-->

Terkini Lainnya

06 Agustus 2026

Anggaran Terbatas, DPRD Sulut Minta BSG Jelaskan Urgensi Penyertaan Modal Rp30 Miliar

 


Newsblessing.com, SULUT - Rencana Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov Sulut) untuk menyuntikkan modal tambahan sebesar Rp30 miliar kepada PT Bank SulutGo (BSG) menuai perhatian serius dari DPRD Sulawesi Utara.


​DPRD mempertanyakan urgensi penyertaan modal tersebut mengingat kondisi keuangan daerah yang saat ini tengah menghadapi tekanan fiskal cukup berat.


​Sorotan ini mengemuka dalam Rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sulut bersama jajaran Direksi dan Dewan Komisaris BSG pada Rabu (5/8/2026). Pertemuan tersebut digelar untuk membahas Rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD Tahun Anggaran 2027.


​Anggota Banggar DPRD Sulut, Vonny Paat, menegaskan bahwa legislatif harus bertindak cermat dan memastikan setiap rupiah dari anggaran daerah dialokasikan untuk program yang benar-benar memberikan manfaat langsung bagi warga.


"Kami melihat alokasi penyertaan modal sebesar Rp30 miliar dalam rancangan KUA-PPAS. Karena itu kami meminta penjelasan langsung dari manajemen BSG mengenai alasan dan urgensi kebutuhan tersebut," kata Vonny.


Komitmen RUPS vs Aspirasi Masyarakat


​Sekretaris Daerah Provinsi Sulut, Tahlis Gallang, menerangkan bahwa usulan dana Rp30 miliar tersebut merupakan tindak lanjut dari komitmen bersama pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) BSG sebelumnya.


​Meski begitu, DPRD Sulut menegaskan akan mengkaji kembali rencana anggaran ini. Anggota dewan mengingatkan masih banyaknya kebutuhan krusial masyarakat yang memerlukan pembiayaan, terutama program-program hasil reses yang telah masuk dalam prioritas RPJMD 2025–2029.


Penjelasan Manajemen BSG dan Risiko Dilusi


​Di sisi lain, Direktur Utama Bank SulutGo, Revino Pepah, membeberkan alasan mendasar di balik dibutuhkannya penambahan modal tersebut. Langkah ini diperlukan untuk:


  • Menjaga Posisi Pengendali: Memastikan Pemprov Sulut tetap memegang porsi saham pengendali di BSG.
  • Regulasi Modal Inti: Memenuhi syarat modal inti minimum bank sebesar Rp3 triliun serta menyukseskan skema Kelompok Usaha Bank (KUB).
  • Mencegah Dilusi Saham: Menghindari penurunan persentase kepemilikan saham Pemprov Sulut akibat masuknya suntikan modal dari pemerintah daerah lain.

Sebagai perbandingan, sejumlah pemerintah daerah telah berkomitmen menyetor modal tambahan, di antaranya Pemerintah Provinsi Gorontalo sebesar Rp15 miliar, Pemkot Manado Rp4 miliar, dan Pemkot Tomohon Rp1 miliar.


​Keputusan final terkait alokasi anggaran ini nantinya akan ditentukan dalam pembahasan lanjutan antara Banggar DPRD dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Keputusan yang diambil diharapkan mampu menjembatani kebutuhan penguatan bank daerah tanpa mengabaikan program-program pembangunan prioritas bagi masyarakat Sulawesi Utara.

(*/Olvie)

05 Agustus 2026

Gubernur YSK Lantik Jahja Rondonuwu Jadi Kadisdik Sulut, Targetkan Peningkatan Mutu Pendidikan


Newsblessing.com
, SULUT  – Rotasi birokrasi di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov Sulut) kembali bergulir. Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus (YSK), secara resmi melantik Drs. Jahja Paulus Rondonuwu, M.Si sebagai Kepala Dinas Pendidikan Daerah (Dikda) Provinsi Sulut di Wisma Negara Bumi Beringin, Manado, Rabu (5/8/2026).

​Langkah pelantikan ini menandai babak baru bagi pengelolaan sektor pendidikan di bumi Nyiur Melambai. Jahja Rondonuwu naik kelas dari jabatan eselon III menjadi pejabat eselon II usai sebelumnya memegang posisi Kepala Bagian Persidangan di Sekretariat DPRD Provinsi Sulut.


​Dalam struktur kepemimpinan baru ini, Jahja menggantikan Dr. Femmy July Suluh, M.Si yang kini dipercaya mengemban amanah baru sebagai Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Utara.


​Usai mengumpung sumpah jabatan, Jahja menyampaikan apresiasinya atas kepercayaan yang diberikan oleh pimpinan daerah dan menegaskan komitmennya untuk langsung tancap gas.


​"Terima kasih kepada Bapak Gubernur atas amanah ini. Saya akan bekerja keras untuk terus memajukan dunia pendidikan di Sulawesi Utara," tutur Jahja saat ditemui awak media usai acara pelantikan.


​Ia menilai, meski fondasi pendidikan di daerah tersebut sudah cukup solid, masih diperlukan terobosan berkelanjutan guna mencetak SDM yang lebih kompetitif di tingkat nasional maupun global.


​"Kualitas pendidikan kita sudah baik, namun masih banyak potensi yang harus dikembangkan agar semakin maju dan mampu menghasilkan sumber daya manusia yang unggul," tambahnya.


​Guna menjawab tantangan masa depan yang makin dinamis, Jahja menekankan pentingnya sinergi dengan seluruh ekosistem pendidikan, mulai dari jajaran instansi, para pendidik, hingga peran aktif masyarakat. Program strategis yang akan menjadi prioritas utamanya mencakup peningkatan kompetensi guru, pemerataan akses fasilitas belajar, pembenahan layanan pendidikan, serta optimalisasi potensi para siswa.


​Bagian dari Penyegaran Pejabat Pemprov Sulut


​Pelantikan Kadisdik baru ini merupakan rangkaian dari perombakan tiga posisi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di lingkup Pemprov Sulut yang dipimpin langsung oleh Gubernur Yulius Selvanus.

(*/Olvie)

Isi Kekosongan Jabatan, Hendry Rondonuwu Ditunjuk Jadi Plt Kadis PUPRD Sulut

Newsblessing.com, SULUT  — Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov Sulut) kembali merombak jajaran birokrasinya guna menjaga kinerja organisasi dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.


​Dalam agenda penyerahan Surat Keputusan (SK) pada Rabu (5/8/2026), Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Sulut, Tahlis Gallang, resmi menunjuk Hendry Ronny Rondonuwu sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Perumahan Rakyat (PUPRD) Sulut.


​Hendry mengisi posisi kepemimpinan yang ditinggalkan Deicy Paath. Adapun Deicy kini dipercaya mengemban tugas baru sebagai Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sulut.


​Mendorong Kinerja Sektor Infrastruktur


​Sekprov Sulut Tahlis Gallang menegaskan bahwa pengisian posisi ini merupakan langkah strategis untuk memastikan program kerja prioritas daerah di bidang infrastruktur dapat berjalan tanpa hambatan.


​"Langkah ini diambil untuk mengisi kekosongan jabatan, sekaligus memastikan bahwa program-program kerja strategis di bidang infrastruktur serta pelayanan publik kepada masyarakat tetap berjalan secara optimal," ujar Tahlis.


​Ia berharap kepemimpinan baru di Dinas PUPRD Sulut mampu mempercepat penyelesaian proyek-proyek fisik yang berdampak langsung pada konektivitas dan perekonomian warga Sulawesi Utara.


​Fokus pada Pembangunan Berkelanjutan


​Sementara itu, Hendry Rondonuwu menyatakan kesiapannya untuk segera melakukan penyesuaian dan mengakselerasi program kerja yang telah direncanakan.


  • Penataan Infrastruktur: Memfokuskan pembangunan fisik yang berdampak luas bagi masyarakat.
  • Akuntabilitas: Menjamin tata kelola dinas berjalan transparan dan tepat sasaran.
  • Integrasi Program: Menyelaraskan target dinas dengan visi jangka panjang Pemprov Sulut.

"Kami siap mengemban tugas dan kepercayaan yang diberikan pimpinan ini dengan penuh tanggung jawab. Fokus utama kami adalah menata pembangunan, khususnya di sektor infrastruktur, demi mewujudkan Sulawesi Utara yang semakin maju," kata Hendry.


​Melalui rotasi kepemimpinan ini, Pemprov Sulut optimistis kinerja instansi teknis dapat semakin efektif dan responsif terhadap kebutuhan pembangunan infrastruktur di daerah.

(*/Olvie)

Jaring Aspirasi Warga Kota Manado, Pimpinan Dan Anggota DPRD Sulut Kawal Isu Sampah, Pinjol, Hingga Infrastruktur

Newsblessing.com, SULUT  — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Daerah Pemilihan (Dapil) Kota Manado menggelar serangkaian kegiatan Reses/Temu Konstituen untuk menyerap langsung berbagai keluhan dan harapan masyarakat di ibu kota provinsi tersebut.


​Sejumlah legislator Sulut turun langsung ke pemukiman warga hingga memfasilitasi dialog interaktif guna memastikan kebutuhan riil masyarakat dapat diperjuangkan dalam agenda pembangunan daerah.





Fokus Persoalan Lingkungan hingga Jalur PPDB


​Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulut, Royke Anter, menggelar temu konstituen bersama warga Kelurahan Karame, Kecamatan Singkil. Bertempat di pemukiman setempat, dialog berlangsung hangat dengan berbagai masukan yang disampaikan tokoh masyarakat dan warga.


​Salah satu sorotan utama datang dari masalah pengelolaan sampah di sekitar bantaran sungai yang dinilai kerap memicu aroma tidak sedap, hingga kekhawatiran terkait gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Selain itu, persoalan kerumitan verifikasi data pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) serta harapan dukungan bantuan pembangunan tempat ibadah turut mengemuka.




​Menanggapi hal tersebut, politisi Partai Demokrat ini menegaskan komitmennya untuk mengawal seluruh aspirasi agar masuk dalam Laporan Hasil Reses DPRD Sulut.


​"Tugas kami di lembaga legislatif adalah memperjuangkan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Seluruh masukan ini akan kami rangkum dan koordinasikan dengan instansi terkait, baik di tingkat kota maupun provinsi," ujar Royke.


Soroti Efek Pinjol terhadap Data Bansos



​Sementara itu, di Kelurahan Singkil II, Anggota DPRD Sulut Amir Liputo menerima aduan unik terkait korelasi antara maraknya fenomena pinjaman online (pinjol) dengan keakuratan data penerima bantuan sosial (bansos). Warga menduga keterlibatan dalam transaksi keuangan digital tersebut memengaruhi peningkatan status desil dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), yang berdampak pada terhentinya bantuan.






Amir menjelaskan bahwa penetapan desil DTKS bersifat dinamis dan bergantung pada pembaruan data secara berkala. Ia mendorong masyarakat untuk proaktif menyampaikan kondisi ekonomi yang aktual melalui pemerintah kelurahan setempat. Untuk memastikan penyaluran bantuan lebih tepat sasaran, ia juga mengusulkan langkah penandaan khusus pada rumah penerima manfaat.


​"Status desil dapat disesuaikan kembali selama warga menyampaikan data yang jujur dan transparan di kantor kelurahan untuk perbaikan administrasi," terang Amir.





Dorong Infrastruktur dan Penguatan Sinergi




​Di lokasi berbeda, Anggota DPRD Sulut Yongkie Limen menggelar reses di Kelurahan Taas Lingkungan VI, Kecamatan Tikala. Aspirasi masyarakat setempat didominasi oleh permohonan pembenahan infrastruktur lingkungan, penataan kawasan permukiman, serta peningkatan mutu pendidikan.






​Langkah serupa digelorakan oleh Iren Golda Pinontoan saat menemui warga di Gran Puri Hotel. Iren menekankan pentingnya membangun sinergi yang makin solid antara pemerintah daerah dan elemen masyarakat untuk mengakselerasi pembangunan Kota Manado di berbagai sektor.





​Tak ketinggalan, Dr. Ir. Royke Octavian Roring, M.Si., IPU, menggelar Reses II Masa Persidangan Ketiga Tahun 2026 di Kantor Kelurahan Ranomuut, Kecamatan Paal Dua. Dihadiri jajaran pemerintah kelurahan, kepala lingkungan, dan tokoh masyarakat, mantan Bupati Minahasa ini fokus menghimpun masukan terkait perbaikan fasilitas publik serta optimalisasi pelayanan kelurahan.





​Seluruh jajaran legislator Dapil Kota Manado tersebut memastikan bahwa setiap pokok pikiran (pokir) yang diserap selama masa reses akan diolah menjadi rekomendasi resmi DPRD Sulut untuk diteruskan kepada pihak eksekutif demi kesejahteraan masyarakat Sulawesi Utara.

(Advetorial)


Kemiskinan Sulawesi Utara Turun ke 6,32 Persen, Gubernur Yulius Selvanus Ungkap Strateginya

 


Newsblessing.com, SULUT - Angka kemiskinan di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) kembali mencatatkan tren penurunan signifikan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, per Maret 2026, persentase penduduk miskin di Sulut menyusut hingga 6,32 persen, menjadikannya angka kemiskinan terendah di seluruh wilayah Pulau Sulawesi.


​Rilis Berita Resmi Statistik (BRS) BPS Sulut Nomor 52/08/71/Th. XX edisi 5 Agustus 2026 menunjukkan, angka kemiskinan Sulut membaik sebesar 0,30 persen poin bila dibandingkan dengan data September 2025 yang berada di angka 6,62 persen.


​Secara riil, keberhasilan ini menandai berkurangnya sekitar 7.350 jiwa dari status miskin, yakni dari 172,13 ribu jiwa pada September 2025 menjadi 164,78 ribu jiwa pada Maret 2026.


​Paling Rendah di Seluruh Sulawesi


​Dengan hasil ini, Sulawesi Utara memperkokoh posisinya sebagai daerah paling sejahtera secara ekonomi di kawasan Pulau Sulawesi, melampaui capaian provinsi-provinsi tetangga:


  • Sulawesi Utara: 6,32%
  • Sulawesi Selatan: 7,24%
  • Sulawesi Barat: 10,00%
  • Sulawesi Tenggara: 10,02%
  • Sulawesi Tengah: 10,46%
  • Gorontalo: 12,16%


​Selain mendominasi di tingkat regional, persentase 6,32 persen tersebut turut menempatkan Sulawesi Utara dalam jajaran provinsi bertingkat kemiskinan relatif rendah secara nasional.


​Respon Gubernur Yulius Selvanus


​Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, menegaskan bahwa capaian positif ini merupakan buah manis dari sinergi lintas pihak, baik pemerintah daerah, pelaku usaha, maupun kontribusi aktif seluruh lapisan masyarakat.


​"Penurunan angka kemiskinan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus bekerja lebih keras. Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara akan memastikan setiap program pembangunan benar-benar menyentuh masyarakat, menciptakan lapangan kerja, memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta memperluas akses terhadap pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial," tegas Yulius Selvanus dalam keterangannya.


​Ia menambahkan, program pengentasan kemiskinan difokuskan pada penguatan sektor-sektor produktif, seperti pertanian, perikanan, pemberdayaan UMKM, pembukaan kran investasi, hingga pengembangan pariwisata daerah.


​Daya Beli Masyarakat Menguat

Di sisi lain, BPS mencatat bahwa Garis Kemiskinan (GK) di Sulut naik menjadi Rp578.499 per kapita per bulan pada Maret 2026, dari yang sebelumnya Rp557.702 pada September 2025.


​Meskipun batas kriteria miskin meningkat seiring melonjaknya biaya hidup, rasio penduduk miskin justru berkurang. Hal ini menjadi indikator kuat bahwa tingkat pendapatan dan kemampuan daya beli warga Sulawesi Utara mengalami kenaikan yang lebih cepat dibanding laju kenaikan kebutuhan pokok.


​Ke depan, Pemerintah Provinsi Sulut berkomitmen mempercepat program penghapusan kemiskinan ekstrem serta memastikan pemerataan pembangunan ekonomi terjangkau hingga ke pelosok daerah.

(*/Olvie)

​Gubernur Sulut Yulius Selvanus Rotasi 3 Pejabat Eselon II, Ini Daftar Nama dan Posisi Barunya

Newsblessing.com, SULUT – Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Yulius Selvanus Komaling, resmi merotasi tiga pejabat Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama atau eselon II di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut.


​Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan digelar di Wisma Negara Bumi Beringin, Manado, pada Rabu (5/8/2026). Langkah ini dilakukan guna memperkuat kinerja birokrasi serta mengoptimalkan pelayanan publik di wilayah Sulawesi Utara.


​Dalam pergeseran ini, Deicy Paath yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sulut kini memegang amanah baru sebagai Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sulut.


​Sementara itu, jajaran pimpinan Dinas Pendidikan Provinsi Sulut juga mengalami perombakan. Femmy July Suluh yang sebelumnya menakhodai Dinas Pendidikan kini dipercaya menggeser posisi pimpinan di Dinas Perhubungan Provinsi Sulut.


​Adapun tampuk kepemimpinan Dinas Pendidikan Provinsi Sulut kini diisi oleh Jahja Paulus Rondonuwu. Jahja sebelumnya mengemban tugas sebagai Kepala Bagian Persidangan di Sekretariat DPRD Provinsi Sulut.



​Gubernur Yulius menyampaikan bahwa rotasi pejabat eselon II ini merupakan bagian dari penyegaran organisasi. Penataan ulang pejabat ini disesuaikan dengan kebutuhan Pemprov Sulut dalam menjawab tantangan pembangunan daerah.


​Diharapkan, dengan penyegaran di tubuh birokrasi ini, setiap dinas terkait dapat mempercepat realisasi program-program prioritas serta meningkatkan efektivitas tata kelola pemerintahan.


​Prosesi pelantikan berlangsung khidmat dengan dihadiri oleh jajaran pejabat Pemprov Sulut, menandai dimulainya masa tugas baru bagi ketiga pejabat tinggi pratama tersebut.

(*/Olvie)