-->

Terkini Lainnya

Tampilkan postingan dengan label Stella Runtuwene. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Stella Runtuwene. Tampilkan semua postingan

28 Juli 2026

Kecewa Pokir RTLH Dicoret, Stella Runtuwene Sebut DPRD Jadi Korban Janji Manis Pemprov Sulut

 


Newsblessing.com, SULUT - Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Stella Runtuwene, melayangkan kritik tajam terhadap Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemprov Sulut. Ia mempertanyakan tidak masuknya usulan program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dalam Tahun Anggaran (TA) 2026.


​Rasa kecewa tersebut diungkapkan Stella usai menghadiri rapat pembahasan anggaran antara Badan Anggaran (Banggar) DPRD dan TAPD Pemprov Sulut yang digelar di Ruang Rapat Paripurna DPRD Sulut, Selasa (28/7/2026).


​Stella menilai, pengabaian usulan program RTLH ini sangat merugikan masyarakat penerima manfaat. Apalagi, para wakil rakyat sebelumnya telah diminta mengumpulkan data kebutuhan warga untuk diserap melalui Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD.


​"Siapa yang mengatur pokir-pokir itu? Itu hanya sekadar janji. Buat apa minta data kepada kita kalau hanya janji?" ujar Stella saat memberikan keterangan kepada wartawan.


Anggota DPRD Merasa Dipermalukan


​Politisi dua periode ini menyebutkan, tidak terealisasinya aspirasi masyarakat membuat para legislator berada di posisi yang serba salah. DPRD dinilai seolah memberi janji palsu kepada pemilih mereka.


​"Kita sebagai anggota DPRD yang sudah berjanji kepada masyarakat akhirnya dianggap berbohong, karena sampai menjelang perubahan anggaran tidak ada yang direalisasikan," tegas Stella.

Ia mengambil contoh usulan bantuan pembangunan 10 unit RTLH di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel). Hingga pembahasan anggaran berlangsung, usulan tersebut tercatat sama sekali belum tersentuh alokasi APBD.

Oleh karena itu, Stella mendesak Pemprov Sulut untuk bersikap transparan terkait mekanisme penentuan dan penyaringan Pokir DPRD. Ia meminta agar alur penetapan anggaran tidak berhenti pada tahap pengumpulan data semata, melainkan benar-benar diwujudkan dalam program kerja nyata.


​Adapun dalam rapat pembahasan anggaran antara Banggar DPRD dan TAPD Pemprov Sulut tersebut, pihak Dinas Sosial Provinsi Sulut dilaporkan tidak hadir untuk memberikan penjelasan. 

(Olvie)

14 Juli 2026

Kasus Kematian dr. Adrian Rantung, Stella Runtuwene Desak Usut Tuntas, Komisi IV Gelar RDP Hari Ini

Newsblessing.com, SULUT — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara mendesak pengusutan tuntas atas kasus kematian seorang calon dokter spesialis anestesiologi di Manado, dr. Adrian Rantung.


​Langkah cepat langsung diambil oleh legislatif. Komisi IV DPRD Sulut menjadwalkan Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada hari ini, Selasa (14/7/2026), untuk menggali kejelasan seputar insiden tragis yang menimpa peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) tersebut.


​Wakil Ketua DPRD Sulut, Stella Marliana Runtuwene, menegaskan bahwa kasus ini harus dibuka secara transparan kepada publik tanpa ada hal yang disembunyikan. Pihaknya menilai ada sejumlah kejanggalan yang menyelimuti wafatnya calon dokter spesialis tersebut.


​"Hari ini Komisi IV DPRD Sulut menggelar Rapat Dengar Pendapat terkait kematian Dokter Spesialis asal Daerah Nyiur Melambai. Kami akan menggali mendalam mengapa sampai ada korban jiwa," ujar Stella Runtuwene di ruang kerjanya, Senin (13/7/2026).


​Pihak Kampus dan Rumah Sakit Dipanggil


​Politikus Partai NasDem ini turut menyayangkan berulangnya insiden kelam di ranah pendidikan kedokteran spesialis. Menurutnya, Sulawesi Utara sangat membutuhkan kehadiran para dokter spesialis, namun perjuangan almarhum justru harus terhenti secara memilukan.


​Guna mencari titik terang, Komisi IV DPRD Sulut yang dikoordinasikan langsung oleh Stella telah melayangkan surat pemanggilan resmi kepada sejumlah pihak terkait. Pihak-pihak yang dipanggil dalam RDP hari ini meliputi:


  • Rektor Universitas Sam Ratulangi (Unsrat)
  • Direktur Utama RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado
  • Pengelola Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS)

Melalui forum RDP ini, DPRD Sulut berkomitmen membongkar akar persoalan agar kasus serupa tidak kembali terulang di kemudian hari, sekaligus memberikan jawaban yang jujur dan adil bagi keluarga korban serta masyarakat luas.

(*/Olvie)

17 Juli 2025

Stella Runtuwene Suarakan Kelangkaan Harga Beras Melambung Tinggi Di Badan Pangan Nasional


Newsblessing.com, JAKARTA – Wakil Ketua DPRD Sulut, Stella Marlina Runtuwene Membawa Persoalan Yang Terjadi Di Sulawesi Utara ke Badan Pangan Nasional RI Soal Kelangkaan Harga Beras Uang Melambung Tinggi Di Numi Nyiur Melambai, Kamis (17/07/2025).


Stella secara pribadi menyentil soal kelangkaan beras di Supermarket.


“Saya sendiri mengalaminya, tiga minggu lalu. Ketika waktu pagi mau sarapan, saya mencari beras di supermarket, itu tidak ada. Bahkan sudah pergi ke lima supermarket dan minimarket itu kosong,” Jelas Runtuwene di hadapan jajaran Badan Pangan Nasional.


Lanjut Politisi Partai NasDem, mempertanyakan apa saja langkah-langkah pemerintah mencegah kejadian seperti itu.


“Walaupun harga beras kini melambung, stok harus tetap ada di daerah. Pencegahannya seperti apa sih,” Tutur Adik dari Ketua Komisi IX DPR RI, Felly Estelita Runtuwene.



Stella juga mencontohkan bahwa kemarin juga di Minahasa Selatan terjadi kelangkaan beras.


“Dalam waktu dekat ini, apa sih langkah-langkah Badan Pangan Nasional untuk mencegah kelangkaan beras di Sulut. Semoga ini menjadi atensi khusus pemerintah pusat memperhatikan hal ini,” Ujar Wakil Ketua DPRD Sulut.


Turut hadir, Wakil ketua DPRD Sulut Michaela Paruntu bersama jajaran pimpinan dan Anggota Komisi II.


(*/Olvie)


19 Juni 2025

Dirut RSUP Kandou Manado Starry Rampengan Resmi Dilantik, Harapan Stella Runtuwene : Ada Terobosan Baru Untuk Penanganan Pelayanan Kesehatan Masyarakat Sulawesi Utara




Newsblessing.com, SULUT– Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Sadikin, secara resmi melantik jajaran direksi RSUP Kandou Manado, Rabu (18/06/2025) di Kantor Kementerian Kesehatan RI.


Dirut RSUP Prof Kandou Manado yang baru. Memiliki nama Prof. Dr. dr. Starry Homenta Rampengan, Sp.JP(K), FIHA, FICA, FACC, FAHA, FESC, FAPSIC, MARS. Ia merupakan seorang Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah ternama di Sulawesi Utara. 


Dokter Sterry Rampengan diangkat menggantikan Drg. Yuli Astuti Saripawan. Pergantian ini juga terjadi di empat Direksi lainnya. Perombakan besar - besaran lima posisi strategis di RSUP Kandou Manado disahkan langsung oleh Menteri Kesehatan.


Wakil Ketua DPRD Sulut Stella Marlina Runtuwene mengucapkan selamat kepada jajaran direksi terutama Direktur Utama RSUP Kandou yang baru STARRY RAMPENGAN.



"Pertama-tama saya Ucapkan Selamat atas terpilihnya Dirut RSUP Kandou Manado yang baru, Prof. Sterry Rampengan. Saya juga sangat mengapresiasi Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat yang Cepat dan tanggab dalam menyikapi persoalan yang dihadapi RS Prof. Kandou yang sering kali dihadapkan dengan persoalan-persoalan yang dalam penanganan pasien yang kurang sigab.” Ucap Stella Runtuwene. Kamis (19/6/2025).


Koordinator Komisi IV DPRD Sulut, Stella Runtuwene juga berharap untuk Direktur Utama RSUP Kandou yang baru dilantik agar manajemen bisa dikelola dengan baik sehingga bisa ada harapan baru untuk Masyarakat Sulawesi Utara dalam penanganan dan pelayanan kesehatan.


“Harus ada terobosan baru agar pelayanan semakin baik, agar supaya RS Kandou bukan saja hanya dikenal di Sulut tapi bisa di kenal lebih luas lagi dalam pelayanan,” Tutur Politisi Partai NasDem itu.


“Intinya bekerjalah dengan ketulusan hati dalam melayani masyarakat. Perlu dibenahi SDM sampai kebawah dan SOP yang jelas agar RS Kandou dikenal baik dalam pelayanan kesehatan,” Sambung Legislator Dapil Minsel-Mitra.


Berikut daftar nama Direksi yang Dilantik ke dalam jabatan dengan tugas tambahan sebagai Direksi Rumah Sakit di Lingkungan Kementerian Kesehatan tahun 2025 oleh Menteri Kesehatan RI:



1.STARRY H. RAMPENGAN sebagai Direktur Utama RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado;


2.WEGA SUKANTO sebagai Direktur Medik dan Keperawatan RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado;


3.YUNE LAUKATI sebagai Direktur Sumber Daya Manusia, Pendidikan, dan Penelitian RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado;


4.EKWANTO sebagai Direktur Perencanaan dan Keuangan RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado;


5.ERWIN SONDANG S sebagai Direktur Layanan Operasional RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado .

(*/Olvie)

16 Juni 2025

RDP Lintas Komisi, Stella Runtuwene : DPRD Sulut Akan Bawa Peristiwa Almarhum Gabriel Sineleyan Ke Komisi IX DPR RI


Newsblessing.com, SULUT – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Gelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) Lintas Komisi Bersama Manajemen RSUP Prof Dr R.D Kandou Manado Dan Pihak Keluarga Almarhum Gabriel, Di Ruang Serbaguna Lantai III Kantor DPRD Sulut, Senin (16/6/2025).

Rapat dibuka langsung Wakil Ketua DPRD Sulut, Stella Marlina Runtuwene. 


RDP ini menghadirkan keluarga almarhum untuk membahas terkait peristiwa meninggalnya Gabriel Sineleyan di RSUP Kandou Malayalayang beberapa waktu lalu.


Diketahui, almarhum Gabriel meninggal dunia karena alat operasi saraf rusak. Manajemen RSUP Kandou Manado pun dikuliti berbagai pertanyaan oleh Anggota DPRD Sulut yang terdiri dari gabungan lintas Komisi I, II, III dan IV. Bukan cuma alat, pelayanan bobrok dan biaya parkir mahal juga jadi sorotan. 


Menindaklanjuti hal tersebut, Runtuwene berjanji akan segera membawa masalah ini ke Komisi IX DPR RI dan Kementerian Kesehatan RI.


“Manajemen RSUP Kandou seharusnya mengedukasi pasien ketika ada alat yang rusak dan memiliki SOP untuk segera mengganti alat tersebut. Jangan seperti yang terjadi pada Gabriel ini. Sudah viral dulu baru saling lempar tanggung jawab,” ujarnya.


Senada, Roy Octavian Roring dari Fraksi PDIP menekankan pentingnya Standar Operasional Prosedur (SOP) layanan yang jelas.


“Kalau mendengar penjelasan pihak RSUP, sepertinya ada keterangan berbeda-beda. Tidak boleh rumah sakit pilih-pilih untuk melayani,” ungkap mantan Bupati Minahasa ini.


Menanggapi berbagai sorotan dan kritik tajam dalam RDP ini, Plt. Direktur Operasional Layanan RSUP Kandou, dr. Wega Sukanto menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga Gabriel Sineleyan.


“Kami bertekad melakukan perubahan, meningkatkan layanan. Terima kasih atas masukan dan saran,” ujar Wega.


Ditambahkan Plt. Direktur SDM Pendidikan dan Penelitian RSUP Kandou, Ns. Suwandi Luneto menyatakan pihaknya akan melakukan audit mendalam terkait keluhan pelayanan tidak sesuai standar dari tenaga medis, baik dokter maupun perawat.


“Ketika ada data dan bukti, itu akan kita telusuri. Audit keperawatan dan audit medik untuk dokter. Ini merupakan kesalahan ringan atau berat, berdasarkan itu kita akan jatuhkan hukuman disiplin. Kami berterima kasih atas masukannya,” tandasnya. 


Stella Runtuwene menambahkan, DPRD Sulut juga akan mengusulkan agar supaya direktur utama RSUP Kandou harus diganti. 



“Kita akan ke DPR RI yakni Komisi IX dan Kementerian agar supaya direkturnya itu harus diganti,” tambahnya. 



“Dua kali kita hearing tidak pernah hadir karena banyak alasan lagi di pusat. Kalau beliau memang banyak urusan di pusat kenapa pegang lagi RSUP Prof Kandou. Fokus saja beliau di pusat. Yang benar-benar fokus yang mau menagani Prof Kandou itu yang kita butuhkan untuk Sulut,” tutup Runtuwene.

(*/Olvie)

08 Februari 2025

Wakil Ketua DPRD Stella Runtuwene : YSK-Victory Mampu Bawa Aspirasi Masyarakat Sulut


Newsblessing.com, SULUT – Saat Ditemui Awak Media Diruang Kerja Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Dari Partai NasDem, Stella Runtuwene Yakin Pemerintahan Dibawah Kepemimpinan Yulius Selvanus Komaling – Victor Mailangkay (YSK-Victory) Bisa Membawa Aspirasi Masyarakat Sulut, Jumat (7/2/2025).


“Pemimpin baru Sulut, yakni YSK-Victory bisa  menyelesaikan pekerjaan rumah pemerintahan sebelumnya untuk lebih baik lagi,” ujar Runtuwene.


Stella mengucapkan selamat kepada gubernur dan wakil gubernur Sulut terpilih, YSK-Victory yang akan memimpin daerah bumi nyiur melambai selama 2025-2030.


“Untuk itu atas nama pimpinan DPRD Sulut dari Fraksi Partai NasDem, mendoakan agar proses pelantikan gubernur dan wakil gubernur Sulut dapat berjalan dengan baik,” pungkasnya.

(*/Olvie)


 

21 Januari 2025

Stella Runtuwene : THL Dirumahkan Karena SK Lambat

Newsblessing.com, SULUT – Rapat Dengar Pendapat (RDP) Lintas Komisi Bersama Pimpinan DPRD Sulut Dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Terkait Persoalan Tenaga Harian lepas (THL) dijajaran pemerintahan Provinsi Sulut  yang sudah tak diizinkan lagi, mengingat adanya peraturan yang sudah diterapkan, di Ruang Paripurna DPRD Provinsi Sulut, Senin (20/01/2025).


Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulut, Stella Runtuwene, menayakan kepada Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Sulut, Dr Jemmy Stani Kumendong, tentang Staff yang bekerja dari bulan Januari 2022, tapi SK keluar tahun 2023.


“Saya ingin bertanya berkaitan dengan staff yang melekat ke saya. Dia bekerja dari Januari 2022, tapi surat keterangan kerja  (SK) keluar di tahun 2023. Nah, yang dipertanyakan saat ini dia sudah dirumahkan. Yang menjadi persoalan di sini, sebenarnya proses untuk SK-nya ini satu tahun setelah dia bekerja baru didapatkan, mohon ini penjelasannya,” tanya Runtuwene.


Setelah mendengar pertanyaan Stella, langsung dijawab oleh Kepala BKD Sulut Jemmy Kumendong. 


“SK-nya kalo boleh tahu terbitnya tanggal berapa yah ?.”


“JaJikanuari 2023,” jawab Stella.


“ SK-nya di bawah tanggal 20 Januari 2023 dimungkinkan dia mendaftar gelombang kedua, tapi ketika SK-nya di atas 20 berarti tidak bisa, karena ukuran kita itu di SK,” jelas Jemmy.


Sesudah mendengar penjelasan Jemmy, Stella ikut menanggapinya, berarti ini terkait birokrasi. 


“Di mana birokrasi di Sulut terlalu lambat, kenapa ? Sudah satu tahun orangnya bekerja, satu tahun pula baru keluar SK-nya.”


“Mohon persoalan seperti ini  diperbaiki, birokrasi kita terlalu bertele-tele. Itupun nanti saya telfon berkali-kali baru dikeluarkan SK-nya,” terangnya.


Ketua DPRD Provinsi Sulut, Fransiskus Andi Silangen, saat itu juga menyampaikan apa yang menjadi keprihatinan Ibu Stella terkait birokrasi, menurutnya ini menjadi perhatian khusus. 


Berkaitan dengan peraturan yang sudah diterapkan itu, rupanya  berdampak bagi 866 THL yang dirumahkan karena tidak mencapai kinerja 2 tahun. Sedangkan usia di atas 57 tahun, ada sebanyak 177 orang di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulut. Bahkan di Sekretariat DPRD Provinsi Sulut sebanyak 51 orang yang dirumahkan.


Sedangkan THL yang mengabdikan diri selama 2 tahun lebih akan didorong menjadi bagian dari P3K.  (*/Olvie)


13 April 2023

Perjuangan Stella Runtuwene, Pemprov Sulut Realisasi Ruas Jalan Pontak - Mopolo - Kalait - Lobu


(Stella Runtuwene, Wakil Ketua komisi III DPRD Sulut


Newsblessing.com, SULUT - Penanganan ruas jalan provinsi Pontak Mopolo, Kalait, Lobu akhirnya direalisasikan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.


Sebelumnya hampir satu dekade masyarakat setempat khususnya Desa Mopolo dan Powalutan terus menyuarakan aspirasi melalui legislator Sulut Stella Runtuwene agar perbaikan ruas jalan penghubung dua wilayah  Kabupaten Minahasa Selatan dan Minahasa Tenggara ini mendapat perhatian serius pemerintah.


Alhasil melalui perjuangan yang cukup panjang, anggota DPRD Sulut  Stella Rutuwene dapat meyakinkan pemerintah melalui dinas PUPR dengan direalisasikannya perbaikan pada tahun anggaran 2023 ini.


" Saat bertemu dengan masyarakat, aspirasi yang mereka sampaikan kepada saya meminta agar pemerintah dapat memperhatikan akses jalan Pontak Mopolo Kalait, Lobu yang sudah sangat memprihatinkan dimana kondisinya sudah rusak dimana - mana" ujar Srikandi Partai NasDem ini kepada wartawan Rabu (12/4/2023).


Runtuwene juga menyampaikan apresiasi atas perhatian Gubernur melalui aspirasi masyarakat yang disuarakannya di gedung rakyat. 


" Sebagai wakil rakyat, saya sangat bersyukur dan berterima kasih atas perhatian Pemerintah Provinsi pak Gubernur dan wakil Gubernur serta instansi terkait yang sudah memperhatikan aspirasi masyarakat setempat terkait permasalahan jalan yang rusak di wilayah tersebut." ucap Runtuwene.


" Sekali lagi sebagai  anggota DPRD Sulut di komisi III yang membidangi infrastruktur, saya memperjuangkan itu, dan  puji Tuhan Pemerintah sudah mendengarkan itu dan sudah direalisasikan." ucapnya.


Meski demikian wakil ketua komisi III ini  mengingatkan pihak pelaksana agar memperhatikan kualitas pekerjaan sehingga hasilnya maksimal dan bisa bertahan lama.


" Dalam proses pembangunan ruas jalan tersebut saya berharap pihak kontraktor dapat memperhatikan kualitas pekerjaan karena jalan ini nantinya bukan hanya digunakan dalam satu tahun saja  namun diharapkan dapat bertahan lama sebagai saran transportasi utama masyarakat setempat." harap Stella.


Sebelumnya Sekretaris Provinsi Sulut Steve Kepel memastikan pekerjaan ruas jalan Pontak Kalait Lobu telah disetujui Pemerintah Daerah untuk dikerjakan tahun 2023.


" Sudah mulai dikerjakan untuk paket ruas Pontak Lobu Kalait  melalui anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) 2023", ucap Keppel saat dikonfirmasi Newsblessing.com.


Senada dengan Sekprov, Kadis PUPRD Sulut Alexander Wattimena yang dikonfirmasi disela - sela rapat Pembahasan LKPJ Gubernur Selasa (11/4/2023) juga menegaskan hal yang sama.


" Sudah mulai action di lapangan, total anggaran DAK yang dianggarkan untuk ruas jalan Pontak, Kalait dan Lobu kurang lebih Rp. 7 milyar, " ucap Wattimena singkat. (*/Olvie)

06 Januari 2021

Agustien Kambey Resmi Gantikan AA Di DPRD Sulut.

Foto ist: Agustien Kambey

 Newsblessing.com, Sulut - setelah resmi mengundurkan diri dari ketua DPRD Provinsi Sulawesi Utara Andrei Angouw kini resmi digantikan oleh Agustien Kambey, pada rabu (06/01/21).

DPRD Sulut Gelar rapat Paripurna di ruangan rapat peripurna kantor DPRD Sulut guna membahas penutupan masa sidang III tahun 2020 dan pembukaan masa sidang I tahun 2021 serta dilanjutkan dengan pengambilan janji dan sumpah pengganti antar waktu (PAW) anggota dewan Provinsi Sulawesi Utara.

Pada rapat paripurna tersebut Agustien di ambil janji dan sumpah setelah itu resmi dilantik oleh ketua DPRD Sulut dr. Fransiscus Andy Silangen sebagai anggota DPRD Sulut.

Dilanjutkan dengan pengukuhan oleh rohaniawan. Lalu penandatanganan berita acara pengucapan sumpah, dan diakhiri dengan penyematan tanda anggota DPRD oleh Ketua Dewan.

Sumber foto: Petasulut.com
Agustien Kambey diambil janji dan sumpah oleh rohaniawan

Sesuai dengan laporan bahwa Agustien Kambey akan bergabung di komisi III DPRD Sulut, bidang infrastruktur bersama ketua Berty Kapojos dan wakil Stella Runtuwene serta anggota komisi III lainnya.

Setelah penyematan tanda anggota DPRD Sulut Agustien langsung duduk di kusri anggota yang sudah disediakan dalam ruang paripurna.

Diketahui bahwa Agustien Kambey adalah kader partai PDI Perjuangan Dapil Kota Manado.

Yang turut hadir dalam rapat paripurna tersebut, Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw, Wali kota Manado terpilih Andrei Angouw, OPD dan Wartawan.


(Enzo)

03 November 2020

Stella Runtuwene: Berdayakan Masyarakat Setempat Untuk Tambahan Penghasilan

 

Wakil ketua komisi 3 DPRD Sulut Stella Runtuwene


Sulut, NB- Wakil Ketua Komisi III DPRD Sulut Stella Runtuwene menegaskan bahwa proyek-proyek yang mengadakan pembelian alat dengan anggaran yang cukup besar belum efisien, dalam mengatasi eceng gondok di danau Tondano.


Menurutnya penanganan memakai alat masih belum efisien. Dia mengatakan sebaiknya melibatkan masyarakat setempat untuk membersihkan eceng gondok tersebut.


"menurut saya tidak usah lagi membuat proyek-proyek besar yang mubasir, pengadaan alat seperti bantuan alat dari pusat juga dan akhirnya alat itu rusak tidak terpakai dan itu anggaran yang sangat besar. Jadi menurut saya ada baiknya kita pergunakan saja masyarakat setempat yang ada disana, setiap hari saja kita bayar harian ke mereka untuk angkat semua eceng gondok, guna memperdayakan sumber daya manusia yang ada di sana biar mereka juga ada pemasukan, dari pada kita lebih ke proyek pengadaan-pengadaan pembelian alat ini dan itu pada akhirnya eceng gondoknya tidak hilang malahan alat rusak percuma karena tidak ada pemeliharaan," ungkap Stella pada awak media di ruang kerjanya usai Rapat dengar pendapat di Ruang rapat Komisi III kantor DPRD Sulut, Senin (2/11/2020).


Stella juga menambahkan, eceng gondok itu bisa di inovasikan menjadi furniture, seperti contohnya yang ada di rumah saya ada kursi dan meja yang terbuat dari eceng gondok.


Wakil ketua komisi III DPRD Sulut itu sempat menyinggung cara penanganan eceng gondok yang dilakukan oleh pemerintahan Ahok sewaktu gubernur DKI Jakarta.


"Eceng gondok di jakarta itu setiap hari rajin dibersihkan sehingga kurang dari 1 tahun bisa bersih dan tempat itu sudah jadi tempat wisata". Tutup Politisi Nasdem dapil Minsel-Mitra itu. (Enzo)