Newsblessing.com, SULUT — Ketua DPRD Sulawesi Utara (Sulut), Fransiscus Andi Silangen, menegaskan bahwa insan pers merupakan mitra strategis pemerintah daerah dalam mengawal pembangunan. Lewat fungsi kontrol sosial yang independen dan akurat, media dinilai menjadi pilar penting dalam menjaga transparansi publik.
Hal tersebut ditegaskan Silangen saat membuka forum diskusi Ngobrol Politik (Ngopi) Bareng yang digagas Forum Wartawan DPRD (FORWARD) Sulut di area basement Gedung DPRD Sulut, Selasa (28/7).
Dalam forum tersebut, Silangen menyoroti nilai filosofis profesi jurnalis yang ia analogikan serupa dengan profesi medis yang mengikatnya sebagai seorang dokter.
"Profesi wartawan sama dengan dokter, sama-sama profesi yang luar biasa mulia. Keduanya sama-sama terikat kode etik ketat dan memiliki landasan hukum yang jelas. Jika dokter diatur regulasi profesi, pers dilindungi dan diatur oleh Undang-Undang Pers," kata Silangen.
Silangen memaparkan, jika lembaga legislatif memiliki tiga fungsi utama—pengawasan, penganggaran, dan pembentukan peraturan daerah—maka pers memegang peran vital sebagai media informasi, edukasi, hiburan, hingga kontrol sosial di tengah masyarakat.
Menurutnya, fungsi kontrol sosial yang dijalankan awak media justru menjadi salah satu instrumen penting dalam mengevaluasi serta membenahi kinerja para legislator di DPRD Sulut.
"Kalau ada informasi akurat yang mengoreksi pekerjaan anggota DPRD yang melenceng, setiap tulisan itu harus kita lihat dari perspektif positif untuk memperbaiki diri demi kemajuan daerah. Lewat pers pula, opini yang berkembang liar di masyarakat bisa diluruskan berbasis fakta," tegasnya.
Agenda diskusi yang dihadiri Wakil Ketua DPRD Sulut Royke Anter serta sejumlah anggota legislatif lintas fraksi ini diapresiasi oleh internal pers daerah. Ketua FORWARD Sulut, Wirabuana Talumewo, mendorong agar ruang dialog interaktif semacam ini dapat diselenggarakan secara berkala bersama alat kelengkapan dewan (AKD) lainnya.
"Ke depan forum ini diharapkan bisa berjalan rutin per komisi, sehingga wartawan tidak hanya menerima laporan kinerja, tetapi juga bisa memberikan masukan langsung demi optimalisasi fungsi kedewanan," ujar Wirabuana.
(Olvie)









