-->

Terkini Lainnya

08 Agustus 2026

Gubernur Sulut Luncurkan ‘Keringanan Pajak Merdeka’ dan Bagikan Ribuan Bibit Kelapa Saat Apel Pencanangan HUT RI & Provinsi Sulut

Newsblessing.com, SULUT – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov Sulut) resmi memulai rangkaian kegiatan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan HUT ke-62 Provinsi Sulawesi Utara tahun 2026 melalui apel pencanangan di Manado.

Dalam momentum sakral tersebut, Pemprov Sulut meluncurkan sejumlah program strategis yang berdampak langsung bagi masyarakat, mulai dari program insentif pajak kendaraan hingga aksi penguatan ekonomi berbasis lingkungan.

Mengusung tema nasional "Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur" serta tema daerah "SULUT MELAJU" (Maju, Sejahtera, dan Berkelanjutan), perayaan tahun ini dijadikan ajang akselerasi pembangunan daerah. Pemprov Sulut menegaskan komitmennya untuk bergerak lebih cepat dan melompat lebih tinggi demi menghadirkan kesejahteraan yang merata.

Program "Keringanan Pajak Merdeka" untuk Masyarakat

Salah satu program utama yang diluncurkan adalah Keringanan Merdeka, yang berlaku sepanjang bulan Agustus hingga akhir September 2026. Program ini dihadirkan sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap kondisi ekonomi warga.

Beberapa kemudahan dalam program insentif ini meliputi:


  • Bebas 100% Tunggakan Pokok PKB: Berlaku untuk kendaraan roda dua di bawah 200 cc.
  • Pengurangan 50% Tunggakan Pokok PKB: Diberikan untuk kendaraan roda dua di atas 200 cc, kendaraan roda tiga, serta kendaraan roda empat ke atas.
  • Penghapusan Denda 100%: Bebas denda Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), denda BBN KB I buatan tahun 2025, serta denda SWDKLLJ tahun sebelumnya.

Seluruh jajaran ASN diminta menjadi garda terdepan dalam menyebarluaskan informasi ini agar masyarakat dapat memanfaatkan momentum bebas denda pajak tersebut.

Pembagian Bibit Kelapa hingga Pesta Budaya

Selain sektor pendapatan daerah, pencanangan kegiatan ini diisi dengan beragam aksi kemasyarakatan dan penguatan identitas daerah:


  • 2.051 Bibit Pohon Kelapa: Diserahkan secara simbolis untuk memperkuat kedaulatan pangan, investasi hijau, serta menopang perekonomian masyarakat di Bumi Nyiur Melambai.
  • Gerakan Pemasangan Bendera: Seluruh perangkat daerah diinstruksikan membagikan Bendera Merah Putih secara langsung kepada warga kurang mampu dan pengendara.
  • Pekan Budaya & Olahraga: Rangkaian acara dimeriahkan dengan lomba gerak jalan (etape 8 KM, 17 KM, hingga 45 KM), Pekan Budaya Sulut 2026, laga olahraga persahabatan, serta penataan bazar UMKM lokal.

5 Arahan Penting Gubernur

Menutupi rangkaian pembukaan, Gubernur menyampaikan lima poin instruksi yang wajib diperhatikan oleh seluruh instansi Pemprov Sulut:


  1. Gelorakan Perayaan: Menghias lingkungan kerja dan fasilitas umum agar nampak indah, bersih, dan semarak.
  2. Jaga Profesionalisme: Kualitas pelayanan publik dan disiplin ASN harus tetap terjaga di tengah kemeriahan acara.
  3. Perkokoh Sinergi: Membangun kolaborasi lintas sektor untuk mencapai target keberhasilan bersama.
  4. Keamanan & Ketertiban: Memastikan situasi daerah tetap aman dan kondusif selama perayaan berlangsung.
  5. Waspada Dampak El Nino: Mengantisipasi potensi kekeringan, karhutla, serta gangguan ketersediaan pangan dan air bersih melalui langkah penghematan dan pengawasan ketat.  (*/Olvie)

07 Agustus 2026

Hadiri Pencanangan HUT RI dan Sulut 2026, Sekwan Niklas Silangen Perkuat Sinergi Bersama Gubernur Lewat Laga Mini Soccer

 


Newsblessing.com, SULUT - Suasana penuh keakraban dan semangat kebersamaan mewarnai pembukaan rangkaian peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus HUT Ke-62 Provinsi Sulawesi Utara. Rangkaian kegiatan ini resmi dimulai melalui apel pencanangan yang digelar di Lapangan Kantor Gubernur Sulut, Manado, pada Jumat (7/8/2026).


Turut hadir dalam jajaran tamu undangan, Sekretaris DPRD Provinsi Sulawesi Utara, Weliam Niklas Silangen, S.Sos., M.Si. Tidak sekadar menghadiri prosesi seremonial, Sekwan Silangen juga ambil bagian langsung dalam kemeriahan laga pembukaan.


  1. Mempererat Sinergi dan Kebersamaan Lintas Instansi Kehadiran dan partisipasi aktif Sekwan Niklas Silangen dalam fun game mini soccer—berada dalam satu tim bersama Gubernur Yulius Selvanus, Wagub Victor Mailangkay, serta jajaran pejabat eselon II—menunjukkan fokus pada penguatan tali silaturahmi, soliditas, dan kolaborasi antara Sekretariat DPRD, Pemerintah Provinsi, dan unsur Forkopimda (seperti Kodam XIII/Merdeka).
  2. Dukungan Penuh terhadap Agenda Peringatan HUT RI Ke-81 & HUT Sulut Ke-62 Sebagai pimpinan di Sekretariat DPRD, kehadiran beliau menegaskan komitmen penuh Lembaga Legislatif dalam mendukung dan mensukseskan seluruh rangkaian kegiatan resmi serta perlombaan antarinstansi yang diusung oleh Pemprov Sulut selama bulan kemerdekaan dan hari jadi provinsi.
  3. Mendorong Rangkaian Kegiatan yang Memberi Manfaat bagi Masyarakat Menyelaraskan dengan arahan Gubernur, fokus pelaksanaan agenda peringatan ini tidak ditujukan sekadar sebagai seremoni atau rutinitas tahunan belaka, melainkan sebagai momentum untuk memperkuat pelayanan publik dan menghadirkan kegiatan yang membawa manfaat nyata bagi masyarakat Sulawesi Utara.


Fun Game Mini Soccer Penuh Keakraban


​Salah satu agenda yang menyedot perhatian para ASN dan tamu undangan adalah pertandingan persahabatan fun game mini soccer. Dalam laga ini, Gubernur Sulut Yulius Selvanus dan Wakil Gubernur Victor Mailangkay turun langsung merumput.

Tim Gubernur—yang diperkuat oleh Sekwan Niklas Silangen bersama jajaran pejabat eselon II dan keasistenan Setdaprov Sulut—bertanding melawan ketangguhan Tim Kodam XIII/Merdeka. Laga berjalan sengit namun tetap menjunjung tinggi sportivitas serta keakraban. Hingga peluit panjang dibunyikan, pertandingan berakhir dengan skor imbang 1-1.


​Pesan Gubernur: Jangan Hanya Sekadar Seremonial


​Apel pencanangan ini menjadi penanda dimulainya pelbagai kompetisi dan kegiatan resmi antarinstansi di tingkat Provinsi Sulawesi Utara. Dalam arahannya, Gubernur Yulius Selvanus mengingatkan seluruh jajaran agar momentum peringatan tahun ini benar-benar berdampak positif.


​"Peringatan HUT RI dan HUT Provinsi Sulawesi Utara ini tidak boleh sekadar menjadi rutinitas seremonial belaka. Setiap rangkaian acara harus membawa manfaat nyata dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat," tegas Gubernur.


​Rangkaian lomba dan kegiatan kemasyarakatan dipastikan bakal terus menyemarakkan Bumi Nyiur Melambai hingga puncak peringatan mendatang.

Jelang Hari Kemerdekaan ke-81 RI, PLN UP3 Tahuna Gelar Apel dan Inspeksi Peralatan Guna Pastikan Keandalan Listrik Kepulauan Nusa Utara


Newsblessing.com, TAHUNA- Memastikan pasokan listrik tetap aman dan andal menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, PT PLN (Persero) UP3 Tahuna menggelar Apel dan Inspeksi Peralatan Siaga di halaman Kantor PLN UP3 Tahuna.


Mengusung tema "Kesiapsiagaan Seluruh Insan dan Peralatan untuk Memastikan Keandalan Pasokan Listrik PLN UP3 Tahuna", kegiatan ini dipimpin oleh Manager PLN UP3 Tahuna, Eko Yuwono, serta diikuti oleh jajaran manajemen, Manager Unit Layanan Pelanggan se-wilayah kerja UP3 Tahuna, pegawai organik, Tenaga Alih Daya (TAD), dan seluruh mitra kerja.


General Manager PLN UID Suluttenggo, Usman Bangun, menegaskan bahwa kesiapan di wilayah perbatasan dan kepulauan seperti Nusa Utara menjadi prioritas PLN untuk menjaga kekhusyukan dan kelancaran momen bersejarah bangsa.


"Nusa Utara merupakan benteng terdepan Indonesia. Kami di PLN UID Suluttenggo memastikan bahwa seluruh unit di bawah jajaran kami, termasuk UP3 Tahuna, berada dalam kondisi siap menghadapi momentum HUT ke-81 RI. Kesiapsiagaan personel dan keandalan sarana di wilayah pulau-pulau terluar adalah wujud komitmen PLN dalam menghadirkan listrik yang andal, aman, dan tanpa kedip, terutama pada momentum krusial," tegas Usman.


Dalam arahannya saat memimpin apel, Manager PLN UP3 Tahuna, Eko Yuwono, menyampaikan bahwa kesiapan insan PLN tidak hanya diukur dari keandalan sistem kelistrikan, tetapi juga dari keandalan sumber daya manusia, budaya keselamatan kerja, serta koordinasi yang solid di lapangan.


"Hari Kemerdekaan adalah momentum istimewa. Di balik setiap pelaksanaan upacara bendera, hingga semarak perayaan masyarakat, terdapat peran penting keandalan pasokan listrik. Melalui apel dan gelar peralatan siaga ini, kami memastikan seluruh personel dan perlengkapan siap 100 persen," ujar Eko.


Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan inspeksi menyeluruh terhadap kendaraan operasional Pelayanan Teknik (Yantek), peralatan jaringan distribusi, Alat Pelindung Diri (APD), sarana komunikasi, hingga perlengkapan tanggap darurat. Pemeriksaan dilakukan secara mendetail untuk menjamin fungsi operasional sekaligus memperkuat budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).


Pelaksanaan Apel Siaga ini menjadi simbol kesiapan PLN UP3 Tahuna dalam menghadapi tantangan geografis kepulauan. Dengan personel yang kompeten, sarana pendukung yang andal, dan koordinasi yang terintegrasi, PLN optimistis dapat mengawal seluruh rangkaian peringatan HUT ke-81 RI di Kepulauan Nusa Utara berjalan lancar dan terang benderang.


*Narahubung*

Noven N. Koropit

Manager Komunikasi & TJSL

PLN UID Suluttenggo

Tlp 0816239962


*Sekilas Tentang PLN*

_PT PLN (Persero) adalah BUMN kelistrikan yang terus berkomitmen dan berinovasi dalam memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggan. PLN mengusung agenda Transformasi 2.0 dengan visi menjadi Top 500 Global Company dan menjadi pilihan nomor 1 bagi pelanggan untuk Solusi Energi melalui upaya pertumbuhan usaha, implementasi digitalisasi secara end to end, menjalankan transisi energi untuk mendukung._ (*/Olvie)

PLN Terus Mengupayakan Pemulihan Pasokan Listrik di Pulau Bunaken




Newsblessing.com, SULUT - PLN terus melakukan upaya terbaik untuk memulihkan keandalan pasokan listrik di Pulau Bunaken setelah terjadi gangguan pada dua unit mesin pembangkit yang menyebabkan berkurangnya daya mampu sistem sekitar 135 kW.


Sebagai bagian dari proses pemulihan, satu unit mesin pembangkit telah berhasil dioperasikan kembali sejak dua hari yang lalu. Namun demikian, untuk menjaga kestabilan sistem kelistrikan selama proses perbaikan berlangsung, masih diperlukan penghentian sementara pasokan listrik secara bergilir di beberapa wilayah.


Saat ini, seluruh tim teknis PLN terus bekerja secara intensif agar proses perbaikan dapat segera diselesaikan. PLN menargetkan gangguan pada mesin pembangkit dapat tertangani pada hari Minggu sehingga sistem kelistrikan di Pulau Bunaken kembali beroperasi secara normal.


PLN menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan serta mengucapkan terima kasih atas kesabaran, pengertian, dan dukungan masyarakat selama proses pemulihan berlangsung. PLN berkomitmen untuk terus memberikan informasi perkembangan penanganan gangguan kepada pelanggan.


*Narahubung*

Noven N. Koropit

Manager Komunikasi & TJSL

PLN UID Suluttenggo

Tlp 0816239962

(Olvie)

06 Agustus 2026

​Momen Akrab Gubernur Sulut Yulius Selvanus Sambut Rektor Unsrat: Ini Sahabat Lama Saya

Newsblessing.comMANADO  — Suasana penuh kehangatan dan rasa kekeluargaan mewarnai pertemuan antara Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus Komaling, dengan Rektor Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc.

 

Polemik Anggaran PJU Sulut: Pokir Anggota DPRD Lenyap dari Daftar, Dinas ESDM Akui Salah Data

 

Newsblessing.com, SULUT - Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang melibatkan Komisi III DPRD Sulawesi Utara dan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sulut berlangsung memanas pada Kamis (6/8/2026). Suasana rapat memuncak setelah diketahui sejumlah usulan titik Penerangan Jalan Umum (PJU) yang sebelumnya telah disepakati mendadak hilang dari dokumen anggaran.


​Ketua Komisi III DPRD Sulut, Berty Kapojos, menyampaikan kekecewaannya secara terbuka. Ia mendapati alokasi 80 titik PJU yang masuk dalam Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) untuk wilayah Kabupaten Minahasa Utara justru tak tercantum dalam berkas yang disodorkan oleh pihak dinas.


​Nada keras juga disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi III, Yongkie Limen. Ia meluapkan kekesalannya lantaran program PJU di Kota Manado yang diperjuangkannya selama tiga tahun berturut-turut tak kunjung terealisasi dan hanya berujung janji manis.


​"Saya kesal dan malu setiap tahun berjanji kepada warga Manado di titik-titik yang membutuhkan, padahal tidak pernah ada hasil. Karena terus dibohongi tiga tahun berturut-turut, saya akan melibatkan Kejaksaan untuk turun langsung melakukan pemeriksaan," tegas Yongkie.


​Yongkie turut mengingatkan bahwa seluruh wakil rakyat dipilih langsung oleh masyarakat, sehingga aspirasi yang diperjuangkan tidak boleh dikesampingkan begitu saja meski anggota tersebut tidak masuk dalam struktur Badan Anggaran (Banggar).


​Dalam kesempatan yang sama, anggota Komisi III Amir Liputo mengungkapkan, rincian data yang diterima dewan saat rapat hanya memuat pengadaan 478 titik PJU senilai Rp3,1 miliar untuk tiga daerah, yakni Kota Manado, Kota Bitung, dan Kabupaten Minahasa. Sementara itu, wilayah Minahasa Utara yang merupakan daerah pemilihan Berty Kapojos justru nihil.


​Merespons tudotan tersebut, Plt. Kepala Dinas ESDM Sulut, Reiner Dondokambey, memberikan klarifikasi. Ia mengklaim dokumen internal instansinya tetap mencatat alokasi titik PJU untuk Minahasa Utara sesuai usulan Pokir Berty Kapojos. Reiner menyebut ketidaksesuaian ini terjadi akibat adanya kekeliruan teknis saat penyerahan berkas daftar anggaran kepada Komisi III.


​Guna menyelesaikan persoalan ini, Sekretaris Komisi III Nick Lomban memutuskan untuk mengambil langkah penataan ulang. Pihaknya bersama Dinas ESDM Sulut sepakat melakukan validasi dan revisi menyeluruh terhadap seluruh data sebaran titik PJU. Langkah ini dilakukan untuk memastikan penyaluran anggaran tepat sasaran sesuai dengan aspirasi masyarakat yang telah disahkan.

(*/Olvie)

Serap Aspirasi di 5 Kecamatan, Anggota DPRD Sulut Cindy Wurangian Soroti Masalah BPJS hingga Infrastruktur



Newsblessing.comBITUNG  – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Priscilla Cindy Wurangian, menggelar kegiatan reses untuk menyerap aspirasi masyarakat di wilayah Kabupaten Minahasa Utara dan Kota Bitung.


​Selama agenda yang berlangsung pada awal Agustus 2026 tersebut, politisi Sulut yang akrab disapa Cindy ini menyambangi lima wilayah, yakni Kecamatan Madidir, Watudambo, Tanjung Merah, Dimembe, dan Maesa. Kehadirannya disambut hangat oleh warga yang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan berbagai kendala di lingkungan mereka.


​Dalam dialog interaktif bersama warga, isu pelayanan kesehatan dan jaminan sosial menjadi salah satu sorotan utama. Warga mengeluhkan persoalan teknis penggunaan layanan BPJS Kesehatan.


​Masyarakat melaporkan adanya praktik pembatasan masa rawat inap, di mana pasien kerap diminta pulang setelah menjalani perawatan selama lima hari dan diwajibkan mendaftar ulang jika ingin melanjutkan pengobatan. Selain itu, ketersediaan obat-obatan yang tidak ditanggung sepenuhnya oleh jaminan kesehatan turut dikeluhkan.


​Tak hanya sektor kesehatan, persoalan infrastruktur dasar juga mendominasi aduan warga. Mulai dari kondisi jalan berlubang, kurangnya penerangan jalan umum (PJU), kebutuhan saluran drainase, hingga perbaikan jalan pemukiman dan pembuatan jalan paving di Kelurahan Girian.


​Warga di area tersebut juga mendesak pemerintah segera membangun tanggul penahan longsor guna mengantisipasi ancaman bencana saat cuaca ekstrem, serta meminta adanya perbaikan fasilitas di SMK Pelita Bahari.


​Di sektor ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, warga mengusulkan adanya bantuan Kelompok Usaha Bersama (KUBE) untuk berbagai bidang usaha, bantuan perorangan, hingga pengadaan alat tangkap dan kelengkapan nelayan pesisir.


​Sementara di bidang pendidikan dan sosial, muncul permohonan beasiswa perguruan tinggi (S1 dan S2), perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), hingga keterbukaan informasi mengenai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung dan sosialisasi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).


​Menanggapi rentetan keluhan tersebut, Cindy Wurangian menegaskan komitmennya untuk membawa seluruh aspirasi warga ke gedung dewan. Ia berjanji akan mengawal usulan-usulan ini agar dapat ditindaklanjuti secara nyata oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara maupun instansi teknis terkait.

(*/Olvie)

Semangat HUT RI ke-81, PLN Dorong Digitalisasi Pendidikan di SMP Negeri 1 Palu Lewat Program TJSL


Newsblessing.com, PALU - Dalam semangat menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, PT PLN (Persero) melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Palu kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyerahan bantuan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk “Program Peningkatan Kualitas Pendidikan melalui Digitalisasi Pendidikan” di SMP Negeri 1 Palu, Rabu (5/8).


Bantuan yang diserahkan meliputi 25 unit komputer PC, 2 unit WiFi router, 3 unit webcam, 1 unit printer, serta program pelatihan digitalisasi pembelajaran bagi para guru. Inisiatif ini hadir untuk memperkuat fasilitas belajar mengajar berbasis teknologi, sekaligus mengakselerasi kesiapan generasi muda menghadapi era digital menuju Indonesia Emas.


General Manager PLN Unit Induk Distribusi Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo (UID Suluttenggo), Usman Bangun, menegaskan bahwa penyerahan bantuan TJSL ini merupakan langkah nyata perusahaan dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya pada pilar pendidikan berkualitas.


“Pendidikan adalah investasi paling fundamental bagi masa depan bangsa. Melalui akselerasi digitalisasi di SMP Negeri 1 Palu, PLN ingin memastikan anak-anak kita memiliki akses teknologi yang memadai untuk berkembang menjadi generasi unggul, adaptif, dan berdaya saing. Ini adalah wujud kontribusi nyata PLN dalam mengisi kemerdekaan RI ke-81, melistriki mimpi anak bangsa melalui pendidikan,” ungkap Usman.


Prosesi penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Manager PLN UP3 Palu, Ansar, kepada Kepala SMP Negeri 1 Palu, Yusri, S.Pd., M.Pd., dengan disaksikan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu, Hardi, S.Pd., M.Pd. Acara yang berlangsung di Aula SMPN 1 Palu ini turut dihadiri Asisten Manager Keuangan dan Umum PLN UP3 Palu, Natallia Revianto, beserta jajaran majelis guru dan perwakilan siswa.


Manager PLN UP3 Palu, Ansar, menyampaikan bahwa PLN hadir tidak hanya untuk menjaga keandalan pasokan listrik, tetapi juga menciptakan nilai tambah (creating shared value) bagi masyarakat sekitar.


“Kami berharap fasilitas PC dan jaringan internet ini dapat dioptimalkan secara maksimal untuk kegiatan pembelajaran sehari-hari. Pelatihan digital yang kami berikan kepada tenaga pendidik juga diharapkan mampu memperkaya metode mengajar agar lebih interaktif dan inovatif,” tutur Ansar.


Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu, Hardi, S.Pd., M.Pd., mengapresiasi langkah cepat PLN dalam merespons kebutuhan digitalisasi di sekolah.


“Transformasi digital di sektor pendidikan memerlukan kolaborasi lintas sektor. Langkah PLN melalui program TJSL ini menjadi teladan nyata dalam memberikan dampak langsung bagi peningkatan mutu sekolah dan kapasitas guru. Kami berharap sinergi ini berlanjut ke sekolah-sekolah lainnya,” ungkap Hardi.


Pada kesempatan yang sama, Kepala SMP Negeri 1 Palu, Yusri, S.Pd., M.Pd., menyampaikan rasa terima kasih atas kepedulian PLN terhadap pengembangan sarana belajar di sekolahnya.


“Bantuan ini merupakan anugerah besar bagi sekolah kami. Fasilitas komputer dan perangkat pendukung ini akan sangat membantu siswa dalam mengeksplorasi ilmu pengetahuan secara digital. Kami berkomitmen untuk menjaga dan memanfaatkan seluruh sarana ini sebaik-baiknya demi mencetak lulusan yang cerdas dan berkarakter,” ungkap Yusri.


Melalui program ini, PLN menegaskan komitmennya untuk terus berjalan berdampingan bersama pemerintah daerah dan insan pendidikan dalam menciptakan ekosistem belajar yang modern, inklusif, serta siap mencetak generasi penerus bangsa yang unggul.


*Narahubung*

Noven N. Koropit

Manager Komunikasi & TJSL

PLN UID Suluttenggo

Tlp 0816239962


*Sekilas Tentang PLN*

_PT PLN (Persero) adalah BUMN kelistrikan yang terus berkomitmen dan berinovasi dalam memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggan. PLN mengusung agenda Transformasi 2.0 dengan visi menjadi Top 500 Global Company dan menjadi pilihan nomor 1 bagi pelanggan untuk Solusi Energi melalui upaya pertumbuhan usaha, implementasi digitalisasi secara end to end, menjalankan transisi energi untuk mendukung._ (*/Olvie)

Menjelang HUT RI ke-81: Bentangkan Kabel Laut 1,95 KMS, PLN Nyalakan Listrik Perdana di Pulau Dudepo dan Tuntaskan 100 Persen Rasio Desa Berlistrik Provinsi Gorontalo

Newsblessing.com, GORONTALO - Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, kado kemerdekaan yang sesungguhnya hadir bagi masyarakat Pulau Dudepo, Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo. Setelah menanti selama hampir 38 tahun sejak resmi berdiri pada 1988, masyarakat di pulau terluar tersebut akhirnya dapat menikmati akses listrik 24 jam dari PT PLN (Persero) untuk pertama kalinya.


Penyalaan perdana listrik di Desa Dudepo yang dilaksanakan pada Senin (3/8) ini juga menandai tonggak sejarah penting sektor kelistrikan di Gorontalo. Dengan teralirinya listrik ke Pulau Dudepo, Rasio Desa Berlistrik (RDB) di Provinsi Gorontalo resmi mencapai 100 persen.


Keberhasilan menghadirkan listrik di pulau ini membutuhkan perjuangan fisik dan teknis yang tidak mudah. Tantangan utama terletak pada kondisi geografis Pulau Dudepo yang terpisah oleh lautan. 


Untuk menembus batas tersebut, PLN membangun proyek monumental berupa Saluran Kabel Laut Tegangan Menengah (SKLTM) 20 kV sepanjang 1,95 kilometer sirkuit (kms) yang menyeberangi selat untuk menghubungkan pasokan listrik dari sistem darat Desa Ilangata menuju Pulau Dudepo.


General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo (UID Suluttenggo), Usman Bangun, menegaskan bahwa penarikan kabel laut sepanjang 1,95 kms ini merupakan bukti nyata komitmen PLN dalam menghadirkan keadilan energi hingga ke pelosok dan pulau terluar Indonesia, khususnya dalam menyongsong kemerdekaan Indonesia ke-81.


"Pembangunan Saluran Kabel Laut Tegangan Menengah (SKLTM) 20 kV sepanjang 1,95 kms menuju Pulau Dudepo ini menjadi pencapaian luar biasa sekaligus tonggak sejarah penting bagi PLN, karena ini merupakan pembangunan kabel listrik bawah laut 20 kV pertama di Pulau Sulawesi. Menjelang HUT RI ke-81, kami ingin memastikan bahwa semangat kemerdekaan dirasakan secara nyata oleh masyarakat Pulau Dudepo dalam bentuk kemerdekaan energi," ungkap Usman.


Usman menambahkan, proses penarikan kabel bawah laut 1,95 kms dan pengangkutan material kelistrikan ke pulau membutuhkan presisi, ketelitian teknis, serta keahlian khusus di tengah tantangan arus laut dan cuaca yang tidak menentu.


"Keberhasilan membentangkan SKLTM 1,95 kms hingga listrik akhirnya menyala di Pulau Dudepo merupakan buah dari kerja keras, inovasi teknis, dan kolaborasi yang erat dengan seluruh pemangku kepentingan. Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Daerah, TNI, Polri, serta seluruh warga masyarakat yang bahu-membahu mendukung setiap tahapan pembangunan. Semoga hadirnya listrik andal ini menjadi pengungkit roda ekonomi, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat Pulau Dudepo secara berkelanjutan," tegas Usman.


Selain membentangkan SKLTM 20 kV sepanjang 1,95 kms, PLN juga membangun infrastruktur pendukung kelistrikan darat di Pulau Dudepo yang meliputi Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 39,68 kms, Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 9,958 kms, serta 7 unit gardu distribusi dengan total kapasitas 400 kVA. Seluruh infrastruktur ini siap melayani kebutuhan listrik 395 kepala keluarga (1.285 jiwa) yang tersebar di enam dusun di Desa Dudepo. 


Keberhasilan penyalaan listrik perdana dan capaian 100 persen RDB ini mendapat apresiasi tinggi dari Wakil Gubernur Provinsi Gorontalo, Dra. Hj. Idah Syahidah Rusli Habibie, M.H.


"Atas nama Pemerintah Provinsi Gorontalo, saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada PLN yang telah bekerja keras penuh perjuangan menembus lautan demi melayani masyarakat kami. Saya melihat sendiri bagaimana perjuangan membawa tiang dan menggelar kabel laut yang begitu berat. Ini adalah perjuangan yang luar biasa. Marilah kita bersama-sama menjaga infrastruktur kelistrikan dan kelestarian laut kita serta memanfaatkan listrik ini secara bijak untuk memajukan perekonomian desa," ungkap Idah.


Sementara itu, Anggota DPR RI Komisi XII, Drs. H. Rusli Habibie, M.AP., menilai penyalaan listrik melalui pembentangan kabel laut di Desa Dudepo sebagai hadiah kemerdekaan paling berharga menjelang HUT RI ke-81.


"Hari ini adalah hari bersejarah bagi Desa Dudepo dan seluruh rakyat Gorontalo. Listrik yang menyala hari ini adalah kado indah pada peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia. Tanggal 3 Agustus 2026 akan dikenang sebagai titik balik di mana masyarakat Dudepo merdeka dari kegelapan," pungkas Rusli.


Bertepatan dengan momentum bulan kemerdekaan, hadirnya listrik PLN melalui jaringan kabel bawah laut 1,95 kms di Pulau Dudepo menjadi bukti nyata bahwa negara hadir hingga ke pulau terdepan, memastikan tidak ada satu pun warga negara yang tertinggal dari terang pembangunan.


*Narahubung*

Noven N. Koropit

Manager Komunikasi & TJSL

PLN UID Suluttenggo

Tlp 0816239962


*Sekilas Tentang PLN*

_PT PLN (Persero) adalah BUMN kelistrikan yang terus berkomitmen dan berinovasi dalam memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggan. PLN mengusung agenda Transformasi 2.0 dengan visi menjadi Top 500 Global Company dan menjadi pilihan nomor 1 bagi pelanggan untuk Solusi Energi melalui upaya pertumbuhan usaha, implementasi digitalisasi secara end to end, menjalankan transisi energi untuk mendukung._ (*/Olvie)

Anggaran Terbatas, DPRD Sulut Minta BSG Jelaskan Urgensi Penyertaan Modal Rp30 Miliar

 


Newsblessing.com, SULUT - Rencana Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov Sulut) untuk menyuntikkan modal tambahan sebesar Rp30 miliar kepada PT Bank SulutGo (BSG) menuai perhatian serius dari DPRD Sulawesi Utara.


​DPRD mempertanyakan urgensi penyertaan modal tersebut mengingat kondisi keuangan daerah yang saat ini tengah menghadapi tekanan fiskal cukup berat.


​Sorotan ini mengemuka dalam Rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sulut bersama jajaran Direksi dan Dewan Komisaris BSG pada Rabu (5/8/2026). Pertemuan tersebut digelar untuk membahas Rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD Tahun Anggaran 2027.


​Anggota Banggar DPRD Sulut, Vonny Paat, menegaskan bahwa legislatif harus bertindak cermat dan memastikan setiap rupiah dari anggaran daerah dialokasikan untuk program yang benar-benar memberikan manfaat langsung bagi warga.


"Kami melihat alokasi penyertaan modal sebesar Rp30 miliar dalam rancangan KUA-PPAS. Karena itu kami meminta penjelasan langsung dari manajemen BSG mengenai alasan dan urgensi kebutuhan tersebut," kata Vonny.


Komitmen RUPS vs Aspirasi Masyarakat


​Sekretaris Daerah Provinsi Sulut, Tahlis Gallang, menerangkan bahwa usulan dana Rp30 miliar tersebut merupakan tindak lanjut dari komitmen bersama pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) BSG sebelumnya.


​Meski begitu, DPRD Sulut menegaskan akan mengkaji kembali rencana anggaran ini. Anggota dewan mengingatkan masih banyaknya kebutuhan krusial masyarakat yang memerlukan pembiayaan, terutama program-program hasil reses yang telah masuk dalam prioritas RPJMD 2025–2029.


Penjelasan Manajemen BSG dan Risiko Dilusi


​Di sisi lain, Direktur Utama Bank SulutGo, Revino Pepah, membeberkan alasan mendasar di balik dibutuhkannya penambahan modal tersebut. Langkah ini diperlukan untuk:


  • Menjaga Posisi Pengendali: Memastikan Pemprov Sulut tetap memegang porsi saham pengendali di BSG.
  • Regulasi Modal Inti: Memenuhi syarat modal inti minimum bank sebesar Rp3 triliun serta menyukseskan skema Kelompok Usaha Bank (KUB).
  • Mencegah Dilusi Saham: Menghindari penurunan persentase kepemilikan saham Pemprov Sulut akibat masuknya suntikan modal dari pemerintah daerah lain.

Sebagai perbandingan, sejumlah pemerintah daerah telah berkomitmen menyetor modal tambahan, di antaranya Pemerintah Provinsi Gorontalo sebesar Rp15 miliar, Pemkot Manado Rp4 miliar, dan Pemkot Tomohon Rp1 miliar.


​Keputusan final terkait alokasi anggaran ini nantinya akan ditentukan dalam pembahasan lanjutan antara Banggar DPRD dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Keputusan yang diambil diharapkan mampu menjembatani kebutuhan penguatan bank daerah tanpa mengabaikan program-program pembangunan prioritas bagi masyarakat Sulawesi Utara.

(*/Olvie)