-->

Terkini Lainnya

Tampilkan postingan dengan label Mitra. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mitra. Tampilkan semua postingan

04 November 2020

Petani Kelapa, Cengkeh, Pala Di Sulut Mendapat Angin Segar.

 

Dirut Manu dan Fanny legoh


Sulut, NB- Komoditi hasil bumi Kelapa, Cengkeh, dan Pala akhirnya mendapatkan jawaban dari permasalahan harga hasil bumi selama ini masih menjadi polemik di kalangan petani di Sulut.


Melalui Anggota parlemen RI Mindo Sianipar dari komisi VI, memberikan solusi terbaik ke petani dengan membawa Investor dari negara India ke Sulawesi Utara yang nantinya akan membeli hasil bumi dari sulut, terutama Kopra, Cengkeh dan Pala.


Mindo menjelaskan bahwa ini adalah tugas saya sebagai wakil rakyat, jadi harus mensejahterakan rakyat.


"Harus ingat bahwa tugas dan tanggung jawab anggota DPR RI bukan di dapil masing-masing, melainkan untuk seluruh rakyat Indonesia. Untuk itu kedepanya semoga ini menjadi jalan keluar dan solusi terbaik untuk masyarakat petani yang berada di sulut". Ucap Mindo dihadapan perwakilan petani Kelapa, Cengkeh, dan Pala, saat dalam pertemuan di gedung serbaguna DPRD Sulut, Selasa (2/11/20)


Turut hadir juga Manu Mercandani selaku Direktur Utama (dirut) PT. Sarana Alam Indonesia dan Fanny Legoh anggota Komisi VI DPRD Sulut.


Dirut mengatakan akan membuat plan of action karena ada beberapa produk yang akan di pasarkan ke india, jika memenuhi standard permintaan pasar india baru kita mulai.


"Nanti akan di dihadirkan semacam plan of action karena ada beberapa produk di sulut yang akan kita pasarkan ke india. Nanti kita buatkan rencana kerja misalnya Cengkeh, kalau memenuhi standard keinginan pasar india baru kita laksanakan". Ungkap manu.


Lanjutnya, kalau secara gamblang kualitas itu bisa diterima pembeli dari india. Tetapi semua harus mengikuti sesuai kualitas permintaan pasar. Misalnya ada beberapa hal yang harus kita ikuti seperti kadar airnya, atau pun packagingnya.


Fanny Legoh pun mengatakan bahwa hal ini adalah Anugerah Tuhan untuk petani di Sulut.


"Ini anugerah Tuhan bagi sulut terutama petani sulut, karena selama ini tidak ada investor yang mampu membawa pembaruan bagi hasil bumi sulut tersebut". Ujar anggota komisi VI DPRD Sulut itu. (Enzo)



"Hanya satu kunci bagi petani, adalah disiplin petani dalam menghasilkan produk berkualitas. Kita mau ekspor harus punya kualitas, jangan sampai hanya euforia tapi menurunkan kualitas". Tutup Legoh seusai dari pertemuan dengan perwakilan Petani di sulut. (Enzo)

03 November 2020

Stella Runtuwene: Berdayakan Masyarakat Setempat Untuk Tambahan Penghasilan

 

Wakil ketua komisi 3 DPRD Sulut Stella Runtuwene


Sulut, NB- Wakil Ketua Komisi III DPRD Sulut Stella Runtuwene menegaskan bahwa proyek-proyek yang mengadakan pembelian alat dengan anggaran yang cukup besar belum efisien, dalam mengatasi eceng gondok di danau Tondano.


Menurutnya penanganan memakai alat masih belum efisien. Dia mengatakan sebaiknya melibatkan masyarakat setempat untuk membersihkan eceng gondok tersebut.


"menurut saya tidak usah lagi membuat proyek-proyek besar yang mubasir, pengadaan alat seperti bantuan alat dari pusat juga dan akhirnya alat itu rusak tidak terpakai dan itu anggaran yang sangat besar. Jadi menurut saya ada baiknya kita pergunakan saja masyarakat setempat yang ada disana, setiap hari saja kita bayar harian ke mereka untuk angkat semua eceng gondok, guna memperdayakan sumber daya manusia yang ada di sana biar mereka juga ada pemasukan, dari pada kita lebih ke proyek pengadaan-pengadaan pembelian alat ini dan itu pada akhirnya eceng gondoknya tidak hilang malahan alat rusak percuma karena tidak ada pemeliharaan," ungkap Stella pada awak media di ruang kerjanya usai Rapat dengar pendapat di Ruang rapat Komisi III kantor DPRD Sulut, Senin (2/11/2020).


Stella juga menambahkan, eceng gondok itu bisa di inovasikan menjadi furniture, seperti contohnya yang ada di rumah saya ada kursi dan meja yang terbuat dari eceng gondok.


Wakil ketua komisi III DPRD Sulut itu sempat menyinggung cara penanganan eceng gondok yang dilakukan oleh pemerintahan Ahok sewaktu gubernur DKI Jakarta.


"Eceng gondok di jakarta itu setiap hari rajin dibersihkan sehingga kurang dari 1 tahun bisa bersih dan tempat itu sudah jadi tempat wisata". Tutup Politisi Nasdem dapil Minsel-Mitra itu. (Enzo)

Page View 1392