Newsblessing.com, SULUT – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov Sulut) menegaskan komitmennya dalam memperkuat perlindungan anak, termasuk menjaga keselamatan generasi muda di dunia maya.
Pesan tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, saat memimpin upacara peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 di Lapangan Kantor Gubernur Sulut, Manado, Senin (3/8/2026).
Membacakan amanat Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauziyah, Gubernur Yulius menekankan bahwa setiap anak berhak atas jaminan keselamatan, tumbuh kembang yang optimal, serta ruang untuk menyuarakan aspirasi mereka tanpa rasa takut dari ancaman diskriminasi maupun kekerasan.
Gubernur menggarisbawahi bahwa peran perlindungan anak tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah semata.
"Perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama. Keluarga, sekolah, dan seluruh lapisan masyarakat harus saling berkolaborasi guna menciptakan ekosistem yang aman serta kondusif bagi anak-anak kita," tegas Yulius.
Fokus pada Keamanan Ruang Digital
Menjawab tantangan zaman, Pemprov Sulut turut menaruh perhatian khusus pada aktivitas anak di platform digital. Seiring meningkatnya penggunaan internet oleh anak-anak, potensi bahaya di dunia maya menjadi ancaman nyata yang harus diantisipasi bersama.
Gema peringatan HAN 2026 yang mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi, dan Bangun Masa Depan” ini turut ditandai dengan seruan Gerakan BERLIAN (Bersama Lindungi Anak).
Gerakan ini diluncurkan sebagai momentum kolaborasi masif untuk:
- Mencegah segala bentuk kekerasan fisik maupun verbal terhadap anak.
- Memenuhi hak-hak mendasar anak dalam bidang pendidikan dan kesehatan.
- Menguatkan fondasi pengawasan keluarga di rumah.
- Mewujudkan ruang digital yang sehat, aman, dan ramah anak.
