-->

Terkini Lainnya

Tampilkan postingan dengan label Manado. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Manado. Tampilkan semua postingan

11 November 2022

Lurah Tongkaina Jusuf Therok : Adanya Pasar Tematik Sangat Besar Manfaat Orang Lokal Dan Turis

Lurah Tongkaina Jusuf Therok


Newsblessing.com, MANADO - Kehadiran Pasar Tematik di Tongkaina kecamatan Bunaken Manado Sulawesi Utara semakin dekat, pasar  yang diharapkan akan menjadi salah satu lokasi wisata unik di Manado ini dibangun dari DAK Kementerian Perdagangan dengan bandrol Rp 75 Miliar. 


Jusuf Therok, SE selalu Lurah Tongkaina mengharapkan

Keberadaan pasar tematik di kelurahan Tongkaina ini bisa bermanfaat bagi masyarakat sekitar Tongkaina.


"Kedepan ini sangat baik sekali karena di sana akan ditata atau ditaruh untuk tempat-tempat para UMKM, jadi bagi masyarakat kelurahan Tongkaina khususnya ataupun yang lain ingin menempati merupakan kesempatan  yang baik dan bermanfaat, " ungkap Therok.


Pasar yang nantinya bisa menjadi ikon wisata ini diharapkan dukungan semua pihak agar segera terealisasi dan diresmikan.


'Karena Tongkaina merupakan daerah objek wisata untuk dikembangkan dan masyarakat bisa mendapatkan manfaat atau keuntungan, jadi ini yang sama-sama torang harus jaga dan dukung dalam program pelaksanaan sampai akhir pelaksanaan hingga peresmian, "ujar Therok.


Ketika nanti diresmikan nanti diberikan kesempatan untuk masyarakat untuk menempati stand-stand baik untuk rumah makan atau kerajinan atau penjualan apa saja, ataupun bagi siapa saja yang berminat untuk melakukan kegiatan di pasar Tematik ini.


"harapan kami sebagai pemerintah  ini jadi suatu manfaat, Semakin banyak yang datang semakin banyak pemasukan baik orang lokal, yang ada di Sulawesi Utara kota Manado sekitarnya teristimewa para turis, "tutupnya.  (*/Olvie)

23 April 2022

Peringati Hari Kartini dan Ramadhan, WWW Berbagi Takjil dan Kasih

Foto: Wonder Women WAOI (WWW)


Newsblessing.com, Manado - Dalam rangka memperingati hari Kartini, para pejuang rupiah driver taxol perempuan yang tergabung dalam Wonder Woman WAOI (WWW) mengelar aksi berbagi takjil kepada pengendara yang akan berbuka puasa, di depan IT Center, Kamis (21/04/2022). 


Bukan itu saja, WWW juga melaksanakan buka puasa bersama, sekaligus memberikan bantuan kasih kepada Komunitas Dinding Manado yang sering mengajar anak putus sekolah di Pasar Bersehati Manado, di Lagoon Apartement and Condotel Bahu Mall.


ketua WWW, Merry Wuysang ketika dihubungi awak media, Sabtu, (23/04/2022)  mengungkapkan  kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka hari Kartini, dan memperingati bulan Ramadhan. "Untuk menyambut hari Kartini dan bulan Ramadhan kami berbagai Takjil, buka bersama, dan pemberian bantuan kasih kepada pengurus Dinding Manado," ujarnya. 


Foto: WWW sedang berbagi


"Suksesnya kegiatan kami, tidak lepas dari berbagai bantuan yang diberikan oleh Ketua Umum WAOI, Edwin Langkay, Pembina WAOI, yang juga perwakilan dari KlikJo, Christian Yokung serta anggota yang ada," jelasnya.


Bukan itu saja, adapun pihak sponsor yang selalu mendukung kegiatan sosial ini yakni Wadah Asosiasi Online, KlikJo, Lagoon Apartement and Condotel, MM Laundry, dan Keyz beauty bar and spa. "Kegiatan kami seperti ini akan terus kami lakukan setiap tahunnya, dan juga hari-hari besar lainnya," pungkasnya.


Diketahui, sebanyak lima belasan anggota WWW terlibat dalam aksi berbagi takjil dan kasih ini.

02 April 2022

Sungai Area IAIN Manado hingga Welong Butuh Pelebaran dan Pengerutan

 

Pembersihan Sungai di Area IAIN Manado (Foto Eki)


Newsblessing.com, Manado - Alan Paradi ketua harian KPAB Vulkanik meminta pihak Pemerintah Kota Manado untuk melakukan pengerutan dan pelebaran  Sungai di area Perkamil, Malendeng,  Lingkungan 5 hingga wilayah Welong.


"Setiap hujan datang area Malendeng dan Welong  selalu banjir. Terlihat Ketika kami melakukan pembersihan di area tersebut. Tepatnya, di belakang kampus IAIN Manado ada saluran Sungai yang sudah sempit kirannya ini diperlebar guna mencegah terjadinya banjir lagi," ungkapnya kepada media, Jumat (01/04/2022).


Koordinator pemuda Peduli Sungai ini menambahkan, lebar Sungai ada yang berukuran 2 meter, dan dalamnya berukuran 1 meter. "


"Adapun Rumah warga yang berdiri  berdampingan langsung dengan aliran Sungai. Mungkin hal ini harus lebih diperhatikan," jelasnya.


Bukan itu saja, Paradi juga menyingung masalah sampah yang banyak dibuang warga ke Sungai. "Kiranya aturan atau perda terkait masalah sampah harus dipertegas. karena, sampah yang kami angkat tadi  banyak dengan sisa pampers bayi, sisa sayuran hingga bungkusan sampo, mie dan kopi," ucapnya.


"Sampah, lebar dan dalamnya Sungai adalah masalah yang dihadapi Kota Manado. Apalagi, di area Malendeng dan Welong," cetusnya semberi menyebut sampah yang terangkat sebanyak 9 karung.


Terpantau awak media sebanyak 8 orang membersikan sungai tersebut.

28 Maret 2022

Kunjungi 2 Panti Asuhan, Cara BMOM Peringati Anniversary Ke-3 Tahun

 

Foto istimewah


Newsblessing com, Manado - Peringati anniversary ke 3 Tahun,  Komunitas Brother Max Owners Manado (BMOM) gelar bakti sosial (Baksos) di  Panti Asuhan  Sayap Kasih dan Hidayahtullah Tomohon. 


Komunitas dibawah naungan Indonesia Max Owner (IMO) memberikan bantuan berupa sembako. "Kegiatan baksos ini akan dilakukan secara rutin oleh komunitas BMOM," ungkap ketua Panitia peringatan Anniversary BMOM, Tearza Turangan, yang didampingi ketua umum BMOM Djafar  Arbie, Senin (28/03/2022).


"Selain kegiatan baksos, kami juga menggelar Family Gathering All Members BMOM dengan tujuan membangun kekompakan, solid, dan menjadi pelopor dalam berkendaraan," ujar sembari menyebut 44 All Member terlibat dalam peringatan Anniversary ke 3 Tahun BMOM.


Tearza menambahkan kegiatan ini dilakukan di bulan yang berada. Dimana, Baksos di bulan Februari 2022, sedangkan Family Gathering di bulan Maret 2022. "Saya berharap apa yang kami berikan baik di panti asuhan, maupun Family Gathering bisa bermanfaat untuk banyak orang, apalagi kebersamaan," jelasnya.


Diakhir statemennya Tearza menyebut,  BMOM  menjadi wadah pembelajaran banyak hal. "Semoga kami semua tetap solid, dan dapat melaksanakan program lebih bermanfaat kesamaan," pungkasnya.

24 Maret 2022

Dies Natalis ke-68, GMNI Manado Berjuang Bersama Petani Kalasey II

foto (ist) GmnI


Newsblessing.com, Manado - Bertemu dengan petani Kalasey II cara Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GmnI) Manado memperingati Dies Natalis ke 68 Tahun.


"Mempertajam gerakan renaisance-pedagogie untuk kejayaan nusantara" menjadi tema  GmnI di tahun 2022. "mengajak kader GmnI bertemu petani Kalasey II tidak lain, dan tidak bukan ialah untuk membangkitkan kesadaran yang cerah, kritis, dan lebih peka terhadap persoalan-persoalan yang dihadapi ditengah-tengah masyarakat terlebih khususnya terkait dengan apa yang dihadapi oleh petani kalasey II yang menggantungkan hidup pada lahan yang digarapnya," ungkap  Wakil Ketua Bidang Hukum Dan Advokasi DPC GmnI Manado, Febrian Diadon kepada awak media,  Kamis (24/03/2022).


"Permasalahan yang dialami oleh petani kalasey II ialah mengenai SK Hibah nomor 368 yang diterbitkan oleh pemerintah provinsi  (Pemprov) Sulut. Kemudian, diberikan   kepada kementerian Pariwisata dan ekonomi kreatif, yang dimana permasalahan tersebut melanggar hak-hak dari pada petani penggarap yang ada di desa kalasey II, yang dijamin konstitusi. "Oleh, karena itulah GmnI merayakan Dies Natalis kali ini dengan tujuan agar para kader  DPC GmnI Manado lebih dekat dengan petani, belajar dari petani terkait  permasalahan yang dihadapi dan dirasakan saat ini," tuturnya.


Ia menambahkan, 

kader GmnI harus lebih peka, dan cepat respon terhadap setiap permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat.

"Maka dari itu  GmnI Manado akan  bersama-sama dengan masyarakat petani kalasey II untuk memperjuangkan hak-hak dari pada petani yang terancam akibat adanya SK Hibah yang di keluarkan oleh pemrov Sulut," jelasnya.



"Sekali lagi, DPC GmnI Manado akan terus mengawal dan mendampingi masyarakat petani yang terasing dari hak-haknya sendiri," tegas Bung Brayen sapaan akrab kader GmnI.


Dengan kedatangan Kader GmnI, disambut petani Kalasey II dengan penuh pengharapan. "kedatangan GmnI beking torang senang, dan lebih semangat memperjuangkan lahan kami sebagai tumpuan hidup," ungkap Agustine Lombone warga Kalasey II yang lahannya masuk SK hibah Pemprov Sulut ke Kementrian Pariwisata. 


"Torang kasiang nda  sekolah, ketika ada mahasiswa atau mereka yang lebih paham mengenai masalah ini  sangat-sangat terbantukan. Kiranya, bisa ada lagi yang bisa berjuang dengan kami secara sama-sama," Pungkasnya.


Terpantau media, yang hadir dalam pertemuan tersebut sebanyak 30 kader GmnI Manado, dan 15 Petani Kalasey II.

23 Maret 2022

Bersilahturahmi, BPKel Oi Hidup Manado Lakukan Pembersihan Gereja

 

Foto (ist) BPKel Oi Hidup Manado



Newsblessing.com, Manado - Badan pengurus Kelompok (BPKel) Oi Hidup Manado kembali menggelar aksi silahturahmi dengan pemuda antar umat beragama di Kota Manado. 


Silahturahmi itu diperlihatkan dengan melakukan aksi pembersihan  dibeberapa rumah ibadah di Kota Manado. Salah satunya,  pembersihan Masjid Al-ilham Sumompo Kapleng, dan Masjid AN-NIMAH Tuna B yang dilakukan pada tahun 2021.


Kemudian dilanjutkan dengan pembersihan Gereja GMIM Petra BitungKarangria Manado Utara, Selasa (22/03/2022). "Ini merupakan kegiatan yang sangat luar biasa dilakukan oleh BPKel Oi Hidup Manado. Patut, menjadi contoh untuk terus membangun Silahturahmi untuk terus menjaga kerukunan," ungkap wakil ketua Pemuda GMIM Petra BitungKarangria Manado Utara, Mario Laoh kepada awak media.


Ia juga senang, bahwa Oi Hidup ini juga menjadi bagian dari organisasi yang ia masuki. "Dari aksi seperti ini saya tertarik menjadi bagian dari BPKel Oi Hidup. Kiranya, Oi Hidup akan terus Berprogram demi kepentingan banyak orang," tuturnya.


Diwaktu yang bersamaan, Fitra Djahria anggota BPKel Oi Hidup mengatakan, dirinya senang bisa menjadi bagian untuk membersihkan Gereja.  "Senang bisa bersilahturahmi dengan pemuda Kristen dengan kegiatan aksi pembersihan rumah ibadah," tuturnya.


"Saya berharap kegiatan seperti ini akan terus berlanjut, dan juga di perayaan besar seperti paskah dan  idul Fitri kita bisa menjaga kemanan dan lalu lintas yang ada. Karena, Manado adalah Kota Toleransi,"ucapnya.


Insyaallah apa bila tidak ada halangan, kegiatan BPkel Oi Hidup Manado seperti ini akan terus diikuti, pungkas Fitri.


Terpantau awak media, peserta Oi Hidup yang mengikuti pembersihan Gereja Gmim Petra BitungKarangria Manado Utara sebanyak 7 orang.

27 Februari 2022

Edukasi Masyarakatnya, BPKel Oi Bongkar Karame lakukan aksi Bersih-bersih

 

Foto (ist)


Newsblessing.com, Manado - Peringati hari peduli sampah nasional (HPSN), badan pengurus kelompok (BPKel) Oi Bongkar Karame gelar sosialisasi dampak sampah terhadap kesehatan, dan aksi bersih-bersih, di kelurahan Karame, Lingkungan 3, Kota Manado, Sabtu (26/02/2022).


Sebanyak dua puluh tujuh (27) karung sampah berjenis plastik dan rumah tangga terangkat di kelurahan Karame Manado. "Kegiatan ini tujuannya mengajak serta mengedukasi masyarakat Karame baik yang muda hingga orang tua untuk  membuang sampah ditempatnya," ungkap ketua BPKel Oi Karame, Ali Akbar Tegar Napu kepada media, Minggu (27/02/2022).


Menurutnya, sampah yang berserakan atau dibuang sembarangan menjadi sebuah masalah yang perlu diperhatikan dan disadarkan. "Saya berharap dengan aksi ini masyarakat bisa sadar pentingnya kebersihan lingkungan hidup."


"Suksesnya kegiatan tidak lepas dari peran panitia dan pengurus BPKel Oi Bongkar Karame, Remaja Mesjid Al-Maghfirah Karame, Pecinta Alam Ampala, dan BPK Oi Manado. Untuk itu, saya ucapkan banyak terimakasih. Tidak lupa pula saya ucapkan banyak terimakasih kepada dinas lingkungan hidup (DLH) Kota Manado, didalamnya ada ibu Lieke Kembuan yang sudah mengedukasi tentang pentingnya menjaga lingkungan serta mengenalkan yang namanya Ecoenzime kepada peserta yang ikut meramaikan aksi pembersihan," tuturnya.


Pada kesempatan yang sama pihak Fungsional penyuluh lingkungan DLH Kota Manado, M. Lieke Kembuan ketika dihubungi mengatakan apresiasinya dengan aksi yang dilakukan oleh teman-teman Oi. "Kegiatan seperti bisa mengajak dan menyadarkan masyarakat setempat untuk bersama-sama menjaga lingkungan," ucapnya.


"Kami selaku pemerintah Kota Manado akan terus membantu setiap kegiatan yang sangat mulai, apalagi yang dibuat oleh Oi selama ini terkait kebersihan lingkungan," tutupnya.

26 Februari 2022

Bincang Sore, MJB Region Sulut Bahas Pernikahan Usia Anak

Dokumentasi Bincang Sore MJB Region Sulut (Foto Meikel)



Newsblessing.com, Manado - Sulut  peringkat 11  pernikahan usia anak, ungkap Eliana Gloria Halid perwakilan Mitra Muda UNICEF Indonesia pada bincang sore yang digelar 

Komunitas Marijo Belajar (MJB) Region Sulawesi Utara (Sulut)  yang bertemakan "pernikahan usia muda dan kesehatan mental Remaja Putri," berlokasi di Kopico Manado, Jumat (25/02/2022).


"Kita tidak bisa membuat stigma terkait perkawinan di usia anak adalah kecelakaan, yang kita tau bersama  hamil diluar nikah adalah kecelakaan, jauhkan stigma itu," tuturnya.


Eliana kembali menyebutkan permasalahan yang didapatkan ketika dirinya bersama forum anak membedah permasalahan terkait pernikahan di usia anak. "Di Sulut masih terikat kuat dengan namanya budaya, apalagi dalam kehidupan kita sehari-hari, contoh daerah Bolaang ketika ditemukan anak laki-laki dan perempuan berjalan di atas pukul 22.00 Wita(10 Malam) maka dinikahkan lah mereka secara adat, itu realita yang masih melekat di Sulut," jelasnya.


"Sulut menjunjung nilai budaya, dan hal itu yang membuat kami dilema hingga saat ini," ucapnya.


Ia kembali menyentil persoalan yang harus ditangani secara bersama-sama soal kekerasan terhadap perempuan.

"Untuk itu, PR kita adalah  mengubah paradigma yang dimana perlindungan anak itu bukan hanya tanggungjawab pemerintah. Tetapi, menjadi tanggungjawab kita bersama," ujarnya.


"Sejak tahun 2018 saya sering membuat laporan asesmen terkait kekerasan seksual. Apalagi, adanya faktor orang tua jual anak karena faktor ekonomi, itu menurut saya tidak masuk akal. Selain ekonomi, adapun faktor mental. Adapun oknum menyalagunakan kesempatan mental untuk menjadi kepentingan pribadi, atau kelompok," cetusnya.


Lanjutnya, bisa dilihat bahwa sebenarnya perkawinan usia anak  ternyata terjadi adanya ketidaksiapan mental dimana tidak adanya sarana edukasi eklusif secara terbuka untuk mengedukasi tentang apa itu penis, vagina dan bagaimana menggunakan kondom. "Kita tidak menyarankan anak-anak bagaimana menggunakan kondom yang baik, tetapi kita bisa memberikan pengetahuan terkait alat kontrasepsi yang selama ini dianggap tabu ternyata itu  berguna. Ada teman saya Duta Genre, secara terbuka kepada saya bahwa dirinya sejak umur 16  aktif dengan namanya seksual, tetapi dirinya tidak hamil," imbuhnya.


"Jika perkawinan dini terjadi yang paling tertekan itu adalah  perempuan, dimana ketika terjadi kehamilan di luar nikah maka banyak stigma yang keluar dari beberapa orang, yang dimana  stigma buruk yang diceritakan."


Untuk itu baik laki-laki, maupun perempuan harus memaksimalkan dirinya secara individu maupun kelompok. "Kita harus bijaksana ke diri kita sendiri, atau ke orang lain. Mari saling mengingatkan disekitar kita untuk tidak nikah saat usia anak," tambahnya.


Eliana kembali menambahkan, sekali lagi perkawinan usia dini bukan kecelakaan, tetapi gagal dalam mengedukasi. "Kita bisa mengedukasi orang-orang disekitar kita seperti anak-anak, orang tua dan single parent. Perempuan bisa berdiri di kakinya sendiri tanpa harus bantu laki-laki," tambahnya sembari menyebutkan bahwa organisasi yang baik bisa mengurangi resiko perkawinan dini lewat eksien.


Disesi yang bersamaan ketua MJB Region Sulut, Jessica Veronica Tarima ketika diwawancarai mengatakan kegiatan bincang sore dilakukan ketika melihat situasi yang sering terjadi di kalangan anak muda terkait pernikahan usia muda yang mempengaruhi kesehatan mental khususnya perempuan.  "Topik seperti ini perlu dibahas bersama untuk menambah wawasan anak muda agar dapat saling memberi pengaruh positif. manfaat dari  Bincang sore ini  bisa membuka cara berpikir peserta mengenai  kepedulian untuk mengedukasi diri  perempuan juga memiliki potensi yang setara," terangnya. 


Jessica pun  berharap  kedepannya untuk seluruh anak muda agar bisa menyuarakan pandangan mengenai upaya dan pencegahan pernikahan di usia anak untuk tidak dilakukan. 


Diketahui, peserta yang terlibat dalam Bincang Sore sebanyak enam belas orang (16) dari berbagai komunitas yakni MJB pusat,  Garda mencegah dan mengobati, Voice Of Women, DPC GmnI Manado, dan Deliberasi Institute.

23 Februari 2022

Kondisi Asrama Poso di Kota Manado Memprihatinkan

Asrama Mahasiswa Poso di Kota Manado (Foto Gunawan).



Newsblessing.com, Manado - Asrama mahasiswa Kabupaten Poso di Kota Manado, Sulawesi Utara sangat memprihatinkan.


Hal tersebut dapat terlihat pada kondisi bangunan yang sudah tua dengan kayu yang lapuk dan plafon yang bocor dibeberapa sudut asrama. 

 

Mahasiswa yang pernah berkunjung di asrama tersebut, Gunawan Ndai menyatakan bahwa asrama tersebut membutuhkan perhatian atau direnovasi. “Kondisi beberapa ruangan kamar sudah tidak layak digunakan dikarenakan langit-langit ruangan yang sudah bocor,” ungkapnya.

 

“Plafon ruang tamu sudah rusak,  kamar mandi yang sudah tidak memiliki pintu, dan Water Closet (WC) yang kotor ditambah lagi tangki septik yang sudah bocor”.

 

Menurutnya, berbicara kenyamanan dapat dinilai dari bangunan asrama yang tidak terurus. "Adapun masalah lainnya yakni  penguninya sebagian besar bukan mahasiswa bahkan ada PNS yang sudah berkeluarga  tinggal disana, dan untuk keamanan dalam asrama sangat tidak terjamin dikarenakan sudah berapa kali ada kasus kehilangan barang, bahkan sering terjadi kegiatan yang tidak terpuji dalam asrama,” cetusnya.

 

"Permasalahan yang terjadi di Asrama Poso sudah disampaikan ke Bupati Poso  dr. Verna Gladies Merry Inkriwang melalui sosial media mengingat ini masih kondisi Covid-19,  dan salah satu alumi organisasi Himpunan Generasi Muda Kabupaten Poso (HGMKP) kami sampaikan. Tetapi jawaban yang kami dapatkan adalah asrama mahasiswa Poso sudah ditinjau dan saat ini terkendala dengan anggaran untuk perbaikan," jelasnya. 

 

Lanjutnya, katanya peninjauan dilakukan Pemerintah Kabupaten Poso pada akhir tahun 2021. " Peninjauan dari Pemerintah Kabupaten Poso saya nilai tidak teliti. Dimana, Proses peninjauan asrama hanya dilakukan sekilas, bahkan kami yang sedang berada di asrama melakukan proses pencarian dana tidak bertemu pihak Pemkab yang meninjau asrama.” tuturnya. 

 

“Besar harapan   mahasiswa maupun Alumni Poso untuk melihat asrama mereka agar selalu terpelihara dan selalu diperhatikan. Adanya  asrama  dapat membantu keberhasilan anak muda poso yang sedang menuntut ilmu di Kota Manado,” Tutupnya.

28 Januari 2022

Rumah Kreatif, Komunitas DCEC Kembali Membuka Recrutmen

Rumah Kreatif, Komunitas  DCEC  Kembali Membuka Recrutmen
Foto istimewah Komunitas DCEC



Newsblessing.com, Manado - mari mengenal lebih dekat Sanggar Seni Deo Cantate Ensemble Chorus (DCEC), yang  merupakan  salah satu komunitas seni di kota Manado.


Diketahui, DCEC beranggotakan orang muda katolik yang  berusia 17 tahun ke atas yang berkomitmen meninggalkan kompetisi dan memberi diri bagi pelayanan musik di lingkungan gereja maupun masyarakat luas. 


Ketua Sangar DCEC, Melisa Tamunu kepada awak media, Jumat (28/01/2022) mengatakan,

sanggar ini juga melayani berbagai event seperti seminar, acara pernikahan, peresmian gedung, kedukaan, dan kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya. "DCEC juga  mempunyai program kerja tahunan seperti konser maupun bakti sosial di panti asuhan. Sebagai ruang kreatif seni, DCEC adalah rumah tempat para anggota bertemu, melatih diri dan mengembangkan musikalitasnya, serta menjalin persaudaraan dan kekeluargaan di bawah bimbingan para pembina, konsultan musik dan juga pelatih sekaligus guru musik yang mumpuni."


Ia menambahkan, tahun ini DCEC kembali membuka rekruitmen anggota baru melalui proses audisi. Audisi berlangsung selama bulan Februari 2022 di Gereja Santa Theresia Malalayang dan dapat diikuti oleh semua orang muda Katolik berusia 17 tahun ke atas. Untuk informasi rekruitmen selanjutnya dapat menghubungi Septhian 085256411716 dan Melisa 085298296955, tutupnya.

21 Januari 2022

Terkait Pengerjaan Jalan Boulivard 2, Liputo: Keluarga Sudah Setuju

Foto (istimewa)


Newsblessing.com, Manado - Menindak lanjuti hasil pertemuan dengar pendapat DPRD Sulut pada awal januari 2022 lalu, Hari ini kamis (20/1), DPRD Sulawesi Utara meninjau lapangan ke lokasi pengerjaan jalan boulevard 2, atau jalan lingkar manado di kelurahan tumumpa kecamatan tuminting dan kelurahan molas kecamatan bunaken kota manado.


Lanjut, usai peninjauan Anggota DPRD Sulut Amir Liputo, mengatakan Kami DPRD Sulawesi Utara menindak lanjuti aspirasi dari keluarga pak Asnat Baginda, dimana menurut mereka jalan boulevard 2 yang saat ini dalam proses pengerjaan jalan untuk pembangunan jembatan yang ada di tumumpa dan jalan tersebut ťerkena areal  pekuburan milik keluarga Baginda.


Dan Alhamdulilah, setelah di lakukan pengukuran, patokan dan tentukan titik kordinatnya, yang di saksikan keluarga Baginda  Camat, lurah,  Kapolres dan jajarannya serta masyarakat.


"Ada kesepakatan-kesepakatan ternyata Lokasi ini yang luas 30 meter, masih bisa di atur untuk tidak menganggu lokasi pekuburan, inilah yang kita pilih dan keluarga sudah setuju, tinggal yang akan di ganti rugi jalan yang lama dan hal ini akan di bicarakan secara bersama keluarga dan pihak BPJN dan perkimtan." Ungkap Liputo. dilansir dari Komentar.co.id


Ditambahkan Liputo, Mulai hari ini keluarga ikhlas dan pekerjaan pembangunan jalan bisa di lanjutkan.dan tentunya ada catatan yang perlu disepakati bersama saat itu.


"Catatan mulai hari ini Keluarga tidak akan merintangi lagi pembangunan jalan boulevard 2. dan lokasi pekuburan tidak akan di utak-atik." tuturnya.


"Dengan harapan tidak ada lagi bahasa provokatif karena kita semua ingin jalan lingkar manado ini jadi, dan akan di nikmati oleh anak-cucu kita." tambah Amir politisi PKS dapil Manado.


Sementara itu mewakili  keluarga, pak Asnat Baginda mengatakan bahwa kami welcome, meski ada berbagai sangkaan dari pihak-pihak tertentu, namun mulai hari ini sudah ada titik terang terkait ganti rugi lahan dan kami menghendaki agar tulang-belulang yang di pindahkan pihak perkimtan dan BPJN perlu di bicarakan.


"Dari awal kami tetap menunjang dengan program pemerintah dan sudah tidak ada masalah, semua dapat di selesaikan secara musyawarah termasuk tulang belulang yang di pindahkan ." Ujar Asnat Baginda


Selanjutnya, pihak balai jalan melalui kasatker jimmy adwang mengataķan semua kita akan tindak lanjuti sesuai kesepakatan.


"Ini kan kita uji petik sesuai hasil dengar pendapat di DPRD Sulut dan nanti kita segera tindak lanjuti, kami juga akan rapat terkait hasil ini." Kata kasatker. (*)

10 Januari 2022

Dunia Kampus Sedang Tidak Baik-Baik

Foto (ist): Diskusi Antar Lintas Komisariat Cipayung



Newsblessing.com, Manado - Pelecahan seksual dan matinya demokrasi dalam dunia kampus, menjadi pembicaraan trending bagi  mahasiswa di era saat ini.


Kampus adalah wadah intelektual bagi mahasiswa, ruang dinamika, dan juga sebagai representasi dari wajah pendidikan Indonesia. Akan tetapi, dunia kampus hari ini, sedang tidak baik-baik, ungkap ketua komisariat GmnI Fispol Unsrat, Febrianto Arifin kepada awak media, Minggu (09/01/2022).


"telah tumbuh sebuah kultur di kampus, yaitu kultur feodal. Yang dimana, pihak kampus telah mengintervensi ruang-ruang berdemokrasi mahasiswa, sehingga tidak ada lagi wadah berdialektika di kampus, karena dilegalkan sebuah kebijakan pembinaan kampus, belum lagi persoalan mengenai pelecehan seksual," tuturnya sembari menyebut Lintas Komisariat Organisasi Cipayung membahas dinamika yang ada pada kemarin hari, di Cafe Kopiko, Sabtu (8/01/2022).


Maka dari itu, Febrianto mengajak semua organisasi pergerakan untuk bahu membahu bersatu melawan segala bentuk dinamika yang terjadi di lingkungan kampus.


Senanda dengan Febrianto, ketua HMI komisariat FISIP ini,  Rizky Walangadi menyebut pergerakan mahasiswa saat ini terjadi degradasi, yang artinya mahasiswa semakin jauh dari minat membaca, berdiskusi, menulis hingga mengenai basic keilmuan.


"Dengan kemajuan teknologi saat ini,  menjadikan  mahasiswa mulai terlena secara tidak langsung, pagi ditengah pandemi saat ini," katanya.


Ia kemudian menyentil  sistem perkuliahan yang pada saat ini masih secara online. "Banyak mahasiswa saat ini minat belajarnya tidak terkontrol, dan bisa dibilang kampus menutup ruang demokrasi dari mahasiswa," cetus Rizky.


Sedangkan ketua Komisariat  PMKRI Unsrat, Velisitas  P Mandagi,  yang diwakili Boston situmorang selaku anggota. Mengatakan, hak asasi manusia (HAM) harus ditegakkan, dan juga kesadaran mahasiswa sendiri dalam menyikapi dinamika sosial. "Mahasiswa harus meningkatkan cara berpikir kritis, guna mewujudkan tujuan, demi kebaikan kampus kedepannya, dan lebih memanfaatkan teknologi untuk hal-hal yang berguna," tutupnya.

24 Desember 2021

HUT ke-11 Tahun, BPKel Oi Hidup Lakukan Penanaman Pohon

HUT ke 11 Tahun, BPKel Oi Hidup lakukan  penanaman Pohon
Foto (ist) Kegiatan BPKel Oi Hidup


Newsblessing.com, Manado - Sambut HUT ke 11 Tahun, Badan pengurus kelompok (BPKel) Oi Hidup Manado suksesi  penanaman 120 bibit Pohon jenis Mahoni dan Cempaka, di Buha, Lingkungan 3, Kota Manado, Jumat (24/12/2021).


Terpantau awak media,  jalur penanaman dilakukan sepanjang pinggiran sungai Buha, Lingkungan 3, Kota Manado. Tepatnya, lorong Kasuratan. 


Ketua BPKel Oi Hidup Manado, Sofyan Ali ketika diwawancarai awak media mengatakan, kegiatan penanaman ini dilakukan  untuk menyambut HUT BPKel Oi Hidup Manado ke 11 Tahun yang jatuh pada hari  Minggu (26/12/2021).


"Selain menyambut HUT,   tujuan dari penanaman ini tentunya untuk membantu pelestarian lingkungan, agar jauh dari kata bencana," ungkap ketua BPKel Oi Hidup Manado, Sofyan Ali kepada awak media.


"Apalagi lokasi yang kami tanami masih dekat dengan perumahan masyarakat antara Kelurahan Buha dan Kairagi 2. Dan kirannya, Pohon yang ditanami kelak bermanfaat bagi masyarakat sekitar," ujarnya.


Ia menambahkan, apa yang ditanami  akan dilakukan monitoring  sebulan sekali. "Kami bukan sekedar menanam. Tetapi, setiap bulannya akan ada monitoring guna melihat perkembangan pohon yang kami tanami," jelasnya.


"Saya berharap di HUT ke 11 Tahun ini, BPKel Oi Hidup akan terus  berkontribusi untuk alam, manusia dan sosial. Dan tak lupa juga, saya sampaikan banyak terima kasih  kepada 7 Komunitas yang sudah ikut menyukseskan kegiatan pada hari ini, semoga silahturahmi kita dalam menjaga dan melestarikan alam akan terus terbangun," tutur Alumni Politeknik Negeri Manado ini. 


Kegiatan yang bertemakan 'Cintai Alam Beserta Manusianya' dihadiri 7 Komunitas yakni Torang Slankerz Manado (TSM), KPAB Mata Angin, FKPA Manado, GMPA Pantheraprdus, KPA Silvaterra, BPKel Oi Rimba, BPKel Oi Myt Malalayang, dan BPK Oi Manado.

11 Desember 2021

Adik-Adik Dinding Manado Dibekali Penanganan Kebakaran





Newsblessing.com, Manado - Sebanyak 40 (Empat Puluh) anak binaan Komunitas Dinding Manado menerima pembekalan penanganan dan penyelamatan dari kebakaran, bertempat di Kantor Dinas Pemadam Kebakaran Kota Manado, Sabtu (11/12/2021).


Selain pembekalan,   anak-anak, pengurus dan relawan Dinding Manado  juga menerima praktek penanganan api pada LPG, pemadaman api menggunakan alat tradisional hingga mengelilingi pasar 45 Kota Manado menggunakan 4 unit Mobil pemadam kebakaran.


Pada kesempatan itu anak-anak beserta pengurus dan relawan Dinding Manado disambut kepala Dinas Pemadam Kebakaran Manado, Supriatna yang didampingi kepala seksi penanggulangan bencana Denny Paat.


Pada sambutannya, Supriatna menyambut baik kedatangan ke empat puluh anak-anak, pengurus dan relawan Dinding Manado.


"Kami senang atas kunjungan adik-adik, pengurus dan relawan Komunitas Dinding Manado. Kiranya  pembekalan hingga praktek pada hari ini bisa menjadi bekal buat adik-adik dan pengurus Dinding Manado untuk menghindari kebakaran di Rumah," ungkapnya.


Sedangkan Denny Paat selaku kepala seksi penanggulangan bencana Damkar Kota Manado memperkenalkan berbagai Klasifikasi jenis terjadinya Api.


"Adik-adik ada 4 Klasifikasi jenis terjadinya Api hingga mengakibatkan kebakaran yakni, Klasifikasi A seperti benda kayu dan Plastik. Sedangkan Klasifikasi B seperti minyak tanah, bensin, dan minyak kelapa. Untuk, klasifikasi C seperti tegangan listrik dan terakhir klasifikasi D yaitu bahan kimia keras diantaranya magnesium," tuturnya.


Ia menambahkan, untuk kebakaran Klasifikasi D atau kimia keras kurang terjadi di Kota Manado.


"Buat adik-adik jika di Rumah ingatkan orang tua untuk membuang rokok jangan sembarangan, kemudian keluar rumah listrik dimatikan, saat ini musim petasan harus lebih berhati-hati," jelas Paat lagi.


Ketua Dinding Manado, Christiana Santa Moningka ketika diwawancarai mengatakan kegiatan ini merupakan program Dinding Manado setahun sekali.  "Ini adalah program Studi Tour yang dilakukan setahun sekali," ucapnya.


"Untuk itu kami mengucapkan banyak terimakasih kepada pimpinan dan kru Pemadam kebakaran Kota Manado yang sudah memberikan pembekalan hingga praktek penanganan dan penanggulangan  terjadinya kebakaran. Pengetahuan ini sangatlah berarti bagi kami, sekali lagi terimakasih," pungkasnya.

09 Desember 2021

Mengenal Komunitas Kerohanian HCM, William : Bertumbuh Untuk Tuhan

 



Newsblessing.com, Manado - Mari mengenal lebih dekat dengan komunitas kerohanian Heaven Crew Ministry (HCM). Dimana, Komunitas ini dipenuhi dengan anak-anak muda yang ingin bertumbuh untuk Tuhan. 


Hal itu dibenarkan  William Putra Imbar  kepada awak media, Kamis (09/10/2021). "HCM merupakan komunitas kerohanian yang ingin bertumbuh untuk Tuhan, dimana kegiatannya ada peribadatan setiap hari di Ruko dekat pegadaian Politeknik Manado, dan waktu ibadahnya setiap pukul 19.00-20.00 Wita."


"Komunitas kerohanian ini tidak menganggu aktivitas kegiatan teman-teman di Gereja, dan tidak pula mewajibkan untuk mengikutinya. Tetapi, didalam komunitas kerohanian HCM ini tergabung dari beberapa  Gereja yakni GMIM, GPDI, GBI, Tiberias, GSJA, Gereja Mawar Saron, Kristen Batak dan Katolik yang punya visi untuk bertumbuh untuk Tuhan,"jelas salah satu tim Support HCM ini.


Ia kembali mengatakan, HCM tidak menganggu teman-teman yang memiliki  aktivitas di Gerejanya masing-masing, HCM ini adalah komunitas kerohanian. Jika sudah tidak ada kegiatan di Gereja, bisa juga ikut peribadatan dengan HCM. "Selain beribadah setiap harinya, Komunitas HCM juga memiliki program untuk pelayanan dibeberapa kabupaten/Kota di Sulut hingga desa-desa, biasanya 2 kali dalam seminggu. Sedangkan keanggotan dari HCM ini sudah hampir 300 orang, diberbagai tempat ada" ujar  William sembari menyebut Founder HCM adalah Donny Jacob.


"HCM sudah berdiri 3 sampai 4 tahun, dan dirikan oleh  Donny Jacob yang dahulunya ia berada dalam kehidupan keluarga broken, banyak problem yang ia hadapi, dan kemudian ia mendirikan komunitas kerohanian HCM ini agr anak-anak muda tidak sepertinya," tuturnya.



William kembali menyebut, HCM tidak melihat yang tua maupun muda, siapa yang mau ikut bertumbuh untuk Tuhan HCM selalu terbuka. "Pintu kami terus terbuka bagi teman-teman yang mau ikut beribadah dengan kami," ucapnya dengan menyebut Program setahun sekali HCM adalah Pranatal dilangsungkan dengan KKR.

21 November 2021

Memahami Fakir Miskin Dan Anak Terlantar Sesuai Pasal 34 Ayat 1 UUD 1945

 

(Foto istimewah)

Newsblessing.com, MANADO - tidak semua mahasiswa membahas terkait permasalahan sosial terkait fakir miskin dan anak terlantar. Namun, berbeda dengan Mahasiswa Politeknik Negeri Manado (Polimdo). Tepatnya, Jurusan Teknik Sipil Program Studi (Prodi) Teknik Kontruksi Jalan dan Jembatan. Dimana, mereka mengerjakan tugas pendidikan Pancasila dengan karya ilmiah tentang fakir miskin dan anak-anak terlantar di pelihara oleh Negara (dilihat dari pasal 30 UUD 1945 dan Perda no 2 tahun 2002 Provinsi Sulut).


Karya Ilmiah ini dikerjakan secara kelompok diantaranya, Rilandari Wulur, Willy Samola, Daniel Assa, Given Sahensolar, Patricia Mangusuhe, Cliffhard Dauhan, Alvione Tindangen, Chan Soput, Angelia Rosang dan Christian Tamboto.


Seperti dengan karya ilmiah, atau penilitian lainnya. Pastinya, pembaca akan dibuka dengan Abstrak oleh penulis. 


Abstrak:

Didirikannya Negara Kesatuan Republik Indonesia antara lain bertujuan untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Namun, masih terdapat masyarakat dalam keadaan fakir, miskin, dan terlantar. Mereka bisa bermetamorfosis menjadi gelandangan, pengemis, pengamen, dan anak jalanan. Pasal 34 ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945 menyebutkan bahwa: Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara. Pilihan kata dalam klausul ayat tersebut ternyata dapat memunculkan  makna yang berbeda-beda. Jumlah gelandangan, pengemis, pengamen, dan anak jalanan, terus bertambah, terutama dalam kota-kota besar.

Kata kunci: Indonesia, Keadilan sosial, anak-anak terlantar, kota-kota besar.


Abstract:

The establishment of the Unitary State of the Republic of Indonesia, among others, aims to realize social justice for all Indonesian people. However, there are still people in a state of poverty, poor, and abandoned. They can metamorphose into vagrandizers, beggars, buskers, and street children. Article 34 paragraph (1) of the 1945 Constitution states that: Poor families and abandoned children are cared for by the state.   The choice of words in the clause of the verse turns out to give rise to different meanings. The number of homeless people, beggars, buskers, and street children continues to grow, especially in big cities.

Keywords: Indonesia, social justice, abandoned children, big city.


Kemudian dilanjutkan dengan landasan teori:

Manusia diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Pencipta dalam keadaan yang berbeda-beda. Perbedaan tersebut antara lain ditujukan agar antar manusia dapat saling mengenal dan saling menolong satu dengan yang lainnya. Manusia yang satu membutuhkan manusia yang lainnya. Seorang laki-laki membutuhkan perempuan, demikian juga sebaliknya. 


Seorang pimpinan membutuhkan anak buah, demikian juga sebaliknya. Tidak seorang pun sanggup untuk hidup sendirian walaupun dunia dan seisinya diberikan kepadanya. Walaupun surga seisinya telah diberikan kepadanya, Nabi Adam tetap membutuhkan kehadiran Siti Hawa dalam kehidupannya.

Perbedaan keadaan manusia ternyata tidak sebatas jenis kelamin, suku, bangsa, dan warna kulitnya, tetapi juga dalam kehidupan ekonomi yang mereka alami. Disamping terdapat orang yang beruntung memiliki kehidupan ekonomi yang mapan, ada juga masyarakat yang memiliki kehidupan ekonomi kurang beruntung. Masyarakat yang berada dalam keadaan fakir, miskin, dan terlantar adalah contoh orang-orang yang kurang beruntung dalam kehidupan ekonominya menurut kebanyakan umat manusia.



Negara Kesatuan Republik Indonesia didirikan untuk mencapai kesejahteraan dan keadilan bagi seluruh rakyatnya. Terwujudnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia adalah salah satu cita-cita yang telah digagas oleh para pendiri bangsa (founding fathers) sebagaimana diungkapkan dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Seluruh rakyat Indonesia, tanpa terkecuali, berhak untuk mendapatkan kehidupan yang layak. Begitu besarnya perhatian para perumus UUD 1945 terhadap ketimpangan ekonomi, sampai-sampai terdapat ayat yang berbunyi: Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara. Klausul tersebut berada pada Pasal 34 ayat (1) UUD 1945. 


Masyarakat fakir miskin dan anak-anak yang terlantar dianggap sebagai kondisi ekstrim keterbelakangan kondisi perekonomian seseorang sehingga negara harus memberikan perhatian khusus. Hal ini dilakukan dengan melakukan pemeliharaan terhadap mereka.


Pembahasan

di banyak kota, terutama kota-kota besar, begitu mudah dijumpai para pengemis dengan bermacam sebutan. Di antara mereka ada yang disebut gelandangan, pengemis, pengamen, dan anak jalanan. Mereka adalah cerminan kehidupan fakir miskin dan anak-anak terlantar. Jumlah mereka cenderung bertambah dari waktu ke waktu, apalagi pada saat bulan puasa dan lebaran tiba.

Pemerintah kabupaten/kota yang dapat melihat dari dekat kondisi dan keberadaan mereka tidak banyak melakukan tindakan nyata guna mengentaskan mereka dari kehidupan nestapa tersebut. Jumlah gelandangan, pengemis, pengamen, dan anak jalanan terus mengalami pertambahan. Dikaitkan dengan arti “dipelihara” sebagaimana diuraikan di atas, kondisi mereka yang terus bertambah ini menjadi bahan perbincangan tersendiri. Apabila gedung dan bangunan dipelihara agar awet dan bertahan lama, maka fakir miskin dan anak terlantar dipelihara juga bisa bermakna agar awet dan bertahan lama. Kondisi mereka tetap fakir miskin, dan terlantar. Mereka pun harus tetap eksis karena dipelihara oleh negara seperti halnya aset atau barang milik negara yang dipelihara agar tetap ada dan berfungsi dengan baik.

Akan menyedihkan sekali apabila kata dipelihara pada Pasal 34 ayat (1) UUD 1945 diarahkan artinya pada mempertahankan eksistensi atau mengembangbiakkan fakir miskin dan anak terlantar. Namun, kenyataan di masyarakat hal itulah yang terjadi.


Kum miskin dan para gelandangan semakin bertambah karena tidak adanya program pemberdayaan dan pengentasan. Gelandangan, pengemis, pengamen, dan anak-anak jalanan semakin mudah dijumpai di kota-kota besar. Terlepas dari apakah  gelandangan, pengemis, pengamen, dan anak-anak jalanan tersebut masuk dalam golongan fakir miskin dan anak terlantar, yang jelas mereka adalah indikator kemiskinan yang terjadi di suatu daerah. Harus diakui,beberapa pemerintah kabupaten/kota telah mampu membersihkan wajah kotanya dari gelandangan, pengemis, pengamen, dan anak jalanan, namun jumlah kabupaten/kota yang demikian masih sangat sedikit.

Klausul dalam Pasal 34 ayat (1) yang menyatakan: Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara  negara, bisa menjadi memiliki arti yang berbeda-beda. Hal ini sangat bergantung pada dari sudut mana seseorang memaknainya. 


Jumlah fakir miskin dan anak terlantar yang terus bertambah bisa menunjukkan negara telah bersalah karena tidak memberikan penghidupan yang layak kepada mereka. Namun, terus bertambahnya mereka juga dapat dibenarkan berdasarkan Pasal 34 ayat (1) UUD 1945 tersebut karena negara memang memelihara (membiarkan tumbuh) mereka.


Roda proses penyelesaian Peraturan Daerah (Perda) Fakir Miskin dan Anak Terlantar kian didesak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut). Wakil rakyat tegas menyebut pentingnya regulasi ini. Untuk itu diharapkan bisa secepatnya dituntaskan. Penegasan tersebut disampaikan Anggota Komisi IV DPRD Sulut, Melky Jakhin Pangemanan, saat Rapat Paripurna DPRD dalam rangka Pengambilan Keputusan terhadap usul tiga Ranperda. Didalamnya yakni, Ranperda Tentang Fakir Miskin dan Anak Terlantar, Ranperda Tentang Kedudukan Protokoler Pimpinan dan Anggota DPRD serta Ranperda Tentang Perlindungan dan Pengendalian Pohon menjadi Ranperda Prakarsa DPRD. “Salah satu hal yang menjadi tugas kerja Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Utara dalam melakukan pendataan dan penanganan masalah fakir miskin dan anak terlantar adalah perlu melakukan koordinasi dengan Pemerintah Daerah, kabupaten kota yang ada di wilayah. Ini agar data yang diperoleh merupakan data yang valid sehingga strategi penanganan dan kebijakan yang ditetapkan dapat sesuai dan tepat sasaran." 


Ia juga menambahkan, Permasalahan utama yang dihadapi dalam pendataan fakir miskin dan anak terlantar adalah banyak dari mereka yang tidak memiliki identitas. Seperti akte kelahiran atau kartu keluarga. Permasalahan ini perlu ditangani mengingat sekarang setiap warga negara harus memiliki identitas sebagai persyaratan untuk dapat menikmati hak sebagai warga negara. “Berbagai hak yang dapat dinikmati oleh warga negara juga harus dinikmati oleh fakir miskin dan anak terlantar dan perlu dijamin oleh Pemerintah Daerah selain pemenuhan kebutuhannya sebagai bagian dari tugas pemeliharaan oleh Pemerintah Daerah,” ucapnya.


Kebutuhan yang paling utama perlu dipenuhi adalah kebutuhan akan pendidikan baik formal maupun non formal. Dengan demikian pada masa yang akan datang mereka dapat menikmati pekerjaan yang layak dan hidup di luar garis kemiskinan.


 “Undang-Undang Perlindungan Anak pada saat ini yaitu Undang Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak sebenarnyaa telah mengatur hak anak untuk dapat hidup, tumbuh dan berkembang secara optimal sesuai harkat dan martabat kemanusiaan,” ucapnya MJP belum lama ini.



Setiap tugas dan tanggungjawab. Katanya,  ditentukan baik dalam Undang Undang Nomor 13 Tahun 2011 tentang Penanganan Fakir Miskin perlu diatur dalam sebuah norma hukum yang mengikat untuk dapat dijadikan pedoman bagi Pemerintah Daerah Provinsi Sulut dalam penanganan kemiskinan dan anak terlantar perlu diatur dalam Peraturan Daerah. 


“Tujuan dari Perda ini adalah untuk mendapatkan data fakir miskin dan anak terlantar yang akurat dan valid sehingga strategi penanganan dan kebijakan tepat sasaran. Untuk menjamin pemenuhan kebutuhan dasar fakir miskin dan anak terlantar.  Untuk menekan jumlah fakir miskin. Untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam penanganan fakir miskin dan perlindungan anak terlantar. Untuk menjamin konsistensi, integrasi, sinkronisasi dan sinergi dalam penanganan fakir miskin dan perlindungan anak terlantar,” tutur ketua DPW PSI Sulut. 


Penuntasan Perda Fakir Miskin dan Anak Terlantar ‘Dipercepat’ Anggota DPRD Sulut Melky Jakhin Pangemanan (MJP) menggelar Sosialisasi Perda (Sosper) Perda No 1 Tahun 2021 tentang Perda No 2 tahun 2021 tentang fakir miskin dari anak terlantar kepada masyarakat. Pada giat yang menghadirkan narasumber Efendy Sondakh. Ketua DPW PSI Sulut ini melibatkan unsur wartawan dan masyarakat. Menurut legislator yang terlibat langsung dalam penyusunan kedua perda ini, dilibatkannya para wartawan dalam pelaksanaan Sosper dinilai langkah yang tepat dalam rangka penyebaran informasi kepada masyarakat serta diharapkan mampu menjadi agen dalam mensosialisasikan kepada masyarakat luas.Politisi PSI Sulut ini juga mengatakan Perda yang telah dihasilkan diharapkan mampu diaplikasikan dalam pelaksanaannya karena baik Pemerintah provinsi dan DPRD Sulut bersama-sama bertanggung jawab secara kolektif.


 "Kehadiran Perda ini menjadikan keteraturan sehingga masyarakat terhindar daru pandemi Covid, juga memberikan jaminan bagi Fakir Miskin dan Anak terlantar dalam mendapatkan haknya sebagai warga negara," ujarnya lagi.


Gerakan sosialisasi kemasyarakatan atas dua buah Peraturan daerah adalah langkah maju DPRD Sulut setelah baku hampir kurang lebih 7 tahun tidak pernah menghasilkan Perda sehingga diharapkan ini dapat tersosialisasi dengan baik dan dipahami agar masyarakat dapat merasakan manfaatnya.



Wakil Ketua Bapemperda DPRD Sulut ini bersama Anggota Dewan lainnya sedang melaksanakan Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosper) yaitu Perda No 2 tahun 2021 tentang Fakir Miskin dan anak terlantar kepada masyarakat.Sosper dilaksanakan MJP di Desa Kaasar Kecamatan Kauditan, Kabupaten Minahasa Utara dengan melibatkan unsur wartawan dan masyarakat. “Perda ini hadir bukan untuk membebankan publik, perseorangan atau pelaku usaha,”ucapnya. terkait Perda Fakir Miskin, MJP mengungkapkan tingginya jumlah fakir miskin dan adanya anak terlantar di suatu daerah secara otomatis mengindikasikan belum rekomendasinya kebutuhan dari suatu kelompok masyarakat yang sejatinya merupakan amanat dari konstitusi.


Disisi lain pemda merupakan bagian subjek yang diberi tanggung jawab untuk mengemban amanat yang dimaksud. dalam hal inilah pemda memerlukan suatu instrumen hukum yang mampu mengarahkan pelaksanaan dari upaya kongkrit dalam penanganan fakir miskin dan anak terlantar.


Sedangkan anggota DPRD Sulut lainnya, Dr Toni Supit SE MM, menggelar sosialisasi dua peraturan daerah (Perda) di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro). TonSu, sapaan akrabnya, mengatakan jika Perda tentang fakir miskin dan anak terlantar, sebagai bentuk komitmen Pemerintah Provinsi dan DPRD Sulut, agar mereka mendapatkan hak-hak mereka. "Saya berharap Perda ini bisa tersosialisasikan dengan baik ke semua masyarakat," kata pria low profil ini kembali


 

Kesimpulan 

Dari uraian di atas, pembaca tentu sudah bisa menyimpulkan dan memberikan jawaban terhadap judul yang diangkat. Dalam kondisi apapun, negara tetap dapat dikatakan memelihara fakir miskin dan anak terlantar. Negara membiarkan mereka terus berkembang dan bertambah jumlahnya tanpa melakukan program pengentasan dari penderitaan hidup mereka, dapat dikatakan telah memelihara. Sebaliknya, negara melakukan program pengentasan dan pemberdayaan sehingga mereka terlepas dari kondisi fakir miskin, dan keterlantaran juga memenuhi arti kata memelihara.

UUD 1945 yang telah empat kali diamandemen tidak lagi memiliki penjelasan seperti naskah asli yang disahkan pada 18 Agustus 1945. Tanpa mengurangi rasa hormat kepada para perumus UUD 1945, penulis berpendapat bahwa kata dipelihara pada ayat tersebut harus dimaknai dirawat, dilindungi, dan diberdayakan sehingga mereka tidak lagi fakir, miskin, dan terlantar. Hal ini sesuai dengan salah satu tujuan didirikannya Negara Kesatuan Republik Indonesia, yakni mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Sekiranya di masa mendatang, para wakil rakyat yang tergabung di Majelis Permusyawaratan Rakyat bermaksud mengubah redaksional Pasal 34 ayat (1) UUD 1945 ini, penulis sangat memberikan apresiasi. Perubahan yang dilakukan harus tidak menimbulkan multitafsir ataupun memiliki pengertian yang bertolak belakang. Amandemen konstitusi tentu membutuhkan energi yang besar. Para wakil rakyatlah yang harus memikirkannya. Semoga tulisan ini bermanfaat, amin.


Daftar pustaka

Undang-undang Dasar 1945

Kamus Besar Bahasa Indonesia

https://bppk.kemenkeu.go.id/content/berita/balai-diklat-keuangan-malang-fakir-miskin-dan-anakanak-terlantar--dipelihara-oleh-negara-2019-11-05-f9862d89/

https://sulutnews.com/index.php/sulut/sulut/item/17710-mjp-perda-covid-19-dan-fakir-miskin-dihadirkan-untuk-melindungi-masyarakat

https://manadoline.com/mjp-sosper-perda-covid-dan-fakir-miskin-di-desa-kaasar/

https://www.google.com/amp/s/m.kumparan.com/amp/manadobacirita/toni-supit-sosialisasikan-2-perda-tentang-covid-19-dan-fakir-miskin-di-sitaro-1woDMQP7pmr

10 Oktober 2021

HUT MMSC dan WAO Diperingati Open Turnamen Ludo

Peserta dan panitia MMSC Turnamen Ludo (Foto istimewa)


Newsblessing.com, Manado - Peringati HUT Mom Merry Shop Centre (MMSC) dan Wadah Asosiasi Online (WAO) Indonesia ke 4 tahun dengan mengelar MMSC open turnamen ludo.

"Kegiatan MMSC open turnamen ludo ini dilaksanakan dalam rangka HUT MMSC yang jatuh pada bulan September kemarin, dan dalam rangka HUT WAO Indonesia ke 4 tahun pada tanggal 25 Oktober nanti," ungkap  owner MMSC, Merry Wuysang kepada awak media, Minggu (10/10/2021) sembari menyebut  MMSC adalah home base nya WAO Indonesia Wadah berkumpul puluhan komunitas Driver online 

Ia menambahkan, Kegiatan ini pun dilaksanakan karena melihat animo teman-teman untuk bermain ludo itu sangat luar biasa, juga karena permainan ini sangat mengedepankan spotifitas. kegiatan sudah dibuka kemarin, Sabtu (9/10/2021) dan  pelaksanaan semi final dan final digelar Sabtu (23/10/2021)," jelasnya. 

"Awalnya perlombaan ini hanya dilaksanakan apa adanya sesuai dengan keterbatasan-keterbatasan yang ada, ternyata ketika dibentuk panitia, dan menghubungi teman-teman  akhirnya ada sponsor-sponsor yang ikut membantu," katanya.

Diakhir kata, Merry menyebut kegiatan ini bisa terlaksana dengan baik, semuanya atas bantuan teman-teman,  dan sponsor pun dari teman-teman. "Semua terlaksana atas dasar "Kekuatan Batamang". Slot yang di sediakan cuma di batasi  128 Peserta yang ikut MMSC open turnamen ludo," tambahnya.

Adapun hadiah yang akan diberikan bagi peserta yang menjuarai peringkat 1 hingga 5 diantarnya, peringkat 1 berhadiah uang Rp. 500.000 + piala + gratis nginap  kerja sama dengan REDDORS + disc 150rb kos 2 bulan di Frensy Kost + 50% sauna di MMSC  + 3kg gratis cuci baju di Best Laundry  + 25rb gratis pembelian di SecondChance SecondChance  + 20rb gratis pembelian di Sate Ba Pedis  + 15rb pembelian di Tinutuan Mom Merry  + voucher main di Champion Futsal Manado + 10 % cuci sepatu di hampion care  + discount pembelian di Decade Caffein Dealer + disc 10% pembelian ikan Hias di Donjuan Artquatic  + voucher gratis cuci mobil di Master Snow. 


Sedangkan peringkat   2 berhadiah uang Rp. 250.000 + piala + voucher nginap  40 %REDDORS + disc 150rb kos 2 bulan di Frensy Kost + 50% sauna di MMSC  + 3kg gratis cuci baju di Best Laundry  + 25rb gratis pembelian di SecondChance.

SecondChance  + 20rb gratis pembelian di Sate Ba Pedis  + 15rb pembelian di Tinutuan Mom Merry  + voucher main di Champion Futsal Manado + 10 % cuci sepatu di champion care  + discount pembelian di Decade Caffein Dealer + disc 10% pembelian ikan Hias di Donjuan Artquatic  + voucher gratis cuci mobil di Master Snow. 

Untuk peringkat  3   berhadiah uang Rp. 150.000 + piala + voucher nginap  40 % Reddors + disc 150rb kos 2 bulan di Frensy Kost + 50% sauna di MMSC  + 3kg gratis cuci baju di Best Laundry  + 25rb gratis pembelian di SecondChance.

SecondChance  + 20rb gratis pembelian di Sate Ba Pedis  + 15rb pembelian di Tinutuan Mom Merry  + voucher main di Champion Futsal Manado + 10 % cuci sepatu di Champion Care  + discount pembelian di Decade Caffein Dealer + disc 10% pembelian ikan Hias di Donjuan Artquatic  + voucher gratis cuci mobil di Master Snow. 

Selanjutnya, Peringkat  4 dengan  rhadiah uang Rp. 100.000 + voucher nginap  40 % Reddors + disc 150rb kos 2 bulan di Frensy Kost + 50% sauna di MMSC  + 3kg gratis cuci baju di Best Laundry  + 25rb gratis pembelian di SecondChance.

SecondChance  + 20rb gratis pembelian di Sate Ba Pedis  + 15rb pembelian di Tinutuan Mom Merry  + voucher main di Champion Futsal Manado + 10 % cuci sepatu di Champion care  + discount pembelian di Decade Caffein Dealer + disc 10% pembelian ikan Hias di Donjuan Artquatic  + voucher gratis cuci mobil di Master Snow.

Peringkat 5 - 8 voucher nginap  40 % Reddors + disc 150rb kos 2 bulan di Frensy Kost + 50% sauna di MMSC  + 3kg gratis cuci baju di Best Laundry  + 25rb gratis pembelian di SecondChance.

SecondChance  + 20rb gratis pembelian di Sate Ba Pedis  + 15rb pembelian di Tinutuan Mom Merry  + voucher main di Champion Futsal Manado + 10 % cuci sepatu di Champion care  + discount pembelian di Decade Caffein Dealer + disc 10% pembelian ikan Hias di Donjuan Artquatic  + voucher gratis cuci mobil di Master Snow. Dan peringkat 9 hingga 16 voucher 40 % Reddors  + voucher main di  Champion Futsal 


Terpantau media sponsor pada MMSC open turnamen ludo yakni,  MMSC cafe and Sauna 8 voucher discount 50 % sauna, Best laundry  8 voucher gratis laundry 3 kg, secondchance 8 voucher  25rb pembelian di SC, sate  BA pedis Ranomuut 8 voucher 20.000 pembelian sate, Central printing (cetak baliho gratis), Auto  Drezz (Dana), Tinutuan Mom Merry  8 voucher  15.000 pembelian di TMM, Champion  Futsal  4 piala dan voucher main futsal, Champion Care 8 voucher discount 10 % pencucian sepatu, Ratahan otoshop (dana), Decade caffeine dealer Voucher discount pembelian.

Ada juga, reddoors voucher gratis nginap hotel red doorz untuk juara 1 dan voucher diskon 40% utk 16 player, donjuan artquatic Gallery discount 10% untuk pembelian ikan Hias di atas 250rb, Master snow 20 voucher cuci mobil,  Kos Frensy voucher discount 150rb untuk 2 bulan sewa, Miracle Cathering.

08 September 2021

Nakes RSUP Prof Kandau Mendapat Bunga Cinta Merah Putih Dari Isteri Gubernur Pertama Sulut

Foto (ist) Ners

Newsblessing.com, MANADO - Ekspresi sukacita menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Propinsi Sulawesi Utara (Sulut) yang akan jatuh pada 23 September yang akan datang, nampaknya dirayakan berbeda bagi Ibu NZ Tumbelaka Ticoalu, isteri dari Gubernur Pertama Sulut, Frits Johanes Tumbelaka.

Ibu Tumbelaka Ticoalu nampaknya memilih berbagi bunga cinta bernuansa merah putih kepada  para tenaga kesehatan (nakes) yang merupakan Pahlawan Kemanusiaan ditengah pandemi COVID '19. 

" Saya sengaja memilih bersuka-cita HUT Sulut kali ini dengan memberi bunga sebagai tanda cinta saya sebagai orang tua kepada adik-adik tenaga kesehatan yang dengan tanpa ragu menangani para pasien COVID '19. Mereka bekerja dalam penuh resiko. Mempertaruhan  kemungkinan mereka juga terkena COVID '19, mereka adalah Pahlawan Kemanusiaan", ujar Ibu Tumbelaka Ticoalu saat menyambangi RSUP Prof. Kandou pada Rabu (8/9/2021l siang.

Foto (ist) serah terima bunga

Diterima langsung oleh Direktur Utama RSUP Prof. Kandou, Dr.dr Jimmy Panelewen, SpB, KBD dan Direktur Medik, dr. Y Panjaitan serta para nakes yang bertugas di gedung Palma, tempat perawatan pasien COVID '19, Ibu Tumbelaka memberikan dukungan moril kepada para nakes.

" Saya mendukung penuh upaya adik-adik tenaga kesehatan dalm bentuk memberi bunga  berwarna merah putih sebagai tanda cinta saya kepada kalian karena kalian layak diberi penghargaan atas upaya yang mulia ini. Saya bangga terhadap kalian. Terlebih kalian mengabdi di rumah sakit ini yang mengabadikan nama saudara dari suami saya. Prof. Kandou masih terikat saudara dekat dengan Pak Tumbelaka", ucap istri Gubernur Pertama Sulut ini.

Menariknya bunga cinta bernuasa merah putih ini dibeli dengan uang pensiun Gubernur Sulut, FJ Tumbelaka yang diterima setiap bulan oleh Ibu Tumbelaka.

Foto (ist)

Bunga ini tidak seberapa nilainya, ini dibeli dengan uang pensiun suami saya sebagai mantan Gubernur Sulut. Kira ini dapat diterima dengan baik", ujar Ibu NZ Tumbelaka Ticoalu yang Januari tahun depan akan berusia 84 tahun.

Dirut RSUP Prof. Kandou mengucapkan banyak terima kasih atas kunjungan Ibu Tumbelaka Ticoalu dan pemberian bunga ini sangat membesarkan hati.

" Banyak terima kasih kepada Ibu Tumbelaka karena memberi perhatian kepada kami dengan mengunjungi dan memberi semangat kepada para nakes di RSUP Prof. Kandou. Kami sangat bahagia mendapat perhatian seperti ini", ujar Dirut RSUP Prof. Kandou, Dr. dr. Jimmy Panelewen, SpB,  KBD setelah menerima bunga 

Bunga cinta bernuasa merah putih dari Ibu Tumbelaka Ticoalu selanjutnya diserahkan oleh Dirut RSUP. Prof Kandou kepada para nakes yang bertugas di Gedung Palma tempat para pasien COVID '19 dirawat.

04 Agustus 2021

Kenali Fitur Baru Aplikasi What's App

Icon WA


Seperti Apa Fitur Baru View Once?


Media tidak akan tersimpan di Foto atau Galeri penerima.

Setelah mengirim foto atau video View Once, Anda tidak akan dapat melihatnya lagi.

Saat media View Once diaktifkan, Anda juga tidak dapat meneruskan, menyimpan, memberi bintang, atau membagikan foto atau video yang dikirim atau diterima.

Anda hanya dapat melihat apakah penerima telah membuka foto atau video View Once jika mereka menyalakan laporan dibaca.

Jika Anda tidak membuka foto atau video tersebut dalam waktu 14 hari setelah dikirim, media akan kedaluwarsa dari chat.

Anda harus mengaktifkan media View Once setiap kali ingin mengirim foto atau video View Once.

Media View Once dapat dipulihkan dari cadangan jika pesan belum dibuka pada saat pencadangan dilakukan. Jika foto atau video sudah dibuka, media tersebut tidak akan disertakan dalam cadangan dan tidak dapat dipulihkan.

Catatan:
Kirim foto atau video View Once hanya kepada pengguna yang Anda percayai. Seseorang mungkin saja akan, misalnya:

Mengambil tangkapan atau rekaman layar sebelum media tersebut hilang. Anda tidak akan diberi tahu jika seseorang mengambil tangkapan atau rekaman layar.

Mengambil foto atau video media dengan kamera atau perangkat lain sebelum media tersebut hilang.

Media terenkripsi mungkin disimpan di server WhatsApp selama beberapa minggu setelah Anda mengirimkannya. Jika penerima memilih untuk melaporkan media View Once, media tersebut akan diberikan kepada WhatsApp.

20 Maret 2021

Bangun Silahturahmi, Sebulan Sekali BPKel Oi Hidup Bersihkan Rumah Ibadah di Kota Manado

 

BPKel Oi Hidup Sedang bersihkan rumah ibadah

Manado - Pembersihan rumah ibadah sekaligus  silahturahmi dengan pemuda-remaja maupun masyarakat setempat menjadi program 

Badan pengurus kelompok (BPKel) Oi  Hidup Manado sebulan sekali.

Program tersebut bukan sekedar wacana saja, terlihat pengurus dan anggota BPKel Oi Hidup sudah melakukan  pembersihan di Masjid AL-ILHAM bersama Pemuda dan remaja serta masyarakat setempat, Sumompo Kapleng, Kota Manado, Sabtu (20/03/2021).

"Pembersihan Masjid AL-LHAM pada hari ini merupakan awal dari program Silahturahmi bersama pemuda-remaja dan masyarakat setempat. Dan untuk saat ini, pembersihan dilakukan di rumah ibadah dimana anggota BPKel Oi Hidup berada, kemudian kita beranjak ke rumah ibadah daerah lainnya,"ungkap ketua BPKel Oi Hidup Manado,  Sofyan Ali.

Lanjutnya, di Bulan depan akan melakukan pembersihan lagi di area Kombos, tepatnya Tuna B, dimana  ada  Gereja dan Masjid yang akan dibersihkan bersama pemuda-remaja dan masyarakat setempat.

"Program ini bukan sekedar program, namun ada pembelajaran dari segi Ahlak dan Pendidikan, dimana anggota BPKel Oi Hidup Manado bisa saling mengenal dengan Pemuda-remaja serta masyarakat yang dikunjungi rumah ibadahnya," tambahnya.

Apa yang dilakukan oleh BPKel Oi Hidup Manado, direspon baik oleh ketua Pemuda-Remaja AL-ILHAM, Magfira Karim. Menurutnya, kerja sama BPKel Oi Hidup Manado dengan Pemuda remaja AL-ILHAM merupakan hal yang baik, dimana silahturahmi terjalin dari kegiatan positif seperti ini, apalagi dalam hal pembersihan rumah ibadah. "Kami sangat terbantukan dengan adanya sahabat-sabahat dari BPKel Oi Hidup Manado, dan saya mewakili seluruh pemuda -remaja Masjid AL-ILHAM mengucapkan banyak terimakasih, kiranya silahturahmi kita bisa dijaga," ujarnya.

Magfira pun menambahkan, agar Oi terus semangat dalam melakukan kegiatan-kegiatan sosial seperti ini, salut buat Oi Manado.


(Nzo)

Page View 1392