-->

Terkini Lainnya

02 Agustus 2026

Serap Aspirasi Warga Mandolang, Inggried Sondakh Siap Perjuangkan Nasib Petani, Nelayan, hingga Pekerja Keagamaan

Newsblessing.comMINAHASA – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara dari Fraksi Partai Golkar, Inggried Sondakh, kembali mengoperasikan fungsi pengawasannya dengan mendengarkan langsung suara masyarakat di Daerah Pemilihan (Dapil) Minahasa–Tomohon.



​Reses di gelar Sabtu, (1/8/2026), bertempat di D'Mason, Desa Kalasey Satu, Kecamatan Mandolang, Kabupaten Minahasa sebanyak 80 perwakilan warga dari berbagai latar belakang hadir menyampaikan beragam keluhan dan usulan.



​Forum dialog yang berlangsung interaktif ini mempertemukan wakil rakyat tersebut dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, kelompok perempuan, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta kelompok tani dan nelayan.



Kesejahteraan Pekerja Keagamaan dan UMKM Jadi Sorotan



​Dalam ruang diskusi tersebut, salah satu usulan yang mengemuka adalah harapan peningkatan kesejahteraan bagi para pekerja keagamaan. Warga mendorong Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, khususnya melalui Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra), untuk memberikan perhatian khusus berupa bantuan renovasi rumah ibadah serta pelatihan peningkatan kapasitas pelayanan keagamaan.



​Selain sektor sosial-keagamaan, sektor ekonomi kerakyatan turut menjadi perhatian utama. Para wirausahawan baru dan pelaku UMKM di Mandolang mengharapkan intervensi dari Dinas Koperasi dan UMKM berupa program pendampingan usaha secara berkala.



​Tidak hanya itu, dorongan fasilitas stimulan peralatan produksi juga diharapkan dapat disalurkan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Utara untuk menopang kemandirian ekonomi warga.



Jeritan Petani dan Nelayan Pesisir Mandolang




​Sektor perikanan dan pertanian yang menjadi sumber mata pencaharian utama warga Mandolang juga tak luput dari inventarisasi masalah. Perwakilan kelompok tani memaparkan tingginya kebutuhan akan ketersediaan sarana produksi pertanian.



​"Kami sangat membutuhkan bantuan mendesak berupa pupuk, bibit hortikultura seperti cabai, tomat, jagung, dan kedelai, serta dukungan modernisasi alat mesin pertanian seperti traktor tangan dan handsprayer," ujar perwakilan petani di lokasi.




​Senada dengan petani, kelompok nelayan wilayah pesisir juga menyuarakan perlunya bantuan sarana penangkapan ikan yang memadai demi menunjang keselamatan dan hasil tangkapan. Bantuan berupa jaring, mesin katinting, mesin motor tempel, hingga armada perahu yang layak huni menjadi aspirasi utama yang dititipkan kepada legislatif.



Komitmen Legislatif Mengawal Aspirasi Akar Rumput



​Merespons berbagai masukan tersebut, Inggried Sondakh menegaskan bahwa serapan aspirasi warga merupakan amanat konstitusi dan kewajiban moral dirinya sebagai perwakilan rakyat di parlemen.



​"Setiap poin aspirasi—mulai dari sektor keagamaan, pengembangan UMKM, hingga pemenuhan kebutuhan petani dan nelayan—akan kami catat secara cermat. Data ini menjadi bahan untuk diprioritaskan dalam koordinasi bersama instansi atau dinas terkait di Pemprov Sulut," tegas Inggried.




​Ia menambahkan, hasil dari penyerapan aspirasi ini nantinya diposisikan sebagai pokok-pokok pikiran (Pokir) DPRD dalam perencanaan program dan penganggaran daerah. Dengan begitu, kebijakan yang diturunkan pemerintah daerah diharapkan tepat sasaran serta membawa dampak nyata bagi kesejahteraan warga Minahasa dan Sulawesi Utara. 

(*/Olvie)

Page View 1392