-->

Terkini Lainnya

Tampilkan postingan dengan label RSUD ODSK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label RSUD ODSK. Tampilkan semua postingan

04 Juli 2025

Anggota DPRD Sulut Louis Schramm Angkat Bicara Polemik Plang RS ODSK


Newsblessing.com, SULUT – Ketua Fraksi Gerindra Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Louis Schramm, angkat bicara terkait polemik pencopotan plang nama Rumah Sakit Daerah ODSK artinya (Optimalisasi Daerah Sehatkan Keluarga) yang sempat memicu reaksi di masyarakat. Menurutnya, hal tersebut hanyalah kesalahpahaman.


Anggota DPRD Sulut Louis Schramm menujukkan desain gambar plang baru di Rumah Sakit ODSK. Desain ini sudah ada sejak bulan Juni 2025


“Tidak ada penggantian nama rumah sakit, tetap memakai nama ODSK yang artinya Optimalisasi Daerah Sehatkan Keluarga,” tegas Louis Schramm, yang juga menjabat sebagai Ketua DPC Partai Gerindra Kota Manado, Jumat (4/7/2025).


Ia menjelaskan bahwa pencopotan plang beberapa waktu lalu bukan berarti ada perubahan nama. Melainkan, plang tersebut memang akan diganti dengan yang baru sesuai desain yang sudah disiapkan pihak rumah sakit sejak bulan Juni.


“Desain plang baru sudah ada sejak Juni. Ini murni pergantian papan nama saja, bukan penghapusan nama ODSK,” ungkapnya.

Schramm mengimbau masyarakat untuk tidak terpancing oleh isu yang belum tentu benar, dan berharap informasi seperti ini bisa diluruskan agar tidak menimbulkan polemik yang berkepanjangan. 

(*/OLVIE)

Vonny Paat Bercanda Soal Nama RSUD ODSK : Oma Dora Sigar Kawanua


Newsblessing.com, SULUT  – Terkait Dengan Nama Rumah Sakit Umum (RSUD) ODSK (Optimalisasi Daerah Sehatkan Keluarga), Sekretaris Fraksi PDIP  DPRD Sulut, Vonny Paat Menanggapi Dengan Penuh Canda.


Saat jumpa pers dengan wartawan di lantai III Gedung DPRD Sulut tepatnya di Ruang Fraksi tersebut, Kamis (3/7/2025).


“Jadi ODSK itu bukan nama yang mewakili seseorang atau pribadi tapi ODSK adalah (singkatan) Optimalisasi Daerah Sehatkan Keluarga dan Oma Dora Sigar Kawanua. Ini bersenda gurau neh,” Ucap Vonny Paat yang juga sebagai Ketua Komisi IV DPRD Sulut ini diiringi tawa sejumlah wartawan.


Penyampaian itu pun sontak langsung di luruskan oleh Wakil Ketua Fraksi PDIP, Berty Kapojos.


Kapojos bilang, terkait kepanjangan ODSK itu begitu luas dan banyak. contohnya, lanjut dia, sama seperti yang di sampaikan oleh Vonny Paat.


“Jadi begini, ODSK itu kepanjangan dari Optimalisasi Daerah Sehatkan Keluarga. Itu yang betul. Jadi begitu ya. Tapi kalau kita mau cari kepanjangannya (ODSK) itu banyak, salah satu contoh itu tadi (apa yang di sampaikan Vonny Paat),” katanya lagi.


Diketahui, dalam jumpa pers turut hadir Wakil Ketua Fraksi PDIP, Berty Kapojos dan Amir Liputo dari Partai Keadilan Sejahtera yang merupakan koalisi.

(*/Olvie)



03 Juli 2025

Berty Kapojos : Wacana Perubahan Nama RS ODSK Fraksi PDIP Tegaskan Tidak Merujuk Pada Nama Pribadi


Newsblessing.com, SULUT – Wakil Ketua Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Berty Kapojos menyampaikan wacana perubahan nama Rumah Sakit Optimalisasi Daerah Sehatkan Keluarga (ODSK) ditegaskan tidak merujuk pada nama pribadi.


“Melainkan nama ini, lahir dari semangat kolektif masyarakat yang menginginkan fasilitas kesehatan yang layak, terjangkau dan berkualitas,” ucap Kapojos saat melakukan interupsi di ruang rapat paripurna DPRD Sulut, Kamis (3/7/2025).


Kapojos juga menyampaikan, Rumah Sakit ODSK adalah hasil dari kebijakan yang di rancang dengan keberanian dan komitmen pemimpin daerah, sebagai wujud nyata dari harapan rakyat.


“Nama tersebut, memiliki makna simbolik yang merekam sejarah, misi dan semangat pengabdian dalam membangun pelayanan kesehatan di sulut,” terang Kapojos.


Sementara ia mengatakan, mengacu pada keputusan Gubernur Sulawesi Utara, nomor 88 tahu 2021, tentang penamaan Rumah Sakit ODSK telah melalui proses yang sah, transparan, partisipatif dan memenuhi prinsip-prinsip keadilan administratif.


”Perubahan nama tanpa dasar yang kuat, secara filosofis teoritis dan etis, dapat menimbulkan kesan, bahwa sejarah dan kontribusi masalalu diabaikan, nama bukan sekedar nama, namun baik memori kolektif dari masyarakat yang seharusnya dihormati,” jelas Kapojos.


Adapun katanya, Fraksi PDI-P Keberatan, jika dilakukan perubahan nama tanpa dasar yang kuat dan hanya didasarkan dengan pertimbangan yang jangka pendek.


Menurutnya Fraksi PDI-P menilai menjaga kepercayaan publik, serta kesinambungan jauh lebih penting.


”Oleh sebab itu, perhatian dan upaya sebaiknya di fokuskan pada peningkatan kualitas layanan kesehatan, bukan perubahan nama yang telah melekat, sebagai simbol keberhasilan,” pungkasnya.


Untuk itu kata Berty Kapojos tentunya perubahan diperlukan dalam banyak hal, tetapi tidak semua yang sudah baik harus di ganti.


“Rumah sakit ODSK adalah lambang keberhasilan, kolaborasi antara rakyat dan pemimpin pada waktu itu,” tuturnya.


Lebih jauh Fraksi PDI-P mengungkapkan, bahwa apa yang telah di upayakan oleh pemimpin terdahulu, tidak membenahi Rumah Sakit.


“Sehingga pada saat ini, bisa menjadi rumah sakit yang baik, dan representatif. Kiranya ini menjadi pertimbangan penting, dalam menyikapi rencana perubahan nama rumah sakit tersebut. Agar ini tidak diabaikan, dimana bangsa yang besar, tidak melupakan sejarah dan jasa para pemimpin,” jelasnya.


Lanjut Kapojos, Fraksi PDI-P mendorong kepada pemerintah daerah, agar adanya peningkatan fasilitas kesehatan.


“Khususnya di rumah sakit ODSK, serta rumah sakit umum provinsi lainnya, yang harus di sertai dengan mutu pelayanan kesehatan bagi seluruh masyarakat di bumi nyiur melambai. Untuk itu kami Fraksi PDI-P, akan selalu mendukung program — program Pak Gubernur dan wakil Gubernur Sulut, YSK — Victory demi mewujukan kesejahteraan, dan kemajuan daerah secara berkesinambungan,” tutup Kapojos.


Menanggapi interupsi dari Wakil Ketua Fraksi PDI-P DPRD Sulut Berty Kapojos, Gubernur Sulut Yulius Selvanus menyampaikan, tidak pernah ada ide untuk mengganti nama Rumah Sakit.


“Rumah sakit yang ada sekarang ini, masih namanya rumah sakit umum Provinsi Sulawesi Utara. Kami berdua tau ODSK itu bukan sebuah nama, melainkan simbol itu tetap kita jaga. Komitmen tidak akan merubah,” jelas Gubernur Yulius. (*/Olvie)

21 Februari 2023

BP2MI Sulut Gelar Rakor Bersama RSUD ODSK Dan P3MI




Newsblessing.com, SULUT -  Balai Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Sulawesi Utara (Sulut), Senin (20/02/2023) mengggelar Rapat koordinasi (Rakor) dengan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) ODSK sebagai sarana pemeriksaan kesehatan calon pekerja migran di Sulawesi Utara.


Dalam rapat yang juga mengundang Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) ini, membahas mengenai peningkatan pelayanan bagi CPMI asal Sulut.


“Hari ini kami mengundang beberapa stakeholder antara lain RSUD ODSK dan P3MI yang aktif menempatkan CPMI di Sulawesi Utara untuk membahas kendala pemeriksaan kesehatan CPMI yang sering ditemui di lapangan serta mencarikan solusi demi peningkatan pelayanan kepada CPMI”kata Hendra.


Menurut Hendra, pemeriksaan kesehatan CPMI adalah langkah awal yang wajib dilakukan sebelum CPMI berproses untuk kerja ke luar negeri.


“Pemeriksaan kesehatan adalah bagian yang krusial sebelum CPMI berproses kerja ke luar negeri. Setelah membuat ID di Dinas Tenaga Kerja, CPMI wajib memeriksakan kesehatannya di sarana kesehatan yang sudah mendapatkan ijin. Apabila sudah dinyatakan fit untuk bekerja, baru yang bersangkutan bisa berproses paspor, kontrak kerja hingga berangkat ke negara penempatan. Jadi pelayanan di Sarkes wajib di tingkatkan karena berkaitan dengan nasib CPMI” jelas Hendra.





Hendra menambahkan bahwa rapat koordinasi ini juga menjadi ajang sinegitas antara seluruh stakeholder BP2MI.


“Rapat hari ini juga menjadi ajang sinergitas antara BP2MI dengan RSUD ODSK dan seluruh P3MI yang aktif melakukan penempatan PMI di Sulawesi Utara agar hubungan antar semua lembaga ini semakin baik”kata Hendra.


“Semua kami lakukan agar pelayanan bagi CPMI maupun PMI semakin lancar” tutup Hendra. (*/Olvie)

15 September 2022

Direktur RSUD ODSK : Tidak Benar Saya Mangkir, Saya Menjalankan Tugas




Newsblessing.com, SULUT Direktur RSUD ODSK dr Enrico Rawung MARS, pukul 13.12 Wita tiba di Kantor DPRD Provinsi Sulut di bilangan jalan kairagi Manado.


Direktur menghadiri pembahasan APBD-P tahun 2022 hingga pukul 15.23 Wita atas undangan yang disampaikan pimpianan dalam hal ini kepala dinas kesehatan daerah dr deibby Kalalo Kamis (15/9/2022).


Rapat Banggar dan TAPD yang di pimpin ketua DPRD Sulut dr Fransiscus A Silangen,SpB-KBD itu di mulai pukul 14. 15 Wita. Sedangkan dari Pemprov Sulut di hadiri langsung ketua Tim TAPD Praseno Hadi selaku PJ Sekprov Sulut.


Pantauan awak media ini, rapat Banggar dan TAPD berlangsung sangat alot. Pertanyaan dari sejumlah anggota Banggar terkait pemotongan anggaran di sejumlah SKPD.


Setelah itu, kesempatan dinas kesehatan Daerah Sulut mendapat giliran untuk menjelaskan kondisi kesehatan di Sulut dan penganggarannya. Namun di jam yang sama Direktur RSUD ODSK harus meninggalkan ruangan atas izin Kepala Dinas Kesehatan Sulut, karena Direktur akan menjalankan tugas di Jakarta.


Direktur RSUD ODSK dr Enrico Rawung MARS menjelaskan bahwa dirinya saat itu dalam posisi duduk. “Saya sudah dalam posisi duduk menjelaskan pertanyaan anggota Banggar. Tapi jadwal keberangkatan saya sudah mepet dan kemudian saya konfirmasi ke ibu kadis Kesehatan dan mendapat perintah ibu kadis untuk ke Jakarta,” jelas dokter Enrico melalui pesan WhatsApp ketika di konfirmasi awak media ini.


Penugasan ke Jakarta karena ada hal penting untuk kepentingan RSUD ODSK yang harus di urus di Jakarta.


“Sebagai bawahan saya harus melaksanakan tugas. Tidak benar saya mangkir dan tidak ada yang perlu saya hindari, semuanya bisa kami jelaskan pada kesempatan berikut akan saya sampaikan penjelasan,” tutup dokter yang ramah dan akrab kepada siapa saja.

03 September 2022

RSUD ODSK Kerjasama Dengan KPU Sulut Untuk Mengembangkan Bidang Pelayanan Kesehatan




Newsblessing.com, SULUT - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) ODSK terus melakukan inovasi dan pengembangan untuk kemajuan rumah sakit. Ini terlihat dengan sepak terjang RSUD ODSK dengan memberikan terobosan kerjasama di bidang pelayanan kesehatan di beberapa instansi seperti Komisi Pemilihan Umum.


Kepada sejumlah media Jumat 2 September 2022, Direktur RSUD ODSK dr Enrico H Rawung,MARS menyatakan bahwa pihaknya melakukan terobosan, inovasi dan terus memberikan pelayanan terbaik bahkan telah menjajaki kerjasama di bidang pelayanan kesehatan dengan pihak KPU Sulut.


"Pada intinya kami memperkenalkan kepada teman-teman di KPU bahwa RSUD ODSK sudah beroperasi dan sudah ada beberapa layananan. Kalau dapat memungkinkan, kedepannya bisa ada kerjasama dengan pihak KPU terkait dengan pemeriksaan kesehatan calon legislatif, calon kepala daerah yang akan di laksanakan tahun depan," kata dokter Enrico.


 Lebih jauh, dokter Enrico menjelaskan kerjasama ini sudah mendapat respon positif dari ketua KPU Sulut untuk tindak lanjut ke depannya. "Pak ketua KPU Sulut Ardiles Mewo sangat merespon positif atas kunjungan kami dan sudah berdiskusi dan menyampaikan  beberapa hal terkait tentang kegiatan-kegiatan KPU yang akan dilaksanakan pemilihan calon legislatif dan calon kepala daerah tahun depan. Saya sudah menyampaikan kesiapan RSUD ODSK, jika berkolaborasi dan bekerjasama tentunya kami (RSUD ODSK) siap memberikan pelayanan terbaik termasuk aspek kenyamanan calon-calon tersebut, supaya mereka nyaman ketika melaksanakan tahapan pemeriksaan kesehatan sabagai syarat pemilihan bagi calon legislatif maupun kepala daerah ke depan," jelas dokter Enrico.




Respon positif ini kata dokter Enrico, akan di tindak lanjuti dan melakukan pertemuan antara staf kami yang membidangi kegiatan ini dengan staf KPU. "Kami akan tindak lanjuti dan follow up dengan beberapa kali pertemuan secara teknis staf yang membidangi kegiatan tersebut dengan staf KPU dan Itu akan terus kami tindak lanjuti," terangnya.


Sementara terkait syarat dan ketentuan pemeriksaan kesehatan bagi calon, dokter Enrico mengatakan pihaknya hanya mengikuti petunjuk yang di tetapkan oleh KPU Pusat yang akan di jabarkan ke daerah termasuk Sulut. "Kami akan menyesuaikan syarat dan ketentuan dari KPU dalam hal ini di tetapkan oleh KPU Pusat kemudian penjabarannya di daerah-daerah termasuk Sulawesi Utara ini. Sekali lagi, kami yang akan menyesuaikan syarat tersebut," tutup dokter Enrico yang pernah menyabet gelar juara 1 eselon 3 terbaik tingkat Provinsi Sulawesi Utara ini. (Olvie)