-->

Terkini Lainnya

Tampilkan postingan dengan label MSM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MSM. Tampilkan semua postingan

03 Juni 2026

Komisi III DPRD Sulut Rekomendasikan Warga Buka Blokir Jalan, Dirut PT MSM Siap Perbaiki Jalur Eksisting BPJN

Newsblessing.com, SULUT — Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut) kembali menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) guna mencari jalan keluar atas aksi pemblokiran jalan oleh warga di Kelurahan Pinasungkulan, Kecamatan Ranowulu, Kota Bitung.


​Dalam pertemuan yang berlangsung pada Selasa (2/6/2026) tersebut, Komisi III merekomendasikan agar masyarakat bersedia membuka akses jalan yang diblokir. Langkah ini diambil agar roda perekonomian warga tetap berjalan sekaligus menjaga iklim investasi di daerah tetap kondusif, sementara proses negosiasi ganti untung lahan terus berjalan.


​Rapat krusial ini dihadiri langsung oleh Ketua DPRD Sulut selaku Koordinator Komisi III Fransiscus Andi Silangen, Asisten II Bidang Ekonomi Pemprov Sulut Jemmy Ringkuangan, Direktur Utama PT Meares Soputan Mining (MSM) / Tambang Tondano Nusajaya (TTN) David Sompie, serta perwakilan warga terdampak.


​Tiga Isu Krusial di Kawasan Konsesi


​Setidaknya ada tiga persoalan utama yang menjadi fokus pembahasan dalam RDP kali ini:


  1. ​Aksi pemblokiran jalan yang dilakukan oleh warga setempat.
  2. ​Tuntutan ganti untung lahan warga yang masuk dalam area rencana kerja perusahaan.
  3. ​Rencana tukar guling (ruilslag) antara jalan milik perusahaan dengan jalan eksisting pada ruas Jalan Nasional Girian–Likupang.

Diketahui, aksi penutupan akses tersebut dipicu oleh belum adanya titik temu mengenai nominal ganti untung lahan milik warga yang akan digunakan sebagai area operasional tambang emas PT MSM/TTN.


​"Kami merekomendasikan agar jalan tersebut dibuka kembali oleh warga. Sembari akses dibuka, proses negosiasi antara pihak perusahaan dan masyarakat harus tetap berjalan intensif agar hak-hak warga terpenuhi dan investasi daerah tidak terhambat," bunyi rekomendasi bersama Komisi III dan Pemprov Sulut.


​Perusahaan Klaim Nilai Tuntutan Warga Berada di Atas Apraisal

Menanggapi rekomendasi tersebut, Direktur Utama PT MSM/TTN David Sompie menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen penuh untuk terus membangun komunikasi yang intens dengan warga terkait penyelesaian ganti untung.


​Kendati demikian, David mengungkapkan adanya kendala besar terkait perbedaan nominal yang diajukan oleh masyarakat dengan kapasitas perusahaan.


​"Kami terus melakukan pertemuan berkala dengan warga. Namun, kendalanya saat ini adalah nilai yang diminta warga berkisar antara Rp2 juta hingga Rp5 juta per meter. Sementara kemampuan perusahaan berada di angka Rp250 ribu per meter, di mana nominal tersebut sebenarnya sudah berada di atas nilai taksiran (apraisal)," ujar David Sompie.


​Janji Perbaikan Jalan Eksisting Milik BPJN dalam 4 Bulan


​Sembari menunggu rampungnya proses legalitas tukar guling lahan, David Sompie memastikan pihak PT MSM akan segera mengambil tindakan nyata dengan melakukan perbaikan menyeluruh pada jalur eksisting yang saat ini berstatus milik Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN).


​"Pekerjaan perbaikan ini akan kami sesuaikan dengan standar baku dari Balai Jalan. Target kami, pengerjaan ini dapat rampung sepenuhnya dalam kurun waktu empat bulan ke depan," tambah David.


​Di sisi lain, Kepala BPJN Sulut Handiyana menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi langsung dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pusat untuk memproses pengajuan tukar guling jalur tersebut.


​Guna menjamin mutu infrastruktur, Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Wilayah I BPJN Sulut Ringgo Radetyo menegaskan, pihaknya bakal mengawal dan melakukan pendampingan teknis secara ketat selama proses perbaikan jalan berlangsung. Hal ini dilakukan agar hasil akhir pekerjaan memenuhi standar kualitas dan aspek keselamatan bagi pengguna jalan.

(Olvie)

04 Mei 2026

PT MSM Jamin Perbaikan Jalan Girian-Likupang Selesai 5 Bulan, Seluruh Biaya Ditanggung Perusahaan

Newsblessing.com, SULUT  – Presiden Direktur PT Meares Soputan Mining (MSM), David Sompie, memastikan pihaknya bertanggung jawab penuh atas perbaikan kerusakan jalan di rute Girian-Likupang, wilayah lingkar tambang. Hal ini ditegaskan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi III DPRD Sulawesi Utara, Senin (4/5/2026).


​Dalam rapat yang dipimpin Ketua Komisi III DPRD Sulut, Berty Kapojos, David menjelaskan bahwa perusahaan terus memantau stabilitas tanah di titik rawan longsor, khususnya di area yang dikenal sebagai "tikungan kuning". Pemantauan dilakukan secara real-time menggunakan teknologi robotik.


​"Pasca-gempa bulan lalu, tercatat pergerakan tanah sekitar 1 mm hingga 3 mm. Meskipun skalanya milimeter, keselamatan pengguna jalan tetap menjadi prioritas utama kami," ujar David Sompie di Ruang Rapat Serbaguna DPRD Sulut.


Rencana Pengalihan Rute dan Penutupan Jalan


​Sebagai solusi permanen, PT MSM berkomitmen melakukan rerouting atau pengalihan rute di titik-titik rawan longsor tersebut. Proyek ini diproyeksikan memakan waktu sekitar 4 hingga 5 bulan. Seluruh biaya pengerjaan akan ditanggung sepenuhnya oleh pihak perusahaan tanpa membebani APBD.


​Selama masa pengerjaan, PT MSM berencana menutup total akses jalan lama. Langkah ini diambil demi keamanan masyarakat karena akan ada penggunaan alat berat serta aktivitas peledakan (blasting) di lokasi proyek.


​"Kami berencana menutup jalan selama perbaikan agar prosesnya lebih cepat dan aspek safety terjaga," tambahnya.


Koordinasi Penggunaan Jalan Baru


​Terkait desakan masyarakat agar jalan baru segera dioperasikan, David menjelaskan bahwa saat ini pihaknya tengah mengurus koordinasi teknis dan hukum. Mengingat proses hibah atau tukar guling aset dengan pemerintah membutuhkan waktu, perusahaan fokus pada izin penggunaan darurat demi kepentingan publik.


​Pihak PT MSM kini tengah berkoordinasi dengan Balai Transportasi Darat untuk pemasangan rambu-rambu lalu lintas di jalur baru tersebut.


​"Masyarakat mendesak agar jalan baru segera bisa dilalui. Kami sedang menyiapkan segala aspek kelayakannya, termasuk koordinasi dengan instansi terkait agar jalur tersebut aman bagi publik selama jalan lama diperbaiki," pungkas David.


​Sementara itu, pihak DPRD Sulut meminta agar PT MSM konsisten dengan linimasa pengerjaan agar mobilitas ekonomi masyarakat di wilayah Ranowulu dan Likupang Timur tidak terganggu terlalu lama.


Turut hadir dalam rapat ini, Koordinator Wakil Ketua DPRD Royke Anter, Wakil Ketua Komisi III, Nick Lomban  Sekretaris Komisi III Yongkie Limen, dan anggota Remly Kandoly, Gracia Oroh, Ronald Sampel, Roger Mamesah dan Haslinda Rotinsulu, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN), pihak Kepolisian, serta masyarakat setempat. (Olvie)

Page View 1392