

BPJN Sulut Dorong Kontraktor Selesaikan Jembatan Amad Cs Di Talaud


Atas : Kepala BPJN Sulut Hendro Satrio, Bawah : KTU Jendry Wongkar

Newsblessing.com, SULUT - Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) terus mendorong pihak kontraktor untuk menyelesaikan pengerjaan jembatan Amad cs di masa denda.


Dalam pengerjaan jembatan Amad cs di Kabupaten Kepulauan Talaud mengalami keterlambatan. Hal ini mempengaruhi penyelesaian pekerjaan dimasa Tenggak waktu yang sudah di berikan kepada kontraktor. 


Kepala BPJN Sulut Hendro Satrio melalui Kepala Tata Usaha (KTU) Jendry Wongkar Menjelaskan terkait keterlambatan pengerjaan jembatan Amad cs tersebut.


" Memang jembatan tersebut (Amad cs) mengalami keterlambatan dan saat ini sementara dikerjakan dimasa denda selama 90 hari. Keterlambatan ini dikarenakan cuaca yang ekstrim,material yang lambat masuk dan masalah bahan bakar minyak (BBM) di lapangan," kata Jendry kepada sejumlah media, Selasa (07/02/2023) ketika di temui Diruangan kerjanya.


Lanjut kata Jendry, untuk pengecoran jembatan sangat membutuhkan waktu karena terlebih dahulu akan dibuat tiang jembatan.


"Untuk pengecoran ada jangka waktunya. Itu bisa mencapai 30 hari atau bisa melebihi 30 hari, di karenakan pengecoran jembatan bertahap. Jadi tidak ada kekuatan jembatan jika penyusunannya hanya 15 hari, itu bisa ambruk karena pengecoran jembatan ada masanya dan  paling lama satu bulan kemudian bisa dilanjutkan lagi," jelas Jendry.


Lebih jauh, Jendry mengatakan untuk pengecoran harus sesuai spesifikasi yang ada. "Pada dasarnya pengecoran harus sesuai spesifikasi, selanjutnya tinggal dikerjakan pemasangan orbit dan pemadatannya," tutupnya. (Olvie)

13 Januari 2023

Infrastruktur Perbaikan Jalan Terowongan, Hendro Satrio : Menunggu Pembebasan Lahan Pemkot Manado




Newsblessing.com, SULUT - Pemerintah Kota (Pemkot) Manado melalui Dinas PU-PR mengusulkan ke Balai Pelaksanaan  Jalan Nasional (BPJN) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), untuk pembangunan infrastruktur perbaikan jalan terowongan di Ringroad 1 yang terletak di Kelurahan Tingkulu Kecamatan Wanea.


Terowongan Ringroad 1 yang sempit menggunakan dua lajur  yang menyebabkan kemacetan di titik terowongan tersebut dikarenakan volume kendaraan yang padat di jam jam tertentu sehingga mengakibatkan kemacetan Panjang, Untuk mengatasi kemacetan, Pemkot Manado mengusulkan untuk melakukan pembangunan jembatan dan pelebaran terowongan Menjadi empat lajur. 


Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Hendro Kartiko mengatakan, pelebaran jalan Ringroad 1 masih menunggu dari pihak Pemkot Manado untuk melakukan pembebasan lahan.


“Kemarin Kami Bersama Pemerintah Kota melalui Kadis PU Manado dan Lurah setempat untuk melihat lokasi lahan yang ada di sana, dan kami lihat ada beberapa seperti warung yang ada di atas terowongan yang harus dilakukan pembebasan lahan,” ujar Satrio dihadapan awak media, Jumat (13/01/2023).


Lanjut Satrio yang welcome dan akrab dengan awak media ini, BPJN Sulut sudah menyampaikan kepada Kepala Dinas PU Manado bahwa pihaknya tinggal menunggu pembebasan lahan yang dilakukan oleh pemerintah Kota dan Lurah setempat.


“Saya sudah sampaikan supaya lahan tersebut sudah dibebaskan dulu, kalau sudah bebas sudah ada surat pernyataan dari Walikota Manado, maka kami secepatnya akan mengusulkan ke Kementrian PU-PR RI untuk melakukan pembangunan jembatan di Ringroad 1,” jelasnya.


Satrio melanjutkan, konsep pembangunan Terowongan Ringroad 1, diatasnya akan dibangun jembatan kemudian terowongan di bawah akan di lakukan pembongkaran untuk pelebaran jalan.

 

“nanti pekerjaannya di atas terowongan akan di bangun jembatan dan kemudian dibawah terowongannya akan di bongkar untuk pelebaran jalan,” ucapnya. 


Satrio menjelaskan, dalam proses melakukan pekerjaan jembatan agar tidak mengganggu aktifitas pengguna jalan, akan dilakukan pekerjaan secara bertahap yaitu pertama pekerjaan jembatan kemudian setelah selesai dilanjutkan ke tahap berikutnya yaitu, pembongkaran terowongan untuk dilakukan pelebaran menjadi empat lajur.


“Kami akan melakukan pekerjaan jembatan terlebih dahulu agar aktifitas pengguna jalan di terowongan tidak terganggu, setelah selesai jembatannya, terowongan akan dibongkar dan dilakukan pelebaran menjadi empat lajur, jadi selama proses pekerjaan jembatan terowongan tetap bisa digunakan oleh pengguna jalan” jelasnya.


Satrio menambahkan, untuk pembebasan lahan akan dilakukan oleh Pemerintah Daerah (Pemda). “Semua pekerjaan Jalan untuk pembebasan lahan dilakukan oleh Pemda setempat, kami hanya konstruksinya saja,” tandasnya. 

(*/Olvie)

24 Desember 2022

Pagu Anggaran BPJN Sulut Tahun 2023 Sebesar Rp 847 Milliar




Newsblessing.com, SULUT - Tahun 2023 Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulut akan melaksanakan berbagai pembangunan yang tersebar di Sulawesi Utara. 


Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulut Hendro Satrio saat ditemui di ruang kerjanya mengemukakan, tahun 2023 nanti Pagu dari pihaknya sebesar Rp 847 milliar.  "Tahun 2022 pagu yang ada sebesar Rp730 milliar dan 2023 naik Rp117 milliar menjadi Rp847 milliar, " ujarnya. 


Adapun pekerjaan yang dilakukan meliputi  melanjutkan paket-paket  yang sudah dilaksanakan tahun sebelumnya yaitu; pekerjaan Maelang Liontong Antingola, 

Wori Likupang dan Girian untuk perbaikan jalan dan jembatan. 


"Kami melakukan peliharaan jalan dan jembatan.  Pengaspalan dan tambal lubang serta perbaikan saluran dan jembatan, " tuturnya. 


Selain itu, lanjut Hendro Satrio pihaknya juga akan melakukan  penangganan penggantian jembatan di Talaud. "Ada 6 jembatan nasional yaitu Jembatan Tanding CS termasuk Jembatan Ambat, " ujarnya. 


Dan untuk di Amurang, ada duplikasi Jembatan Ranowangko dimana waktu lalu ada bencana di Amurang yang merusak jembatan dan jalan yang amblas. 


"Jembatan yang amplas akan diganti dan 

Digeser di ruas jalan nasional dan di sebelahnya jembatan yang sekarang  akan dibuat duplikasi.  Jalannya ada 4 lajur dan jembatannya 2 lajur, " ungkapnya. 


Lajutnya, BPJN juga akan melakukan pelebaran jembatan di Sawangan ring road.  "Jembatan menyempit sedangkan tersedia jalur jalan 4 sedangkan ada jembatan 2 lajur sehingga akan dilebarkan ke kiri dan kanan serta MOR tahap 3 yang akan dilaksanakan pembuatan 1.9 kilometer, " imbuhnya. (*/Olvie)

28 November 2022

BPJN Sulut Melakukan Pelebaran Jalan 700 M Destinasi Wisata Baru Malalayang Beach Walk




Newsblessing.com, SULUT - Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Utara (Sulut) melakukan pelebaran jalan di depan destinasi wisata baru di Kota Manado, Malalayang Beach Walk (MBW), 

yang seringkali terjadi kemacetan.


Kepala BPJN Sulut Hendro Satrio saat diwawancarai sejumlah awak Media usai RDP bersama Komisi III DPRD Sulut senin (28/11/2022) mengatakan untuk pekerjaan Cor bahu jalan sudah dimulai sejak 2 minggu lalu.


 "Jalan yang akan kita cor itu panjangnya sekitar 700 Meter sekarang yang kita dicor itu di sebelah kanan dari arah Manado ke Amurang sementara untuk sebelah  kiri pohon- pohon dan akar sudah mulai dicabut sama pihak pemkot Manado, nanti kami akan lanjut sebelah untuk pengecoran kiri juga," kata Hendro Satrio.


Sementara untuk pengerjaan jalan yang dicor lebarnya yang sebelah kanan 1 meter dan untuk sebelah kiri 1.5  meter.


"Sekarang lebarnya jalan itu 6 meter jadi kami akan lebarkan ke kanan 1 dan kekiri 1,5 jadi totalnya 8,5 meter dan itu

cukuplah untuk lalulintas lewat," ujar Satrio.


Pihak BPJN sendiri akan berkoordinasi dengan Pemkot Manado agar tidak ada kendaraan yang diparkir di Bahu jalan sepanjang kawasann MBW.


"Bahu jalan hanya buat mobil lewat, nggak boleh ada yang parkir di sana, jadi kami berkoordinasi dengan pihak pemkot manado, tidak boleh ada mobil yang parkir di bahu jalan depan MBW," ungkap Satrio.


Sementara untuk rencana pelebaran jalan Kabalai BPJN Sulut Hendro Satrio mengungkapkan itu akan dilaksanakan setelah ada pembebasan lahan oleh pihak Perkimtan .


"Kami dari balai jalan bagian konstruksinya, yang kami kerjakan sekarang adalah pengecoran bahu jalan yang panjangnya 700 meter nantinya akan selesai  akhir Desember ini," tutupnya. (*/Olvie)

23 September 2022

Gubernur Sulut Resmikan Jembatan Boulevard II, Kepala BPJN Sulut : Kado Istimewa Bagi Masyarakat Sulut


Newsblessing.com, SULUT - Masyarakat Sulawesi Utara (Sulut) patut berbangga di Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-58 Provinsi Sulut, 23 September 2022 hari ini, dimana kado terindah dan teristimewah dari BPJN Sulut selesai di kerjakan jembatan boelivard II dan diresmikan langsung oleh Gubernur Sulut Olly Dondokambey,SE di lapangan kantor Gubernur Jumat (23/9/2022) tadi siang. Dengan diresmikannya jembatan dan orpit Boulivard II maka secara resmi juga pengoperasian jalur dibuka.



Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sulut, Hendro Satrio menyampaikan bilamana Jembatan Boulevard II sejak pagi ini, sudah resmi dioperasikan dan beserta beberapa pekerjaan lainnya sesuai apa yang disampaikan Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey. "Jembatan Boulevard II bersama pekerjaan-pekerjaan lainnya sudah diresmikan oleh pak Gubernur saat upacara HUT Provinsi Sulut di lapangan kantor Gubernur tadi pagi," ujar Satrio kepada media ditemui di ruangan Paripurna gedung DPRD Sulut.


Jembatan Boulevard II merupakan jembatan yang menghubungkan antara jalan Boulevard II menuju Molas dimana ini juga menjadi salah satu jalan alternatif menuju Bandar Udara Sam Ratulangi.

Akses dari arah selatan menuju arah Utara atau juga menuju bandara sangat cepat karena jalur ini adalah jalur yang memangkas jarak tempuh menjadi cepat. (*/olvie)

12 September 2022

Hendro Satrio : Kontrak Kerja Di Desa Lobong Sampai 31 Desember 2022, Tugas Kami Mengamankan Badan Jalan, Bukan Urus Penambangan


Newsblessing.com, SULUT -  Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional Sulawesi Utara  (BPJN Sulut) Hendro Satrio menegaskan tugas BPJN Sulut hanya mengamankan badan jalan akibat longsor bukan urusan penambangan. Hal itu dikatakannya  kepada sejumlah media Diruangan kerja Senin (12/9/2022).


" Tugas kami (BPJN Sulut red) hanya mengamankan badan jalan bukan urusan penambangan. Sekali lagi kami bekerja untuk mengamankan badan jalan supaya tidak tertimbun longsor lagi,jadi seperti itu,” jelas Satrio.


Lebih jauh Hendro menjelaskan pihaknya sedang dan sementara menangani penanganan longsor yang ada di wilayah tersebut. “Kan longsor di Desa  Lobong sudah terjadi beberapa bulan yang lalu yah, Kami sedang melakukan proses cutting dengan memakai excavator untuk membentuk teras sering. Setelah itu kami akan pasang DPT atau dinding penahan tanah pakai batu. Sehingga nanti disitu tidak akan terjadi longsor lagi dan bisa mengamankan badan jalan,” Jelasnya.


Sementara untuk kontrak pekerjaan di desa lobong, Hendro menegaskan bahwa  kontrak kerja tersebut dilakukan sampai akhir tahun yaitu tanggal 31 Desember 2022.


“Mudah mudahan kalau memang terasering itu selesai pekan depan, kami akan langsung membuat DPT pasangan batunya,” Ucapnya.


Terkait issue yang diduga keterlibatan pihak BPJN Sulut, Hendro membantah hal itu. “Kami tidak pernah ikut-ikutan dalam kegiatan penambangan emas dan kami memang tidak pernah tertarik untuk itu,karena tugas kami bukan untuk mengurusi penambangan," tutupnya.(Olvie)

Page View 1392