Newsblessing.com, SULUT — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Daerah Pemilihan (Dapil) Kota Manado menggelar serangkaian kegiatan Reses/Temu Konstituen untuk menyerap langsung berbagai keluhan dan harapan masyarakat di ibu kota provinsi tersebut.
Sejumlah legislator Sulut turun langsung ke pemukiman warga hingga memfasilitasi dialog interaktif guna memastikan kebutuhan riil masyarakat dapat diperjuangkan dalam agenda pembangunan daerah.
Fokus Persoalan Lingkungan hingga Jalur PPDB
Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulut, Royke Anter, menggelar temu konstituen bersama warga Kelurahan Karame, Kecamatan Singkil. Bertempat di pemukiman setempat, dialog berlangsung hangat dengan berbagai masukan yang disampaikan tokoh masyarakat dan warga.
Salah satu sorotan utama datang dari masalah pengelolaan sampah di sekitar bantaran sungai yang dinilai kerap memicu aroma tidak sedap, hingga kekhawatiran terkait gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Selain itu, persoalan kerumitan verifikasi data pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) serta harapan dukungan bantuan pembangunan tempat ibadah turut mengemuka.
Menanggapi hal tersebut, politisi Partai Demokrat ini menegaskan komitmennya untuk mengawal seluruh aspirasi agar masuk dalam Laporan Hasil Reses DPRD Sulut.
"Tugas kami di lembaga legislatif adalah memperjuangkan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Seluruh masukan ini akan kami rangkum dan koordinasikan dengan instansi terkait, baik di tingkat kota maupun provinsi," ujar Royke.
Soroti Efek Pinjol terhadap Data Bansos
Sementara itu, di Kelurahan Singkil II, Anggota DPRD Sulut Amir Liputo menerima aduan unik terkait korelasi antara maraknya fenomena pinjaman online (pinjol) dengan keakuratan data penerima bantuan sosial (bansos). Warga menduga keterlibatan dalam transaksi keuangan digital tersebut memengaruhi peningkatan status desil dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), yang berdampak pada terhentinya bantuan.
Amir menjelaskan bahwa penetapan desil DTKS bersifat dinamis dan bergantung pada pembaruan data secara berkala. Ia mendorong masyarakat untuk proaktif menyampaikan kondisi ekonomi yang aktual melalui pemerintah kelurahan setempat. Untuk memastikan penyaluran bantuan lebih tepat sasaran, ia juga mengusulkan langkah penandaan khusus pada rumah penerima manfaat.
"Status desil dapat disesuaikan kembali selama warga menyampaikan data yang jujur dan transparan di kantor kelurahan untuk perbaikan administrasi," terang Amir.
Dorong Infrastruktur dan Penguatan Sinergi
Di lokasi berbeda, Anggota DPRD Sulut Yongkie Limen menggelar reses di Kelurahan Taas Lingkungan VI, Kecamatan Tikala. Aspirasi masyarakat setempat didominasi oleh permohonan pembenahan infrastruktur lingkungan, penataan kawasan permukiman, serta peningkatan mutu pendidikan.
Langkah serupa digelorakan oleh Iren Golda Pinontoan saat menemui warga di Gran Puri Hotel. Iren menekankan pentingnya membangun sinergi yang makin solid antara pemerintah daerah dan elemen masyarakat untuk mengakselerasi pembangunan Kota Manado di berbagai sektor.
Tak ketinggalan, Dr. Ir. Royke Octavian Roring, M.Si., IPU, menggelar Reses II Masa Persidangan Ketiga Tahun 2026 di Kantor Kelurahan Ranomuut, Kecamatan Paal Dua. Dihadiri jajaran pemerintah kelurahan, kepala lingkungan, dan tokoh masyarakat, mantan Bupati Minahasa ini fokus menghimpun masukan terkait perbaikan fasilitas publik serta optimalisasi pelayanan kelurahan.
Seluruh jajaran legislator Dapil Kota Manado tersebut memastikan bahwa setiap pokok pikiran (pokir) yang diserap selama masa reses akan diolah menjadi rekomendasi resmi DPRD Sulut untuk diteruskan kepada pihak eksekutif demi kesejahteraan masyarakat Sulawesi Utara.
(Advetorial)








Tidak ada komentar:
Posting Komentar