-->

Terkini Lainnya

Gubernur Yulius Selvanus Tegaskan Komitmen Keuangan Transparan di Rapat Paripurna DPRD Sulut



Newsblessing.com, SULUT – Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, menghadiri Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara di Kantor DPRD Sulut, Selasa (14/7/2026).

​Dalam rapat tersebut, Gubernur Yulius menegaskan komitmen penuh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut dalam menghadirkan tata kelola keuangan daerah yang transparan, akuntabel, dan berkelanjutan.

​Rapat paripurna ini membahas tiga agenda penting: pengambilan keputusan Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD TA 2025, penyampaian KUA-PPAS TA 2027, serta penyampaian Ranperda Penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB) dan Wabah Penyakit Menular.

​Gubernur Yulius menyampaikan bahwa persetujuan Ranperda APBD 2025 bukan sekadar formalitas hukum, melainkan bentuk tanggung jawab moral kepada masyarakat Bumi Nyiur Melambai.

​"Setiap kebijakan dan setiap rupiah anggaran harus dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka," ujar Yulius dalam sambutannya, Selasa.

​Ia juga mengapresiasi fungsi checks and balances yang dijalankan oleh DPRD Sulut melalui berbagai rekomendasi dan catatan kritis, termasuk hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), yang akan menjadi evaluasi serius pemprov ke depan.

​Arah Kebijakan Fiksal dan Target Ekonomi 2027

​Pada kesempatan yang sama, Yulius memaparkan dokumen Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2027. Tahun tersebut menjadi fase krusial karena memasuki tahun ketiga pelaksanaan RPJMD Sulut 2025–2029.

​Mengusung tema "Percepatan Peletakan Fondasi Transformasi Sulawesi Utara yang Maju, Sejahtera, dan Berkelanjutan", Pemprov Sulut menetapkan delapan prioritas pembangunan. Di antaranya adalah penguatan tata kelola pemerintahan, peningkatan SDM, ketahanan pangan, energi, air, hingga optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD).

​Menghadapi tantangan ketidakpastian dana Transfer ke Daerah (TKD) dari pusat, Yulius memastikan pemprov mengambil langkah yang hati-hati (prudent) dan adaptif.

​"Pemerintah daerah tetap berkomitmen menjaga keseimbangan fiskal tanpa mengurangi pelayanan dasar kepada masyarakat," jelasnya.

​Pemprov Sulut juga memasang target makro ekonomi yang cukup optimis untuk tahun 2027, meliputi:

  • Pertumbuhan Ekonomi: 5,7 – 6,7 persen
  • Tingkat Inflasi: 2,3 – 3,7 persen
  • Tingkat Kemiskinan: 5,82 – 6,32 persen
  • Tingkat Pengangguran Terbuka: 4,68 – 5,26 persen
  • Indeks Pembangunan Manusia (IPM): 77,74

​Adapun pasca-perancangan KUA-PPAS 2027, pendapatan daerah diproyeksikan mencapai Rp3,24 triliun, sementara belanja daerah dianggarkan sebesar Rp3,03 triliun.

​Regulasi Baru Antisipasi Wabah dan KLB

​Selain persoalan anggaran, agenda sidang paripurna ini juga menyoroti sektor kesehatan lewat penyampaian Ranperda tentang Penanggulangan KLB dan Wabah Penyakit Menular.

​Gubernur Yulius menilai regulasi ini sangat mendesak demi memberikan kepastian hukum yang kuat bagi pemprov dalam melindungi warga dari ancaman krisis kesehatan di masa depan.

​Nantinya, regulasi ini akan mengatur detail hak dan kewajiban masyarakat, mitigasi dari tahap kewaspadaan hingga pemulihan, hingga payung hukum pembatasan sosial jika situasi darurat terjadi.

​"Saya berharap Ranperda ini dapat dibahas secara komprehensif hingga ditetapkan menjadi Peraturan Daerah, sehingga menjadi pedoman untuk bertindak cepat, tepat, dan terkoordinasi," kata Yulius mengakhiri sambutannya.

Sekdaprov Tahlis Gallang: AI Jadi Akselerator UMKM Sulut Tembus Pasar Regional Tanpa Modal Raksasa

 

Newsblessing.com, SULUT,
Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menegaskan komitmennya untuk tidak sekadar menjadi penonton di tengah pesatnya perkembangan teknologi global. Sulut membidik posisi strategis sebagai pemain utama dalam ekosistem digital dan pasar Asia.


​Komitmen ini ditegaskan saat Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sulut, Tahlis Gallang, resmi membuka kegiatan AI Ignition Program 2026 di Aula Mapalus Kantor Gubernur Sulut pada Selasa (14/7/2026).


​Mengusung tema “Generasi Digital Sulut: AI untuk Pendidikan, UMKM, dan Masa Depan Asia”, program inovatif ini terselenggara berkat kolaborasi strategis antara KUMPUL dan Satu Tampa.


​Hadir mewakili Gubernur Sulut Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, Sekdaprov Tahlis Gallang menyampaikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya inisiatif pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) ini di bumi nyiur melambai.


​"Kerja kolaboratif ini adalah bukti nyata bahwa kita tidak sedang diam menonton perubahan, melainkan sedang aktif menjemput masa depan," ujar Tahlis dalam sambutannya.


AI Jadi Motor Penggerak Pendidikan dan UMKM


​Dalam pemaparannya, Tahlis menggarisbawahi dua sektor krusial yang akan mendapat dampak positif paling besar dari implementasi AI, yaitu sektor pendidikan dan UMKM.


  • Sektor Pendidikan: AI dinilai bukan sebagai pembatas, melainkan sebagai gerbang kesempatan baru yang tak terbatas untuk mempercepat pemerataan kualitas edukasi. "AI adalah alat akselerasi untuk melipatgandakan ruang belajar mandiri secara presisi," jelasnya.
  • Sektor UMKM: Teknologi kecerdasan buatan diproyeksikan menjadi mesin pendorong daya saing produk lokal. Melalui AI, pelaku UMKM Sulut diharapkan dapat memangkas jalur pemasaran, mengefisienkan lini produksi, hingga siap menembus pasar regional Asia tanpa terkendala keterbatasan modal besar.

Meski demikian, Sekdaprov mengingatkan agar adopsi teknologi mutakhir ini dibarengi dengan tanggung jawab moral yang tinggi agar tidak mengikis nilai-nilai kemanusiaan.

 

​"AI hanyalah alat, manusialah penentunya. Jangan sampai teknologi canggih ini justru menggerus nilai kemanusiaan, kejujuran, dan kearifan lokal kita. Gunakanlah untuk memperkuat karakter dan produktivitas kita," tegas Tahlis.


Pesan untuk Generasi Muda Sulut


​Di hadapan ratusan siswa SMA dan SMK se-Sulawesi Utara yang memadati lokasi acara, Tahlis melecut semangat generasi muda untuk terus mengasah kemampuan dan cepat beradaptasi dengan perubahan zaman.


​"Teruslah belajar dan beradaptasi! Dengan tekad itu, kita tidak hanya bertahan, tapi bisa melompat maju menjadi pemimpin perubahan dan pemain kunci di kancah Asia," pesannya optimistis.


​Acara pembukaan ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya:


  • Tiar Nabilla Karbala, SM, M.Sc (Staf Khusus Presiden Bidang UMKM dan Teknologi Digital)
  • Dama Aji Purusadhikara (Program Lead KUMPUL)
  • Nastiti Woro Hapsari (Project Manager Satu Tampa)
  • Arsyad, S.Kom (Kepala BLSDM Komdigi Manado)

Selain itu, hadir pula jajaran pejabat Pemprov Sulut, kalangan akademisi, pakar teknologi, serta para pelaku UMKM lokal yang siap menyongsong transformasi digital.

(Olvie)

Dongkrak Investasi Sulut, Gubernur Yulius Selvanus Dorong Karakter Pemimpin yang Adaptif


 Newsblessing.com, SULUT - Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, menegaskan bahwa birokrasi modern tidak boleh lagi kaku dan terjebak pada formalitas aturan. Sebaliknya, kepemimpinan yang adaptif dan solutif menjadi kunci utama untuk membangun ekosistem investasi yang sehat dan kompetitif demi mendongkrak perekonomian daerah.

​Pernyataan tegas tersebut disampaikan Yulius saat membawakan materi dalam Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan 23 Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Integritas BPSDMD Provinsi Sulut pada Selasa (14/7/2026).


​Di hadapan para peserta, purnawirawan jenderal bintang dua ini menyoroti cepatnya perubahan global saat ini. Mulai dari disrupsi digital, dinamika geopolitik, transisi energi, perubahan iklim, hingga lompatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).


​"Pemimpin birokrasi hari ini tidak lagi diukur dari seberapa banyak regulasi yang mereka susun, melainkan dari seberapa tangguh mereka menghadirkan solusi nyata atas persoalan di tengah masyarakat," ujar Yulius Selvanus.


Investasi sebagai Motor Kesejahteraan


​Gubernur Yulius memaparkan bahwa investasi adalah mesin penggerak utama ekonomi daerah. Kehadiran investor bukan sekadar urusan masuknya modal, melainkan instrumen penting untuk menciptakan lapangan kerja baru, mentransfer teknologi, meningkatkan produktivitas, serta mengikis angka kemiskinan di Sulawesi Utara.


​Ia menambahkan, tren realisasi investasi di Bumi Nyiur Melambai menunjukkan rapor positif sepanjang tahun 2025 hingga paruh pertama 2026. Kepercayaan para investor ini tumbuh berkat komitmen pemprov dalam menjamin kepastian hukum, mempercepat layanan publik, menjaga stabilitas keamanan, serta membangun infrastruktur yang memadai.


​Saat ini, sektor-sektor strategis seperti industri pengolahan, pariwisata, energi, perikanan, logistik, hingga Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Likupang terus menunjukkan geliat yang signifikan.


Langkah Strategis dan Visi Ekonomi Hijau


​Meski menunjukkan tren positif, Gubernur mengingatkan jajarannya agar tidak cepat berpuas diri. Birokrasi harus benar-benar memposisikan diri sebagai fasilitator, bukan justru menjadi penghambat investasi.


​Untuk itu, Pemerintah Provinsi Sulut terus menggeber langkah-langkah reformasi, di antaranya:


  • Akselerasi OSS: Optimalisasi pelayanan perizinan berbasis Online Single Submission (OSS).
  • Hilirisasi Industri: Memaksimalkan potensi produk unggulan daerah agar memiliki nilai tambah.
  • Transformasi Digital: Digitalisasi menyeluruh pada layanan pemerintahan guna memangkas birokrasi yang berbelit-belit.

Tak hanya mengejar angka pertumbuhan ekonomi semata, Yulius menekankan bahwa pembangunan Sulut ke depan wajib berpijak pada prinsip keberlanjutan. Konsep Green Economy (ekonomi hijau) dan Blue Economy (ekonomi biru) harus diintegrasikan untuk menjaga harmoni antara eksploitasi ekonomi dan kelestarian lingkungan hidup.


5 Karakter Pemimpin Perubahan


​Di akhir paparannya, Gubernur merumuskan lima karakter wajib yang harus melekat pada diri seorang pemimpin masa kini jika ingin membawa perubahan, yaitu:


  1. Visioner (memiliki pandangan jauh ke depan)
  2. Adaptif (mampu menyesuaikan diri dengan cepat)
  3. Kolaboratif (mampu bekerja sama lintas sektor)
  4. Berintegritas (menjunjung tinggi kejujuran dan etika)
  5. Berorientasi pada Hasil (result-oriented)

Ia pun menaruh harapan besar agar proyek perubahan yang digagas oleh para peserta PKN Tingkat II tidak sekadar menjadi dokumen formalitas, melainkan dapat diimplementasikan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas.


​"Mari kita jadikan pelatihan ini sebagai momentum untuk melahirkan para agen perubahan. Bersama-sama, kita bawa Sulawesi Utara menuju masa depan yang lebih maju, inklusif, ramah investasi, serta tetap hijau dan berkelanjutan," pungkasnya.

(*/Olvie)

PLN UP3 Luwuk Perkuat Ekosistem Green Energy Melalui Program TJSL, Bekali Siswa SMKN 2 Luwuk Kompetensi Konversi Kendaraan Listrik



Newsblessing.com, LUWUK  – Sebagai wujud komitmen dalam mendukung transisi energi nasional sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang energi bersih, PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Luwuk merealisasikan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Langkah ini diwujudkan melalui kegiatan "Edukasi Ekosistem Green Energy dan Penguatan Kompetensi Pengembangan Pembelajaran Konversi Sepeda Motor BBM Menjadi Motor Listrik" di SMKN 2 Luwuk, Kabupaten Banggai.


Program ini merupakan bentuk kolaborasi nyata antara PLN, dunia pendidikan, dan Pemerintah Kabupaten Banggai dalam mempersiapkan generasi muda yang memiliki kompetensi adaptif terhadap perkembangan teknologi kendaraan listrik (electric vehicle) serta kebutuhan industri energi masa depan.


General Manager PLN UID Suluttenggo, Usman Bangun, menegaskan bahwa program TJSL ini bukan sekadar bantuan sosial, melainkan investasi strategis PLN dalam mempersiapkan pilar utama transisi energi, yaitu kesiapan sumber daya manusia (SDM).


"Transisi menuju energi bersih membutuhkan lompatan teknologi dan, yang terpenting, kesiapan talenta-talenta muda kita. Melalui program ini, PLN ingin memastikan bahwa para siswa SMK di daerah tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga menjadi aktor utama dan motor penggerak ekosistem kendaraan listrik di masa depan. Edukasi dan praktik konversi motor BBM ke listrik ini adalah langkah konkret kami menyelaraskan dunia pendidikan vokasi dengan arah kebijakan energi nasional menuju Net Zero Emissions," ungkap Usman.


Melalui program TJSL ini, PLN memberikan edukasi komprehensif mengenai ekosistem green energy kepada para guru dan siswa guna meningkatkan literasi seputar transisi energi, pemanfaatan energi bersih, dan infrastruktur kendaraan listrik.


Sebagai wujud pembelajaran berbasis praktik (project-based learning), PLN turut mendukung pengembangan konversi tiga unit sepeda motor berbahan bakar minyak (BBM) menjadi motor listrik. Dukungan ini memfasilitasi para siswa agar dapat mengaplikasikan teori yang diperoleh secara langsung di bengkel kerja sekolah.


Manager PLN UP3 Luwuk, Ridwan Bogie Rismawan, menambahkan bahwa program ini dirancang untuk menciptakan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat, khususnya sektor pendidikan vokasi di wilayah Luwuk dan sekitarnya.


"Kami ingin memperkenalkan ekosistem green energy lebih dekat ke sekolah-sekolah. Dengan bekal keterampilan konversi kendaraan listrik yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini, kami berharap lulusan SMKN 2 Luwuk memiliki daya saing tinggi dan mampu langsung terserap di dunia kerja atau bahkan membuka peluang usaha baru di bidang elektrifikasi," kata Ridwan.


Apresiasi tinggi datang dari pihak sekolah. Kepala SMKN 2 Luwuk, Anton Nurdin Y, S.PD., M.ACC, menyampaikan terima kasih atas kepercayaan dan dukungan sarana praktik yang diberikan oleh PLN.


"Bantuan media praktik konversi kendaraan listrik serta edukasi langsung dari para ahli PLN ini sangat memperkaya proses pembelajaran kami. Program ini menyelaraskan kurikulum sekolah dengan perkembangan industri yang sangat cepat. Lulusan kami kini memiliki nilai tambah yang luar biasa di bidang kendaraan listrik dan energi terbarukan," ungkap Anton.


Senada dengan pihak sekolah, Bupati Banggai, Amirudin Tamoreka, turut memberikan apresiasi atas kontribusi aktif PLN dalam mendukung peningkatan indeks pembangunan manusia di daerahnya.


"Pemerintah Kabupaten Banggai mengapresiasi inisiatif PLN UP3 Luwuk. Ini adalah langkah maju yang menyinergikan pembangunan daerah menuju ekonomi hijau dengan peningkatan kualitas SDM lokal. Kolaborasi erat seperti inilah yang kita butuhkan agar generasi muda Banggai siap menjawab tantangan industri masa depan," ungkap Bupati.


Program TJSL ini dijalankan selaras dengan komitmen PLN dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada pilar pendidikan berkualitas (SDG 4), energi bersih dan terjangkau (SDG 7), industri, inovasi, dan infrastruktur (SDG 9), serta kemitraan untuk mencapai tujuan (SDG 17).


Melalui kolaborasi berkelanjutan ini, PLN UID Suluttenggo bersama PLN UP3 Luwuk berkomitmen terus memperluas kemitraan strategis guna melahirkan lebih banyak talenta hijau (green talents) yang siap mengawal transisi energi di seluruh pelosok negeri.


*Narahubung*

Noven N. Koropit

Manager Komunikasi & TJSL

PLN UID Suluttenggo

Tlp 0816239962


*Sekilas Tentang PLN*

_PT PLN (Persero) adalah BUMN kelistrikan yang terus berkomitmen dan berinovasi dalam memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggan. PLN mengusung agenda Transformasi 2.0 dengan visi menjadi Top 500 Global Company dan menjadi pilihan nomor 1 bagi pelanggan untuk Solusi Energi melalui upaya pertumbuhan usaha, implementasi digitalisasi secara end to end, menjalankan transisi energi untuk mendukung._ (*/Olvie)

Muharram Berkah 1448 H: YBM PLN UP3 Gorontalo Berbagi Kebahagiaan Lewat Kado Muharram dan Khitan Massal bagi Anak Yatim dan Dhuafa


Newsblessing.com, GORONTALO- Dalam rangka menyemarakkan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN UP3 Gorontalo menggelar kegiatan "Muharram Berkah 1448 H" sebagai wujud kepedulian nyata terhadap anak-anak yatim dan dhuafa.


Kegiatan yang dilaksanakan secara serentak oleh YBM PLN di seluruh Indonesia ini berlangsung pada Selasa (7/7) di Aula Kantor PLN UP3 Gorontalo. Acara dikemas secara hybrid melalui aplikasi Zoom, terhubung langsung dengan pusat pelaksanaan Muharram Berkah YBM PLN Kantor Pusat. Rangkaian kegiatan menghadirkan berbagai aktivitas sosial, keagamaan, dan edukasi yang bertujuan memberikan kebahagiaan sekaligus memotivasi anak-anak untuk terus semangat belajar dan memperdalam ilmu agama.


Sebanyak 50 anak yatim dan dhuafa berusia 6 hingga 12 tahun yang berasal dari Kota Gorontalo, Kabupaten Bone Bolango, Kabupaten Gorontalo, dan Kabupaten Pohuwato menerima paket "Kado Muharram". Kado tersebut berisi tas sekolah, perlengkapan alat tulis, serta bantuan uang tunai. Seluruh peserta hadir didampingi oleh orang tua maupun wali yang memberikan dukungan penuh selama kegiatan berlangsung.


General Manager PLN UID Suluttenggo, Usman Bangun, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas konsistensi YBM PLN dalam menebar kemaslahatan, khususnya di wilayah kerja Sulawesi Utara, Tengah, dan Gorontalo.


"Melalui momentum tahun baru Islam ini, PLN berkomitmen tidak hanya andal dalam menghadirkan energi listrik, tetapi juga hadir membawa energi kebaikan bagi masyarakat yang membutuhkan. Program Muharram Berkah ini adalah bukti nyata dari kepedulian sosial seluruh insan PLN. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban keluarga penerima manfaat serta menjadi motor penggerak bagi anak-anak kita agar lebih optimis dalam menatap masa depan dan meraih cita-cita mereka," ungkap Usman.


Senada dengan hal tersebut, Ketua YBM PLN UP3 Gorontalo, Nazarudin Junus, yang membuka acara secara resmi, mengajak seluruh peserta untuk menjadikan momentum Muharram sebagai awal memperkuat semangat berbagi dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama. Nazarudin menjelaskan bahwa seluruh program sosial YBM PLN UP3 Gorontalo bersumber dari dana zakat penghasilan pegawai PLN yang dipotong sebesar 2,5 persen setiap bulan.


"Momentum Muharram mengajarkan kita tentang kepedulian, kebersamaan, dan berbagi keberkahan. Melalui kegiatan ini kami berharap anak-anak dapat merasakan kebahagiaan, semakin semangat dalam menuntut ilmu, serta tumbuh menjadi generasi yang berakhlak mulia," kata Nazarudin.


Selain penyerahan Kado Muharram, kegiatan ini juga merupakan rangkaian program khitan massal gratis yang berlangsung pada 13 Juli 2026. Sebanyak 15 anak telah terdaftar sebagai peserta khitan massal yang menjadi salah satu program unggulan YBM PLN UP3 Gorontalo pada Muharram 1448 H ini.


Suasana kegiatan berlangsung khidmat dan penuh kehangatan berkat siraman rohani yang dibawakan oleh Ustadz Rahmat Djafar, Lc., M.Si. dan Ustadz Muhammad Rizal Panigoro. Keduanya mengajak anak-anak untuk semakin mencintai Al-Qur'an, senantiasa berbakti kepada orang tua, serta giat menuntut ilmu.


Untuk membakar semangat anak-anak, YBM PLN UP3 Gorontalo juga menggelar lomba hafalan Al-Qur’an (tahfidz). Para peserta tampak sangat antusias, dan bagi anak-anak yang menunjukkan hafalan terbaik, panitia memberikan apresiasi berupa hadiah uang tunai sebagai stimulan untuk terus menjaga hafalannya.


Rasa syukur mendalam disampaikan oleh Ramla Mohamad, salah satu orang tua penerima manfaat. Putranya tidak hanya menerima santunan hari itu, tetapi juga terdaftar sebagai salah satu peserta khitan massal.


"Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada YBM PLN UP3 Gorontalo. Bantuan perlengkapan sekolah dan santunan ini sangat berarti bagi kami, terlebih anak saya juga mendapat kesempatan mengikuti khitan massal secara gratis. Semoga PLN semakin maju, sukses, dan terus membawa berkah bagi masyarakat," ungkap Ramla dengan haru.


Melalui program Muharram Berkah 1448 H ini, YBM PLN UP3 Gorontalo berharap nilai-nilai kepedulian dan kebersamaan dapat terus tumbuh subur di tengah masyarakat. Kegiatan ini sekaligus membuktikan bahwa pengelolaan zakat pegawai PLN yang amanah dan tepat sasaran mampu menghadirkan dampak positif yang luas bagi kesejahteraan sosial masyarakat di Provinsi Gorontalo.


*Narahubung*

Noven N. Koropit

Manager Komunikasi & TJSL

PLN UID Suluttenggo

Tlp 0816239962


*Sekilas Tentang PLN*

_PT PLN (Persero) adalah BUMN kelistrikan yang terus berkomitmen dan berinovasi dalam memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggan. PLN mengusung agenda Transformasi 2.0 dengan visi menjadi Top 500 Global Company dan menjadi pilihan nomor 1 bagi pelanggan untuk Solusi Energi melalui upaya pertumbuhan usaha, implementasi digitalisasi secara end to end, menjalankan transisi energi untuk mendukung._ (*/Olvie)

Kasus Kematian dr. Adrian Rantung, Stella Runtuwene Desak Usut Tuntas, Komisi IV Gelar RDP Hari Ini

Newsblessing.com, SULUT — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara mendesak pengusutan tuntas atas kasus kematian seorang calon dokter spesialis anestesiologi di Manado, dr. Adrian Rantung.


​Langkah cepat langsung diambil oleh legislatif. Komisi IV DPRD Sulut menjadwalkan Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada hari ini, Selasa (14/7/2026), untuk menggali kejelasan seputar insiden tragis yang menimpa peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) tersebut.


​Wakil Ketua DPRD Sulut, Stella Marliana Runtuwene, menegaskan bahwa kasus ini harus dibuka secara transparan kepada publik tanpa ada hal yang disembunyikan. Pihaknya menilai ada sejumlah kejanggalan yang menyelimuti wafatnya calon dokter spesialis tersebut.


​"Hari ini Komisi IV DPRD Sulut menggelar Rapat Dengar Pendapat terkait kematian Dokter Spesialis asal Daerah Nyiur Melambai. Kami akan menggali mendalam mengapa sampai ada korban jiwa," ujar Stella Runtuwene di ruang kerjanya, Senin (13/7/2026).


​Pihak Kampus dan Rumah Sakit Dipanggil


​Politikus Partai NasDem ini turut menyayangkan berulangnya insiden kelam di ranah pendidikan kedokteran spesialis. Menurutnya, Sulawesi Utara sangat membutuhkan kehadiran para dokter spesialis, namun perjuangan almarhum justru harus terhenti secara memilukan.


​Guna mencari titik terang, Komisi IV DPRD Sulut yang dikoordinasikan langsung oleh Stella telah melayangkan surat pemanggilan resmi kepada sejumlah pihak terkait. Pihak-pihak yang dipanggil dalam RDP hari ini meliputi:


  • Rektor Universitas Sam Ratulangi (Unsrat)
  • Direktur Utama RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado
  • Pengelola Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS)

Melalui forum RDP ini, DPRD Sulut berkomitmen membongkar akar persoalan agar kasus serupa tidak kembali terulang di kemudian hari, sekaligus memberikan jawaban yang jujur dan adil bagi keluarga korban serta masyarakat luas.

(*/Olvie)

Realisasi Pajak Alat Berat Sulut Minim,Royke Anter Desak Bapenda Panggil Pengusaha

Newsblessing.com, SULUT — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara, Royke Anter, mendesak Komisi II untuk segera menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama para pemilik dan dealer alat berat di wilayah tersebut. Langkah ini dinilai mendesak guna mengoptimalkan serapan Pajak Daerah yang dinilai belum maksimal.


​Usulan tersebut disampaikan Royke dalam rapat pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Sulut Tahun Anggaran 2025 di Ruang Rapat Paripurna, Senin (13/7). Rapat ini turut dihadiri oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) serta Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sulut.


​Menurut legislator dari Partai Demokrat ini, sektor alat berat menyimpan potensi retribusi yang sangat besar untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).


​"Komisi II harus segera mengagendakan RDP ini. Kita bergerak murni atas amanat undang-undang yang mengatur regulasi pajak alat berat. Pemerintah daerah wajib menjemput pendapatan yang sah demi pembangunan," ujar Royke secara tegas.


​Kendala Data dan Rendahnya Realisasi


​Berdasarkan data yang dipaparkan oleh Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulawesi Utara dalam rapat tersebut, realisasi penerimaan dari sektor pajak alat berat sepanjang tahun 2025 baru menyentuh angka Rp3 miliar. Angka ini dinilai masih sangat jauh dari potensi riil di lapangan.


​Pihak Bapenda Sulut mengungkapkan ada dua faktor utama yang menjegal optimalisasi pendapatan di sektor ini:


  • Tarif Pajak Rendah: Regulasi saat ini menetapkan tarif pajak alat berat hanya sebesar 0,2 persen dari nilai objek pajak yang dibebankan kepada pemilik.
  • Minimnya Transparansi: Pelaku usaha dan dealer dinilai kurang kooperatif dalam membagikan data. Akibatnya, pemerintah daerah kesulitan melacak jumlah pasti unit alat berat yang beroperasi di Sulawesi Utara.

Melalui inisiasi RDP yang diusulkan legislatif, DPRD Sulut berharap ada komitmen keterbukaan data dari para pengusaha. Langkah ini diharapkan mampu mengurai sumbatan administratif sekaligus menjadi stimulus baru bagi peningkatan kas daerah Sulawesi Utara ke depan.

(Olvie)

Buka Sidang Sinode GMIBM, Gubernur Yulius Selvanus Ajak Gereja Perkuat Sinergi Hadapi Tantangan Global

Newsblessing.com, Pinogaluman — Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus menghadiri sekaligus membuka secara resmi Sidang Sinode ke-60 Gereja Masehi Injili di Bolaang Mongondow (GMIBM) di Gedung GMIBM Sion Pinogaluman, Kabupaten Bolaang Mongondow, Senin (13/7/2026).


​Dalam kesempatan tersebut, Yulius menekankan pentingnya peran institusi keagamaan sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas sosial dan mendorong pembangunan berkelanjutan.


​Yulius mengapresiasi kontribusi GMIBM yang dinilai konsisten bergerak melampaui pelayanan kerohanian, terutama dalam penguatan sektor pendidikan, pemberdayaan masyarakat, serta pembinaan generasi muda di Bumi Nyiur Melambai.


​"Gereja telah menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun kehidupan masyarakat yang beriman, rukun, dan penuh kepedulian," ujar Yulius dalam sambutannya, Senin.


​Menjawab Tantangan Global


​Di hadapan para delegasi sinode, mantan Staf Khusus Menhan ini memaparkan sejumlah tantangan makro yang tengah dihadapi daerah maupun nasional. Mulai dari ketidakpastian ekonomi, dampak perubahan iklim, disrupsi teknologi, ancaman ketahanan pangan, hingga pergeseran nilai sosial-moral.


​Menurut dia, dinamika global tersebut menuntut lembaga gereja untuk terus beradaptasi dan meningkatkan kualitas pelayanannya agar tetap relevan dengan kebutuhan jemaat dan masyarakat luas.


​"Kontribusi GMIBM selama ini sudah sangat baik. Namun, capaian ini harus menjadi motivasi untuk terus bertumbuh, berbenah, dan meningkatkan kualitas pelayanan demi menjawab tantangan zaman," kata dia.

Suksesi Kepemimpinan Berintegritas


​Selain membahas program strategis, Sidang Sinode ke-60 GMIBM kali ini juga mengendakan pemilihan jajaran Badan Pekerja Sinode (BPS) untuk periode pelayanan berikutnya.


​Yulius berharap proses suksesi kepemimpinan di tubuh GMIBM dapat berjalan kondusif, demokratis, dan dilandasi semangat kebersamaan. Pemerintah daerah menaruh harapan besar agar struktur kepengurusan yang baru mampu melahirkan figur-figur yang memegang teguh integritas.


​"Mari bergandengan tangan, satukan langkah, wujudkan Sulawesi Utara yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan," tutur Yulius menutup sambutannya.


​Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara pun menegaskan kembali komitmennya untuk membuka ruang kolaborasi yang luas bagi seluruh elemen keagamaan, termasuk GMIBM, demi menjaga kerukunan antardunia usaha, masyarakat, dan pemerintah di daerah tersebut.

(*/Olvie)

Gubernur Yulius Perkuat Layanan Medis Sulut, Resmikan Fasilitas Hemodialisis di RS Manembo-Nembo

 

Newsblessing.com, BITUNG  - Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov Sulut) terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Langkah nyata ini ditunjukkan dengan diresmikannya Unit Pelayanan Hemodialisis di UPTD Rumah Sakit Manembo-Nembo (RSMN) Tipe C, Kota Bitung.


​Peresmian fasilitas cuci darah tersebut dilakukan langsung oleh Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, didampingi Ketua TP-PKK Provinsi Sulut, Ny. Anik Yulius Selvanus. Kehadiran unit baru ini diharapkan menjadi solusi konkret bagi pasien gagal ginjal di Kota Bitung dan sekitarnya yang selama ini harus mengantre panjang untuk mendapatkan tindakan medis.





​Respons Cepat Atasi Antrean Pasien


​Kebutuhan akan layanan terapi pengganti ginjal di wilayah Bitung terbilang cukup tinggi. Berdasarkan data terkini, tercatat ada sekitar 180 pasien yang masuk dalam daftar tunggu (waiting list) di RSMN Bitung.


​Untuk memangkas waktu tunggu yang berisiko bagi keselamatan pasien, Gubernur Yulius menyerahkan sekaligus meresmikan 4 unit alat hemodialisis baru. Fasilitas ini melengkapi dukungan operasional sebelumnya, di mana Pemprov Sulut telah menyerahkan bantuan dua unit mobil ambulans untuk menunjang kedaruratan medis.




​Dalam arahannya, Gubernur Yulius menekankan pentingnya tiga prinsip utama dalam pelayanan kesehatan publik di Sulawesi Utara, yaitu cepat, dekat, dan bermutu.


​"Kita ingin pelayanan kesehatan memiliki tiga prinsip utama. Cepat supaya masyarakat tidak menunggu terlalu lama. Dekat agar mudah dijangkau dan menghemat biaya transportasi warga. Serta bermutu, sehingga seluruh lapisan masyarakat mendapatkan standar layanan medis terbaik tanpa terkecuali," tegas Yulius.


​Dorong Peningkatan Status RSUD Bitung ke Tipe C






​Selain meresmikan unit hemodialisis, Gubernur Yulius merespons cepat aspirasi Pemerintah Kota Bitung terkait keterbatasan daya tampung fasilitas kesehatan setempat. Ia menegaskan kesiapan Pemprov Sulut untuk mengawal peningkatan status RSUD Kota Bitung dari Tipe D naik kelas menjadi Tipe C.


​Langkah ini akan diakselerasi melalui koordinasi intensif dengan Kementerian Kesehatan RI. Dengan jumlah penduduk Kota Bitung yang kini menembus angka 217 ribu jiwa serta posisinya yang strategis, peningkatan kapasitas rumah sakit daerah dinilai sudah sangat mendesak.

Pemprov Sulut juga berkomitmen untuk memeratakan infrastruktur kesehatan. Selain mengoptimalkan fasilitas di perkotaan, pemerintah daerah tengah merencanakan pembangunan rumah sakit daerah baru di sejumlah kabupaten, meliputi:





  • ​Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel)
  • ​Bolaang Mongondow Utara (Bolmut)
  • ​Minahasa Tenggara (Mitra)
  • ​Bolaang Mongondow Timur (Boltim)

IPM Naik dan Angka Harapan Hidup Tertinggi di Sulawesi


​Upaya masif di sektor kesehatan ini berjalan selaras dengan capaian makro pembangunan manusia di Sulawesi Utara. Saat ini, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sulut berada di angka 76.





​Salah satu parameter keberhasilan tersebut ditopang oleh Angka Harapan Hidup (AHH) masyarakat Sulawesi Utara yang kini mencapai 74,44 tahun. Angka ini sekaligus menempatkan Sulut sebagai provinsi dengan Angka Harapan Hidup tertinggi di seluruh Pulau Sulawesi. Atas prestasi ini, Pemerintah Pusat memberikan apresiasi berupa dana insentif fiskal senilai Rp3 miliar kepada Pemprov Sulut.


​Menutup rangkaian agenda kerja, Gubernur Yulius mengingatkan jajarannya untuk tidak melupakan tantangan geografis Sulut yang memiliki 382 pulau, di mana 18 persen populasinya bermukim di wilayah kepulauan.





​Untuk itu, Pemprov Sulut berkomitmen terus mengoptimalkan inovasi Mobile Health Service (Layanan Kesehatan Bergerak) guna menjamin akses pelayanan medis yang adil, merata, dan menyentuh masyarakat hingga ke wilayah terluar.

  (Advetorial Pemprov Sulut)

​Buku APBD dan LKPJ Sulut 2025 Beda Data, Pierre Makisanti Pertanyakan Dokumen Acuan



Newsblesing.com, SULUT - Rapat pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Sulawesi Utara Tahun Anggaran 2025 diwarnai instruksi kritis.

Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sulut memprotes adanya ketidaksesuaian data yang cukup signifikan antara Buku APBD dan Buku Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ).


​Sorotan tajam tersebut dilayangkan oleh anggota DPRD Sulut dari Fraksi PDI Perjuangan, Pierre Makisanti, dalam rapat bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) di Gedung Cengkih, Senin (13/7/2026).


Anomali Fisik Dokumen dan Selisih Angka Belanja


​Pierre awalnya menyoroti kejanggalan fisik dari kedua dokumen penting tersebut yang memiliki ketebalan hampir serupa.


​"Seharusnya Buku APBD itu sangat tebal karena memuat seluruh rincian dan persoalan yang sudah kita bahas sebelumnya. Semua harus ditulis lengkap. Sebaliknya, Buku LKPJ mestinya lebih tipis karena sifatnya hanya rangkuman," ujar Pierre.


​Namun, poin krusial yang menjadi perhatian utama adalah adanya disparitas nominal yang sangat kontras saat isi kedua dokumen tersebut disandingkan.


​Sebagai contoh, Pierre membeberkan adanya kejanggalan pada pos Belanja Tidak Terduga (BTT). Dalam dokumen realisasi tertulis anggaran hanya sebesar Rp100 juta. Kendati demikian, angka tersebut mendadak melonjak drastis menjadi Rp4 miliar di dalam Buku APBD.


Desak Sinkronisasi Ulang


​Melihat adanya selisih angka yang dinilai tidak wajar, politisi PDI Perjuangan ini mendesak pimpinan rapat untuk melakukan sinkronisasi data terlebih dahulu sebelum melangkah ke agenda pembahasan yang lebih rinci.


​Ia mempertanyakan validitas dokumen yang akan dijadikan landasan utama dalam penilaian pertanggungjawaban keuangan daerah ini.


​"Kita perlu sinkronkan dan cocokkan dulu data ini sebelum lanjut membahas yang lain. Saya mempertanyakan, buku mana yang sebenarnya mau dipakai sebagai acuan? Apakah Buku APBD atau LKPJ?" tegas Pierre.


​Hingga dokumen kemitraan ini rampung dibahas, pihak legislatif masih menunggu klarifikasi resmi serta verifikasi faktual dari TAPD Pemprov Sulut guna memastikan transparansi, akurasi, dan akuntabilitas penggunaan anggaran di Bumi Nyiur Melambai.

(Olvie)

Satu Hari Penuh, DPRD Sulut Kebut Pembahasan APBD 2025 hingga Evaluasi Program Mitra Kerja

Newsblessing.com, SULUT — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menggelar serangkaian agenda strategis secara maraton dalam satu hari penuh pada Senin (13/7/2026).


​Rangkaian kegiatan ini melibatkan jajaran pimpinan dan anggota dewan, Sekretariat DPRD, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), hingga sejumlah mitra kerja dari sektor pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.


​Agenda kerja di gedung cengkih diawali dengan pelaksanaan Ibadah Rutin pada pukul 09.00 WITA di Ruang Rapat Paripurna. Kegiatan spiritual ini diikuti oleh internal legislatif beserta Forum Wartawan DPRD Sulut guna memperkuat sinergitas sebelum memulai pembahasan kebijakan daerah.


Pembahasan Anggaran dan Regulasi Investasi


​Memasuki pukul 10.00 WITA, DPRD Sulut langsung menggelar rapat lanjutan bersama TAPD. Pertemuan ini berfokus pada pendalaman materi Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) terkait Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Provinsi Sulawesi Utara Tahun Anggaran 2025.


​Tak berhenti di situ, pada pukul 13.00 WITA, Panitia Khusus (Pansus) Ranperda tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha di Daerah turut menggelar rapat di Ruang Rapat Serbaguna.


​Pembahasan regulasi ini dikebut bersama perangkat daerah terkait demi merumuskan payung hukum yang mampu menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif dan kompetitif di bumi nyiur melambai.


Soroti Pendidikan Dokter Spesialis dan Evaluasi Kinerja Dinas


​Fungsi pengawasan dan kemitraan juga berjalan dinamis di tingkat komisi. Pada pukul 11.00 WITA, Komisi IV mengadakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) strategis yang menghadirkan Rektor Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado serta Direktur Utama RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou.


​Pertemuan mendudukkan persoalan penyelenggaraan Program Pendidikan Dokter Spesialis demi mendongkrak mutu SDM medis di Sulawesi Utara.


​Sebagai penutup rangkaian agenda, Komisi III menggelar RDP bersama Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Daerah Provinsi Sulut pada pukul 14.00 WITA. Komisi III melakukan evaluasi ketat terhadap realisasi program kerja yang telah berjalan sepanjang Januari hingga Juli 2026.


​Padatnya panggung legislasi dalam sehari ini menegaskan komitmen penuh DPRD Sulawesi Utara dalam mengoptimalkan fungsi penganggaran, legislasi, dan pengawasan demi transparansi tata kelola pemerintahan daerah.

(Olvie)

Ikuti PKN Tingkat II, Sekwan DPRD Sulut Niklas Silangen Siap Ditempa Jadi Pemimpin Adaptif

Newsblessing.com, SULUT  — Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara, Weliam Niklas Silangen, berkomitmen penuh untuk meningkatkan kompetensi kepemimpinannya dengan mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XXIII Tahun 2026.


​Kegiatan yang diikuti oleh para pejabat eselon II tersebut resmi dibuka secara simbolis oleh Sekprov Sulut, Tahlis Gallang, mewakili Gubernur Yulius Selvanus di Kantor BPSDM Sulut pada Senin (13/7/2026).


​Sebagai bagian dari ASN yang menduduki Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama, keikutsertaan Niklas Silangen dalam diklat strategis ini merupakan langkah wajib untuk memperkuat tata kelola kelembagaan di sekretariat dewan.


Siap Hadapi "Kawah Candradimuka" Selama 107 Hari


​Dalam prosesnya, Niklas Silangen akan melewati masa penempaan intensif yang diibaratkan sebagai "Kawah Candradimuka". Pelatihan kepemimpinan strategis ini akan berlangsung selama 107 hari atau mencakup 923 Jam Pelajaran dengan metode blended learning.


​Melalui diklat ini, Sekwan Sulut tersebut ditargetkan untuk menyerap materi manajerial tingkat tinggi, terutama dalam mendiagnosis masalah organisasi, melahirkan inovasi pelayanan, serta membentuk karakter kepemimpinan yang adaptif terhadap dinamika publik.


Sampaikan Terima Kasih Atas Kepercayaan Pimpinan


​Di sela-sela pembukaan acara, Niklas Silangen menyampaikan rasa syukur dan apresiasi tertingginya atas dukungan penuh dari kepala daerah untuk pengembangan kompetensi dirinya.


​"Terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan oleh Pimpinan, dalam hal ini Gubernur Yulius Selvanus dan Wakil Gubernur Victor Mailangkay, sehingga saya bisa mengikuti PKN Tingkat II Angkatan XXIII 2026 ini," ujar Silangen.

(Olvie)

Hadiri HKG PKK ke-54 di Makassar, Ny. Anik Yulius Selvanus Bawa Komitmen Sulut untuk Indonesia Emas

 

Newsblessing.com, MAKASSAR  – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Sulawesi Utara, Ny. Anik Yulius Selvanus, menghadiri langsung puncak peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54. Perhelatan akbar berskala nasional ini dipusatkan di Hotel Claro, Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (11/7/2026).


​Kehadiran Ny. Anik Yulius Selvanus menjadi representasi komitmen kuat dari Bumi Nyiur Melambai dalam mendukung akselerasi pembangunan keluarga yang sejahtera dan mandiri secara nasional.


Sinergi 10 Program Pokok PKK dan Asta Cita


​Rangkaian peringatan HKG PKK ke-54 yang berlangsung pada 9–12 Juli 2026 ini mempertemukan ribuan pengurus TP PKK dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota se-Indonesia. Tahun ini, gerakan PKK mengusung visi besar melalui tema:


"Kuatkan 10 Program Pokok PKK, Laksanakan Asta Cita, Wujudkan Indonesia Emas 2045."



​Acara puncak tersebut dihadiri langsung oleh Pelindung TP PKK Pusat, Selvi Ananda Rakabuming Raka. Dalam arahannya, Selvi menekankan pentingnya peran kader PKK di seluruh pelosok negeri sebagai mitra strategis pemerintah yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.


​"Kita harus mengoptimalkan pelaksanaan 10 Program Pokok PKK yang selaras dengan Asta Cita sebagai fondasi menuju terwujudnya Indonesia Emas 2045. Teruslah berinovasi, perkuat kolaborasi lintas sektor, dan hadirkan program yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat," ujar Selvi Ananda.


Komitmen Nyata untuk Sulawesi Utara


​Kehadiran Ny. Anik Yulius Selvanus dalam forum nasional ini menegaskan kesiapan TP PKK Sulawesi Utara untuk menyelaraskan program kerja daerah dengan visi pembangunan pusat. Momentum ini juga dimanfaatkan untuk mempererat jejaring dan bertukar inovasi antar-daerah.


​Berikut adalah fokus utama TP PKK Sulawesi Utara ke depan pasca-pertemuan nasional ini:


  • Penguatan Ketahanan Keluarga: Memaksimalkan implementasi program kesehatan, pendidikan, dan ekonomi keluarga di Sulut.
  • Kolaborasi Lintas Sektor: Mempererat kemitraan dengan instansi pemerintah daerah guna menyukseskan program Asta Cita.
  • Inovasi dan Keberlanjutan: Menghadirkan program kerja yang adaptif terhadap perkembangan zaman dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat desa hingga kota.

Melalui sinergi yang semakin solid, TP PKK Sulawesi Utara optimistis gerakan pemberdayaan ini akan terus tumbuh menjadi motor penggerak kesejahteraan keluarga yang tangguh, mandiri, dan berkelanjutan.

(*/Olvie)

Gubernur Yulius Selvanus Tegaskan Komitmen Sulut Dukung Target Indonesia Bebas Kusta 2030

 

Newsblessing.com, JAKARTA - Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov Sulut) menyatakan kesiapan penuh untuk mendukung target nasional mewujudkan Indonesia Bebas Kusta pada tahun 2030.


​Komitmen tersebut ditegaskan langsung oleh Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, saat menghadiri agenda strategis percepatan eliminasi kusta yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan RI di Hotel Gran Sahid, Jakarta, Jumat (10/7/2026).

Pertemuan tingkat nasional ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara, di antaranya Menko PMK Pratikno, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, serta para kepala daerah dari seluruh penjuru Indonesia.

Kehadiran Gubernur Yulius dalam forum tersebut menjadi representasi dari keseriusan dan langkah masif yang tengah digalakkan Bumi Nyiur Melambai dalam menekan angka kasus kusta.

4 Pilar Utama Penanganan Kusta di Sulut


​Sebagai wujud nyata di lapangan, Pemprov Sulut kini tengah menggencarkan strategi penanganan yang berfokus pada empat pilar utama secara simultan:


  1. Penguatan Deteksi Dini: Mendorong kesadaran masyarakat untuk mengenali gejala awal.
  2. Penemuan Kasus Aktif: Melakukan pelacakan langsung (jemput bola) di tengah pemukiman masyarakat.
  3. Pengobatan Tuntas: Memastikan setiap pasien mendapatkan akses obat yang memadai hingga dinyatakan sembuh total.
  4. Penghapusan Stigma Sosial: Memutus rantai diskriminasi terhadap para penyandang maupun penyintas kusta.

Gubernur Yulius Selvanus menggarisbawahi bahwa persoalan kusta tidak bisa diselesaikan hanya dari sudut pandang medis. Menurutnya, aspek sosial dan edukasi memegang peranan yang tidak kalah penting.

Oleh sebab itu, ia mengajak seluruh elemen—mulai dari kalangan akademisi, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, hingga warga umum—untuk berkolaborasi aktif.

"Kami di Sulawesi Utara siap berjalan seiring dengan pemerintah pusat demi mempercepat eliminasi kusta. Yang harus kita hapus bukan hanya penyakitnya, tetapi juga stigma negatif di masyarakat yang kerap membuat orang takut atau malu untuk memeriksakan diri," ujar Yulius.

Gubernur menambahkan, kunci utama keberhasilan eliminasi ini terletak pada kecepatan penanganan. "Semakin cepat ditemukan, semakin cepat diobati, maka semakin besar peluang sembuh tanpa mengalami kecacatan," tegasnya.

Menuju Target 'Zero Leprosy 2030'

Guna menyukseskan program ini, Pemprov Sulut akan memperluas jangkauan edukasi publik untuk meluruskan berbagai mitos keliru seputar kusta. Selain itu, kapasitas sarana kesehatan di tingkat fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) seperti Puskesmas akan terus diperkuat agar lebih responsif.

Melalui langkah terintegrasi ini, Sulawesi Utara optimistis dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pencapaian target global Zero Leprosy 2030, yang mencakup tiga indikator utama:


  • Nol penularan baru kasus kusta di masyarakat.
  • Nol kecacatan akibat keterlambatan penanganan medis.
  • Nol stigma dan diskriminasi terhadap para penyintas kusta.

Upaya ini diharapkan dapat memberikan jaminan perlindungan hak kesehatan yang setara, bermutu, dan berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat di Sulawesi Utara.

(*/Olvie)

​Ketua DPRD Sulut Andi Silangen Desak Pusat Kembalikan TKD 100 Persen: Jangan Berharap Pembangunan Tanpa Anggaran

Newsblessing.com, SULUT – Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), dr. Fransiscus Andi Silangen, mengambil langkah berani dalam memperjuangkan hak fiskal daerah. Ia menyuarakan desakan tegas dari sejumlah wilayah di Indonesia Timur agar pemerintah pusat mengembalikan Dana Transfer ke Daerah (TKD) secara penuh atau sebesar 100 persen.


​Pernyataan bersuara lantang tersebut disampaikan Andi Silangen di tengah memimpin rapat pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2025 antara TAPD dan Banggar di Gedung Cengkih, Manado, Selasa (7/7/2026).


​Di hadapan forum, Silangen membeberkan bahwa dirinya baru saja dipercaya memimpin pertemuan strategis lintas daerah yang dihadiri oleh perwakilan dari 8 provinsi meliputi wilayah Sulawesi, Maluku, hingga Maluku Utara di Makassar.


​Pimpin Koalisi 8 Provinsi, Andi Silangen Soroti Masalah Efisiensi Anggaran


​Sebagai pimpinan dalam pertemuan regional tersebut, Andi Silangen berhasil menyatukan suara delapan provinsi untuk membawa satu rekomendasi krusial ke tingkat nasional: menuntut kelonggaran penuh atas pengelolaan dana transfer.


​Silangen menilai, kebijakan restriksi dan efisiensi anggaran yang dipatok oleh pemerintah pusat selama ini justru mengikat tangan pemerintah daerah di seluruh Indonesia, sehingga sulit mengeksekusi program kerja secara mandiri.


​Kritik Tajam Andi Silangen Soal Pembangunan dari Bawah


​Menurut politisi senior ini, kemandirian keuangan daerah adalah kunci utama untuk menyentuh kebutuhan riil masyarakat di tingkat akar rumput. Tanpa sokongan dana yang memadai, mustahil daerah bisa melakukan lompatan pembangunan.


​"Persoalan pemerintah daerah selama ini di seluruh Indonesia adalah efisiensi, sehingga TKD ini harus dikembalikan. Bagaimana kita mengharapkan pembangunan dari bawah kalau tidak ada uangnya?" kritik Andi Silangen tajam.


​Melalui desakan kolektif yang dipeloporinya ini, Andi Silangen berharap pemerintah pusat mau mendengarkan aspirasi dari Indonesia Timur. Tujuannya agar daerah memiliki ruang gerak fiskal yang lebih luas untuk mendanai pelayanan publik serta pembangunan infrastruktur yang sempat tersendat akibat keterbatasan anggaran transfer.

(Olvie)

Page View 1392