-->

Gelar Sosialisasi di Manado, Ketua Komisi IX DPR RI Ajak Pekerja Informal Sulut Masuk BPJS Ketenagakerjaan

22 Juni 2026, 18:48 WIB Last Updated 2026-06-22T10:48:57Z


Newsblessing.com, SULUT - Ketua Komisi IX DPR RI, Felly Estelita Runtuwene, bergerak cepat mendorong perluasan cakupan perlindungan ketenagakerjaan di Sulawesi Utara. Bermitra dengan BPJS Ketenagakerjaan, srikandi parlemen ini menggelar sosialisasi masif yang menyasar para pekerja informal, pekerja lepas (freelancer), hingga pelaku wiraswasta.


​Agenda strategis ini dilaksanakan di tengah rangkaian kunjungan kerja daerah pemilihan (dapil) anggota DPR RI yang berlokasi di GBI Marina Plaza, Kota Manado, pada Senin (22/6/2026). Ratusan warga dari berbagai latar belakang profesi tampak memadati lokasi acara dengan antusias.


Negara Hadir Beri Proteksi Pekerja Mandiri


​Dalam pemaparannya, Felly Runtuwene menggarisbawahi bahwa jaminan sosial ketenagakerjaan bukan sekadar program formalitas, melainkan wujud nyata kehadiran negara dalam melindungi seluruh lapisan pekerja tanpa terkecuali.


​"Program ini merupakan fasilitas yang disiapkan negara dengan asas manfaat yang sangat besar, khususnya bagi warga Sulawesi Utara. Target utama kita adalah mengedukasi masyarakat secara luas agar mereka paham, sadar, dan segera mendaftarkan diri sebagai peserta," ungkap mantan Anggota DPRD Provinsi Sulut tersebut.


Pentingnya Memitigasi Risiko Ekonomi


​Politisi dari Partai NasDem ini juga menyoroti masih rendahnya pemahaman para pelaku usaha mandiri dan pekerja lepas terkait pentingnya jaminan perlindungan kerja. Padahal, risiko kecelakaan kerja atau musibah bisa datang kapan saja tanpa diduga.


​Jika tidak diantisipasi, risiko-risiko tersebut berpotensi besar meruntuhkan stabilitas ekonomi keluarga yang ditinggalkan.


Investasi Jangka Panjang untuk Rasa Aman


​Melalui edukasi tatap muka ini, Felly berharap ada lonjakan kepesertaan aktif dari sektor informal di Bumi Nyiur Melambaian. Langkah ini dinilai krusial agar masyarakat bisa merasakan langsung jaring pengaman sosial yang disediakan pemerintah.


​Di akhir arahannya, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memandang kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan sebagai bentuk investasi proteksi diri yang bernilai tinggi.


​"Ketika aspek perlindungan sudah terjamin, masyarakat bisa bekerja dengan lebih tenang, produktif, dan merasa aman demi kesejahteraan keluarga di rumah," pungkasnya.

(Olvie)

Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar