-->

Terkini Lainnya

Tampilkan postingan dengan label Nick Lomban. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nick Lomban. Tampilkan semua postingan

04 Juni 2026

Akses Jalan PT MSM-TTN Mendesak bagi Warga, Nick Lomban Desak Solusi 'Win-Win'

Newsblessing.com, SULUT – Anggota DPRD Sulawesi Utara (Sulut), Nick Adicipta Lomban, kembali menunjukkan komitmennya dalam mengawal aspirasi publik. Kali ini, ia pasang badan dalam mencari jalan keluar atas polemik akses jalan di area lingkar tambang PT Meares Soputan Mining (MSM) dan PT Tambang Tondano Nusajaya (TTN), Kelurahan Pinasungkulan, Kecamatan Ranowulu, Kota Bitung.


​Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang diinisiasi oleh Komisi III DPRD Sulut pada Selasa (2/6/2026), Nick Lomban meminta dengan tegas agar jalur transportasi yang menjadi urat nadi aktivitas warga tersebut dapat dibuka kembali untuk sementara waktu. Langkah ini dinilai mendesak sembari menunggu penyelesaian sengketa menyeluruh yang saat ini masih bergulir.


​Rapat penting tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Sulut sekaligus Koordinator Komisi III, Fransiscus Andi Silangen. Turut hadir dalam pertemuan tersebut Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Sulut, perwakilan Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sulut, Direktur Utama PT MSM/TTN David Sompie, serta perwakilan dari masyarakat yang terdampak.


Kepentingan Publik Harus Prioritas


​Sejumlah isu krusial menjadi pemantik diskusi hangat dalam RDP tersebut. Mulai dari aksi pemblokiran jalan oleh masyarakat, tuntutan ganti rugi (ganti untung) lahan, hingga mekanisme pengalihan aset jalan milik perusahaan agar dapat diintegrasikan menjadi bagian dari ruas Jalan Nasional Girian–Likupang.


​Nick Lomban menggarisbawahi bahwa jalur tersebut memegang peranan sangat vital bagi mobilitas warga, baik yang berada di Kota Bitung maupun Kabupaten Minahasa Utara. Oleh karena itu, kepentingan hajat hidup orang banyak wajib ditempatkan di posisi teratas.


​"Kesimpulan sementara yang kami lihat, jalan terbaik adalah membuka akses jalan yang ada saat ini dari PT MSM. Banyak kepentingan masyarakat yang harus diperhatikan dan kami harus membela kepentingan masyarakat secara keseluruhan, bukan secara parsial," ujar Nick di hadapan peserta rapat.


Dorong Dialog Tanpa Ego


​Politisi yang dikenal vokal ini juga memberikan apresiasi terhadap perjuangan warga dalam mempertahankan hak-hak atas tanah mereka. Menurut Nick, menyuarakan aspirasi adalah hak konstitusional setiap warga negara, baik bagi mereka yang sudah mencapai kesepakatan dengan korporasi maupun yang masih memperjuangkan tuntutannya.


​Kendati demikian, Nick mengingatkan bahwa jalan buntu hanya bisa terurai jika ada ruang komunikasi yang sehat dan saling menghormati antara warga dan pihak manajemen perusahaan.


​"Kami berharap masyarakat dan perusahaan bisa saling mendengar. Masyarakat bisa menurunkan ego, tetapi perusahaan juga harus mendengarkan apa yang menjadi aspirasi warga," tambahnya.


Pembukaan Jalan Sementara Harus Aman


​DPRD Sulut berharap proses negosiasi yang sedang berjalan dapat melahirkan keputusan yang adil dan menguntungkan kedua belah pihak (win-win solution). Mengingat proses birokrasi penyerahan aset dan pembangunan jalur permanen memerlukan waktu yang tidak sebentar, kebutuhan transportasi warga tidak boleh dikorbankan atau ditunda.


​Sebagai solusi jangka pendek yang mendesak, Nick Lomban memberikan dukungan penuh agar portal jalan segera dibuka, dengan catatan tetap memprioritaskan standar keselamatan berkendara.


​"Untuk urgensi saat ini, kami sepakat jalan ini harus dibuka sementara agar masyarakat bisa menggunakannya. Yang terpenting, akses yang tersedia memenuhi aspek keselamatan bagi para pengguna jalan," kata Nick memungkasi pernyataannya.

(Olvie)

14 April 2026

Panitia Khusus LKPJ 2025: Nick Lomban Tekan SKPD Sajikan Laporan Program yang Terukur dan Sistematis

Newsblessing.com, SULUT – Panitia Khusus (Pansus) DPRD Sulawesi Utara mulai membedah Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Tahun Anggaran 2025. Dalam rapat yang digelar bersama mitra kerja dari Komisi I dan II Pemerintah Provinsi Sulut pada Senin (13/4/2026), sorotan tajam tertuju pada konsistensi laporan capaian kinerja perangkat daerah.


​Anggota Pansus DPRD Sulut, Nick Adicipta Lomban, menekankan agar setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) tidak hanya sekadar memaparkan angka serapan anggaran, melainkan harus menyajikan progres program kerja secara sistematis dan komprehensif.


Fokus pada Indikator Kinerja Utama (IKU)


​Nick mengamati adanya ketimpangan standar pelaporan antar instansi. Menurutnya, fokus utama yang harus tertuang dalam laporan adalah pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU), bukan sekadar data administratif keuangan.

​“Paparan dari para kepala SKPD sebenarnya sudah baik, namun standarnya masih berbeda-beda. Padahal poin krusialnya adalah penyampaian IKU agar kita bisa melihat sejauh mana target tersebut terealisasi,” ujar Nick Lomban.


​Ia menegaskan bahwa transparansi mengenai alasan di balik tercapai atau tidaknya suatu target sangatlah penting. Hal ini termasuk jika ada capaian yang melampaui target secara signifikan.


​“Kalau tidak tercapai, jelaskan kendalanya. Sebaliknya, jika melampaui target, sampaikan inovasi apa yang dilakukan sehingga itu bisa menjadi apresiasi bagi instansi tersebut,” tambahnya.


Sinergi dengan Visi Misi Gubernur


​Politisi muda ini juga menggarisbawahi bahwa setiap penggunaan anggaran harus selaras dan bersinergi dengan visi serta misi Gubernur Yulius Selvanus dan Wakil Gubernur Victor Mailangkay. Keselarasan ini menjadi parameter utama dalam mengukur kinerja nyata setiap perangkat daerah di lapangan.


​Beberapa poin evaluasi yang disoroti Nick selama pembahasan meliputi:

  • Ketidakseimbangan Data: Adanya laporan yang hanya menunjukkan serapan anggaran tanpa penjelasan mendalam mengenai output program.
  • Evaluasi PAD: Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang fluktuatif, di mana ada yang jauh di bawah 100% dan ada yang melampaui hingga 300%.
  • Objektivitas Target: Perlunya meninjau apakah target yang dipasang selama ini terlalu pesimis sehingga mudah dilampaui, atau justru kurang optimis dibandingkan potensi riil yang ada.

Rekomendasi yang Tepat Sasaran

​Penekanan terhadap pelaporan yang sistematis ini bertujuan agar DPRD dapat memberikan masukan yang konstruktif. Data yang utuh dari SKPD akan menjadi bahan baku bagi Pansus dalam menyusun rekomendasi yang tepat sasaran untuk pembangunan Sulawesi Utara ke depan.

​“Tujuan akhirnya adalah agar kami di Pansus mendapatkan gambaran utuh, sehingga rekomendasi yang dikeluarkan nantinya benar-benar sesuai dengan kebutuhan pengembangan daerah ke depan,” pungkasnya. (Olvie)

23 Juli 2025

Pembahasan Pansus Bencana Daerah, Lomban Pertanyakan Mekanisme Dan Prosedur BPBD Sulut


Newsblessing.com, SULUT - Panitia Khusus (Pansus) Badan Penaggulangan Bencana Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) DPRD Sulut kembali melanjutkan pembahasan bersama Badan Penggulangan Bencana Daerah yang di pimpin oleh Sekretaris Pansus Prof. Paula Runtuwene di dampingi, anggota DPRD Yongkie Limen, Norman Luntungan, dan Ruslan Gani, Selasa (22/7/2025).




Dalam pembahasan anggota DPRD Sulut Nick Lomban angkat bicara terkait bencana terbakarnya kapal Barcelona V di perairan Talise Minut yang barusan viral.


Nick Lomban pertanyakan terkait mekanisme dan prosedur BPBD Sulut, apakah di muat soal itu? Yang ke-2 pasti dalam penyusunan Ranperda ini Sekretaris BPBD dan Kalaksa berkordinasi dengan tenaga ahli agar bisa sinkron.


Lomban meminta kalau bisa di sebutkan tenaga ahli itu siapa , di sini kita perlu tahu issue, mengenai SDM di mana di Sulut ini    issue tersebut terkait dengan “kebencanaan” yang punya kapasitas ujar Lomban


Jadi di sini banyak SDM di Sulawesi Utara yang perlu di libatkan pintah nick untuk memperkaya dan memperkuat Ranperda ini imbuhnya. 


Sementara itu sekretaris BPBD Sulut Jerry Hamonsina SS.TP dalam menanggapi pertanyaan anggota DPRD yang terhormat Nick Lomban dari Fraksi NasDem.


 "Terkait bencana non alam yang terjadi sebagian besar anggaran untuk bencana alam," tutur Hamonsina.


Dan untuk bencana yang terjadi  seperti kapal terbakar dan lainnya itu ada di Bazarnas, "kami pihak BPBD memberikan dukungan personil dan pembukaan posko jadi untuk bencana non alam kami hanya berkordinasi. Begitu pula mengenai tenaga ahli yang di tanyakan anggota DPRD kami masih harus berkordinasi dengan pimpinan," jelas Sek BPBD.


Nick Lomban juga menyoroti bahwa untuk pertemuan pembahasan berikutnya kami menunggu jawaban atas kordinasi pimpinan yang nantinya di lakukan BPBD sebagai tindak lanjut pembahasan Ranperda, Kaban BPBD Provinsi Sulut di minta untuk menanggapi terkait Pansus Bencana Daerah Pungkasnya. (*/Olvie)